Dear Millennials, Ini Kunci Sukses Berkarir dan Menjadi Pemimpin
1 April 2018
Intip Cara Koordinator PPI Sedunia 2016 Maksimalkan Peluang Kuliah di Luar Negeri
3 April 2018

Cendikiawan Suryaatmadja: Si Jenius Belia

Nama Cendikiawan Suryaatmadja mungkin belum familiar bagi orang-orang di luar dunia pendidikan. Diki, begitu dia biasa dipanggil, masih berusia empat belas tahun. Namun, siapa sangka bahwa ia sudah duduk di bangku kuliah?

Diki diberikan beasiswa penuh oleh University of Waterloo di Ontario, Canada dalam jurusan Fisika. Fantastis, bukan? Sejak hasil tes Intelligent Quotient (IQ) Diki yang waktu itu berusia sepuluh tahun itu diketahui mencatat angka 189, melebihi Einstein (IQ 160), berbagai media baik media lokal dan media nasional mengangkat cerita tentang perjalanan prestasi si anak jenius ini.

Cendikiawan Suryaatmadja

Cendikiawan Suryaatmadja. Sumber: SUN

SUN Education sebagai konsultan pendidikan yang telah membantu Diki mengurus studi ke University of Waterloo, berkesempatan mewawancara anak yang menyukai sushi dan serial televisi Breaking Bad ini, beberapa minggu sebelum Diki meninggalkan tanah air. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin, Diki yang juga fasih berbicara dalam bahasa Inggris ini gemar mempelajari Ekonomi dan melukis di waktu senggang. Diki sendiri sudah menunjukkan kemampuan motorik yang baik sejak masih bayi berusia empat  hari, ketika dijemur pagi, di mana ia bisa memutar posisi badannya sendiri.

Seperti orang-orang sukses lainnya, Diki pun memiliki panutan. Di samping sangat mengidolakan sang Ibu yang menginspirasinya, Diki mengaku belajar banyak dari Elon Musk, penemu Tesla, perusahaan otomotif ternama. Menurutnya, di samping telah mempatenkan banyak hal, Musk merupakan figur yang juga baik terhadap para karyawan dan telah membangun korporasi yang bonafit. Tak ketinggalan, Jackie Chan juga merupakan sosok yang ia kagumi karena kejenakaannya.

Meskipun ia tinggal di rumah keluarga seorang warga negara Kanada, Mr. Weilian Zhang (menurut peraturan dari Imigrasi Kanada,  pelajar internasional berusia di bawah 18 tahun dianggap sebagai minor dan harus memiliki seorang penanggung jawab), Diki telah mempelajari skill memasak dan bersepeda guna memudahkan hidupnya di Negeri Daun Maple. Sebagai pelajar yang berdedikasi, Diki juga telah mempersiapkan dirinya dengan belajar segiat mungkin, bahkan hingga satu (1) minggu menjelang keberangkatannya. Diki berharap studinya dapat membawanya bertemu dengan teman-teman dan pendidikan yang luar biasa.

Diki percaya bahwa di dalam hidup, kita perlu terus belajar dan menyerap informasi secara terus-menerus. Diki sendiri memiliki tujuan untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik dan ingin membangun teknologi yang lebih baik untuk negara kita ini. Ibunda Diki, Hannie menjatuhkan pilihan ke salah satu universitas terbaik di Kanada dan di dunia, khususnya untuk bidang sains ini. Ini dikarenakan Ibu Hannie telah bertemu langsung dengan para profesor bidang Fisika tersebut. Ia yakin dapat mempercayakan pendidikan anaknya di tangan mereka.

 

Diki bersama dosen di University of Waterloo. Sumber: SUN

Sebagai penutup wawancara, Diki membagi nilai-nilai hidup yang dipegangnya selama ini yaitu, “Think about your action, contemplate it, and just think a lot. Become inspired. Learn from what you have done. Keep learning. Maybe it’s useful, maybe not. Keep absorbing new information and discover. If the information doesn’t bring you advantages, just know it, but don’t follow it. If you don’t understand, contemplate it.”  

Ingin tahu lebih banyak tentang University of Waterloo yang menjadi pilihan Cendikiawan Suryaatmadja? Kamu bisa kunjungi SUN Course Navigation untuk tahu informasi jurusan atau kunjungi kantor SUN terdekat. Selengkapnya kamu bisa baca dan tonton penjelasannya di sini: www.findoutmore.uwaterloo.ca (NWA).

Tinggalkan Balasan

Install SUN Education App
sekarang!
Wajib dimiliki oleh siapapun yang berencana
kuliah keluar negeri!