Cendikiawan Suryaatmadja: Si Jenius Belia
2 April 2018
Apakah Bisnis Start-Up Cocok untuk Semua Orang?
3 April 2018

Intip Cara Koordinator PPI Sedunia 2016 Maksimalkan Peluang Kuliah di Luar Negeri

Pendidikan dan karir adalah dua hal yang penting untuk mencapai impian. Bisa menempuh keduanya, kenapa tidak? Sebagai generasi muda saat ini, kita dituntut untuk menjadi orang yang multi-tasking alias orang yang mampu melakukan berbagai hal produktif.

Yuk, petik kisah inspiratif dari Intan Irani, seorang arsitek yang juga sedang kuliah Master of Architecture Engineering di Politecnico di Milano, Italia. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Dunia (PPI) Italia 2015/2016 dan Koordinator PPI seluruh dunia 2016/2017. Pada seminar karir di acara World Top 250 Prestigious Universities Education Expo yang diselenggarakan SUN Education, Intan membagikan pengalamannya kuliah di luar negeri:

kuliah di luar negeri

Intan Ariani berbagi cerita tentang kuliah di luar negeri dalam seminar di acara World Top 250 Prestigious Universities Education Expo (Minggu, 25/3) di Jakarta.

 

Meraih Kesempatan Saat Kuliah di Luar Negeri

Intan merasakan sendiri kesempatan yang diperoleh ketika studi ke luar negeri terbuka lebar untuknya. Dari segi ilmu, ia mengaku kalau ilmu pengetahuan yang dipelajari tak sebatas tentang program Arsitektur saja melainkan mempelajari paralel ilmu dari programnya itu, salah satunya adalah Psikologi.

Selain itu, dengan kuliah di luar negeri, ia memiliki pribadi yang lebih baik dan pikiran yang terbuka. Karena saat kuliah di luar negeri, ia harus mampu mandiri dan mampu bersosialisasi dengan orang dari berbagai negara dengan budaya yang berbeda.

Kesempatan yang paling tak ternilai harganya menurut Intan adalah memiliki relasi yang luas dari teman-teman internasional maupun nasional. Jaringan ini bisa diperolehnya melalui jalur kuliah maupun berorganisasi.

 

Berjejaring Luas dalam Organisasi

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah peribahasa yang menggambarkan kegigihan Intan dalam meraih peluang ketika ia kuliah di Italia. Tak hanya duduk manis di bangku kuliah, wanita asal Bandung ini juga melangkahkan kakinya ke dunia organisasi PPI. Dari menjabat sebagai ketua PPI Italia pada 2015/2016 sampai akhirnya menjadi koordinator perempuan pertama PPI Dunia pada 2016/2017.

Selama berorganisasi pun banyak pengalaman yang Intan dapatkan, terutama dalam memperluas jaringan. Ia mampu beraudiensi dengan Kementrian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), komunitas dan tentunya berjejaring dengan anggota PPI di negara lain. Dari pertemuan dengan banyak orang itu, Intan juga belajar tentang toleransi, dedikasi dan bagaimana berkontribusi buat negara.

Selain masa suka, ada juga beberapa hal yang dikorbankan, terutama waktu. Salah satu tantangan yang dihadapi saat itu adalah ketika mengadakan rapat organisasi bersama ketua PPI dari puluhan negara secara online. Tentunya tidak mudah menyatukan pendapat para anggota dari beragam jurusan dan pemikiran, sementara tugas kuliah juga menunggunya untuk diselesaikan. Namun, Intan mengatasi hal itu dengan  membagi waktu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk rapat dan berapa lama untuk mengerjakan tugas kuliah. Dan bila waktu rapat tidak selesai pada waktu yang ditetapkan, ia akan tetap memprioritaskan tugas kuliahnya.

Maka dari itu, Intan menekankan saat memutuskan untuk kuliah sambil berorganisasi bahkan sambil bekerja juga, pertimbangkan dulu apa tujuan awal kita kuliah di luar negeri.

“Ketika memutuskan kerja paruh waktu dan mengikuti organisasi, ukurlah seberapa efektif kontribusi yang akan anda lakukan. Apakah akan mengganggu perkuliahan anda atau tidak? Perhatikan kembali tujuan utama anda saat berkuliah ke luar negeri,” tegasnya.

 

Melakoni Karir Impian

Menjadi arsitek adalah impian Intan sedari kecil. Perjalanan mencapainya tak mudah dan harus melalui berbagai rintangan. Waktu ingin kuliah di Italia saja ia mesti meyakinkan orang tuanya, karena ia juga satu-satunya di keluarga yang kuliah di luar negeri. Melihat keluwesannya berorganisasi, kerja dan kuliah pun membuktikan perjalanannya tidak gampang, karena ia sendiri tidak menggunakan jalur beasiswa untuk kuliah. Namun, tekad dan konsistensi adalah hal terpenting dalam meraih impiannya.

Selain berkutat dalam merancang bangunan, kesibukan Intan saat ini adalah menjadi mentor untuk mereka yang ingin kuliah di luar negeri dan menulis buku tentang traveling. Sebelumnya, ia dan 39 penulis dari berbagai negara sudah menerbitkan buku bertajuk Soul Travellers (2017). Ke depannya, Intan ingin lebih lagi jadi pribadi yang berguna bagi orang lain dengan bisa lebih banyak berbagi dan menginspirasi orang lain.

Intan juga memberikan pesan kepada siapapun yang ingin kuliah di luar negeri.

“Pertama, harus konsisten. Kalau punya cita-cita, buatlah kenyataan. Jangan cepat menyerah. Persiapan dokumen dilakukan dengan baik. Tetapkan jurusan dan universitas mana yang tepat untuk Anda. Konsisten dengan diri sendiri dan disiplin untuk mencapai cita-cita tersebut.” (SJV)

Tinggalkan Balasan