Program Baru Diploma of Arts and Communication Swinburne University
Swinburne University Membuka Jurusan Baru: Diploma of Arts and Communication (UniLink) (Durasi 8 Bulan)
12 Juli 2018
Lebih Dekat dengan Diki Suryaatmadja, si Bocah Jenius!
27 Juli 2018

Chef Thierry Lerallu: Menginspirasi Lewat Pastry

Chef Thierry. Sumber: SUN

Chef Thierry Lerallu: Menginspirasi Lewat Pastry. Seorang Chef Pastry tak cukup  mengandalkan skill dalam membuat kue dan roti. Passion juga harus dilibatkan dalam bekerja di industri yang penuh tantangan itu.

“Sebuah keputusan bagus jika kamu memilih bekerja di dunia pastry. Tapi, yang terpenting, kamu harus punya passion dan peka mengikuti insting,” cetus Chef yang juga kepala instruktur program Boulangerie & Pastry di salah satu sekolah kuliner terbaik dunia, Le Cordon Blue (LCB) Malaysia, ini.

Chef Thierry Lerallu. Sumber: Youtube LCB Malaysia

Berpengalaman di industri kuliner pastry selama 35 tahun, Chef Thierry sudah kenyang makan asam garam di dunia memasak. Chef murah senyum ini pernah bekerja di hotel internasional bintang 5 di Malaysia dan Korea Selatan. Berbagai tuntutan profesi seperti berkreasi menciptakan menu inovatif, bersikap tegas memimpin staff di dapur, hingga bertanggungjawab menyediakan aneka sajian tepat waktu, sudah jadi hal biasa baginya.

Meski begitu, tidak ada kata ‘lelah’ dalam kamus Chef Thierry dalam menghasilkan hidangan pastry terbaik. “Sewaktu bekerja di hotel, saya pernah diminta mengurus makanan untuk ratusan bahkan ribuan orang. Menjalankan tugas itu, saya dan tim berusaha membuat pastry yang baik untuk pelanggan,” jelas Chef Thierry.

Rasa lelah atas kerja keras menyiapkan sajian terbaik pun terbayar melihat para pelanggan menikmati hidangan buatannya. “Ada pelanggan yang sampai berterima kasih atas upaya kami membuat makanan yang lezat,” imbuh Chef yang sebelum fokus di pastry sempat menjajal bidang pattisier, chocolatier, hingga confectioner ini.

Diakui Chef Thierry, kecintaan terhadap dunia kuliner tak lepas dari masa kecilnya dulu.  Tumbuh besar di Normandy, Prancis, Thierry kecil telah terbiasa melihat aktivitas memasak dan membuat kue. Maklum, di Prancis, seni pastry berkembang pesat dan kerap menjadi acuan di dunia. Dasar sudah bakat, skill memasak ia kuasai sejak usia belia.

Kehebatan Chef Thierry dalam memasak dibuktikan dengan berbagai prestasi. Beberapa di antaranya yaitu: meraih predikat The Best Apprentice di bidang bakery & pattisery dan mendapat penghargaan khusus di Festival Kuliner Bernard Loiseau di Mauritius, Prancis.

Kini, segudang pengalaman dan ilmunya itu ia bagikan kepada mahasiswa sekolah kuliner LCB Malaysia, khususnya di bidang pastry dan bakery. Tak sebatas berbagi ilmu, Chef Thierry juga aktif memotivasi para siswa yang ingin menekuni bidang pastry. “Teruslah belajar dan berlatih teknik dasar membuat pastry. Semakin banyak berlatih, semakin baik pengalaman kamu dalam membuat pastry,” pungkas chef yang juga menulis buku masak ‘A Touch of French’, ini.

Sumber: Facebook – Patisserie Sunway Le Cordon Bleu

Nah, tak perlu khawatir bagi kamu yang bercita-cita jadi chef pastry profesional, tapi belum menguasai benar teknik dasar membuat pastry. Asal punya passion dan tekun belajar, kamu tentu bisa mewujukan impian itu. Diikuti dengan langkah konkret, masuk ke sekolah masak bertaraf internasional.

Sebagai salah satu institusi kuliner terbaik di dunia, LCB Malaysia menerapkan metode pembelajaran progressive way. Ini adalah teknik dasar membuat pastry dari A sampai Z, bersama  para chef yang berpengalaman dan kompeten. Dengan metode ini, siswa akan lebih banyak melakukan praktik mengolah resep yang bahan-bahannya langsung didatangkan dari Prancis.

LCB Malaysia. Sumber: UniDigest

Nah, gimana SUNners? Tertarik belajar masak di LCB Malaysia? Segera hubungi konselor kami di kantor SUN Education terdekat atau kunjungi SUN Course Navigation untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai LCB Malaysia dan program-program yang ditawarkan.

Comments are closed.