Author:
Updated: 05 July 2023
Kurikulum Cambridge adalah rencana pembelajaran yang mengatur cara siswa belajar dan penggunaannya sudah umum di seluruh dunia, terutama sekolah internasional. Dalam satuan ajaran ini, siswa akan mempelajari banyak hal dengan cara belajar yang berbeda. Salah satunya siswa harus menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Mereka tidak hanya mendengarkan guru bicara, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas yang belajar-mengajar. Kurikulum internasional Cambridge turut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan kreatif. Kurikulum ini menerapkan pembelajaran yang mendorong siswa untuk menemukan solusi masalah, berpikir logis, dan bekerja sama dengan teman-teman satu kelas. Para siswa juga akan mendapatkan tugas dan proyek yang menantang, yang akan membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan dalam berpikir dan belajar. Tujuan dari proyek praktik tersebut adalah agar siswa bisa mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan baik juga lebih percaya diri saat nanti menghadapi dunia yang penuh dengan peluang. Kurikulum Cambridge menggunakan metode pengajaran personal, yang artinya guru akan memberikan perhatian khusus kepada setiap siswa sekolah internasional tanpa terkecuali. Maka dari itu, jumlah siswa dalam kelas tidak akan terlalu banyak. BACA JUGA: Perhatikan 11 Cara Mendaftar Universitas di Luar Negeri Ini!
Kurikulum yang umum disebut IB ini dirancang khusus untuk siswa SMA yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional. Dalam satuan ajarannya, International Baccalaureate akan membantu siswa mengembangkan keterampilan dan kepribadian bukan hanya sekadar dari aktivitas belajar semata. IB terdiri dari beberapa tingkatan dengan fokus pembelajaran yang berbeda. Tingkatan ini bermula dari anak usia 3-12 tahun sampai siswa setingkat SMA. Terdapat empat tingkatan dari kurikulum internasional yang satu ini, yaitu: Tingkatan dalam International Baccalaureate
Kurikulum selanjutnya berasal dari Inggris dan mendapat pengakuan oleh banyak sekolah bertaraf internasional di luar negeri, terutama di Madrid sampai Manila. British National Curriculum menawarkan sistem pendidikan yang menekankan pada kreativitas, pemikiran kritis, dan fleksibilitas. Penekanan tersebut bertujuan agar setiap siswa bisa mencapai potensi penuh mereka. Sistem kurikulum internasional ini terbagi dalam blok bernama "Tahapan Kunci" atau "Key Stages". Tahap pertama adalah Early Years untuk siswa berusia 2-5 tahun. Setelah itu, siswa memasuki tingkat dasar dengan Key Stage 1 (KS1), dari usia 5-7 tahun, sebelum melanjutkan ke KS2, yang berlangsung dari usia 7-11 tahun. Sesudah menyelesaikan Tahapan Kunci dasar, siswa memulai tahapan sekunder dengan KS3 dan KS4, yang masing-masing untuk usia 11-14 tahun dan usia 14-16 tahun. Siswa dari sekolah internasional yang berencana melanjutkan ke universitas kemudian memulai tahapan pra-universitas KS5, di mana mereka akan belajar dari usia 16-18 tahun. Terlebih lagi, British National Curriculum juga berguna untuk membangun kemampuan siswa yang sudah ada sebelumnya sambil mempersiapkan mereka untuk pekerjaan pada masa depan. Siswa mendapat penilaian melalui benchmarking yang terjadwal secara teratur. Hal ini guna memastikan bahwa mereka telah menguasai mata pelajaran agar siap mengikuti International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) dan kualifikasi A level. BACA JUGA: Bagaimana Cara Menjadi Mahasiswa Berprestasi?
Kurikulum internasional telah menjadi pilihan yang populer dalam dunia pendidikan modern. Namun, seperti halnya dengan setiap sistem pendidikan, ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Memahami aspek-aspek ini dapat membantu orang tua, siswa, dan pendidik dalam membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih jenis kurikulum yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Berikut beberapa kekurangan dan kelebihan kurikulum internasional:
Sebelum menjatuhkan pilihan terkait kurikulum belajar, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih kurikulum internasional. Kurikulum internasional menawarkan banyak keunggulan bagi siswa, selain mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, kurikulum ini memudahkan siswa melanjutkan pendidikan di universitas ternama dunia.
Ada beberapa jenis kurikulum internasional, yang populer adalah International Baccalaureate (IB) dan International General Certificate of Secondary Education (Cambridge IGCSE) /A Level.
Bagi siswa yang ingin belajar di luar negeri di negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Selandia Baru, sistem IB, A level, ataupun IGCSE dapat diterima.
Namun, hal lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah gaya belajar para siswa. Gaya belajar yang dimaksud adalah bagaimana siswa dapat menyesuaikan diri dengan program pembelajaran tiap kurikulum internasional. Contohnya, di kurikulum IB, siswa harus mengambil enam mata pelajaran dan tiga ko-komponen. Sedangkan, jika siswa mengikuti kurikulum IGCSE, mereka hanya memilih lima sampai enam mata pelajaran.Untuk A Level biasanya siswa hanya memilih tiga mata pelajaran. Misalnya, jika anak menyukai ilmu pengetahuan, maka mereka bisa memilih dua mata pelajaran sains plus satu matematika. Keuntungan lain dari program ini adalah siswa dapat diterima dengan sangat baik di seluruh dunia, terutama di Inggris yaitu negara asal ujian A Level. Jadi, dapat disimpulkan gaya belajar kurikulum IGCSE dan A Level lebih mendalam dan fokus. Sedangkan IB merupakan pembelajaran yang lebih luas.
Namun, untuk kurikulum IB ada kemungkinan penerapan tiap sekolah di beberapa negara berbeda. Pasalnya, setiap sekolah internasional memiliki kesempatan untuk menyesuaikan program ini dengan kebutuhan masing-masing. Dengan kata lain, jika mencari kurikulum yang lebih terstandar di seluruh negara maka A Level lebih tepat dibandingkan program IB.
Selain gaya belajar, orang tua disarankan untuk memperhatikan kemampuan bahasa Inggris anaknya sebelum memilih kurikulum internasional.
Bagi siswa sekolah internasional yang sangat sangat percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, mereka seharusnya tidak bermasalah dalam memilih IB. Hal tersebut perlu menjadi faktor pertimabngan lantaran kurikulum seperti IB mencakup pembuatan banyak tulisan atau esai dalam bahasa Inggris. Bahkan untuk IB Diploma, ada banyak proyek kecil yang harus siswa kerjakan dan harus dalam bahasa Inggris.
Selain mempertimbangkan kemampuan bahasa Inggris anak, penting bagi orang tua untuk memikirkan tentang sekolah atau kampus tujuan anak.
Orang tua dapat pula menilai dari pilihan universitas yang umumnya menjadi tujuan para siswa dari sekolah internasional tersebut, karena itu akan memberi tahu para orang tua mengenai kualitas pendidikan yang anaknya terima.
Terlebih lagi, orang tua juga dapat membantu anak dalam mempersiapkan diri sejak dini. Adapun usia yang tepat untuk mengikuti kurikulum internasional adalah sejak umur 12 sampai 13 untuk IB atau IGCSE. Untuk A Level dan IB Diploma, biasanya siswa masuk sekitar usia 15 sampai 16 tahun.
Ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pilihan studi? Hubungi SUN Education untuk mendapatkan informasi mengenai program-program yang ditawarkan.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!Related Posts
Connect with SUN Education