Belajar dengan Alam ala "The Lord of The Rings" di Lincoln University
Belajar dengan Alam ala “The Lord of The Rings” di Lincoln University
25 Agustus 2021
10 Universitas Jurusan Desain Interior Terbaik di Dunia Versi QS World University Ranking 2021
10 Universitas Jurusan Desain Interior Terbaik di Dunia Versi QS World University Ranking 2021
26 Agustus 2021

Pre-Departure Briefing – Semakin Mantap Berangkat ke Inggris walau Pandemi

Pre-Departure Briefing - Semakin Mantap Berangkat ke Inggris walau Pandemi

Sumber: Pexles

SUN Education mengadakan Pre-Departure Briefing bagi mahasiswa yang akan berkuliah di Inggris. Briefing kali ini menghadirkan representatif dari SUN Education, HSBC, Casita, Qatar Airways dan mahasiswa yang sedang berkuliah di Inggris untuk berbagi pengalamannya. Briefing ini sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua dan mahasiswa akan proses kuliah di tengah pandemi di Inggris. Meski Indonesia masuk ke dalam Red List Country, bukan berarti Inggris menutup bordernya bagi International Student. International Student yang dari Indonesia-pun masih bisa belajar di Inggris dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Briefing dimulai dengan penjelasan dari Cindy Novita yang merupakan perwakilan dari SUN Education. Cindy menyebutkan persiapan apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa yang hendak berkuliah di Inggris. Persiapan dimulai dari dokumen yang penting baik dalam bentuk hard copies atau soft copies, pakaian yang sesuai dengan cuaca kota tempat universitas berada, obat-obatan pribadi dan elektronik seperti laptop atau tablet PC.

Cindy juga menjelaskan perihal kondisi Covid-19 dan aturan berkunjung ke Inggris. Indonesia sendiri resmi masuk ke dalam Red List pemerintah Inggris per 19 Juli 2021. Warga negara yang datang dari negara Red List wajib melakukan tes Covid-19 (PCR) negatif yang diambil 3 hari sebelum keberangkatan. Tes ini wajib dilakukan meski sudah mendapatkan vaksin. Mahasiswa yang berangkat juga harus melengkapi passenger locator form yang tersedia di website pemerintah Inggris. 

Pre-Departure Briefing - Semakin Mantap Berangkat ke Inggris walau Pandemi

Sumber: SUN Education

Saat tiba di London Heathrow Airport atau Birmingham Airport, mahasiswa wajib melakukan proses karantina berbayar selama 10 hari di hotel yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga wajib melakukan 2 kali tes Covid-19 (PCR) pada hari ke-2 dan ke-8 selama masa karantina. Semua peraturan yang sudah berlaku ini harus dipatuhi dengan seksama bila tidak akan mendapatkan denda hingga 10.000 poundsterling. Cindy menyarankan untuk mendapatkan hasil tes Covid-19 (PCR) dalam bahasa Inggris agar mudah dipahami oleh petugas airport.

Demi menjawab pertanyaan mengenai akomodasi selama perkuliahan di Inggris, turut hadir Tom Bryce dari Casita. Casita merupakan platform akomodasi yang melayani pencarian akomodasi untuk mahasiswa yang berkuliah di Inggris. Tom mengatakan dengan Casita, mahasiswa akan mendapatkan akomodasi terbaik yang dekat dengan universitas. Mahasiswa juga dapat memilih tipe akomodasi yang disediakan oleh Casita mulai dari asrama, apartemen studio atau apartemen standar dengan fasilitas yang diinginkan. Mahasiswa tinggal menentukan lokasi universitas dan budget yang dimiliki dan pihak Casita akan mencari akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Selesai menjelaskan akomodasi selama perkuliahan di UK, Deniss dari Qatar Airways menjelaskan proses keberangkatan bila mahasiswa memilih terbang bersama Qatar Airways. Deniss menyarankan untuk mahasiswa bergabung dengan Qatar Airways’ Student Club karena ada diskon khusus untuk pelajar. Qatar Airways juga memiliki dua jadwal penerbangan dari Jakarta ke London. Penerbangan hadir dua kali dalam sehari yang berangkat pada pukul 5 pagi atau 11 malam. Qatar Airways sendiri merupakan penerbangan pertama yang mendapat 5-Star COVID 19 Airline Safety Rating by Skytrax dan menjadi penerbangan pertama yang menggunakan sinar ultraviolet untuk proses sterilisasi kabin.

Pre-Departure Briefing - Semakin Mantap Berangkat ke Inggris walau Pandemi

Sumber: SUN Education

Untuk menyiasati keuangan mahasiswa selama berkuliah di London, briefing kali ini juga menghadirkan HSBC. Nurul menjelaskan beberapa manfaat memiliki HSBC Premier Next Gen dimana keuntungannya dapat didapatkan baik untuk orangtua atau mahasiswa. Keuntungan dimulai dengan penarikan tanpa biaya di ATM HSBC di seluruh dunia termasuk Inggris.Credit Limitnya juga bisa mencapai Rp 250 juta dan bisa melakukan real time online transfer tanpa dikenakan biaya tambahan ke seluruh rekening HSBC di seluruh dunia hingga US$ 100.000 per hari.

Pada sesi terakhir, turut hadir Dinda Claudia Pieter yang merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di University of Westminster, London. Dinda berbagi pengalamannya  berkuliah di Inggris khususnya saat Inggris mengalami lonjakan kasus Covid-19. Sampai kini proses perkuliahan masih dijalankan secara online sampai kebijakan baru diterbitkan. Namun, beberapa universitas di luar London akan memulai perkuliahan secara offline pada Januari 2022. Briefing lalu ditutup dengan Q n A dan foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Dari Pre-Departure Briefing ini dapat kita bisa mengambil kesimpulan bahwa meski kasus Covid-19 tidak menentu, mahasiswa Indonesia masih bisa berangkat untuk menempuh studi di Inggris. Tak perlu khawatir, dengan adanya SUN Education, update informasi yang aktual, persiapan, hingga pencarian akomodasi akan dibantu sepenuhnya. 

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya disini. SUN Education bekerjasama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

Tinggalkan Balasan