Sherline: Berani Keluar dari Zona Nyaman untuk Belajar Setinggi-Tingginya
25 Juli 2022
Eveline Samudra: Tetap Semangat Kuliah Internasional di Tengah Pandemi
25 Juli 2022

Bergmann Purba: Time Management Kunci Kuliah di Masa Pandemi

Berkuliah di masa pandemi pasti menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru, tidak terkecuali bagi mahasiswa internasional. Bagaimana tidak? Selain harus menyesuaikan diri dengan negara dan kampus baru, mahasiswa asing juga perlu memperhatikan dengan seksama peraturan terkait Covid-19 milik masing-masing negara.

Hal serupa juga dialami oleh Bergmann Purba, mahasiswa yang kini tengah menempuh pendidikan S2 demi mendapatkan gelar MSc in Sustainable Energy di University of Glasgow, Skotlandia.

 

 

Pria yang akrab disapa Berg tersebut menyatakan bahwa pada awalnya, dia kesulitan beradaptasi akibat pembelajaran yang semula tatap muka, berubah total menjadi kelas online.

“Awal-awalnya agak sedikit shock berdapatasinya karena semua serba online,” ungkap Berg.

Untuk mengatasinya, Berg menjelaskan bahwa dia berusaha untuk aktif berkomunikasi di group chat dengan teman-teman lainnya. Hal ini terutama dilakukan ketika ada kerja kelompok yang menuntut komunikasi jarak jauh yang efektif agar tugas dapat diselesaikan dengan baik.

Selain sedikit sulit karena kendala belajar online, Berg menyebut bahwa di tengah pandemi, mahasiswa dituntut untuk belajar secara mandiri dan tetap fokus. Terkait hal ini, dia menekankan bahwa manajemen waktu adalah hal yang paling krusial.

“Harus bisa manage waktu dengan baik, kalau nggak akhir-akhirnya akan stres sendiri,” sambungnya.

Namun, dirinya sebagai mahasiswa asing mengaku belum pernah bertemu kesulitan sejak mulai kuliah S2 pada September 2020. Hal ini, katanya, didorong oleh dosen-dosen dan staf akademis yang komunikatif dan sangat membantu.

“Nggak perlu takut kalau merasa kesulitan, bisa langsung email lecturer-nya dan mereka akan segera jawab di jam kerja,” kata dia.

Seputar pembelajaran, Berg menuturkan bahwa ada perubahan dalam proses studi di University of Glasgow. Universitas tersebut memiliki sejumlah bangunan dan fasilitas yang disediakan khusus agar mahasiswa bisa belajar. Namun, di tengah pandemi, tempat-tempat tersebut dibatasi agar tidak menimbulkan kerumunan.

Berg menuturkan bahwa sejak tiba di Glasgow pada September, aktivitas fisik sudah ditiadakan sebagai bentuk pembatasan pergerakan demi mencegah penularan Covid-19. Karena itu, dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki ekstrakurikuler atau kesibukan di luar studi.

 

 

Selain adaptasi yang berkaitan dengan kegiatan fisik, Berg juga harus beradaptasi dengan beberapa hal lainnya, termasuk cuaca Skotlandia yang berbanding terbalik dengan iklim Indonesia. Menurut Berg, saat pertama kali tiba, orang Indonesia kemungkinan akan merasa udara Glasgow sangat dingin.

“Tapi setelah dua atau tiga minggu, rasanya sudah biasa saja,” sambungnya.

Dia menyarankan calon mahasiswa yang ingin belajar di Inggris atau Skotlandia untuk mempersiapkan baju-baju hangat dan coat untuk mempermudah proses adaptasi cuaca.

Tidak hanya cuaca, Berg pun mengakui sedikit kesulitan saat harus beradaptasi dengan bahasa. Pasalnya, Berg kuliah S1 di Inggris, daerah yang memiliki aksen berbeda dari Skotlandia. Namun, sama seperti cuaca, dalam dua hingga tiga minggu dia pun sudah terbiasa.

Ketika ditanya kenapa memilih University of Glasgow sebagai tujuan studinya, Berg mengatakan bahwa walaupun belajar engineering, universitas ini juga banyak menggabungkan jurusannya dengan komponen lain seperti bisnis dan ekonomi. Selain alasan materi perkuliahan yang variatif, Berg menyebut bahwa dia juga tertarik dengan bangunan kampus tua yang terlihat megah.

“Kalau buat aku sendiri, universitasnya terasa magical dan banyak banget tempat bersejarah di sini yang menarik untuk dipelajari lebih jauh,” ungkapnya.

Berg menambahkan, kesempatan untuk menempuh studi di universitas idamannya terwujud berkat kerja keras.

“Harus terus semangat dan jangan menyerah. Hard work will pay off at the end,” tutupnya.

Mau tau lebih banyak mengenai kesempatan kuliah di negara-negara Eropa lainnya? Semua bisa diakses melalui satu klik aja! Akses SUN E-Guide Book sekarang juga! Super praktis dan GRATIS, E-Guide Book ini bisa kamu baca dari gadget mana pun dan kapanpun.

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

 

Sumber gambar: glasgowtimes.co.uk

Tinggalkan Balasan