Natal
Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia
25 Desember 2019
Naval Architecture/Arsitektur Angkatan Laut
26 Desember 2019

5 Mitos Keamanan dan Keselamatan Saat Kuliah di Luar Negeri

Keamanan dan keselamatan tentu menjadi salah satu hal utama yang diperhatikan siswa dan orang tua saat berkuliah ke luar negeri. Dengan mudahnya akses ke media mengenai kriminalitas tentu membuat para orang tua dan siswa menjadi khawatir. Namun, kenyataannya banyak masalah keamanan yang tidak selalu benar. Berikut ini 5 Mitos Keamanan dan Keselamatan Saat Kuliah di Luar Negeri:

Baca Juga: 8 Cara Efektif Mengatasi Stres Ketika Kuliah

Mitos 1: Kuliah di luar negeri tidak aman

Keamanan seorang mahasiswa di negara tujuan adalah prioritas utama pemerintah dan universitas serta mereka dijaga dengan hukum yang berlaku. Kriminalitas yang terjadi pada mahasiswa internasional biasanya adalah pencurian dan pencopetan. Hal ini bisa dicegah dengan mengajarkan kepada calon mahasiswa untuk selalu waspada dimana saja berada.

Figure 1. Perawatan medis. Sumber: Freepik

Figure 1. Perawatan medis. Sumber: Freepik

Mitos 2: Sulit mendapatkan perawatan medis saat sakit

Sama halnya dengan keamanan, kesehatan mahasiswa internasional juga merupakan salah satu prioritas utama. Calon mahasiswa biasanya diwajibkan memiliki asuransi yang bisa digunakan untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, kamu juga harus tahu apakah institusi tujuan memiliki fasilitas kesehatan sendiri atau mampu memberikan bantuan dalam masalah kesehatan.

Mitos 3: Lebih aman jika berjalan dalam sebuah grup

Berada dalam sebuah grup saat jauh dari negara asal tentu memberi kenyamanan tersendiri mengetahui kita tidak akan sendiri. Namun, grup mahasiswa internasional biasanya lebih sering diserang karena mudah untuk diidentifikasi. Mandiri bukan berarti kamu harus sendiri. Kamu bisa berbaur dengan orang lokal dan mendapatkan banyak pengalaman baru.

Mitos 4: Jika tidak mengerti bahasa lokal akan sulit untuk berkomunikasi

Secara teknis hal ini memang benar. Namun ketakutan akan mitos ini tidak benar. Kamu akan belajar mengenai komunikasi non-verbal dimana kamu bisa mengerti beberapa situasi melalui ekspresi dan gerakan tubuh. Gunakan juga teknologi di sekitar kamu seperti aplikasi di smartphone yang membantu menerjemahkan bahasa. Pada awalnya mungkin kamu akan sedikit kesulitan memahami apa yang terjadi di sekitar kamu. Namun, dalam beberapa waktu kamu akan mulai memahami dan mulai berinteraksi dengan lebih baik .

Baca Juga: 5 Tips Sederhana Agar Fasih Berbicara Bahasa Inggris
kota besar

Sumber: Freepik

Mitos 5: Belajar di kota besar lebih baik karena banyak orang yang bisa membantu

Tinggal di kota besar memang menarik dengan kehidupan yang terus berjalan 24 jam. Namun, tidak bisa dipungkiri terkadang tingkat kriminalitas di kota besar lebih tinggi seperti pencopetan dan pencurian. Penduduk di kota besar juga biasanya cenderung individualis berbeda dengan orang kota kecil yang biasanya terkenal ramah.

Ketakutan biasanya berasal dari ketidaktahuan akan sesuatu. Kuliah di luar negeri akan membantu membuka mata dan memperluas wawasan mengenai budaya yang berbeda dari negara asal. Semoga paparan mitos keamanan dan keselamatan saat kuliah di luar negeri yang ada di atas dapat membantumu yah! (NRK)

Penulis: Content Writer SUN Education Group

Comments are closed.