6 Alasan Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Publik
6 Alasan Kenapa Harus Memilih Jurusan Administrasi Publik
18 Maret 2022
Masa Depan Calon Peraih Gelar Sarjana Sistem Informasi
Masa Depan Calon Peraih Gelar Sarjana Sistem Informasi
22 Maret 2022

Kisah Matthew Leong, Alumni SHATEC yang Kepalai Restoran Michelin

SHATEC

Aspiring chefs, this one’s for you! Punya cita-cita jadi chef sukses di usia muda? Bisa kok! Matthew Leong adalah bukti nyatanya. Ia adalah alumni The Singapore Hotel and Tourism Education Centre (SHATEC) yang kini menjadi head chef di salah satu restoran Michelin. Mau tau lebih lanjut? Simak terus ya!

Sebelum tau lebih banyak soal Matthew, kenalan dulu sama SHATEC yuk!

 

Sekolah Kuliner Top di Singapura

SHATEC

SHATEC didirikan pada 1983 oleh Singapore Hotel Association untuk melengkapi industri perhotelan Singapura dengan tenaga kerja yang terampil. Sejak berdiri, SHATEC menduduki posisi kuat sebagai sekolah perhotelan premium yang mencetak lebih dari 30.000 alumni dari lebih dari negara, salah satunya adalah Matthew.

Atas kontribusi dan komitmen mereka di industri perhotelan, sekolah ini menerima sejumlah penghargaan, termasuk Most Outstanding Contribution to Tourism dari Singapore Tourism Board pada 1992. 

Terletak di Bukit Batok Street, bagian timur dari Singapura, SHATEC menawarkan program studi Pariwisata dan Bisnis, Makanan dan Minuman, dan Seni Kuliner.

Sebagai mahasiswa SHATEC, kamu bisa menikmati pengalaman kuliah dan hidup di Singapura sebagai negara yang jadi jantung di Asia Tenggara. Negara ini bahkan dinobatkan oleh QS World University Ranking sebagai salah satu kota pelajar terbaik di dunia. Dengan masyarakat yang multibudaya dan multietnis, Singapura memiliki perpaduan terbaik dari Timur dan Barat dalam lingkungan global yang berakar kuat dari tradisi Asia. 

Nggak hanya belajar, kamu nantinya juga punya banyak pilihan hiburan di Singapura! They offer tons of entertainment for you to enjoy. Selain itu, jaraknya juga deket dari Indonesia. Mahasiswa Indonesia dapat dengan mudah berangkat ke negara tetangga ini dengan mengambil penerbangan 1 jam dari beberapa kota di Indonesia.

 

Dari SHATEC Hingga Mendunia

 

Pada 2021, Chef Matthew Leong mencuri perhatian dunia sebagai chef termuda asal Singapura yang menjadi kandidat di Bocuse d’Or. Banyak yang mengenal pria berusia 26 tahun ini sebagai koki muda paling berbakat di negara tersebut.

Chef yang berbasis di Norwegia ini mewakili Singapura di Bocuse d’Or Final 2021 di Lyon, Prancis, sebagai kandidat termuda dari negara itu! Di Bocuse d’Or yang juga dikenal sebagai “the Olympics of the gourmet world”, Matthew berhasil menduduki posisi 12 besar dari 21 negara yang berpartisipasi.

Kompetisi kuliner bergengsi ini menghadirkan chef dari seluruh dunia. Chef Matthew menjelaskan bahwa komitmen Singapura untuk menjadi kota terhijau di dunia adalah motivasinya di balik hidangannya karena tema kompetisi tahun ini sangat menekankan keberlanjutan dan alam.

Walaupun sekarang dia berada di puncak dunia, like every story, he started from a humble beginning. Chef Matthew lulus dari SHATEC dengan diploma dalam Seni Kuliner. Dia kemudian meningkatkan portfolionya dengan mengambil banyak pekerjaan dapur di Ritz Carlton, dan masih banyak tempat lagi.

Pada usia 21 tahun, Matthew berangkat ke Norwegia setelah dia mendapatkan posisi unntuk bekerja di restoran Michelin berbintang dua, Renaa. Lulusan SHATEC ini bener-bener pingin pekerjaan itu sampai dia menawarkan untuk bekerja secara gratis selama sebulan.

Di usia yang begitu muda dan bekerja di dapur restoran Michelin, Matthew dipercayakan untuk memimpin fish and meat station sendirian. Dia mengatakan bahwa biasanya koki semuda dia saat itu dipekerjakan untuk mengupas bawang dan mentimun.

 

Perjalanan Jadi Head Chef

 

Setelah satu tahun bertugas di Renaa, dia pergi untuk bergabung dengan restoran Michelin, Plate A’Laise, di Oslo di mana dia saat ini memegang posisi sebagai head chef.

Sebelumnya, Matthew juga sempat bekerja banyak dapur di Singapura setelah lulus dari SHATEC seperti Tippling Club dan Open Farm Community sebelum mengambil langkah besar untuk pindah ke Norwegia.

Akibat usianya yang masih sangat muda, Matthew mengaku bahwa banyak yang memandangnya rendah. Namun, koki ini membuktikan skill yang ia miliki, beserta dengan etos kerja keras dan sifat perfeksionis.

Berbicara soal masa depan, Chef Matthew ingin membuka restoran mewah yang bisa terdaftar dalam Michelin Guide. Ia ingin mendapatkan bintang Michelin pertamanya dalam satu tahun setelah pembukaan restorannya sendiri dan menjadi koki termuda yang memiliki restoran Michelin bintang tiga sebelum usia 31 tahun. Talk about dreaming big, right? 

As you know, the first step towards an excellent career is choosing the right education. Dengan bekal ilmu yang Chef Matthew peroleh di SHATEC, dia berhasil mencetak rekor di dunia kuliner dan bahkan jadi head chef di restoran Michelin!

You can follow his footsteps too! Lucky for you, SHATEC adalah salah satu institusi pendidikan yang bekerja sama dengan SUN Education. Untuk tau lebih banyak soal SHATEC, lihat di sini ya!

Mau dapet lebih banyak informasi soal kuliah di Singapura? Kamu bisa akses SUN E-Guide Book untuk dapet informasi terlengkap soal belajar di Singapura dan banyak negara lainnya. Jangan kelewatan ya! Akses E-Guide Book secara GRATIS di manapun dan kapanpun kamu berada!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerjasama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

 

Sumber gambar: thestar.com, SHATEC

Tinggalkan Balasan