Author: Jonathan Kristinus
Updated: 19 January 2026
Belajar di luar negeri adalah keputusan besar yang harus kamu ambil, dan bagi banyak orang, menemukan tujuan belajar di luar negeri yang tepat melibatkan pemenuhan beberapa kriteria. Salah satu kriteria itu termasuk belajar di negara teraman di dunia. Mencari negara paling aman untuk belajar menjadi salah satu isu paling penting untuk diperhatikan saat ingin kuliah ke luar negeri.
Meskipun dunia menjadi lebih aman, ada beberapa negara yang memang aman daripada yang lain. Keamanan bukan hanya tentang tingkat kejahatan yang rendah, tetapi juga tentang stabilitas sosial, kesetaraan, dan infrastruktur yang kuat yang mendukung kehidupan sehari-hari. Mari kita jelajahi setiap negara secara mendalam. Mau tau negara teraman di dunia untuk mahasiswa internasional? Ini adalah daftar negara-negara yang dianggap aman sebagaimana telah disusun dalam Global Peace Index.
Iceland mempertahankan posisi pertama sebagai negara teraman di dunia secara konsisten sejak 2008. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem sosial yang sangat terintegrasi dan komitmen jangka panjang terhadap harmoni sosial.
Di Iceland, 58.6% dari populasi adalah anggota Gereja Lutheran Injili yang didukung oleh negara, namun masyarakat semakin mengalami sekularisasi. Yang menarik adalah hanya 27% penduduk yang mempercayai Gereja secara penuh, sementara 54% mendukung pemisahan Gereja dan Negara. Iceland telah membuat kemajuan signifikan dalam menjamin kebebasan beragama melalui kurikulum pendidikan yang inklusif, meskipun masih ada tantangan dalam memastikan representasi yang seimbang untuk komunitas agama minoritas.
Reykjavik, ibukota Iceland, telah dinobatkan sebagai kota teraman di dunia untuk tahun 2026. Tingkat kejahatan di Iceland sangat rendah dengan hampir tidak ada kekerasan fisik. Polisi terlatih dengan baik dan menikmati tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dari masyarakat. Sistem keamanan yang kuat ini dibangun atas dasar standar hidup tinggi dan ketiadaan ketegangan sosial-ekonomi yang signifikan.
Indeks stabilitas politik Iceland mencapai 1.21 poin (2023), menunjukkan struktur pemerintahan yang stabil meskipun mengalami koalisi pemerintahan yang rumit. Iceland adalah demokrasi paling tua di dunia dengan parlemen (Althingi) yang didirikan pada 930. Sistem multi-partai memastikan representasi yang luas, dan tingkat partisipasi pemilih mencapai 80.1% dalam pemilihan terbaru.
Iceland adalah pemimpin global dalam energi terbarukan dengan hampir 100% listriknya dihasilkan dari sumber hidro dan panas bumi. Negara ini memiliki inisiatif untuk meningkatkan ketahanan pangan domestik, termasuk pertanian lokal yang inovatif. Kombinasi energi bersih dan industri perikanan yang kuat membuat Iceland sangat resilient terhadap guncangan eksternal.
BACA JUGA: 10 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia
Ireland menempati urutan kedua di antara negara-negara teraman, mencerminkan kestabilan ekonomi dan kerangka kerja hukum yang kuat. Mereka memiliki tradisi panjang pluralisme agama, namun menghadapi tantangan yang muncul. Ada keprihatinan tentang diskriminasi agama dalam penerimaan sekolah, di mana 95% sekolah dasar negara masih dijalankan oleh Gereja Katolik.
Komunitas imigran, terutama pengungsi, menghadapi peningkatan sentimen anti-migran, khususnya dari kelompok sayap kanan yang sedang berkembang. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa minoritas rasial dan agama melaporkan tingkat diskriminasi yang lebih rendah dalam pekerjaan, menurun dari 9.3% menjadi 7% sejak 2018.
Tingkat kejahatan di Ireland tetap relatif rendah dengan kekerasan minimal. Data terbaru menunjukkan pembunuhan turun 34% tahun-ke-tahun. Insiden kekerasan jalanan di Dublin dan Cork berkurang, meskipun ada masalah dengan pengedar narkoba terorganisir di wilayah tertentu. Polisi (An Garda Síochána) memiliki reputasi yang baik dalam menangani ketertiban publik.
Indeks stabilitas politik Ireland adalah 0.90 poin (2023), mencerminkan sistem pemerintahan yang relatif stabil tetapi mengalami fragmentasi setelah pemilihan 2024. Tidak ada partai yang memiliki mayoritas absolut, yang mengharuskan pembentukan koalisi yang kompleks untuk membentuk pemerintah. Meskipun demikian, Ireland mempertahankan tradisi demokrasi stabil dengan transfer kekuasaan yang damai.
Ireland memiliki keahlian pertanian yang kaya dan merupakan eksportir pangan utama di Eropa. Strategi Food Vision 2030 mengarahkan sektor agri-makanan menuju keberlanjutan sambil mempertahankan daya saing. Energi berkembang menuju transisi terbarukan dengan infrastruktur grid yang terintegrasi dengan Uni Eropa, memberikan keamanan energi yang kuat.
New Zealand dianggap sebagai salah satu negara teraman di dunia, terutama karena isolasi geografisnya, namun menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks. Setelah serangan Christchurch pada 2019 yang menargetkan komunitas Muslim, ada upaya untuk meningkatkan toleransi agama dan kesetaraan sosial.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa komunitas Muslim masih mengalami kurangnya pengakuan pemerintah untuk kebutuhan spesifik mereka, meskipun ada inisiatif Kementerian Komunitas Etnis yang diluncurkan sebagai respons. Komunitas Māori terus menghadapi diskriminasi historis, meskipun ada peningkatan representasi politik dalam dekade terakhir.
Ini adalah area keprihatinan utama untuk New Zealand. Kejahatan kekerasan meningkat signifikan dengan hampir 30.000 lebih banyak korban dilaporkan dalam survei terbaru. Pemerintah telah menerapkan inisiatif kebijakan keras untuk mengatasi tren ini, termasuk diskresi hukuman yang lebih ketat. Meskipun tingkat homisida tetap relatif rendah (1.3 per 100.000), tren kekerasan yang naik memerlukan perhatian serius.
Indeks stabilitas politik New Zealand adalah 1.36 poin (2023), menunjukkan struktur pemerintahan yang stabil. Sistem pemerintahan campuran perwakilan anggota (MMP) yang diperkenalkan pada 1996 telah menghasilkan koalisi pemerintahan yang stabil. Namun, ekonom internasional telah memperingatkan tentang volatilitas politik yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai negara pulau, New Zealand rentan terhadap gangguan perdagangan global. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan investasi strategis dalam pertanian perkotaan dan produksi bahan bakar nabati, New Zealand dapat meningkatkan ketahanan pangan secara signifikan. Rencana keamanan bahan bakar yang sedang dikembangkan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap resiliensi energi.
BACA JUGA: 10 Negara dengan Universitas Terbanyak di Dunia, Udah Tau Belum?
Austria mewakili keseimbangan antara stabilitas institusional Eropa Barat dan tantangan integrasi yang semakin kompleks. Rasisme tetap menjadi masalah sosial yang serius di Austria. Laporan terbaru menunjukkan bahwa diskriminasi rasis dan kejahatan kebencian meningkat, dengan kekerasan anti-Muslim secara khusus meningkat dan didorong oleh retorika politik tertentu.
Data menunjukkan 6.786 kasus kejahatan kebencian tercatat pada 2024, peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Kerangka kerja hukum Austria mencakup Prohibition Act dan Equal Treatment Act, namun penerapannya tidak selalu konsisten.
Austria mencatat 27.717 putusan pengadilan pidana pada 2024, naik 1.6% dari tahun sebelumnya. Kejahatan terhadap properti tetap menjadi kategori terbesar (32%), tetapi terdapat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kejahatan kekerasan, dengan pembunuhan meningkat 21.1% dan perampokan bersenjata naik 23.8%. Polisi Austria terlatih dengan baik, namun tantangan keamanan semakin kompleks dengan peningkatan kejahatan kekerasan.
Indeks stabilitas politik Austria adalah 0.73 poin (2023), dengan peningkatan dari 0.65 pada 2022. Namun, Austria baru-baru ini mengalami krisis perpolitikan yang signifikan ketika Presiden Van der Bellen memilih Austrian People's Party (ÖVP) untuk pembentukan pemerintah, menyimpang dari konvensi tradisional yang menghargai pemenang pemilihan. Keputusan kontroversial ini dilakukan karena kekhawatiran tentang agenda nasionalis Freedom Party (FPÖ) yang memenangkan suara terbanyak.
Austria mengintegrasikan pertanian berkelanjutan dengan strategi energi terbarukan Uni Eropa. Negara memiliki akses ke energi hidro dan terus berinvestasi dalam solusi energi terbarukan untuk memenuhi target iklim EU.
Swiss dikenal karena netralitas dan stabilitas, menempati posisi yang kuat dalam keamanan global meskipun menghadapi tantangan kontemporer. Negara ini memiliki kerangka kerja konstitusional yang kuat untuk perlindungan minoritas, dengan pengakuan terhadap minoritas linguistik (Prancis, Italia, Romansh) dan agama.
Namun, ada kekhawatiran tentang peningkatan pengucilan dan diskriminasi terhadap komunitas Muslim dan Roma. Kerangka kerja hukum Swiss melarang diskriminasi berdasarkan agama, meskipun ada tantangan praktis dalam penerapan.
Kejahatan di Swiss meningkat 7.9% pada 2024, dengan 563.633 pelanggaran pidana yang dilaporkan. Peningkatan signifikan terjadi dalam kejahatan properti dan kejahatan digital, dengan kejahatan properti naik 35%. Pencurian rumah dan serangan dompet tetap menjadi masalah, terutama di daerah perbatasan seperti Basel dan Geneva di mana pelaku dapat melarikan diri lintas batas dengan mudah.
Indeks stabilitas politik Swiss adalah 1.07 poin (2023), menurun dari 1.16 pada 2022. Namun, Swiss tetap mempertahankan sistem pemerintahan yang sangat stabil melalui konsensualisme (konsisulasi), di mana semua partai utama berbagi kekuasaan dalam Federal Council. Sistem ini telah tidak pernah diubah secara keseluruhan sejak 1848, memberikan kontinuitas institusional yang luar biasa.
Swiss mengintegrasikan keamanan pangan dan energi melalui jaringan perdagangan EU yang luas. Negara ini memiliki sistem energi yang stabil dengan kombinasi tenaga nuklir, hidro, dan semakin banyak sumber terbarukan. Ketergantungan pada impor diimbangi dengan kekayaan sistem produksi lokal.
Singapura menunjukkan bahwa keamanan dapat dicapai melalui governance yang efektif dan manajemen keragaman yang strategis. Negara tetangga ini dengan bangga dengan keragaman multirasial dan multireligiusnya, dengan 65.4% warga menilai harmoni rasial dan agama sebagai tinggi atau sangat tinggi.
Kebijakan Group Representation Constituency (GRC) dan Ethnic Integration Policy (EIP) memastikan representasi minoritas dan promosi lingkungan yang beragam. Namun, persepsi diskriminasi tetap ada, dengan 18.4% responden Melayu dan 16.7% responden India melaporkan pengalaman diskriminasi di tempat kerja pada 2024.
Singapura memiliki salah satu tingkat kejahatan terendah di dunia, dengan 19.969 kasus kejahatan fisik yang dilaporkan pada 2024, stabil dari tahun sebelumnya. Sistem hukum yang ketat dan penegakan yang konsisten berkontribusi pada pencegahan kejahatan yang sangat efektif. Polisi Singapura dilatih dengan baik dan memiliki teknologi canggih untuk pendeteksian dan pencegahan kejahatan.
Indeks stabilitas politik Singapura adalah 1.42 poin (2023), dengan peringkat persentil 97.16, menunjukkan salah satu sistem pemerintahan yang paling stabil di dunia. People's Action Party (PAP) telah memenangkan setiap pemilihan sejak kemerdekaannya, memberikan kontinuitas kebijakan yang luar biasa. Sistem satu partai yang dominan memastikan konsistensi dalam implementasi kebijakan, meskipun beberapa kritikus melihatnya sebagai kurangnya check and balance demokratis.
Sebagai negara kota-negara yang padat, Singapura sangat bergantung pada impor pangan dan energi. Namun, pemerintah telah menerapkan strategi "30 by 30" untuk memenuhi 30% kebutuhan pangan dari produksi domestik pada 2030, melalui pertanian perkotaan dan akuakultur modern.
BACA JUGA: 10 Negara Terbaik untuk Kuliah di Luar Negeri, Mana Pilihanmu?
Portugal menunjukkan dinamika perubahan sosial-politik yang cepat, mencerminkan tantangan integrasi modern di Eropa Selatan. Tradisi toleransi Portugal sedang diuji oleh kebangkitan partai sayap kanan Chega, yang berkampanye dengan platform anti-imigrasi. Pada Oktober 2025, parlemen Portugal menyetujui larangan wajah-menutupi dalam ruang publik, yang diusulkan oleh Chega.
Laporan menunjukkan peningkatan tajam dalam hate speech, terutama menargetkan migran, Roma, LGBTI, dan komunitas kulit Hitam. Meskipun demikian, laporan penelitian menunjukkan bahwa pemerintan lokal dengan lebih banyak imigran sebenarnya melihat tingkat kejahatan yang lebih rendah, bertentangan dengan narasi yang dikemukakan oleh partai sayap kanan.
Kejahatan keseluruhan di Portugal menurun 1.3% pada 2024, dengan kekerasan tetap di bawah rata-rata EU. Homisida konsisten rendah dengan 89 kasus pada 2024, turun dari 97 dua tahun sebelumnya. Portugal memiliki tingkat kekerasan yang rendah secara historis, meskipun ada masalah dengan kejahatan terorganisir di kota-kota besar seperti Lisbon dan Porto.
Indeks stabilitas politik Portugal adalah 0.71 poin (2023), menunjukkan sistem pemerintahan yang semakin rapuh. Pemilihan 2025 menandai perubahan dramatis dalam lanskap politiknya, dengan Chega menjadi kekuatan oposisi kedua terbesar, mengakhiri dominasi bipartisan yang telah berlangsung sejak transisi ke demokrasi pada 1974. Pemerintah minoritas sekarang mengandalkan kesepakatan ad-hoc dengan partai oposisi untuk melewatkan peraturan, menciptakan potensi ketidakstabilan pemerintah.
Portugal mengintegrasikan strategi ketahanan pangan melalui EU Common Agricultural Policy sambil mempromosikan praktik berkelanjutan. Negara ini berinvestasi dalam energi terbarukan, dengan fokus pada tenaga angin dan tenaga surya di sepanjang pantai dan wilayah rural.
BACA JUGA: 10 Negara Paling Maju di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Denmark menunjukkan bahwa keamanan fisik yang tinggi dapat hidup berdampingan dengan segregasi sosial yang sistematis. Negara ini memiliki reputasi global untuk toleransi, tetapi data menunjukkan kompleksitas yang lebih dalam.
Denmark telah menerapkan kebijakan yang secara khusus menargetkan komunitas "non-Barat" (baca: Muslim), termasuk "Ghetto Package" yang fokus pada pembatasan akses perumahan untuk migran dari latar belakang tertentu. Pada Februari 2025, Advocate General EU menyatakan bahwa kebijakan ini secara etnis diskriminatif, melanggar EU Race Equality Directive. Larangan burqa tahun 2017 dan undang-undang tahun 2024 yang melarang preaching "tidak demokratis" menargetkan komunitas Muslim secara khusus.
Insiden kejahatan di Denmark mengalami penurunan signifikan, dengan penurunan 11.4% pada kuartal kedua 2025. Namun, ada masalah yang berkembang dengan kekerasan gang di Copenhagen, dengan pertempuran di antara kelompok seperti Hell's Angels, Loyal to Familia, dan Comanches. Laporan memperkuat bahwa tingkat kejahatan kekerasan meningkat selama dekade terakhir, dengan perkosaan meningkat tiga kali lipat dari 382 kasus pada 2014 menjadi hampir 2.000 pada 2022.
Indeks stabilitas politik Denmark adalah 0.85 poin (2023). Denmark mengoperasikan sistem parlemen multi-partai di mana tidak ada partai tunggal yang memiliki mayoritas 179 suara, sehingga memerlukan negosiasi koalisi. Sistem konsensus yang kuat memastikan stabilitas meskipun ada kompleksitas koalisi. Pemerintahan saat ini dibentuk oleh Partai Sosial Demokrat, Liberal Party, dan Moderates.
Denmark adalah pemimpin global dalam energi angin dan terus berinvestasi dalam sumber terbarukan. Sektor pertanian Denmark sangat produktif, dengan fokus pada keberlanjutan dan peternakan yang efisien. Negara ini mengintegrasikan keamanan pangan melalui Common Agricultural Policy EU.
BACA JUGA: 10 Negara Terindah di Dunia Versi USNews
Slovenia menunjukkan bahwa keamanan dapat dipertahankan dalam negara pasca-konflik dengan manajemen yang bijaksana. Negara ini telah membuat kemajuan dalam perlindungan LGBTI, dengan Pengadilan Konstitusional 2022 memberikan hak pernikahan dan adopsi yang sama untuk pasangan sesama jenis. Namun, masalah diskriminasi terhadap komunitas Roma tetap signifikan, dengan akses terbatas ke layanan dasar di pemukiman Roma. Bullying di sekolah adalah masalah yang diakui, dengan tidak ada sistem terpadu untuk memantau dan mengatasi insiden rasis dan anti-LGBTI.
Tingkat kejahatan di Slovenia stabil, dengan kejahatan properti tetap menjadi kategori dominan. Tingkat pembunuhan di Slovenia adalah 0.566 per 100.000, antara yang terendah di dunia. Polisi Slovenia bekerja untuk mengatasi kekerasan komunitas multi-etnis, terutama di wilayah Tenggara negara.
Indeks stabilitas politik Slovenia adalah 0.82 poin (2023), meningkat dari 0.71 pada 2022. Sejak kemerdekaannya dari Yugoslavia, Slovenia telah mempertahankan sistem demokrasi multi-partai yang stabil dengan pemilihan rutin. Namun, sejak 2011, negara telah mengalami turbulensi politik dengan tiga pemilihan umum berturut-turut dan munculnya partai-partai baru yang dibangun di sekitar tokoh-tokoh terkenal.
Slovenia mengintegrasikan keamanan pangan dan energi melalui keanggotaan EU, dengan akses ke Single Market untuk produk pertanian. Negara ini mengembangkan target energi terbarukan dan berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Finland menempati urutan ke 10 dalam daftar teratas, mencerminkan keseimbangan antara prestasi keberlanjutan dan tantangan integrasi yang muncul. Di bawah pemerintahan Finns Party yang memimpin sejak 2023, telah menghadapi sejumlah skandal diskriminasi.
Interior Minister Mari Rantanen dituduh mengarahkan pejabat untuk mengecualikan pengungsi dari negara-negara Muslim-mayoritiy dalam program resettlement UNHCR 2025, mempertahankan kuota yang lebih tinggi untuk negara Kristen-mayoritas. Ombudsman Non-Diskriminasi Finland memperingatkan bahwa langkah seperti itu kemungkinan melanggar hukum perlindungan diskriminasi agama. Ada juga laporan tentang pernyataan diskriminatif dari menteri lain yang menggemakan teori penggantian sayap kanan.
Finland telah mengalami peningkatan kejahatan selama periode 2025, dengan 408.900 pelanggaran pidana tercatat dari Januari hingga September 2025, naik 3.1% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Kejahatan seksual meningkat 10%, dengan 7.800 kasus yang dilaporkan. Shoplifting juga meningkat 16%, mencapai 54.000 kasus. Meskipun tingkat pembunuhan Finland tetap rendah, tren keseluruhan menunjukkan peningkatan dalam kekerasan, terutama di antara kelompok usia muda.
Indeks stabilitas politik Finland adalah 0.71 poin (2023), turun signifikan dari 0.89 pada 2022. Penurunan ini mencerminkan polarisasi politiknya yang meningkat dengan kebangkitan Finns Party yang populis. Sistem pemerintahan Finland secara historis didasarkan pada konsensus multi-partai, tetapi pemerintahan saat ini menunjukkan ketegangan yang lebih besar antara partai koalisi.
Finland adalah pemimpin global dalam transisi energi terbarukan. Pada 2024, 95% produksi listrik Finland bebas fosil, dengan energi terbarukan menyumbang 56% dari produksi listrik. Wind power telah menjadi sumber kedua terbesar setelah tenaga nuklir, meningkat 37% pada 2024.
Finland bertujuan untuk netralitas karbon pada 2035 dan terus berinvestasi dalam teknologi energi bersih termasuk energi panas bumi, bioenergi, dan potensi energi terbarukan lainnya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa Finland tidak mungkin mencapai swasembada listrik sepenuhnya pada 2030 dan akan terus bergantung pada impor selama periode produksi rendah.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Sumber gambar: Unsplash
Related Posts
Connect with SUN Education