Budaya Belanda
Budaya Belanda yang Bisa Bikin Culture Shock
8 April 2022
Kuliah Jurusan Teknik Geologi Kayak Apa, sih?
Kuliah Jurusan Teknik Geologi Kayak Apa, sih?
11 April 2022

Pelajari Hidangan Klasik Prancis di Le Cordon Bleu Virtual Culinary Festival 2022

Le Cordon Bleu Virtual Culinary Fest

Dalam hal apa pun, kamu perlu memupuk dan mengasah ketertarikan akan sesuatu agar berkembang menjadi suatu hal yang berpotensi baik bagi diri sendiri. Mindset inilah yang dimiliki para peserta Le Cordon Bleu Virtual Culinary Festival yang berlangsung pada Sabtu (19/3).

Bekerja sama dengan SUN Education, sekolah kuliner top dunia, Le Cordon Bleu, kembali menggelar workshop memasak. Untuk memaksimalkan pengalaman para peserta, acara ini berjalan dalam bentuk online dan offline secara bersamaan.  

Le Cordon Bleu dan SUN Education setiap tahunnya selalu berkolaborasi untuk mengadakan event culinary festival terbaik di Jakarta. Namun, dengan adanya pandemi global, maka sejak 2020, acara yang ditunggu-tunggu ini harus digelar secara online.

 

BACA JUGA: Mengintip Teknik Khas ‘Patisserie’ di Le Cordon Bleu Virtual Culinary Festival 2020

 

Dengan acara yang berjalan via online dan offline pada tahun ini, antusiasme para peserta semakin terasa! Acara pun terbagi menjadi dua sesi yakni sesi pagi untuk cuisine online demo, dan sesi siang untuk patisserie.

The enthusiasm was off the roof! Gimana nggak? Pada sesi cuisine, para peserta baik online dan offline bisa belajar masak langsung dari Chef Jesselyn Lauwreen, pemenang MasterChef Indonesia Season 8. Selain itu, Jesselyn juga merupakan alumni kebanggaan yang lulus dari Professional Thai Cuisine Programme di Le Cordon Bleu Bangkok, serta lulus dengan Diplôme de Cuisine dari Le Cordon Bleu Paris.

Nggak kalah seru, pada sesi patisserie, para calon pastry chef belajar langsung dengan demonstrasi dan praktik dari Chef Nadya Puteri, runner-up MasterChef Season 8. Gadis kelahiran 1995 ini lulus dengan Diplôme de Pâtisserie dari Le Cordon Bleu Sydney.

 

Hidangan Savory Khas Prancis

Le Cordon Bleu Virtual Culinary Fest

 

Pada sesi Cuisine yang dipimpin Chef Jesselyn, para peserta belajar memasak White Fish with Braised Cabbage and Beurre Blanc Dill Sauce, sebuah hidangan klasik Prancis. Berjalan dari pukul 08.00-09.30, sesi dimulai dengan demonstrasi langsung dari Chef Jesselyn yang menyiapkan hidangan.

Setelahnya, para peserta di tempat mendapatkan kesempatan untuk membuat langsung hidangan tersebut sembari diawasi dan dibantu oleh Chef Jesselyn. Sementara itu, para peserta di rumah tentu didorong untuk mempraktekkannya di dapur masing-masing.

Ketika ditanya alasan memilih hidangan ini untuk didemonstrasikan, Chef Jesselyn mengatakan bahwa satu-satunya alasan adalah karena hidangan tersebut adalah classic French dish.

“Ini konsepnya mau mengajari peserta soal French food, French techniques, and basic stuff,” ungkapnya. “Ini adalah salah satu hidangan yang mungkin paling gampang dieksekusi dengan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia.”

 

Le Cordon Bleu Virtual Culinary Fest

 

Lebih lanjut, Chef Jesselyn menuturkan bahwa rintangan utama dari memasak White Fish with Braised Cabbage and Beurre Blanc Dill Sauce adalah sausnya sendiri. Beurre blanc sendiri merupakan saus emulsi sederhana berbasis mentega yang sangat cocok dihidangkan dengan ikan atau seafood lainnya.

“Menurutku main challenge-nya adalah beurre blanc sauce, karena memang saus ini butuh emulsifikasi yang benar dengan teknik tepat,” sambungnya.

Sebagai alumni Le Cordon Bleu Paris yang telah memahami kultur kuliner Prancis, Chef Jesselyn mengatakan bahwa masakan Prancis lebih mementingkan teknik ketimbang rasa. Membandingkan dengan pengalamannya belajar di Le Cordon Bleu Bangkok, ia menyatakan bahwa makanan Prancis sangat berbeda dengan masakan Thailand atau hidangan Asia lainnya yang lebih fokus ke rasa ketimbang teknik.

Untuk itu, Chef Jesselyn berpesan kepada para peserta untuk sangat memperhatikan teknik pembuatan beurre blanc sauce. Selain itu, prepping ikan pun perlu diamati agar semua komponen hidangan “works well together”.

“Proses memasak ikan juga penting karena memang ikan di sini jadi protein utama dalam masakan,” ujarnya.

 

Eksplor Teknik Pastry Otentik Prancis

 

Demonstrasi dari Chef Nadya membuka sesi Patisserie, dibantu oleh Chef Shearen Chang—lulus dengan gelar The Grand Diplôme® dari Le Cordon Bleu Sydney. Kedua chef sweet tooth ini mendemonstrasikan cara membuat Mille Feuille with Praline and Vanilla Pastry Cream kepada puluhan peserta di tempat dan ratusan lainnya yang mengikuti acara secara online. 

Mulai dari pengenalan bahan, tips dan trik memanggang puff pastry, hingga sejarah pastry ini juga menjadi materi paparan kedua chef muda ini lho!

Mille Feuille, yang berarti “thousand sheets” dalam bahasa Inggris, adalah hidangan penutup klasik asal Prancis yang terdiri dari tiga lapis puff pastry dengan filling vanilla pastry cream dan chocolate and vanilla icing. Dengerin deskripsinya udah bikin ngiler kan!

Dengan penjelasan lengkap dari Chef Nadya dan Chef Shearen, para peserta melihat langsung cara menakar bahan, mengadon, dan memanggang dengan mengutamakan kerapihan serta efektivitas waktu.

Persis kayak di sesi Cuisine, pada sesi Patisserie para peserta yang hadir di tempat mendapatkan waktu lebih dari dua jam untuk membuat Mille Feuille sesuai dengan arahan kedua chef sebelumnya.

 

 

Chef Shearen menyatakan bahwa Mille Feuille adalah pastry otentik Prancis yang cara membuatnya umumnya jadi basic knowledge para pastry chef.

“Walaupun pengetahuan dasar, kita perlu tau dulu basic buat bisa eksplor lebih banyak lagi,” kata Chef Shearen.

Baik Chef Shearen dan Chef Nadya menekankan bahwa kunci membuat pastry ini adalah puff pastry yang harus terpanggang dengan sempurna. Selain itu, pembuatan pastry cream harus tepat agar hasilnya sesuai. Sementara itu, temperatur yang tepat jadi poin penting saat membuat Mille Feuille.

“Kenapa? Karena saat baking kita butuh temperatur yang tepat supaya kita bisa dapat color browning dan even textures. Kemudian masak pastry cream harus baik karena kita mau silky and smooth textures sehingga bisa melakukan piping dengan sempurna,” jelasnya.

Hingga akhir acara di sore hari, para peserta tetap semangat dalam menyelesaikan hidangan mereka. Dari setiap sesi para chef memilih beberapa kelompok pemenang yang kemudian diberikan hadiah, hal ini untuk mendorong motivasi mereka dalam memasak. Walaupun belum bisa berjalan secara tatap muka sepenuhnya, festival yang udah berjalan sejak bertahun-tahun ini tetap berjalan penuh antusiasme peserta. 

Setelah mengikuti sesi Cuisine dan Patisserie, para peserta mendapatkan segudang ilmu soal teknik dan tips memasak, hingga sejarah sebuah hidangan. 

This event is only a glimpse of what Le Cordon Bleu can offer! Wanna realize your true potential as a future chef? Konsultasikan rencana studimu di Le Cordon Bleu dengan SUN Education sekarang juga!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu untuk melakukan KONSULTASI GRATIS.

Tinggalkan Balasan