Naval Architecture/Arsitektur Angkatan Laut
26 Desember 2019
singapura
Singapura, Negara yang Kerap Berganti Nama
28 Desember 2019

Peneliti Deakin Menyusun Program untuk Mengatur Penggunaan ‘Layar Smart Device’ Bagi Anak-anak

peneliti Deakin

“Waktu akhir pekan sangat memprihatinkan—seluruh anak mengabiskan dua jam per hari di depan layar mereka, hingga lima jam dan 19 menit per hari,”

layar smart device

Sumber: Freepik

Dr. Lauren Arundell merupakan peneliti dari Deakin’s Institute Physical Activity and Nutrition (IPAN). Ia mengatakan bahwa orang tua memiliki perubahan sikap yang kritis ketika mendengar tentang risiko kesehatan yang dapat terjadi saat menghabiskan banyak waktu pada layar smart device.

“Setelah mendengar risiko seperti kesehatan mental yang buruk, diabetes, maupun penyakit kardiovaskular, 85% mayoritas orang tua berdasarkan studi mengatakan bahwa mereka akan mengurangi penggunaan screentime anak mereka.” jelas Dr. Arundell. Baginya, hal ini menunjukkan bahwa orang tua tidak menyadari berbagai risiko yang dihadapi anak mereka. Sebab tak hanya kesehatan fisik saja, namun mental, sosial, dan akademik juga berpengaruh bagi sang anak tersebut.

peneliti deakin

Sumber: Twitter (Dr. Lauren Arundell)

Diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health’s, studi menunjukkan bahwa perilaku paling umum yang dilakukan anak-anak adalah menonton TV, video, atau DVD selama 68 menit per hari; menggunakan tablet atau ponsel pintar untuk bersantai selama 54 menit per hari; dan menggunakan komputer atau laptop untuk bersantai selama 43 menit per hari.

Sementara itu, perilaku orang tua juga menunjukkan tingkat penggunaan layar yang tinggi di waktu luang. Orang dewasa menghabiskan banyak waktu menggunakan tablet atau smartphone untuk bersantai selama 81 menit perhari; diikuti dengan menonton TV, video atau DVD selama 63 menit per hari.

Dr. Arundell percaya bahwa ada lingkup yang mampu mengurangi kebiasaan tersebut serta pesan yang dapat diterima orang tua untuk membantu membawa perubahan. “Mengingat orang tua memainkan peran penting, kami ingin melihat cara untuk mengurangi penggunaan screentime mereka. Kami dapat menargetkan perilaku sang anak dan orang tuanya serta memastikan bahwa kehidupan mereka menjadi lebih sehat dan bahagia,”.

Ia pun menyusun strategi praktis untuk membantu keluarga mengurangi penggunaan screentime dengan cara:

Sumber: Freepik

1. Orang tua tidak menggunakan ponsel ketika pulang kerja dan menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga.

2. Biarkan telepon berdering jika bukan keadaan darurat, sehingga anak mengathui bahwa telepon tidak mengatur waktu bersama keluarga.

3. Punya kebiakan tanpa smart device di kamar tidur. Orang tua memimpin dengan memberi contoh dan mengisi daya ponsel di ruang tengah atau lainnya.

4. Makan tanpa distraksi layar dan berfokus pada interaksi tatap muka.

5. Buat rencana keluarga sehingga ada kepercayaan dan pemahaman bagi sang anak dalam berapa lama mereka diizinkan untuk mengunakan perangkat mereka.

6. Aplikasi pemantauan waktu atau pemantauan dari orang tua merupakan ide bagus. Orang tua dapat bekerja dengan anak mereka untuk mengatur waktiu penggunaan smart device.

7. Memberikan sang anak peringatan lima menit yang jelas untuk membantu mengelola konflik apapun yang muncul, sampai itu menjadi peraturan.

8. Gunakan waktu luang ekstra selama akhir pekan untuk merencanakan kegiatan menggunakan smart device untuk dilakukan sebagai kegiatan keluarga. Hal ini bisa berupa kunjungan ke taman bermain lokal, menonton pertandingan speak bola lokal, atau bermain game bersama.

Kini Dr. Arundell dan tim dari IPAN membuat program berbasis bukti online untuk membantu para orang tua mengatur penggunaan layar smart device anak mereka di rumah. Program ini berisi strategi yang ramah keluarga serta tips dan trik untuk menciptakan rumah yang lebih sehat dan lebih bahagia.

Mereka sedang merekrut keluarga dengan seorang anak berusia antara delapan dan 12 yang tinggal dalam jarak 20 km dari Deakin University di Burwood untuk mencoba program tersebut.

Comments are closed.