jurusan kuliah yang paling dibutuhkan di dunia kerja
5 Jurusan yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja
21 Februari 2020
negara dengan biaya hidup termurah
5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah untuk Berkelana
22 Februari 2020

Peneliti University of Sheffield Mengubah Limbah Demi Keamanan Pangan Global

Sumber: Freepik

Hingga saat ini, dunia dilanda berbagai macam isu. Mulai dari kesehatan, lingkungan, human rights, sampai dengan pangan dan masih banyak hal lainnya. Sementara itu, beberapa solusi yang ada tidak berfungsi baik dan bahkan tidak dapat mengatasi tantangan tersebut. Kontribusi pun menjadi sangat diperlukan dari kita sebagai penghuni bumi untuk menciptakan solusi baru. Mengusung inovasi, adalah satu-satunya cara.

Sumber: Freepik

Generasi era ini terkenal memiliki kreativitas dan ide segar yang dapat membantu untuk mencari jalan keluar. Seperti beberapa peneliti dari University of Sheffield, mereka sedang menyelesaikan solusi untuk mengubah limbah demi menciptakan keamanan pangan global. Sebagai informasi, saat ini dunia sedang krisis dalam pasokan fosfat. Fosfat merupakan mineral penting yang digunakan dalam pupuk pertanian dan dapat mempengaruhi rantai pasokan pangan global.

Penggunaan fosfat dalam pupuk sendiri telah meningkat empat kali lipat dalam 50 tahun terakhir, karena populasi global yang tumbuh dan menua. Sumber utama fosfat untuk pupuk adalah batuan fosfat yang ditambang—yang mana cadangannya menurun dengan cepat. Sementara para ilmuwan sudah memperkirakan bahwa kita hanya memiliki waktu antara 30 hingga 370 tahun untuk masih bisa menggunakan sumber tersebut. Sayangnya, fosfat pun tidak dapat digantikan oleh elemen lain.

Sumber: University of Sheffield

Dilansir dari portal berita University of Sheffield, para peneliti universitas yang top dalam riset ini melakukan kontribusinya dengan berusaha membersihkan lumpur⁠ limbah—lalu mengekstraksi logam berat beracun untuk menyisakan fosfat. Karena limbah manusia dan limbah industri, air limbah yang ada menjadi sumber yang kaya akan fosfat dan nitrogen. Melalui cara tersebut, mereka berharap dapat membantu mengatasi krisis sumber daya terbatas yang tidak terbarukan.

Berbicara tentang lumpur limbah, meski hingga saat ini digunakan kembali sebagai pupuk untuk beberapa jenis pertanian dan kehutanan, Inggris memiliki peraturan ketat tentang penggunaan secara langsung. Hal ini dikarenakan adanya komposisi logam berat beracun. Zat tersebutlah yang mengakibatkan sebagian besar lumpur limbah global berakhir di tempat pembuangan sampah. Apalagi, dengan adanya konsentrasi logam berat, limbah tersebut jadi berbahaya bagi lingkungan.

James Bezzina. Sumber: University of Sheffield

Melihat keadaan tersebut, James Bezzina, seorang mahasiswa PhD Kimia dan Biologi Sheffield yang didanai oleh Grantham Centre for Futures Center, berusaha mengubah air limbah dan lumpur limbah menjadi sumber daya yang berkelanjutan dengan bantuan teknik penambangan. Baginya dan para peneliti lain, jika mampu menghilangkan logam-logam berat ini, lumpur limbah yang tersisa dapat digunakan dan menjadi persediaan pupuk yang banyak untuk pertanian.

“Kami ingin menjawab pertanyaan mengenai bagaimana memberi makan populasi yang terus tumbuh dan menua secara berkelanjutan. Kita harus fokus pada solusi berkelanjutan jangka panjang dan hemat biaya untuk menyelesaikan krisis fosfat sehingga dapat memastikan keamanan pangan global untuk generasi mendatang.” jelas James.

Dalam penelitiannya, James menggunakan manik-manik kecil dari mikroplastik yang berfungsi seperti magnet dan dapat menempelkan pada partikel logam berat dalam lumpur limbah. James mampu ‘menyaring’ manik-manik tersebut dan mengeluarkan logam berat pada saat yang sama. Flame analysis logam kemudian digunakan karena warna yang terbakar berbeda, sehingga James dapat membedakan dan memisahkan zat beracun tersebut.

James juga menambahkan bahwa pemulihan logam berat seperti perak, tembaga, dan seng dari lumpur limbah berpotensi menjadi sangat menguntungkan. Nilai ekonomi yang diperkirakan dari komunitas 1 juta orang di Amerika Serikat setara dengan sekitar $8 juta. Oleh karena itu, selain mengambil produk limbah dan mengubahnya menjadi sumber daya berkelanjutan, solusi yang para peneliti University of Sheffield ciptakan punya potensi besar untuk kelayakan ekonomi.

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya disini. SUN Education memiliki kerjasama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Australia, Inggris, Asia, dan lainnya. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kota mu.

Comments are closed.

Install SUN Education App
sekarang!
Wajib dimiliki oleh siapapun yang berencana
kuliah keluar negeri!