Ingin Kuliah di Luar Negeri Tapi Tidak Bisa Bahasa Inggris? Coba Tips Ini!
6 Agustus 2020
8 Jurusan dengan Gaji Tertinggi yang Bisa Menjadi Pilihan Karirmu
8 Agustus 2020

8 Fakta Pengalaman Kuliah di China

pengalaman belajar di china

Sumber: Freepik

Bicara mengenai pendidikan di negara-negara Asia, pendidikan di China dianggap sebagai salah satu yang paling progresif. Pelajar Indonesia sendiri banyak yang mulai menyasar China sebagai negara destinasi studi mereka. Hal ini tentunya membuat banyak orang mulai mencari tahu mengenai tentang pengalaman kuliah di China. 

Berdasarkan QS University Rankings terbaru, ada enam universitas di negeri tirai bambu ini yang menempati peringkat 100 besar terbaik di dunia. Hal ini membuktikan bahwa China memiliki kualitas pendidikan tinggi yang layak bersaing dengan negara-negara maju lainnya, terutama di Asia. Nah, bagi kamu yang ingin tahu mengenai pengalaman studi di China, berikut kami buatkan rangkumannya. 

8 Fakta Pengalaman Kuliah di China

kuliah di china

Sumber: Freepik

1. Tersedia banyak beasiswa pemerintah

China adalah salah satu negara yang cukup progresif dalam mendatangkan pelajar internasional yaitu dengan jalur beasiswa. Pemerintahan di China menawarkan banyak sekali program beasiswa yang dapat diikuti oleh pelajar lulusan SMA hingga S2. Keuntungan yang diberikan pun biasanya sangat lengkap mulai dari biaya kuliah, akomodasi hingga uang saku. 

Hanya saja, untuk dapat melanjutkan studi dengan jalur beasiswa, persyaratan yang diberikan biasanya sangat banyak. Proses seleksinya pun sangat ketat dan rangkaian tesnya terdiri dari banyak tahap. Setelah melalui itu semua, kamu masih harus mengurus banyak sekali dokumen persiapan keberangkatan. 

2. Chinese-taught dan English-taught

Tidak semua program studi yang ditawarkan di universitas-universitas di China diajarkan dalam bahasa Mandarin. Ada banyak sekali program yang terbuka untuk pelajar internasional dan diajarkan dalam bahasa Inggris. Terutama jika kuliah di kampus ternama dan berstandar internasional. 

Hanya saja, pilihan program yang diajarkan dalam bahasa Inggris seringkali tidak sevariatif program yang diajarkan dalam bahasa Mandarin. Sementara untuk mengambil program dalam bahasa Mandarin, pelajar internasional harus mengikuti program persiapan bahasa terlebih dahulu selama satu tahun. Hal ini membuat durasi studi seolah menjadi lebih lama dibandingkan program bahasa Inggris. 

3. Pendaftaran dan ujian masuk

Pendaftaran studi ke China dimulai dengan pendaftaran berkas, sama dengan studi ke luar negeri lainnya. Beberapa program tertentu mungkin juga memberikan persyaratan khusus seperti skor IELTS minimal, harus telah mengikuti ujian GRE, dan lain-lain. Pastikan kamu membaca dan memperhatikan semua persyaratannya agar memiliki peluang untuk lulus dan melaju ke tahap selanjutnya. 

Pendaftaran studi ke China biasanya juga disertai dengan ujian masuk universitas. Ujian ini umumnya dilakukan online dan banyak yang mengatakan bahwa tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi. Meski demikian, hal tersebut tidak berlaku jika kamu mengambil program yang terkait dengan matematika dan statistika. Bidang tersebut cenderung lebih sulit karena China memiliki standar yang tinggi untuk keduanya. 

4. Penguasaan bahasa Mandarin

Jika kamu mengambil program yang diajarkan dalam bahasa Inggris, kamu biasanya akan berada di lingkungan internasional. Hal tersebut membuat kemampuan bahasa Mandarinmu kurang terasah, sehingga terkadang sulit untuk berkomunikasi di luar kampus. Misalnya seperti saat sedang berbelanja. 

Meskipun di kota-kota besar banyak masyarakat yang bisa berbahasa Inggris, tetapi bahasa Mandarin masih menjadi alat komunikasi utama. Oleh sebab itu, kamu dituntut untuk belajar bahasa Mandarin setidaknya untuk percakapan sehari-hari. Selain itu, jika kamu bisa berbahasa Mandarin hal tersebut akan menjadi nilai plus setelah lulus kuliah. 

5. Mahasiswa di China

Berdasarkan pengalaman kuliah di China oleh banyak pelajar Indonesia, mereka sependapat bahwa pelajar di China sangat kompetitif. Sama halnya dengan pelajar di Korea dan Jepang, pelajar China banyak mendedikasikan waktu mereka untuk belajar. Hal tersebut membuat mereka sangat unggul dalam penguasaan matematika, sejarah dan geografi. Di tingkat lebih lanjut, mereka juga sangat ambisius dalam melakukan penelitian dan inovasi. 

Sementara jika kamu mengambil kelas internasional, kamu akan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai kewarganegaraan. Hal ini akan menambah wawasanmu mengenai pergaulan internasional dan membuka wawasanmu. Kamu akan dapat membangun relasi baru yang mungkin akan berguna untuk perjalanan diri dan karir ke depannya. 

6. Nyari makanan susah nggak sih?

Sebagian besar mahasiswa Indonesia di China mengaku tidak kesulitan untuk beradaptasi dengan makanan di sana. Karena di Indonesia sendiri chinese food sudah sangat menjamur dan sering dijumpai dimana-mana. Jika kamu memiliki kebutuhan khusus untuk makanan halal, di kantin-kantin kampus biasanya juga tersedia. Selain itu, berbagai restoran cepat saji seperti McD juga banyak ditemukan dan mungkin bisa kamu jadikan pilihan. 

Pilihan lainnya yang bisa kamu lakukan adalah memasak makanan sendiri. Bumbu dan bahan makanan khas asia Tenggara dapat kamu temui di Supermarket atau pasar tradisional di sana. Jika kamu bisa berbahasa Mandarin, belanja di pasar mungkin juga akan menjadi hal yang menyenangkan karena pedagang terkadang memberi diskon jika kamu berbahasa Mandarin. Selain sesuai dengan selera, memasak sendiri akan membuatmu jauh lebih hemat dibandingkan membeli makanan jadi. 

7. Tempat Tinggal dan Tempat Ibadah

Umumnya mahasiswa Indonesia yang memiliki pengalaman kuliah di China tinggal di akomodasi yang disediakan oleh universitas. Hal ini lebih praktis dan efisien karena rata-rata kampus di China memiliki fasilitas yang all-in. Kamu dapat melakukan hal apapun karena fasilitas di dalam kampus sudah sangat lengkap dan terintegrasi. 

Selain tempat tinggal, tempat ibadah adalah kekhawatiran lain mahasiswa Indonesia yang akan berkuliah di China. Meskipun masyarakat di sana banyak yang tidak memeluk agama khusus, namun tempat ibadah seperti masjid dan gereja banyak ditemui di berbagai kota. Dengan demikian, kamu tidak perlu khawatir akan kesulitan beribadah. 

8. Sangat mengandalkan teknologi 

Meski sama-sama berstatus negara berkembang, faktanya China jauh lebih maju daripada Indonesia. Kehidupan sehari-hari di sana sudah sangat teratur dan mengandalkan teknologi. Teknologi sudah teraplikasi dengan sangat baik di berbagai sistem seperti sistem transportasi. Selain itu, penggunaan uang secara fisik juga sudah sangat diminimalisasi di sana. Di kota-kota besar, sistem cashless sudah seolah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Ada yang Tertarik untuk Melanjutkan Studi di China?

kuliah di china

Sumber: Freepik

Tidak sedikit pelajar Indonesia yang tertarik untuk melanjutkan studi di China, baik melalui jalur beasiswa maupun dengan biaya pribadi. Agar dapat diterima di universitas dengan beasiswa, biasanya ada banyak sekali hal yang harus diurus dan dipersiapkan. Pilihan lainnya adalah dengan mendaftar dengan biaya sendiri. 

Jika kamu tertarik untuk melanjutkan studi baik itu di tingkat sarjana maupun pascasarjana di China, kamu dapat berkonsultasi dengan SUN Education. Dapatkan berbagai informasi seputar universitas, program, dan lain-lain langsung dari konsultan terpercaya. Segera hubungi hotline SUN Education atau kunjungi cabang terdekat ya! 

Selain itu, kamu juga dapat mencari informasinya di SUN Education Mobile App yang tersedia GRATIS di Play Store dan App Store. Langsung di download aja yuk! 

Comments are closed.