The Pursuit of Happyness: Film Kisah Nyata yang Dapat Mengubah Hidupmu
8 Juli 2019
lasalle college
Sekolah Game Design No.1 di Kanada, LaSalle College Vancouver
8 Juli 2019

Swiss, Negara Ramah Lingkungan Nomor 1 di Dunia

Swiss merupakan negara federal dan sebagian besar wilayahnya terdiri dari Pegunungan Alpen. Alamnya begitu indah hingga menjadi daya tarik bagi para pendatang yang berkunjung untuk menikmati. Namun, kelebihan negara ini tak hanya sampai disitu saja. Swiss berhasil dikenal dengan prinsipnya dalam mengembangkan keberlanjutan serta melestarikan lingkungan.

Di tahun 2017, negara ini dinobatkan sebagai nomor satu dari lima negara yang menerima Sustainable Development Goals PBB. Swiss memang telah melakukan berbagai aksi nyata untuk menanggulangi berbagai masalah lingkungan, terutama dalam hal iklim, energi, dan polusi udara. Bentuk keramahan lingkungan di negara ini pun dapat dibuktikan melalui beberapa hal, seperti;

1. Manajemen Limbah Terbaik

Sumber: Reach the World

Swiss tak diragukan lagi menjadi negara paling utama di dunia dalam hal daur ulang dan manajemen limbah. Mereka berhasil memisahkan dan mendaur ulang limbah organik lalu mengubah sisanya menjadi energi. KVA Thun, adalah salah satu contoh pabrik waste-to-energy yang memproses ratusan ton limbah. Mereka bahkan memiliki sistem pengendalian polusi udara yang efisien agar standar kualitas udara terpenuhi dan emisi dijaga agar tetap dalam batas minimum.

2. Pemeliharaan Kualitas Air

Sumber: Krohne

Air memegang peran esensial dalam kehidupan setiap makhluk yang hidup di bumi ini. Swiss, memiliki banyak danau dan saluran air seperti Rhine dan Rhone serta telah berupaya meningkatkan kualitas air sebaik mungkin. Contohnya adalah ARA Bern, pabrik pengolahan air limbah yang dianggap sebagai salah satu yang paling maju secara teknologi di seluruh Eropa. Mereka membersihkan 90 liter air limbah perharinya sekaligus menghasilkan biogas dari lumpur limbah. Menariknya, gas ini kemudian digunakan dalam sistem transportasi umum.

3. Menangkap Karbon

Sumber: Dezeen

Mitigasi perubahan iklim membutuhkan teknologi penghilangan karbon untuk mencapai nol emisi dan emisi negatif di masa depan. Salah satu kota di Swiss yaitu Zurich, mewujudkannya dengan mendirikan pabrik carbon-capture berskala industri pertama di dunia. Pabrik ini bekerja dengan menghilangkan karbon dioksida dari udara melalui penangkapan udara langsung. Terlebih, mereka mampu menangkap 900 ton, jumlah karbon dioksida yang setara dihasilkan sekitar 200 mobil dalam setahun.

4. Pengungsi Iklim yang Terlindungi

Sumber: swissinfo.ch

Seiring terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global, semakin banyak orang yang terlantar akibat bencana iklim seperti peristiwa cuaca ekstrem dan kelangkaan air. Bersama Norwegia, Swiss menciptakan Nansen Initiative di tahun 2015 untuk mengatasi tantangan yang berhubungan dengan migrasi iklim di tingkat global. Hingga kini, Initiative tersebut tumbuh menjadi platform Pengungsian Bencana dan memiliki dukungan, komite, serta anggota tim dari seluruh dunia.

Sumber: Freepik

Melalui keempat poin tersebut, Swiss tak sekadar berdedikasi. Mereka terbukti paham bahwa sustainability memiliki kaitan erat dengan kelestarian hidup kedepannya. Dengan mengusahakan hidup ‘hijau’ serta meminimalisir dan mendaur ulang barang tak terpakai, kita akan menghemat pengunaan energi guna kelangsungan hidup yang lebih baik. Terlebih, sustainability akan menciptakan dunia yang sehat—lingkungan menjadi seimbang dan mampu memberikan kedamaian serta ketenteraman hati.

Comments are closed.