kuliah di luar negeri vs dalam negeri
Bagusan Mana? Kuliah di Luar Negeri VS di Dalam Negeri
8 Februari 2020
jurusan kuliah yang menjanjikan
10 Rekomendasi Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja Menjanjikan
10 Februari 2020

Skripsi di Luar Negeri, Seperti Apakah?

skripsi di luar negeri

Baik masih duduk di bangku SMA ataupun sebagai mahasiswa, kamu pasti sudah tak asing lagi ketika mendengar kata “skripsi”. Ya, di Indonesia, hampir seluruh universitas mewajibkan skripsi, tugas akhir, maupun tesis dan disertasi bagi para mahasiswa sebagai syarat terakhir kelulusannya. Skripsi di luar negeri pun juga mirip dengan kita—bedanya, ada beberapa yang mengharuskan dan ada yang tidak mewajibkan.

skripsi di luar negeri

Sumber: Freepik

Skripsi sendiri merupakan karya tulis ilmiah. Karya ini berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Tujuan dibuatnya skripsi adalah agar mahasiswa yang berkaitan mampu memadukan pengetahuan serta keterampilan yang telah ia dapatkan semasa perkuliahan dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya.

Baca Juga : Harga Makanan di Jepang Termurah Hingga Termahal

Proses penyusunan skripsi tidak selalu sama di setiap kampus. Namun umumnya, kamu akan mulai dengan pengajuan judul skripsi, proposal skripsi, seminar, penelitian, hingga melanjutkan ke tahap penulisan dan mempresentasikan hasilnya sesuai revisi Dosen Pembimbing dalam sebuah sidang. Nah melihat hal tersebut, pernahkah kamu membayangkan seperti apakah skripsi di luar negeri? Apakah sama dengan beberapa dari kita yang sedikit kalang kabut dalam memikirkan judul skripsi serta menyiapkannya? Jawabannya adalah: tantangannya tidak ‘plek’ sama loh. Sebab tidak semua program dalam universitas luar negeri mewajibkan untuk membuat skripsi.

skripsi di ;uar negeri

Sumber: Freepik

Di Australia, program Bachelor umumnya merupakan coursework program dimana tidak ada istilah skripsi, tesis, maupun penelitian. Mahasiswa dianggap lulus jika memang sudah menyelesaikan setiap mata kuliah yang mereka harus ambil dengan jumlah credits tertentu. Tentu hal tersebut dapat dilalui dengan ujian, presentasi, presentasi dengan grup, dan lainnya. Tetapi disamping itu, ada beberapa jurusan yang memang dalam pilihan mata kuliahnya diminta untuk melakukan proyek penelitian baik individual atau group.

Baca Juga : Bagusan Mana? Kuliah di Luar Negeri VS di Dalam Negeri

Program Bachelor di Australia berdurasi 3 tahun dan ada yang berdurasi 4 tahun dimana tahun terakhirnya adalah penelitian. Biasanya program 4 tahun tersebut adalah Bachelor Engineering atau Architecture. Contohnya adalah program Bachelor of Engineering (Mechanical Engineering) di UNSW yang mengharuskan mahasiswanya untuk mengerjakan Thesis 12 credit (2-3 macam thesis). Menariknya, untuk Bachelor yang berdurasi 4 tahun akan mendapatkan gelar Hons atau Honours karena siswa melakukan penelitian di akhir studi. Sementara itu, untuk program Master di Australia terbagi menjadi 2 macam, yaitu: Master by Coursework dan Master by Research. Master by coursework, perkuliahannya sama seperti Bachelor, dimana siswa dianggap lulus jika sudah menyelesaikan setiap mata kuliah yang mereka harus ambil dengan jumlah credits tertentu. Sedangkan Master by Research harus melakukan research.

Jika di Amerika, dalam program S1 nya tidak pernah ada skripsi. Yang ada hanyalah ujian semester saja. Di sini kamu dapat memilih diantara tiga pilihan; (1) ujian skripsi atau tesis, (2) professional project, bisa dalam bentuk film dokumenter, tulisan jurnal, atau presentasi ilmiah, bisa juga berbentuk karya lainnya, yang terakhir adalah (3) ujian komprehensif, biasanya berbentuk tulisan. Namun memang ada beberapa jurusan yang melakukan project dan siswa harus menulis laporan. Biasanya, siswa yang mengambil jurusan bisnis dan arts tidak diharuskan mengadakan project. Yang memiliki project biasanya mahasiswa sains ataupun teknik. Dengan kata lain, di negara ini perkuliahannya ada coursework yaitu ujian setiap akhir semester, project, serta tesis untuk S2 keatas.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Universitas Terbaik Amerika di Bidang Bisnis Internasional

Begitu pula halnya di Jerman. Beberapa universitas ada yang mengharuskan skripsi dan ada yang tidak. Salah satu faktor penentu kelulusan mata kuliah adalah tetap dengan meraih nilai yang bagus dalam ujian akhir.

Sumber: Freepik

Jadi, seperti itulah gambaran skripsi di luar negeri! Meskipun penugasan di akhir masa studi kita ada yang sedikit berbeda dengan mereka, tetapi sebenarnya ada satu kesamaan tujuan dibaliknya. Skripsi maupun jenis penugasan akhir sebelum kelulusan lainnya dilihat sebagai sejauh apa proses belajar kamu dan impactnya saat tiba di dunia kerja nanti. Diharapkan melalui hal tersebut, kamu sebagai mahasiswa yang sudah akan berpindah tingkat ke jenjang dunia kerja dapat mengukur diri sebagai insan yang berpendidikan, berdaya, dan mampu mengaplikasikan apa yang telah diraih ke tengah masyarakat.

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya disini. SUN Education memiliki kerjasama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Selain itu, SUN Education juga memiliki program persiapan Bahasa Inggris untuk kamu yang ingin studi di luar negeri. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kota mu.

Comments are closed.

Install SUN Education App
sekarang!
Wajib dimiliki oleh siapapun yang berencana
kuliah keluar negeri!