Kuliah di China


China yang mempunyai nama resmi People’s Republic of China (PRC), merupakan negara dengan area terluas di Asia, dan keempat di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk di China di tahun 2014 diperkirakan adalah 1,3 miliar sehingga menjadikan negara tirai bambu ini sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia. Ibukota China adalah Beijing dan kota terbesarnya adalah Shanghai. Negeri asal binatang panda ini mempunyai lebih dari 22 provinsi, dan dua (2) daerah otonomi khusus yaitu Hong Kong dan Macau. Mata uang di China adalah Renminbi (RMB)/Chinese Yuan (CNY) dengan nilai tukar 1 RMB= Rp.1.900-2.300 per kurs di tahun 2016.


China adalah salah satu negara tujuan para pelajar internasional yang populer di Asia. Tahun lalu, ada lebih dari 350.000 pelajar internasional di berbagai perguruan tinggi di China. Saat ini kemunculan universitas swasta dan universitas cabang dari negara lain mulai menjadi tren di negara ini. Universitas seperti University of Liverpool di Suzhou, sekolah-sekolah perhotelan seperti Les Roches di Jin Jiang, Shanghai, dan Blue Mountains International Hotel Management School di Suzhou mulai bermunculan di negara tirai bambu ini. Sementara, jika pelajar internasional tertarik masuk ke universitas negeri seperti Nankai University dan Dongbei University, mereka bisa masuk melalui INTO China di Tianjin atau Dalian.

1. Belajar dua (2) bahasa sekaligus yaitu Mandarin dan Inggris.
2. Eksplorasi budaya.
3. Biaya terjangkau dan ijasah yang diakui secara internasional
4. Dengan banyaknya permintaan tenaga kerja berkualitas di China, kesempatan untuk mendapatkan kerja di negara ini lebih besar.
5. Memperluas jaringan perkenalan di dunia profesional
6. Siswa dapat belajar langsung mengenai perekonomian China yang maju

* Partner List Updated by 1 August 2016

BLUE MOUNTAINS INTERNATIONAL HOTEL MANAGEMENT SCHOOL, SUZHOU RAFFLES DESIGN SCHOOL – HONGKONG
INTO CHINA XI’AN JIAOTONG – LIVERPOOL UNIVERSITY (XJTLU), SUZHOU
LES ROCHES INTERNATIONAL SCHOOL OF HOTEL MANAGEMENT JIN JIANG The University of Nottingham Ningbo China

Biaya hidup layaknya di tempat lain, akan bervariasi sesuai dengan kediaman tempat penduduk tinggal dan gaya hidup masing-masing pribadi. Rata-rata yang diperlukan pelajar pada umumnya berkisar antara RMB4.000 – RMB5.000 per bulan. Biaya ini meliputi biaya akomodasi, makan, dan transportasi, serta telekomunikasi, dan keperluan sehari-hari lainnya. Untuk penambahan lainnya biasanya mencakup seperti textbook, fotokopi, alat tulis, dan lain-lain yang bisa mencapai RMB2.000 per tahun.

Hal yang harus diperhatikan:
1. Visa Pelajar
Ada dua (2) jenis visa utama bagi pelajar yaitu visa jangka panjang (X1) dan jangka pendek (X2). Visa jangka pendek sering juga disebut sebagai visa turis namun juga bisa digunakan bagi pelajar dengan jangka waktu kurang dari enam (6) bulan. Program yang dipilih oleh pelajar akan menentukan jenis visa yang akan diperoleh.


2. Akomodasi
Kebanyakan universitas di China memiliki asrama untuk pelajar internasional, terutama untuk pelajar baru. Pelajar juga bisa tinggal di luar kampus dengan izin dari universitas, dan harus terdaftar di kantor keamanan setempat dalam waktu 24 jam sejak kedatangan.


a. Akomodasi di dalam kampus (on-campus accommodation)
Banyak pelajar memilih tinggal di asrama karena harganya yang masuk akal, fasilitas yang lengkap, dan aman, serta dekat dengan kampus. Fasilitas seperti internet, kamar mandi, dan toilet, serta air panas, dapur bersama, dan penghangat ruangan dan lainnya dapat digunakan bagi pelajar asrama. Harga akomodasi di dalam kampus berkisar dari RMB750-RMB4.500 per bulan.


b. Akomodasi luar kampus (off-campus accommodation)
Pelajar yang ingin tinggal di luar kampus bisa mencari informasi tempat tinggal berbahasa Inggris melalui internet atau menghubungi agen perumahan yang mudah ditemui di China. Biaya sewa tempat tinggal tergantung kondisi apartemen. Di Beijing, pelajar biasanya membayar sekitar RMB1.500-RMB3.000 per ruangan per bulan, tidak termasuk tagihan.


3. Kerja sambilan
Pelajar internasional di China dilarang melakukan kerja sambilan. Selain itu kesempatan untuk belajar sambil bekerja juga sangat minim di negara ini.

Typical Age Education Levels Compulsory
18–22 University or college Varies No
15–17 Senior high school (middle school)
or
Vocational school
Grades 10–12 No
12–14 Junior middle school Grades 7–9 Yes
6–11 Primary school Grades 1–6 Yes

1. Sekolah Dasar, Menengah, dan Kejuruan
Secara umum, durasi pendidikan sekolah dasar di China sama dengan Indonesia yaitu enam (6) tahun. Kurikulum pendidikan dasar di China terdiri dari bahasa Mandarin, Matematika, dan pendidikan jasmani, serta musik, menggambar, dan IPA, serta IPS tingkat dasar yang digabungkan dengan praktek. Pengetahuan umum mengenai politik dan moral yang ditekankan pada kecintaan pada tanah air, partai, dan anggotanya merupakan bagian dari kurikulum.


Pelajar akan menjalani enam (6) tahun berikutnya belajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Lulusan sekolah menengah dianggap sebagai orang berpendidikan karena persaingan memasuki universitas di China sangat ketat.


2. Sekolah Internasional
Terhitung dari Januari 2015, China memiliki 481 sekolah internasional menurut Konsultan Sekolah Internasional (ISC). Sekolah internasional sendiri melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam bahasa Inggris dan memasukkan beberapa kurikulum yang tidak termasuk dalam kurikulum nasional.


3. Universitas
Pelajar yang lulus sekolah menengah atau kejuruan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjut seperti universitas. Biaya per tahun ajaran di universitas berkisar dari RMB12.000 hingga RMB24.000 di universitas negeri dan untuk universitas swasta berkisar antara RMB50.000- RMB80.000. Ada lebih kurang 27 institusi yang masuk dalam daftar universitas terbaik di dunia oleh QS World Ranking. Batas penutupan aplikasi masuk universitas biasanya ada di bulan Mei atau Juni.


Pelajar yang akan melanjutkan ke universitas harus mengikuti Gaokao atau ujian masuk nasional seperti SNMPTN. Mata pelajaran utama yang akan diuji dalam Gaokao adalah bahasa China, Inggris, dan Matematika. Untuk pelajar dewasa, diperbolehkan mengikuti ujian masuk lain yang sudah distandarisasi oleh pemerintah.

China terletak di Asia Timur sepanjang garis pantai Samudra Pasifik dan diapit oleh 14 negara: Afghanistan, Bhutan, Burma, India, Kazakstan, Korea, Kyrgyzstan, Laos, Mongolia, Nepal, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Vietnam.

Ukuran negaranya yang sangat luas membuat negara ini memiliki beragam iklim. Wilayah timur laut mengalami musim panas yang panas dan kering serta musim dingin yang menusuk dengan suhu yang bisa mencapai -20°C. Wilayah utara dan tengah hampir terus menerus mengalami hujan. Musim panasnya mencapai 26°C dan musim dingin suhunya mencapai 0°C. Wilayah tenggara memiliki curah hujan yang cukup besar, dengan musim semi-tropis dan musim dingin yang sejuk, dan musim panas bisa mencapai 30°C lebih. Sedangkan musim dingin, suhu mencapai 10°C pada bulan Januari dan Februari.

China memiliki satu (1) zona waktu yaitu China Standard Time (CST) GMT +8 yang berarti negara ini delapan (8) jam lebih awal dari Greenwich Mean Time. Perbedaan waktu dengan Indonesia adalah satu (1) jam.

China terkenal sebagai peradaban tertua yang masih ada hingga kini. Ada sekitar 55 kelompok etnis yang diakui oleh pemerintah. Kelompok etnis terbesar di China adalah Han dengan jumlah 91,59% dari total populasi. Negara ini memiliki tujuh (7) dialek, yaitu Mandarin, Kanton, Hakka, Wu, Min, Xiang, dan Gan dengan bahasa resmi Mandarin.


Budaya Chinese banyak dipengaruhi oleh Confucianisme dan filosofi tradisional. Karena letaknya yang di antara banyak negara lain, maka China memiliki agama yang beragam seperti Budha, Kristen, Islam, Tao, dan lainnya.

Pilihan transportasi di China bervariasi mulai dari jalur darat, udara, dan air. Untuk transportasi dalam kota, ada subway atau kereta bawah tanah yang menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris. Harga tiket subway bergantung pada jarak tujuan mulai dari RMB3 untuk jarak enam (6) km hingga RMB6 untuk jarak 22 hingga 32km. Pembayaran tiket bisa dilakukan menggunakan Transportation Smart Card Train untuk tujuan antar kota (intercity) juga tersedia dengan harga terjangkau.


Taksi adalah pilihan transport yang lebih mahal namun praktis. Pilihan transportasi yang lebih murah adalah bus yang juga menjangkau hingga ke daerah terpencil. Harga tiket bus di China sebesar RMB1-3. Sayangnya, hampir semua informasi bus di China menggunakan bahasa Mandarin.


Hindarilah bus dan kereta ilegal. Walaupun harga lebih murah akan tetapi biasanya cenderung lebih berbahaya. Tidak disarankan bagi pelajar untuk naik dua (2) jenis transportasi ini.

Sistem pemerintahan di China awalnya adalah kerajaan, yang lalu diganti menjadi Communist State atau negara komunis, dan kemudian pada tahun 1946 diganti menjadi negara republik. Dengan kebijakan pemerintahan terbaru ini, maka China memiliki presiden dan wakil presiden sebagai pemimpin negara.


Narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya dianggap ilegal di China dan pemerintah menerapkan hukuman berat bagi semua orang termasuk pelajar yang ditemukan memiliki obat-obatan terlarang.

1. Tembok Besar China di Beijing
2. Terracotta Army di Xi’an
3. Forbidden City (Kota Terlarang) di Beijing
4. Mount Huang (Gunung Huang) di Anhui
5. Leshan Giant Buddha di Sichuan

  • Fortune Cookies bukan berasal dari China. Kue ini diciptakan di awal tahun 1900-an di San Fransisco, Amerika Serikat.
  • Uang kertas pertama di dunia dibuat di China sekitar 1,400 tahun lalu.
  • Jurusan Bra Studies bisa dipilih oleh pelajar di China.