Testimonial University of Technology
Gabriel Marco Perez Rosit
15 November 2011
Nadia Saphira Testimonial Kalender Januari 2012
17 November 2011

Australian School of Business at UNSW – The Place To Be

Australian School of Business di UNSW

Australian School of Business at UNSW

Dapatkah pelaku bisnis besar memperoleh keuntungan dan, dalam waktu yang bersamaan, membantu mengurangi jumlah kemiskinan? Hal ini merupakan harapan dari kandidat PhD yang berasal dari Indonesia, Denni Arli, yang sedang melakukan penelitian tentang keuntungan dari tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) di Australian School of Business at UNSW.

“Saat dibesarkan di Surabaya, saya melihat banyak sekali masalah-masalah sosial yang rumit yang harus dihadapi oleh mereka yang miskin,” ujar Denni.

Full name: Denni Arli
Original place: Surabaya
Scholarship PhD in Business at Australian School of Business

Saat ini di Australian School of Business (UNSW), Denni sedang mengkaji dampak dari perusahaan-perusahaan yang melakukan kontribusi pada perkembangan komunitas, dibandingkan dengan bisnis yang hanya memikirkan keuntungan semata. Hasilnya, menurut Denni, adalah munculnya generasi konsumen yang baru yang memilih suatu produk ketimbang produk lain, bila diketahui bahwa perusahaan dari produk tersebut telah melakukan sesuatu yang lebih untuk membantu komunitas.

Dalam hal ini Denni tidak membicarakan donasi atau pembagian derma bagi mereka yang kelaparan. Tanggung jawab sosial perusahaan lebih kearah memberikan keahlian kerja dan ketrampilan hidup yang berharga, misalnya membuat usaha kecil-kecilan untuk mengekspor kerajinan tangan atau memberikan pelatihan komputer bagi mereka yang tinggal didaerah kumuh.

Lima tahun yang lalu, Denni bekerja sebagai direktur pemasaran di Indonesia saat dia pertama kali membaca buku karangan C.K. Prahalad, seorang profesor di University of Michigan Business School.

“Prof Prahalad menulis ‘bila kita berhenti berpikir bahwa orang miskin adalah korban atau beban dan mulai menyadari bahwa mereka adalah wirausahawan yang ulet dan kreatif and menghargai mereka sebagai konsumen yang memiliki kesadaran, maka sebuah dunia baru yang penuh kesempatan akan terbuka.”

Hal inilah yang membuat Denni menuntut ilmu di Australian School of Business, dimana dia menjumpai peneliti –peneliti yang memiliki pemikiran yang serupa. Tak lama dari itu, Denni mendapat tawaran untuk mengajar serta beasiswa internasional untuk membantunya dalam jenjang PhD. Dan yang sangat menguntungkan, ia pun memperoleh akses ke Centre for Social Impact di UNSW yang memimpin penelitian di Australia mengenai cara model korporasi dan bisnis yang dapat mengubah kehidupan banyak orang.

“Di Indonesia, kehidupan kita selalu bersinggungan dengan kemiskinan, dan saya selalu bertanya pada diri sendiri apa yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis untuk membantu memperbaiki keadaan ini,” tutur Denni.

“Ketika saya tiba di Australia, saya menemukan bahwa ada jalan kearah itu. Saya disarankan untuk melanjutkan ke UNSW, khususnya di bidang bisnis, dan saya melihat jawaban dari pertanyaan saya tadi disini sebab kami mendapat akses yang tak terbatas untuk mendapatkan ide dan bertukar pikiran.

Kepindahan saya beserta istri dan putra kami yang masih kecil dari Indonesia tidaklah sulit, tuturnya. Hal ini dimungkinkan sebab Australia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya yang mana hal ini memudahkan kami untuk beradaptasi dan UNSW juga memberikan dukungan yang luar biasa bagi kami.

Riset yang dibuat oleh Denni telah menunjukkan bahwa konsumen di Australia bersedia untuk membayar lebih untuk produk-produk yang memiliki tanggung jawab sosial, baik itu dalam bentuk sertifikasi lingkungan hidup, maupun membayar gaji lebih bagi mereka yang kurang mampu. Toko kecantikan Body Shop yang berkedudukan di Inggris, misalnya, telah membangun bisnis raksasa yang mendunia barbasiskan produk-produk yang etis dan ramah lingkungan serta mendukung beragam kegiatan sosial. ‘Ethical shopping’ telah muncul sebagai bagian yang penting di berbagai negara.

Di Indonesia, menurut Denni, pemahaman dari ‘business conscience’ belum betul-betul dipahami dan konsumen biasanya memilih produk yang harganya murah, walaupun sebetulnya rata-rata orang Indonesia cukup berada.

“Jika saya menjalankan bisnis, saya akan bertanya: apa yang akan saya peroleh dari situ?,” katanya.
“Tanggung jawab sosial perusahaan hanya bisa berjalan bila komunitas mendapatkan manfaat dan perusahaan juga mendapatkan keuntungan,” tambahnya.

Penelitian yang dilakukan Denni dapat membantu perusahaan-perusahaan dalam mengukur keuntungan mereka dibandingkan dengan sekedar menghitung uang yang dikeluarkan untuk sumbangan atau donasi. Denni sendiri telah menjuarai Business Ethics Founders’ Award dan ia berencana untuk mengunjungi Indonesia secara teratur untuk meyakinkan pelaku bisnis mengenai potensi positif dari kegiatan-kegiatan sosial.
The Australian School of Business di UNSW menduduki peringkat pertama di Australia berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain: nilai tertinggi, penerima dana riset terbesar dari Australian Research Council, program MBA yang unggul, gaji tertinggi bagi lulusannya, serta peringkat pertama dalam skala nasional dalam kegiatan belajar-mengajar. Strategi terbarunya, yaitu ASB 2015, berada di prioritas kerjasama teratas dengan universitas-universitas bergengsi dari Asia, keterlibatan dengan pelaku bisnis ternama dari Australia dan wilayah sekitarnya, serta dampak yang tinggi dari agenda penelitian yang berkaitan dengan penerapan yang nyata.

For further information about the Australian School of Business please contact SUN Education Sydney.

Do not miss a chance to ask more details with a UNSW representative on 30 November 2011 3-5pm at SUN Sydney office address: 104/420 Pitt St Sydney. Tel: +612 9281 6333 Email: Sydney@suneducationgroup.com

Comments are closed.

Install SUN Education App
sekarang!
Wajib dimiliki oleh siapapun yang berencana
kuliah keluar negeri!