Author: Jonathan
Updated: 26 January 2026
Beda negara, tentu beda juga budaya, termasuk di jerman. Perbedaan budaya ini tentunya sering memberikan shock pada orang yang berkunjung maupun akan menetap seperti mahasiswa internasional. Bahkan ada beberapa budaya Jerman yang bikin kagum, lho! Nah, buat kamu yang ingin studi ke jerman terlebih dulu mendingkan tahu beberapa budayanya. Dengan mengetahui informasi ini kamu pun minim risiko terkena culture shock. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya!

Budaya pertama jerman adalah orang-orang disana sangat tepat waktu jika ada pertemuan. Bahkan terkadang mereka bisa datang lebih cepat dari jadwal. Kalau kamu janjian dengan orang Jerman, dilarang yang namanya telat, karena kamu bisa dianggap nggak sopan. Gimana kalau memang keadaannya memaksa untuk telat? Kamu harus menelpon mereka untuk meminta maaf kalau akan telat. Dengan begini membuktikan kalau kamu menghargai waktu mereka.
BACA JUGA: Syarat Kuliah di Jerman yang Harus Kamu Persiapkan
Contoh dari kebudayaan jerman yang terkenal berikutnya yaitu pakaian tradisionalnya yang bernama Dirndl dan Lederhosen. Untuk dirndl dipakaikan pada wanita yang terdiri dari blus putih, gaun atau rok panjang, apron (celemek), dan sepatu. Sedangkan Lederhosen dikenakan oleh pria yang terbuat dari kulit dengan celana pendek atau panjang yang sangat kuat dan nyaman. Kedua pakaian tradisional tersebut mengingatkan orang-orang jerman akan sejarah dan tradisi mereka. Dirndl dan Lederhosen biasanya digunakan untuk merayakan kebersamaan di acara besar, contohnya seperti Oktoberfest.
BACA JUGA: Fakta Menarik Jerman yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Studi ke Sana!

Salah satu budaya Jerman yang bikin kagum adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan. Hal ini bisa dilihat dari cara mereka memilah-milah sampah sesuai dengan jenisnya sebelum akhirnya membuangnya. Kepedulian ini juga didukung pemerintah Jerman dengan memberikan ketetapan dimana botol plastik bekas bisa ditukarkan dengan uang. Jika kamu tidak sengaja apalagi berniat membuang sampah sembarangan, maka akan di denda minimal 550 Euro dan akan dikenakan sanksi sosial hingga penjara.
BACA JUGA: Yuk, Intip Biaya Kuliah di Jerman Dalam Rupiah!
Salah satu budaya yang dilakukan orang Jerman adalah selalu aspek mengedepankan pendidikan dalam hidup. Bahkan Di Jerman, pendidikan dari tingkat dasar hingga universitas umumnya gratis untuk warga negara dan penduduk permanen (Permanent Resident). Karenanya sistem pendidikan di Jerman enggak bisa diragukan lagi kualitasnya. Institusi-institusi pendidikan di Jerman disokong pemerintah untuk menghasilkan lulusan berkualitas. Berkat alasan tersebut banyak banget mahasiswa dari penjuru dunia ingin melanjutkan pendidikannya di Jerman.
Salah satu budaya jerman yang sangat terkenal dan hanya ada pada hari Natal yaitu Weihnachtsmarkt atau artinya pasar Natal. Tradisi dari jerman ini pertama kali dikenal di kota-kota seperti Dresden dan Nuremberg pada sekitar abad ke-14. Daya tarik utama dari Weihnachtsmarkt adalah berbagai makanan dan minuman khas yang bisa dibeli dan nikmati. Mulai dari Bratwurst (sosis panggang), Lebkuchen (kue jahe), dan Glühwein (anggur panas dengan rempah).
BACA JUGA: Rencana Kuliah di Jerman? Ketahui Dulu Jurusan Favoritnya!

Budaya Jerman yang buat orang Indonesia kagum selanjutnya adalah ketaatan mereka pada hukum yang berlaku. Mereka percaya bahwa peraturan dibuat untuk dipatuhi dan melindungi mereka. Peraturan tentang pembuangan sampah yang ketat, sampai berjalan di trotoar yang baik dan benar akan mereka patuhi dengan sungguh-sungguh. Orang Jerman juga sangat serius dalam hal perpajakan. Pemerintah sangat efektif dalam mengawasi kewajiban pajak, dan banyak warga yang sangat patuh dalam membayar pajak tepat waktu. Jadi, saat kamu mengunjungi negara ini, jangan lupa untuk mematuhi peraturan-peraturan yang telah ada, ya.
Kaffeeklatsch adalah sebuah tradisi sosial yang berasal dari Jerman, yang menggambarkan kebiasaan berkumpul untuk menikmati kopi sambil berbincang. Secara harfiah Kaffeeklatsch menggabungkan dua kata: "Kaffee" yang berarti kopi, dan "Klatsch". Bisa dibilang kegiatan ini menjadi momen untuk minum kopi sambil sharing cerita atau bahkan hanya untuk ngegosip bareng teman.Biasanya waktu untuk "Kaffeeklatsch" biasanya dilakukan di sore hari, sekitar pukul 3 hingga 4 sore atau menjelang waktu makan malam.
BACA JUGA: Fakta Menarik Jerman yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Studi ke Sana!
Salah satu budaya di negara Jerman yang menjadikannya negara maju adalah sangat kompetitif dan ambisius menjadi yang terbaik. Hal tersebut dibuktikan dari adanya ungkapan yang berbunyi "Deutschland, Deutschland uber alles. Uber alles in der welt," yang berarti "Jerman, Jerman di atas segalanya. Segala yang ada di dunia". Ungkapan ini sendiri berasal dari lagu kebangsaan Jerman yang ingin selalu menjadi nomor satu dalam semua hal. Mereka dikenal dengan dedikasi dan etos kerja yang kuat, yang berkontribusi pada daya saing mereka dalam ekonomi global. Jerman seringkali berada di puncak dalam hal produktivitas dan inovasi teknologi. Mereka nggak ragu untuk memanfaatkan sumber daya untuk memberikan yang terbaik pada bidang yang mereka geluti. Itulah mengapa orang-orang Jerman terkenal sebagai bangsa yang cukup kompetitif dalam segala hal.
Budaya orang Jerman lainnya yang menjadi kebiasan mereka yaitu sangat menjaga privasi dirinya. Kamu mungkin akan merasa bahwa orang Jerman lebih tertutup, terutama saat pertama kali bertemu. Mereka cenderung menjaga jarak dan hanya berbagi informasi pribadi dengan orang yang sudah sangat dekat. Jerman juga memiliki undang-undang yang sangat ketat soal perlindungan data pribadi. Mereka juga merupakan salah satu negara Eropa yang menerapkan General Data Protection Regulation (GDPR) dengan sangat ketat.
Budaya minum bir di Jerman adalah bagian integral dari kehidupan sosial warga lokal disana. Beer (bir) di Jerman tidak hanya dilihat sebagai minuman, tetapi juga sebagai simbol dari tradisi dan identitas sosial mereka. Bahkan negara jerman memiliki hukum yang sangat ketat mengenai pembuatan bir yang dikenal dengan Reinheitsgebot atau "Undang-Undang Kebersihan Bir". Usia minimum di Jerman untuk membeli bir adalah 16 tahun, yang lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education