Author:
Updated: 17 December 2025
Nggak seperti banyak destinasi negara Asia, musim di Korea Selatan cukup jelas dan mudah dipahami. Hanya ada sedikit variasi tergantung letak geografis area di beberapa wilayah negara ini. Kamu perlu mengetahui musim di Korea Selatan sebelum kamu hendak studi di sana. Hal ini penting karena dengan mengetahui musimnya, kamu bisa menyesuaikan pakaian, dan memudahkan adaptasi diri dari negara Indonesia dengan iklim tropis. Secara umum, Negeri Ginseng terbagi menjadi empat musim yang berbeda.
Ada musim semi dari April hingga Juni, musim panas yang lembab dari Juli hingga Agustus, musim gugur yang berlangsung dari September sampai November, serta musim dingin yang bersalju dari Desember hingga Maret. Perbedaan suhu dan cuaca di Korea Selatan disebabkan oleh dataran tinggi di negara tersebut dan garis pantainya yang lebih hangat tetapi berangin. Mau tau lebih lanjut soal musim di Korea Selatan dan penjelasan lebih dalam mengenai suhu musim dan siklus musimnya? Baca terus di bawah ini!
Terletak di zona yang beriklim sedang atau temperate zone, Korea Selatan dikenal dengan empat musim yang berbeda. Musim dingin mereka umumnya bersalju dan kering, sedangkan musim panas umumnya panas dan lembab dengan curah hujan tinggi. Di sisi lain, musim semi dan gugur di Korea Selatan sebagian besar kering dan cerah. Suhu atau temperatur rata-rata tahunan berkisar antara 13 derajat Celcius dan mengalami perubahan temperatur menjadi antara 10-16 derajat Celcius tergantung wilayahnya. Lebih lanjut, Korea Selatan termasuk wilayah yang relatif lembab dan memiliki curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di wilayah Asia Timur. Curah hujan tersebut sebagian besar terkonsentrasi pada bulan-bulan musim panas.
BACA JUGA: Yuk Simak Syarat Kuliah di Korea Selatan Serta Dokumen Yang Kamu Butuhkan!
Musim di Korea Selatan yang satu ini biasanya berlangsung dari April hingga Juni. Kalau kamu mau traveling ke negara ini dan mencari hari libur di Korea Selatan, umumnya saat terbaik adalah pada musim semi. Memang musim semi dianggap sebagai waktu terbaik dalam setahun untuk mengunjungi Korea Selatan, dengan suhu rata-rata harian berkisar antara 15-18 derajat Celcius. Selama musim ini, bunga-bunga bermekaran dan ruang hijau bermandikan warna bunga sakura merah muda yang indah, khususnya di kota Gyeongju. Selain itu, pada musim semi sangat kecil kemungkinan akan terjadi cuaca ekstrem, maka dari itu banyak festival dan acara diadakan pada masa ini. Kamu bisa banget ikut masyarakat lokal bersantai di beberapa taman nasional seperti Songnisan, Seoraksan, dan Jirisan.
BACA JUGA: Jangan Lakukan 11 Larangan Ini di Korea Selatan!

Berlangsung dari Juli hingga Agustus, musim panas Korea Selatan berjalan singkat dan merupakan waktu terpanas sepanjang tahun. Pasalnya, suhu dapat berkisar antara 23 derajat Celcius hingga 30 derajat Celcius. Meskipun menjadi waktu terpanas, musim ini juga merupakan waktu paling basah sepanjang tahun, dengan hujan monsun yang menyebabkan separuh curah hujan tahunan di negara tersebut selama bulan-bulan itu. Cuacanya bisa menjadi sangat lembab, jadi pada musim panas, kamu disarankan mencari perlindungan di banyak ruang ber-AC di Seoul atau menikmati angin laut dari kota-kota pesisir seperti Busan, atau pulau liburan di selatan Jeju.
BACA JUGA: 11 Universitas Terbaik di Korea Selatan 2025 Versi QS Rankings
Setelah melalui panas terik dan hujan di musim panas, Korea Selatan kembali penuh warna dan festival selama musim gugur pada September hingga November. Menjelang bulan Oktober cuaca biasanya cukup sejuk untuk mengenakan kaos pada siang hari, tetapi menjelang sore hingga dini hari, sebaiknya kamu menyesuaikan pakaian dan menambah beberapa lapisan tambahan. Suhu yang sejuk dengan rata-rata 19-21 derajat Celcius, curah hujan rendah, dan keindahan alam membuat musim gugur di Negeri Ginseng sebagai salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi negara ini.
BACA JUGA: Bingung Studi Jurusan Apa Pas Kuliah di Korea? Ini Pilihan Terbaiknya!

Musim dingin di Korea Selatan dari Desember hingga Maret adalah musim dingin. Itu sebabnya Korea Selatan dianggap sebagai salah satu negara dengan perubahan cuaca cukup ekstrem. Hal ini terlihat jelas dari penurunan suhu mendadak yang diakibatkan oleh musim dingin. Dari suhu tertinggi di musim panas yakni 30 derajat Celcius, suhu di musim dingin terkadang bisa menyentuh titik rendah -20 derajat Celcius di wilayah utara Provinsi Gangwon-do. Jatu antara Desember dan Maret, musim dingin yang panjang di negara ini terhitung sangat dingin namun relatif kering. Jika kamu suka olahraga musim dingin, kamu bisa menikmati bermain ski dan selancar salju di resor ski di Provinsi Gyeonggi-do dan di Gangwon-do yang mengalami curah salju tahunan lebih tinggi dari rata-rata wilayah lainnya.
BACA JUGA: Biaya Hidup di Korea Selatan untuk Mahasiswa Indonesia
Setiap musim di Korea Selatan memiliki suhu rata-rata yang berbeda-beda. Untuk itu, penting bagimu untuk mengetahui musim, iklim, dan suhu rata-rata setiap tahunnya di Negeri Ginseng. Seperti yang sudah disebutkan di atas, suhu rata-rata di negara ini berbeda tergantung wilayahnya. Di bawah merupakan tabel berisikan suhu rata-rata setiap bulannya di Ibu Kota Seoul.
|
Bulan |
Musim | Suhu Rata-Rata |
|
Januari |
Dingin |
-2.1°C |
|
Februari |
Dingin |
0.6°C |
|
Maret |
Dingin |
6.1°C |
|
April |
Semi |
12.6°C |
|
Mei |
Semi |
18.3°C |
|
Juni |
Semi |
22.9°C |
|
Juli |
Panas |
25.5°C |
|
Agustus |
Panas |
26.3°C |
|
September |
Gugur |
21.6°C |
|
Oktober |
Gugur |
15°C |
|
November |
Gugur |
7.2°C |
| Desember | Dingin |
0°C |
Pada musim dingin, suhu rata-rata beberapa derajat di bawah titik beku (0 derajat Celcius), sinar matahari tetap ada, dan angin bertiup dari benua Asia. Rekor terdingin adalah -21.1 derajat Celcius pada Januari 1958. Meskipun musim dingin di Korea Selatan terbilang kering, tetap waspadai turunnya salju. Untuk itu, sebelum berangkat studi di sana, pastikan pakaianmu cocok untuk menghadapi empat musim ya!
BACA JUGA: Kenapa Budaya Korea Selatan Lagi Banyak Banget Di Cari? Simak Alasannya
Di Seoul, ibu kota Korea Selatan, iklimnya kontinental. Artinya adalah ibu kota memiliki musim dingin yang dingin dan cerah, serta musim panas yang gerah dan penuh hujan. Seperti wilayah Korea Selatan lainnya, Seoul dipengaruhi oleh sirkulasi monsun: di musim dingin, arus dingin barat laut akan terjadi, sedangkan di musim panas, arus tersebut akan digantikan oleh arus panas dan lembab yang berasal dari tropis.
Iklim saat musim semi dan musim gugur merupakan masa peralihan, di mana kamu akan merasakan iklim sejuk, terutama pada Oktober setiap tahunnya. Secara garis besar iklim nasional, bulan paling panas di Korea Selatan adalah Agustus, paling dingin saat Januari, paling tinggi curah hujannya saat Juli, serta paling berangin saat April.
BACA JUGA: Tips Atasi Perbedaan Waktu Indonesia dan Korea Selatan
Sekarang setelah tahu musim di Korea Selatan, kamu bisa lebih siap mengatur pakaian agar melancarkan adaptasimu terhadap iklim baru. Berbeda jauh dari Indonesia, kamu bisa merasakan lengkap empat musim di Negeri Ginseng. Mungkin ini juga bisa jadi salah satu pertimbangan bagi kamu yang masih mencari alasan buat studi di Korea Selatan. Masih mencari destinasi studi? Tenang aja! SUN Education adalah mitra resmi dari Woosong University dan Inha University, dua dari universitas top negara tersebut!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.
Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education