international education expo
Online International Education Expo
16 Mei 2020

Apa Saja yang Menjadi Khas Budaya Korea Selatan?

budaya korea selatan

budaya korea selatan

Ketika mendengarkan negara Korea Selatan, banyak dari kita yang langsung membayangkan industri hiburan yang mendunia serta destinasi wisata yang selalu menjadi incaran para traveller. Namun, Korea Selatan lebih dari itu. Seperti yang diketahui, negeri ginseng ini selalu punya daya tarik tersendiri dan kekhasan budaya Korea Selatan tidak ada samanya.

Sumber: Freepik

Budaya kontemporer Korea Selatan sendiri berkembang dari budaya tradisional Korea yang biasa pada suku nomaden Korea awal. Hingga kini, dengan industrialisasi, urbanisasi dan westernisasi di Korea Selatan, khususnya Seoul—faktor tersebut telah membawa banyak perubahan pada gaya hidup orang Korea. Tanpa mengesampingkan budaya sendiri, berikut beberapa keunikan budaya Korea Selatan dengan adat dan sejarah dulu yang masih kental dan masih tetap ada sampai saat ini:

Baca Juga : Biaya Hidup di New Zealand untuk Mahasiswa 2020

Mengkonsumsi Kimchi

Sumber: Freepik

 

Kimchi merupakan irisan sayur kubis yang difermentasi dan dipadukan dengan saus cabai merah. Menu ini dilengkapi dengan pasta ikan teri yang lezat dan memiliki rasa pedas dan asam. Orang Korea sangat menyukai Kimchi dan makanan ini selalu dikonsumsi berdampingan dengan hidangan lainnya, seperti ayam goreng pedas, bibimbap, maupun nasi goreng.

Terlebih, kimchi termasuk makanan sehat. Makanan ini mengandung probiotik, terutama lactobacilli yang berkhasiat untuk melancarkan sistem metabolisme tubuh. Bumbu cabai yang digunakan untuk membuat kimchi pun kaya akan nutrisi seperti vitamin A dan vitamin C. Tak heran, kimchi menjadi salah satu warisan budaya oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

 

Pakaian Hanbok

Sumber: Freepik

 

Pakaian hanbok merupakan salah satu khasnya budaya Korea Selatan! Hanbok adalah pakaian tradisional masyarakat Korea yang pada umumnya memiliki warna cerah, dengan garis sederhana serta tidak memiliki saku. Biasanya Hanbok yang digunakan oleh keluarga kerajaan atau keturunan bangsawan akan beda modelnya dengan rakyat biasa. Namun sekarang ini, Hanbok tidak lagi menggunakan sistem itu. 

Baca Juga : 8 Tips Agar Siap dan Tidak Bingung Memilih Jurusan Kuliah

Pakaian tradisional ini digunakan untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan, ulang tahun, dan perayaan ulang tahun ke-61. Selain menggunakan Hanbok, akan ada hiasan tambahan yang biasanya digunakan bersamaan. Untuk wanita, biasanya akan menggunakan tusuk rambut atau yang disebut sebagai binyeo dan alas kaki tradisional yang bentuknya hampir seperti flat-shoes. Sedangkan pria biasanya mengenakan topi maupun rompi sebagai hiasan tambahan untuk dikenakan.

 

Hanok

Sumber: Freepik

 

Kebanyakan dari kita pasti pernah melihat rumah tradisional Korea baik itu dari foto maupun saat menonton film Korea. Hanok adalah sebutan untuk rumah tradisional Korea Selatan. Rumah ini memiliki tampilan unik dan artistik dari segi arsitekturnya. Desain Hanok mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dengan alam. Struktur bangunannya membawa kita kembali pada kehidupan yang lebih sederhana dan tenang.

Meski tidak banyak lagi bangunan di Korea Selatan yang mengusung konsep rumah Hanok, tetapi rumah jenis Hanok masih tetap ada hingga saat ini. Untuk melindungi budaya tersebut, Pemerintah Korea memugar beberapa desa yang masih banyak terdapat bangunan rumah Hanok di sana. Mereka menjadikannya sebagai desa tradisional dan memanfaatkannya untuk kepentingan wisata.

 

Jajan Street-Food saat Dini Hari

Sumber: Freepik

 

Beberapa orang Korea memiliki aktivitas ataupun hang-out hingga di pagi hari. Dengan aktivitas tersebut, mereka dapat merasakan lapar sehingga jajanan di pinggir jalan bisa menjadi salah satu tujuan mereka. Jajanan pinggir jalan di Korea Selatan biasanya dijual di mobil-mobil terbuka, tenda-tenda, ataupun di rumah rumah kecil yang menyediakan meja dan kursi. 

Makanan yang dijual juga tak kalah lezatnya dengan makanan utama. Beberapa street food yang biasanya dijual seperti tteokbokki, panekuk daun bawang (Pajeon), tempura, kimbap, bungeoppang, korean fry dog hotteok, cumi-cumi dan gurita kering, dan masih banyak lainnya. Harga street food juga bervariasi dan rata-rata ramah di kantong.

Baca Juga : 3 Kampus Swasta Terbaik Asal Amerika

Boryeong Mud (Festival Lumpur)

Sumber: ABC News

 

Festival Boryeong Mud sudah ada sejak tahun 1998. Festival ini diadakan setiap bulan Juli dan berjalan selama dua minggu. Karena keunikannya, sudah banyak para wisatawan yang tertarik untuk mengikuti festival lumpur ini. Di Korea Selatan bermain dengan lumpur memang sudah menjadi kebiasaan dan tradisi. Masyarakat Korea Selatan percaya dan meyakini bahwa lumpur berkhasiat bagus untuk kulit. 

Dalam festival ini kamu akan menemukan gulat lumpur, pijat lumpur, akupuntur, hingga berenang di kolam renang lumpur! Karena dampaknya yang positif dan menarik banyak peminat, Festival Lumpur Boryeong ini sudah membantu meningkatkan perekonomian lokal dan mengembangkan kawasan Pantai di Daecheon setiap tahunnya.

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya disini. SUN Education memiliki kerjasama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kota mu.

Comments are closed.

Install SUN Education App
sekarang!
Wajib dimiliki oleh siapapun yang berencana
kuliah keluar negeri!