Mau Langsung Kerja Setelah Lulus? Pilih Irlandia Sebagai Destinasi Kuliah
4 April 2018
Serunya Kuliah di Irlandia
7 April 2018

Intip Cara Miliarder Muda Indonesia Jadi “Creativepreneur”

Yasa Singgih shared his lifes story to be a creativepreneur. Photo/Doc. SUN

Sebentar lagi, saat fenomena bonus demografi pada tahun 2020-2030, Indonesia akan mengalami adanya peningkatan hingga 70% jumlah populasi usia produktif yaitu usia 15-64 tahun (sumber: Badan Pusat Statistik, 2017). Di era digital yang tentunya akan semakin berkembang tersebut, peran para wirausaha kreatif (creativepreneur) sangat dibutuhkan untuk membuka peluang ekonomi lebih besar.

Namun, jalan untuk menjadi wirausaha tak selalu mulus. Untuk itu, pendiri bisnis online fashion pria Men’s Republic, Yasa Singgih, berbagi kisah hidupnya jadi wirausaha kepada anak muda dan orang tua yang hadir di seminar yang bertajuk “Inspire You to be the Next Young Creativepreneur in Digital Era” di acara Australia New Zealand Expo pada Minggu, 14 Januari 2018 di Jakarta.

Yasa Singgih membagikan kisah hidupnya sebagai creativepreneur. Foto/Dok. SUN

 

Jatuh-Bangun Berbisnis

Di acara yang diselenggarakan SUN Education tersebut, pria kelahiran 23 April 1995 ini mengungkapkan keinginannya mencari penghasilan sendiri timbul saat ia duduk di bangku SMP ketika melihat kondisi Ayah yang sakit dan butuh biaya operasi. Dari situ, ia mulai mencari pekerjaan. Ia sempat menjadi Master of Ceremony (MC) berbagai acara dan mulai mengumpulkan modal untuk bisa membuka usaha sendiri.

Memulai usaha tidak sulit, namun untuk mempertahankannya tidaklah mudah, apalagi jika dihadapkan dengan pahitnya kegagalan selama prosesnya. Yasa sendiri sempat menjajal berbagai usaha. Mulai dari menjual lampu hias, kaos, banting setir ke usaha kuliner yang akhirnya membuat Yasa mengalami kerugian Rp 100 juta.

Pada akhirnya, Yasa memilih untuk menekuni satu bisnis saja yaitu fashion Men’s Republic walau dimulai dengan segala keterbatasan. Bermula hanya menjual kaos, kini Men’s Republic punya produk sepatu yang sudah terjual di seluruh Indonesia, bahkan sampai 12 negara lainnya. Tak hanya itu, lewat kiprahnya di Men’s Republic ini, ia sukses masuk ke jajaran Forbes 30 Under 30 Asia “The Most Promising, Daring Entrepreneurs & Game Changers” 2016.

 

Belajar untuk Fokus

Dari pengalamannya berbisnis, ia belajar satu hal, yakni untuk bisa fokus. Bagi Yasa, fokus adalah ketika kita berani mengatakan tidak pada peluang yang sebenarnya menguntungkan.

“Mungkin kalo tidak pernah mengalami kerugian itu, saya jadi tidak mengerti arti fokus itu seperti apa. Yang terpenting adalah siapa yang menjalaninya. Jadi itu yang membuat saya fokus.”

Perihal kegagalan dalam berbisnis, siapapun tokoh-tokoh miliarder  dunia pernah mengalami hal itu. Yang membuat sukses tergantung pada bagaimana kita meresponnya.

“Kalo saya merespon kegagalan dengan belajar. Yang penting jangan terperosok di lobang yang sama lagi,” ucap Yasa.

 

Langkah Menjadi Creativepreneur

creativepreneur

Sumber: Career Addict

 

  1. Cara Menemukan Ide Berbisnis

Yasa membagikan soal empat prinsip dalam membuka suatu bisnis. Yang pertama adalah pastikan kita suka dalam menjalani bisnis tersebut. Kedua, kita juga harus punya keahlian dalam bisnis yang ingin kita tekuni. Ketiga, bisnis yang dijalani harus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Terakhir, bisnis tersebut harus bisa menghasilkan uang buat kita.

 

  1. Berelasi dan Konsisten

Setelah menemukan ide bisnis, kunci penting untuk menjadi creativepreneur adalah dengan banyak berelasi. Cara Yasa memperluas relasi adalah dengan mengikuti pameran yang berkaitan dengan bisnis dan entrepreneur.

“Kita akan mendapat banyak ilmu dan pengalaman dari orang lain. Dari berelasi, kita bisa melihat keresahan dari diri sendiri, tanya ke diri sendiri: masalah apa yang ada di sekitar yang bisa kita pecahkan atau peluang yang bisa kita ambil.”

Masalah konsistensi kadang juga menjadi hal yang sulit dalam berbisnis. Untuk itu, Yasa mengingatkan agar kita tetapkan tujuan dalam berbisnis.

“Saran saya supaya kita konsisten, tetapkan ending (bisnis) atau goal kalo nantinya tercapai itu kita kayak gimana sih. Dengan gitu, kita punya bayangan ‘Wah kalo gw hari ini nyerah, gw enggak dapet dong goal ini’,” jelas Yasa.

 

  1. Memaksimalkan Media Sosial

Di era digital ini, media sosial menjadi wadah yang sangat penting dan fleksibel untuk mempromosikan bisnis kita. Strategi dari Yasa adalah tampilkan sesuatu yang unik dan menarik untuk memperkenalkan bisnis ke khalayak luas.

“Terkadang yang kita tampilkan bukannya harus yang paling cantik atau ganteng. Tapi, bisa jadi kita menampilkan yang paling berbeda.”

 

  1. Berani Mengambil Peran

Sudah punya ide dan paham soal strategi jadi creativepreneur? Langkah terakhir adalah berani mengambil tindakan.

“Pilihannya adalah kita mau ambil peran atau enggak? Karena Indonesia akan mengalami masa jaya ke depannya. Nah, kalo kita mau jadi bagian dari itu, kita harus mulai membangun karya itu dari semuda mungkin,” tutupnya. (SJV)

Tinggalkan Balasan