Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia
14 November 2017
Maksimalkan Potensimu Berkarya dan Berkarir Lewat Winchester School of Arts
6 Desember 2017

Eksplorasi Skill di bidang IT dan Media Online Melalui Workshop Murdoch University

skill di bidang IT

Associate Professor Murdoch University Hamid Laga presented his explanation about IT skill for the workshop participants. Photo / Doc. SUN

Eksplorasi Skill di bidang IT dan Media Online. Pesatnya kemajuan industri IT dan media online kini menandakan prospek karir di kedua industri tersebut menjanjikan. Perlu adanya pengalaman langsung bagi mereka yang ingin berkecimpung di industri tersebut, seperti yang disuguhkan melalui workshop ‘Communications, Media & Screen Production’.

Workshop ini diadakan oleh Murdoch University, Perth-salah satu universitas terbaik di Australia  dan SUN Education pada Sabtu (9/12/17) di hotel di Jakarta Pusat ini tepatnya mengupas mengenai fleksibilitas dari virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) serta teknologi game dalam berbagai industri dan bagaimana komunikasi online membentuk karir masa depan.

Melalui game berbasis VR dan AR, Associate Professor in Computer Science dari Murdoch University, Hamid Laga menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai ilmu, salah satunya ilmu kesehatan. Contohnya projek Neuromender, yakni program rehabilitasi VR berbasis komputer yang dibuat oleh beberapa mahasiswa dari Murdoch School of Engineering and Information Technology dan telah bekerja sama dengan para dokter dari West Australian Neuroscience Research Institute (WANRI).

 

Eksplorasi skill di bidang IT dan media online

Associate Professor Murdoch University Hamid Laga memaparkan penjelasannya untuk para peserta workshop. Foto/Dok. SUN

 

Game tersebut dirancang dengan grafis yang sederhana untuk membantu pemulihan para  penderita stroke lewat lingkungan simulasi multi sensorik yang memudahkan mereka “bergerak” dalam jarak tak terbatas. Hebatnya, para pasien di sana terus dimotivasi dan diawasi oleh para profesional medis untuk menyelesaikan tiap tahap rehabilitasi.

 

Desain grafis game Neuromender. Foto/Dok.Media Murdoch

 

Berkaca dari projek itu, Hamid menjelaskan dalam membuat desain software games sebaiknya dirancang menarik dan sesuai kebutuhan. “Tanyakan kepada user, apa yang menjadi keperluan dan persyaratan mereka,” ujar professor Hamid. Seperti halnya Neuromender yang dibuat sesederhana mungkin sehingga para pasien stroke merasa nyaman.

Selain hal di atas, tim perancang desain software games haruslah terdiri dari orang yang memiliki keahlian dalam mengelola sistem informasi bisnis, dapat mempersiapkan akses yang mudah ke data dan perangkat, membangun  sistem perlindungan data, serta keahlian dalam menganalisa data. Disiplin ilmu teknologi informasi di Murdoch University membantu siswa mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan tersebut.

Dari gambaran projek Neuromender, Hamid mengajak para peserta untuk kembali eksplorasi skill di bidang IT dengan membuat konsep program yang serupa. Mereka juga diajak menjajal berbagai game VR yang disambut antusias oleh 21 pelajar SMA dan universitas yang hadir.

Salah satu peserta mencoba game virtual reality dari Murdoch University. Foto/Dok.SUNSelain itu, dari pelatihan ini para peserta juga belajar mengenai strategi komunikasi online lewat penulisan kreatif, foto, video dan sebagainya. Pada praktiknya, para peserta diajak untuk membuat konsep kampanye di media sosial untuk suatu brand global. Seru banget! (SJV)

Tinggalkan Balasan