Kemeriahan Grand Final The Chef Hunt 2018
29 November 2018
Ability English Elicos
4 Desember 2018

5 Fakta Penting Tentang Profesi Aktuaris

Sudah pernah dengar apa itu profesi aktuaris? Secara singkat, aktuaris adalah seorang ahli yang bertugas untuk menyelesaikan persoalan-persoalan aktual pada sebuah bisnis, khususnya yang berhubungan dengan risiko.

Faktanya, di Indonesia, profesi aktuaris profesional jumlahnya masih sangat minim. Saat ini, baru ada sekitar 500 aktuaris dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Padahal, aktuaris sangat dibutuhkan banyak perusahaan di berbagai bidang.

Selengkapnya mengenai jurusan ini, SUN Media merangkum lima fakta penting tentang profesi ini yang perlu kamu ketahui, beberapanya langsung dari pemaparan para ahli pada acara Acturial Science Expo 2018 pada Kamis (15/11) di Balai Kartini, Jakarta:

 

profesi aktuaris

Para ahli berbagi ilmu dan pengalaman di bidang aktuaria, salah satunya prospek karir profesi aktuaris yang menjanjikan. Sumber: SUN

  1. Peran Utamanya “Meramal” Risiko Masa Depan

Masa depan adalah sesuatu yang abstrak dan penuh tantangan. Namun, seorang aktuaris bisa membantu meramal risikonya dengan perhitungan yang tepat. Risiko di sini berarti suatu konsekuensi buruk yang mungkin terjadi, seperti bencana alam, kecelakaan, kebakaran, dan lainnya. Dalam menghitung risiko, aktuaris wajib mengaplikasikan rumus dari teori matematika, probabilita dan statistika, serta ilmu ekonomi dan keuangan, yang dipelajari dalam ilmu aktuaria.

 

  1. Ikut Berkontribusi dalam Membangun Bangsa

Pierre Yves Monnard, perwakilan dari Global Affair Canada, menjelaskan bahwa profesi aktuaris berperan penting dalam membangun bangsa. “Keahlian para aktuaris merupakan kunci kestabilan ekonomi dan keuangan di sektor publik, serta kapasitas manajemen di tingkat nasional dan regional.”

Fungsi aktuaris, lanjutnya,  sangat berdampak pada pembangunan ekonomi termasuk dalam asuransi jiwa dan umum, perbankan, pensiun, layanan pemerintah, pembiayaan perawatan kesehatan, investasi dan lainnya. Melihat fakta ini, Fauzi Arfan, Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), tegas menyatakan bahwa negara Indonesia sangat membutuhkan aktuaris mengingat negara kita rentan dengan bermacam risiko, seperti bencana alam, risiko keuangan, dan lainnya.

 

  1. Harus Cinta Ilmu Matematika

Karena pekerjaannya erat dengan perhitungan dan analisa, Ponno Jonatan, Konsultan Aktuaria, menjelaskan pada sesi workshop bertajuk Practicing your Acturial Skills bahwa seorang aktuaris harus mampu menguasai ilmu matematika.

“Selain berkaitan dengan pekerjaan, aktuaris juga akan melewati berbagai ujian untuk mencapai gelar profesional yang sangat erat dengan ilmu matematika, satistik, dan investasi. Makanya, saya sarankan, jika Kamu tidak suka matematika atau hitung-hitungan, lebih baik tidak usah menekuni profesi ini,” paparnya.

 

  1. Harus Punya Tekad yang Luar Biasa

Steven Tanner, seorang Direktur dan Aktuaris yang berpengalaman 30 tahun ini menjelaskan bahwa untuk memperoleh gelar aktuaris profesional dibutuhkan waktu yang  cukup lama. Meski sudah lulus sarjana, seorang aktuaris harus mengikuti berbagai ujian sertifikat dengan perkiraan waktu enam sampai 10 tahun lagi.

Adapun aktuaris memiliki dua gelar di Indonesia, yakni Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI) dan Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI). Aktuaris bergelar FSAI telah menyelesaikan 10 mata ujian yang diselenggarakan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), sementara ajun aktuaris bergelar ASAI hanya mengikuti delapan mata ujian di antaranya.

“Untuk itu, kerja keras sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang aktuaris profesional. Yang paling penting, jangan mundur jika kamu sudah memutuskan untuk masuk ke profesi ini,” pesan Steven.

 

  1. Digaji Tinggi

Dibalik perjalanan yang panjang untuk menjadi aktuaris profesional, tentunya kamu akan mendapatkan gaji yang setimpal sesuai dengan gelar kamu. Berikut referensi gaji  seorang aktuaris dari tahap pemula sampai direktur utama:

  • Dimulai sebagai profesi Actuarial Analyst, gajinya sekitar Rp 4-7 juta per bulan.
  • Setelah lulus lima mata ujian sertifikasi, seorang Actuarial Analyst menjadi Associate yang memenuhi ASAI (Associate Societies Actuary Indonesia) dengan gaji berkisar Rp 10-25 juta per bulan.
  • Selanjutnya, seorang Associate akan naik ke level Manager Actuary dengan gaji 38 juta rupiah per bulan.
  • Setelahnya menjadi Fellow ke posisi Appointed Actuary dengan gelar dari Fellow Societies Actuary Indonesia dengan gaji lebih dari 50 juta Rupiah per bulan.
  • Kemudian naik lagi ke level Chief Actuary, dimana gaji seorang Aktuaris akan selevel dengan gaji direktur utama perusahaan-perusahaan besar.

Nah, bagaimana Sunners? Untuk kamu yang tertarik menekuni jurusan Ilmu Aktuaria, kunjungi SUN Course Navigation untuk mencari universitas yang menyediakan jurusan tersebut. Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi kantor SUN terdekat.

Tinggalkan Balasan