Aktuaris: Sepi Peminat, Namun Menjanjikan
28 Agustus 2018
Prospek Karier Era Industri 4.0
20 September 2018

Prospek Cerah Industri Kreatif

Yudha presented a brief presentation on the prospects of the creative industry which is increasingly supported by the Indonesian government. Photo: SUN

Prospek Cerah Industri Kreatif. Berkolaborasi dengan SUN Education, School of Audio and Engineering (SAE) Indonesia menyelenggarakan acara SAE Creative Media Campus Tour pada Kamis (30/8) di Jalan Raya Pejaten, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri sekitar 50 pelajar kelas 12 dari SMA Kristen Ketapang 1, Jakarta. Tur kampus ini diakomodir oleh Yudha Diputra, Marketing SAE Indonesia, yang bertugas sebagai ‘tour leader’ mengantarkan para siswa mengeksplor berbagai kelas di SAE.

industri kreatif

Yudha membawakan presentasi singkat tentang prospek industri kreatif yang semakin didukung pemerintah Indonesia. Foto: SUN

SAE Indonesia sendiri adalah kampus yang berfokus pada pendidikan industri media kreatif dengan  berbagai jenjang program dalam disiplin ilmu Animasi, Audio, Film dan Musik. Kampus ini merupakan kolaborasi dari SAE Australia yang didirikan pada 1976 dan telah menjadi pemimpin global dalam pendidikan media kreatif.

Melalui acara tur kampus ini pula para peserta berkesempatan mengenal lebih dalam industri media kreatif. Mereka tak sekadar melihat-lihat ruangan kampus SAE, tapi juga menjajal berbagai fasilitas kampus melalui demo film, demo surround sound, dan demo musik dengan bimbingan para pengajar di SAE.

Pada demo film, misalnya, Yudha mengajak para peserta ke studio kampus yang memiliki fasilitas sound stage dan green screen. Awalnya, peserta diajak menonton cuplikan film pendek bisu dan soundtrack lagu. Setelahnya, peserta berkesempatan mengetahui proses pengaturan suara dalam film.

Setelahnya, para peserta diajak menuju ke studio surround mixing untuk demo surround sound untuk mengetahui proses pembuatan efek suara yang ternyata dilakukan terpisah dari kegiatan shooting film. Contoh efek suara yaitu seperti jejak kaki, tembakan, dan gemericik air. Demo ini membuka wawasan baru bagi peserta bahwa sound yang diramu dengan baik, ampuh menciptakan ‘panggung’ sendiri bagi penonton. Sound film yang digarap maksimal juga mampu mengaduk emosi para penonton.

Selain soal film, peserta juga berkesempatan menggali ilmu tentang music production. Untuk itu, Yudha pun menggiring mereka memasuki studio 1 untuk menyaksikan demo music audio. Terlihat antusiasme peserta yang ingin mengetahui cara memproduksi lagu, mulai dari alat untuk rekaman, proses recording, dan editing menggunakan software.

Suasana demo music production berlangsung menyenangkan bersama para peserta dan tutor SAE. Foto: SUN

Salah satu peserta, Jerikha, mengajukan diri untuk menyanyi. Suaranya yang merdu itu pun direkam oleh para tutor SAE. Berkesempatan unjuk kebolehan bernyanyi, Jerikha pun tak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada industri kreatif.

“Lewat acara ini, aku jadi mengenal lebih dalam lagi tentang dunia perfilman dan musik. Aku pun jadi tertarik meneruskan kuliah di media kreatif. Niat kuliah di jurusan arsitektur sepertinya perlu aku pertimbangkan lagi,” cetusnya, bersemangat.

Para peserta SAE Campus Tour, Perwakilan SUN Education, dan Staf SAE berkumpul bersama usai acara. Foto: SUN

Bagi Ningsih Soedarmadji, Founder dan Representative SAE Indonesia, tur kampus ini bertujuan untuk membuka wawasan generasi muda tentang industri media kreatif. Dengan target peserta pelajar SMA, Ningsih ingin bahwa acara ini bisa memberi gambaran bagi mereka yang masih bimbang dalam memilih jurusan. “Prospek karier di industri media kreatif di Indonesia sangat besar, mengingat dunia kini telah berubah mengarah ke digital. Di masa depan, ekspektasi karya seni yang berkualitas semakin tinggi. Makanya, semakin banyak dibutuhkan SDM yang memiliki skill tinggi dalam mencitakan karya kreatif,” jelas Ningsih.

Ningsih Soedarmadji. Foto: SUN

Ningsih pun berharap , SAE Indonesia dapat menjadi wadah bagi generasi bangsa yang tertarik menekuni industri kreatif. “Sudah menjadi komitmen bagi SAE untuk membekali para siswa dengan kreativitas dalam berpikir maupun berinovasi. Ini tentunya untuk mendukung berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” pungkas Ningsih.

Nah, bagi kamu yang tertarik menempuh karir di industri media kreatif, kamu bisa pertimbangkan studi di SAE Indonesia dan juga SAE Australia melalui proram pathway-nya. Ada tiga program pathway yang ditawarkan, yakni Audio Bachelor, Film Bachelor, dan Animation Bachelor. Nantinya, kamu bisa menyelesaikan SAE Diploma di Jakarta selama 12 bulan, dan lanjut ke SAE Australia selama 16-20 bulan untuk menempuh gelar sarjana.

Selengkapnya mengenai program-program yang ditawarkan di SAE Indonesia dan SAE Australia bisa kamu lihat di SUN Course Navigation. Untuk konsultasi langsung mengenai pengurusan studi ke luar negeri, kunjungi kantor SUN Education terdekat.

Tinggalkan Balasan