Intip Cara Koordinator PPI Sedunia 2016 Maksimalkan Peluang Kuliah di Luar Negeri
3 April 2018
Mau Langsung Kerja Setelah Lulus? Pilih Irlandia Sebagai Destinasi Kuliah
4 April 2018

Apakah Bisnis Start-Up Cocok untuk Semua Orang?

Bisnis start-up (rintisan) marak bermunculan di Indonesia tiap tahunnya. Peluang yang besar dalam bisnis ini ditandai dengan dukungan pemerintah terhadap kewirausahaan, serta tingginya kesadaran masyarakat akan internet dan transaksi e-commerce (perdagangan online). Tapi, apakah bisnis start-up cocok untuk semua orang?

Sedikit Tentang Start-Up

tart-up menurut situs businessdictionary.com (diakses pada 3/4/2018) adalah:

Tahap awal dalam siklus hidup perusahaan di mana pengusaha bergerak dari tahap gagasan untuk mendapatkan pembiayaan, merancang struktur dasar bisnis, dan memulai operasi atau perdagangan.

Singkatnya, start-up merujuk pada semua perusahaan yang berada dalam pengembangan. Kini, bisnis start-up juga dihubungkan dengan internet, web, dan teknologi, mulai dari bentuk e-commerce (perdagangan), aplikasi edukasi sampai aplikasi game.

 

Yakin Ingin Berbisnis Start-up?

Apakah Bisnis Start-Up Cocok untuk Semua Orang?

Sumber: Shutterstock

Walaupun peluang membangun bisnis start-up sangat besar, nyatanya, tidak semua orang cocok membuka bisnis start-up. Seperti yang dipaparkan Antonny Liem, CEO Merah Cipta Group Holding Company dalam seminarnya bertajuk “CEO Talk: Start-up Business, Is It for Everyone?” dalam acara World Top 250 Prestigious Universities Education Expo 2018 pada 25 Maret 2018 di Jakarta.  Pria yang sudah menjadi CEO di usia 26 tahun ini banyak berkisah mengenai seluk-beluk start-up.

 

Antonny Liem, CEO Merah Cipta Group Holding Company dalam seminarnya bertajuk “CEO Talk: Start-up Business, Is It for Everyone?” Foto: SUN

 

“Kalau kita bicara mengenai bisnis start-up yang scalable (terukur), saya pikir bisnis ini tidak buat semua orang,” ujar Antonny.

Dari segi personal, lanjutnya, untuk tahu Anda cocok jadi start-up entrepreneur atau tidak, seseorang harus mampu mengukur kemampuan diri sendiri, bukan hanya dari segi otak tapi segi fisik. Ia mengatakan untuk betul-betul mendapatkan penghasilan sebagai entrepreneur saja dibutuhkan waktu tiga atau lima tahun. Jika Anda ingin mendapatkan penghasilan dari awal, mungkin start-up bukan pilihan yang tepat.

Dari segi bisnis mana yang cocok untuk start-up, Anda harus membuka bisnis yang bisa mengambil peluang di antara yang sudah ada. Karena, jika mendirikan bisnis start-up yang bidangnya sama dengan start-up lain yang sudah punya “nama” pastinya akan sulit bersaing, apalagi jika modal tidak cukup.

 

Persiapan Membangun Start-up

Sebelum membangun start-up, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi :

  1. Seseorang harus mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang nantinya bisa dieksekusi dengan tepat. Baik itu solusi melalui produk maupun jasa yang ditawarkan yang memiliki nilai yang unik.
  2. Sebagai pemimpin atau CEO dari start-up yang ingin Anda bangun, Anda harus mampu multi-tasking dan mau belajar. Antonny mengatakan seorang pemimpin start-up harus mampu setidaknya mempelajari akutansi, pemasaran, penjualan produk, organisasi dan lainnya.
  3. Sebuah tim yang solid juga menjadi kunci dari mendirikan start-up yang sukses. Anda bisa merekrut orang-orang yang tepat, serta menetapkan nilai dan misi yang jelas untuk bisnis Anda.

 

 

Tantangan Membangun Start-up

  1. Skalabilitas

Yang paling sulit adalah ketika bisnis start-up kita dalam proses skalabilitas atau bagaimana membuat start-up menjadi (lebih) besar dan mampu memaksimalkan hal kecil untuk memperoleh hal besar.

  1. Fleksibel terhadap perubahan

Karena dunia start-up selalu membawa perubahan yang cepat, Anda harus memiliki daya tahan dan fleksibilitas terhadap perubahan. Contohnya, ketika bisnis start-up semakin berhasil, Anda harus siap dengan berbagai perubahan seperti budaya, modal, marketing, pelanggan, masalah dan lainnya.

  1. Belajar dari kegagalan

Kegagalan pun adalah hal yang biasa di dunia start-up. Tapi Antonny berujar agar Anda menjadi orang yang tidak gampang luluh dengan kegagalan, tapi cepat belajar terhadap hal-hal baru dan berani maju lagi. (SJV)

Tinggalkan Balasan