Want to Working While Studying in USA?
Ingin Kuliah Sambil Kerja di Amerika? Cermati Dulu Jenis Visanya
26 Desember 2017
Mau Skor IELTS Speaking 7.0? Ini Tips dan Trik yang Bisa Kamu Ikuti (Bagian 3)
28 Desember 2017

Pentingnya EQ untuk Meningkatkan Kualitas Diri Generasi Millenial

Source: SUN

Peran teknologi sangat berpengaruh dalam membentuk generasi millenial saat ini. Tersedianya banyak pilihan yang bisa digunakan dengan teknologi memungkinkan para pengguna lebih mudah melakukan banyak hal.

Salah satu contoh penggunaan teknologi masa kini tentunya adalah media sosial. Pengguna internet paling banyak di Indonesia adalah generasi millenial yang lahir di rentang tahun 1980an sampai 2000 berdasarkan survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet. Namun, tak jarang pula kita temukan rata-rata generasi millenial kurang memiliki kemampuan dalam menuangkan perasaannya melalui media sosial. Sampai-sampai terdengar istilah “generasi micin” untuk menggambarkan kondisi generasi saat ini. Lalu, apa yang diperlukan generasi millenial kini?

Pada Teacher Workshop dengan topik Facing the Millennial: IQ VS EQ, Master Emotional Quotient (EQ) Indonesia Joshua Iwan Wahyudi menegaskan pentingnya memiliki kemampuan EQ untuk menguasai diri sendiri ke arah yang lebih baik. Pengertian EQ secara sederhana, lanjutnya, adalah kemampuan untuk menyadarkan dan mengatur perasaan diri sendiri dan orang lain supaya menghasilkan yang lebih produktif.

Generasi Millenial

Joshua Iwan Wahyudi menegaskan pentingnya memiliki kemampuan EQ untuk menguasai diri sendiri ke arah yang lebih baik. Sumber: SUN

“Jarang sekali EQ diajarkan pada generasi muda. Pada kita (generasi pendahulu) juga jarang sekali. EQ is a life skill. Sesuatu yang enggak ada rumusnya, tapi sangat kita butuhkan dalam hidup,” ungkapnya dalam acara Teachers Workshop yang diselenggarakan SUN Foundation dan SUN Education Group ini pada Selasa (21/11/2017) di Jakarta Selatan.

Pentingnya memiliki kemampuan EQ yang baik juga dipaparkan World Economic Forum yang membeberkan data TOP 10 Skills pada 2020 yang dibutuhkan untuk berkembang di revolusi industri keempat, di mana teknologi semakin merajai era tersebut. 10 skills atau keterampilan tersebut adalah complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgment and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility.

Dari data tersebut, emotional intelligence atau dalam hal ini EQ menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki. Sembilan keterampilan lainnya pun berkaitan dengan kemampuan mengatur kecerdasan emosi. Terkait hal ini, Joshua memaparkan beberapa kemampuan penting yang ada di dalam EQ.

Pertama adalah Delay Gratification. Sederhananya, ini adalah kemampuan untuk menahan diri atau menunda sesuatu supaya hasilnya lebih produktif. Contohnya, menahan diri untuk tidak membeli sesuatu yang memang tidak dibutuhkan.
Kedua adalah Bounce Ability. Kemampuan ini berkaitan dengan bagaimana kita tidak mudah menyerah dan mampu bangkit dari keadaan tidak menyenangkan.

“Cara melatihnya adalah Anda harus mengizinkan orang berada di dalam masa yang bisa menekan (give pressure) diri orang tersebut. Tapi, kondisi stress itu harus seimbang dan tidak berlebihan,” jelas Joshua.

Joshua menjelaskan kemampuan selanjutnya yang tak kalah penting adalah Social Skill, yakni kemampuan untuk menyadarkan dan “mengotak-atik” orang. Kemampuan ini menekankan pada bagaimana kita bisa bersikap dan memahami orang lain dari sudut pandang orang tersebut supaya kita dapat mengenal dan mendekati orang dengan produktif. Dalam hal ini, generasi millenial harusnya tidak serta-merta menelan ungkapan “be yourself” yang menjadikan diri centre of attention, sampai-sampai tidak peduli dengan keadaan orang lain. (SJV)

Tinggalkan Balasan