Restoran Halal Dekat Kampus Newcastle UK
Restoran Halal Dekat Kampus Newcastle UK
23 Mei 2017
Sekolah Keperawatan & Kebidanan UCC Dengan Reputasi Terbaik
Peringkat Top 100, Sekolah Keperawatan & Kebidanan UCC Dengan Reputasi Terbaik
24 Mei 2017

Puasa 19 Jam di Irlandia? Biar Siap, Baca Dulu Tips Ini!

Fasting for 19 Hours in Ireland

Potret Negara Irlandia / Sumber: BBC

Puasa 19 Jam di Irlandia? Biar Siap, Baca Dulu Tips Ini!

Puasa 19 Jam di Irlandia? Biar Siap, Baca Dulu Tips Ini!. Menjalani puasa pertama saat bulan Ramadan di negara-negara Eropa yang memiliki waktu puasa yang lama mungkin saja terasa berat. Seperti di Irlandia, salah satunya. Di negara Zamrud ini, lama puasa di bulan Ramadan sekitar 18 sampai 19 jam. Tentunya, butuh persiapan yang baik untuk dapat menjalani puasa dengan lancar.

Apa saja persiapannya? Simak tips berikut ini:

  1. Miliki Niat yang Kuat

Ketika menjalani puasa di Irlandia, pertama-tama, kamu harus memantapkan niat kamu untuk lancar berpuasa. Karena, di Irlandia sendiri waktu puasa sekitar 19 jam, maka awalnya kamu akan sulit beradaptasi. Seperti kata pepatah, “Di mana ada niat, di situ ada jalan.

  1. Ketahui Jam Shalat Maghrib dan Subuh

Muslim di Dublin beribadah untuk merayakan Eid al Adha / Sumber: Irish Central

Terkait dengan jam buka puasa, kamu pun perlu mengetahui jam shalat maghrib dan subuh. Berdasarkan jadwal di Dublin, Irlandia, yang tercantum di Muslimpro.com, sekitar akhir bulan Mei nanti, waktu shalat maghrib di Irlandia dimulai sekitar pukul 22.40 waktu setempat, sedangkan waktu shalat subuh dimulai sekitar pukul 03.26 waktu setempat (setiap hari menit bisa berubah-ubah).

  1. Atur Pola Makan

Pertama kali puasa di Irlandia bisa saja terasa berat. Maka dari itu, selain punya niat yang kuat, kamu juga perlu persiapan yang baik dalam mengatur pola makan. Karena puasa dalam waktu yang lama, otomatis kamu juga perlu “cadangan” lebih untuk tubuh agar bisa bertahan. Untuk itu, perhatikan menu gizi seimbang, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Misal, di Indonesia makanan pokoknya nasi, di Irlandia kamu bisa mengganti dengan roti, kentang, dan lainnya. Juga, perbanyak minum air putih ketika sahur dan buka puasa untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

  1. Ketahui Cuaca

Karena puasa jatuh pada Mei, maka kamu akan merasakan puasa di musim panas. Walaupun musim panas, temperatur di Irlandia tidak terlalu panas dengan rata-rata suhu 30 derajat celcius. Dengan kondisi cuaca seperti ini, mungkin kamu tidak akan terlalu merasa dehidrasi. Namun, untuk meminimalisir rasa haus, dilansir dari detik.com (18/5/2017), sesuai anjuran Retno Pangastuti, DCN, M.Kes., kamu sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi natrium (seperti kecap, garam meja, dan lainnya) sebab dapat memicu haus.

  1. Ketahui Budaya

Di Irlandia, Islam menjadi agama minoritas dengan jumlah 1,1 persen dari total 4,5 juta penduduk. Namun, upaya meningkatkan toleransi beragama terus dilakukan dari sejumlah pihak, salah satunya seperti yang dilakukan Lembaga Perdamaian dan Integrasi Dewan Islam Irlandia Muslim. Lembaga tersebut kerap meningkatkan kebersamaan dengan sesama warga baik dengan non-Muslim. Misalnya, dengan menggelar acara makan bersama. Kamu juga bisa berupaya untuk saling menjaga dan meningkatkan kebersamaan dengan rekan-rekan yang ada, salah satunya saling membantu dan berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.

Dalam bulan Ramadhan, umat Muslim di sini juga akan aktif melakukan kegiatan rohani. Sama seperti di Indonesia, kegiatan bulan Ramadan di sini akan dipenuhi dengan sejumlah kegiatan rohani, seperti pesantren kilat, buka puasa bersama, shalat tarawih dan beberapa kegiatan ibadah malam lainnya.

  1. Berkumpul Bersama Saat Iftar Internasional

Selama berpuasa di Irlandia, kamu bisa berpartisipasi dalam acara yang diadakan oleh Islamic Center di Cork yang menawarkan makan bersama dengan sesama umat Muslim dan non-Muslim dari penjuru dunia yang ada di Irlandia.

Komunitas Iftar di Masjid Cork Muslim Foundation / Sumber: IMPIC

Di sini, setelah berpuasa selama 19 jam lamanya, kamu akan merasakan momen kebersamaan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan agama, untuk menikmati makan bersama, seperti dari Jerman, Arab, Nigeria, dan lainnya. Ini menjadi kesempatan untuk kamu bisa saling berbagi dan berelasi kepada orang di sekitarmu. (SJV)

 

Comments are closed.