Author:
Updated: 25 September 2024
Jurusan pertama yang bisa menjadikanmu astronot adalah astronomi yang bisa menjadi landasan kuat. Selama kuliah kamu fokus mempelajari bintang, planet, galaksi, dan fenomena luar angkasa lainnya. Ini gak cuma soal melihat bintang dengan teleskop, lho. Di sini, kamu juga belajar soal hukum fisika yang mengatur pergerakan benda-benda langit. BACA JUGA: 4 Jurusan Kuliah untuk Menjadi Hacker
Jurusan selanjutnya untuk menjadi seorang astronot yaitu astrofisika atau astrophysics. Dalam jurusan kuliah ini kamu akan belajar bagaimana hukum-hukum fisika diterapkan dalam ruang angkasa. Mulai dari bagaimana planet bergerak, sampai bagaimana energi bekerja di bintang-bintang. Tidak cuma itu saja, astrofisika mengajarkan kamu untuk memahami gaya gravitasi, radiasi, dan energi yang ada di luar angkasa. Jadi, kamu gak cuma harus siap secara mental, tapi juga secara ilmiah. Dengan pengetahuan ini, kamu bisa mengatasi tantangan yang mungkin terjadi selama misi. BACA JUGA: Future Einstein, Ini 7 Jurusan Kuliah untuk Menjadi Ilmuwan Masa Depan
Salah satu jurusan untuk menjadi astronot yang disebutkan NASA adalah biological science. Ketika kuliah jurusan ini kamu akan lebih paham tentang bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap kondisi nol gravitasi, radiasi kosmik, dan isolasi yang panjang. Tanpa pemahaman yang baik tentang biologi, bertahan hidup di luar angkasa bisa jadi sangat sulit. Jurusan biological science juga mengajarkanmu tentang penelitian ilmiah, khususnya yang berkaitan dengan adaptasi tubuh manusia. Ini penting karena astronot sering kali harus melakukan eksperimen biologi selama misi. BACA JUGA: 24 Jurusan yang Cocok untuk Menjadi Calon CEO
Jurusan yang cocok untuk menjadi astronot berikutnya adalah aerospace engineering atau teknik dirgantara. Selama kuliah kamu akan diajarkan bagaimana merancang dan membangun segala jenis kendaraan udara dan ruang angkasa. Ilmu dari jurusan aerospace engineering berguna untuk memahami bagaimana pesawat ruang angkasa bekerja. Bahkan Neil armstrong sang astronot pertama yang menginjakan kaki di bulan merupakan lulusan aerospace engineering lho. BACA JUGA: 5 Jurusan Paling Cocok untuk Kamu Seorang Gamers
Jurusan selanjutnya untuk menjadi astronot yaitu physical science. Kamu akan belajar tentang berbagai hukum fisika terhadap tubuh hingga struktur dasar alam semesta, dari partikel kecil hingga galaksi besar. Kamu akan tahu gimana caranya bergerak di luar angkasa dan bereaksi di tempat tanpa gravitasi. Karena dalam melakukan pergerakan di luar angkasa butuh pemahaman fisika yang kuat. BACA JUGA: 8 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Pecinta Alam
Salah satu jurusan untuk bisa menjadi astronot adalah computer science. Selama kuliah kamu bakal belajar coding, pemrograman sistem, hingga kecerdasan buatan. Semua ilmu tersebut akan digunakan dalam misi luar angkasa. Karena sebagai astronot, kamu bakal berurusan dengan sistem komputer canggih di pesawat luar angkasa. Bayangin, gimana jadinya kalau sistem komputer di stasiun luar angkasa tiba-tiba error? Di situ, kamu lah yang harus sigap memperbaikinya. Jadi, memahami cara kerja perangkat lunak dan perangkat keras itu wajib hukumnya.
Kalau kamu suka hitung-hitungan matematika bisa jadi pilihan terbaik. Sebagai astronot kamu gak cuma butuh keberanian, tapi juga otak encer untuk menghitung segala sesuatu secara presisi. Mulai dari pergerakan roket sampai kalkulasi jarak antarplanet, semuanya melibatkan matematika. Kamu tahu kan di luar angkasa itu gak ada tempat buat kesalahan? Satu angka salah, bisa fatal akibatnya. Di sini, matematika berperan penting banget. Ilmu ini ngasih kamu kemampuan berpikir logis dan analitis. Setiap keputusan yang kamu buat di luar angkasa, dari pergerakan pesawat hingga perhitungan bahan bakar, semua berdasar pada perhitungan matematis yang akurat.
Kalau kamu lebih tertarik dengan teknologi, jurusan teknik elektro bisa jadi pilihan terbaik. Kenapa? Karena sebagai astronot, kamu akan berurusan dengan berbagai sistem elektronik canggih di pesawat luar angkasa. Mulai dari komunikasi, navigasi, sampai kontrol pesawat—semua teknologi ini dijalankan oleh perangkat elektronik. Bayangkan, kamu sedang berada ratusan ribu kilometer dari Bumi, dan tiba-tiba ada gangguan pada sistem komunikasi. Kalau kamu punya latar belakang teknik elektro, kamu bisa langsung memahami apa yang salah dan memperbaikinya. Teknologi ruang angkasa itu rumit, dan kamu perlu paham cara kerjanya. Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!Related Posts
Connect with SUN Education