jurusan kuliah animation animasi
Animation / Animasi
26 Juli 2021
Promoting ECS Southampton University 02 – 06 Agustus 2021
28 Juli 2021

Mitos Mahasiswa Hukum yang Orang Pikir Kuliahnya Susah Atau Gak Sih

Sumber: unsplash.com

Berminat untuk melanjutkan studi dan berkuliah di jurusan hukum? Pasti yang tercetus pertama adalah, “memangnya, kuliah hukum susah gak sih?” Karena, kita harus memahami isi dari Undang Undang, belum lagi memahami berbagai pasal pidana maupun perdata, hingga istilah istilah hukum yang terdengar asing di telinga orang umum.

Bagi sebagian orang, bisa menempuh  kuliah di jurusan hukum memang terkesan prestisius. Kesempatan kerja yang luas dan jaminan masa depan yang cerah kerap melekat bagi para lulusannya. Namun di balik itu, terdapat perjuangan dalam membaca, memahami, dan menganalisa setiap pasal dalam tata perundang undangan. Hmm, sepertinya terdengar sulit, ya?

Pada dasarnya, apapun jurusan perkuliahan yang kamu tempuh pasti ada susah dan gampangnya. Misalnya, jurusan komunikasi yang kelihatannya mudah pun ternyata banyak teori yang harus diterapkan. Begitu pula dengan jurusan teknik, jika mampu menjalaninya dengan sungguh-sungguh akan terasa mudah. Intinya, harus totalitas!

Tapi kamu tahu nggak sih, ada sejumlah mitos yang melekat kepada para mahasiswa hukum nih. Mulai dari harus bisa menghapal semua pasal hingga punya jurus agar terbebas dari tilang, lho!

Makanya, lewat artikel ini, mari kita bahas sejumlah mitos yang bikin orang bertanya, kuliah hukum susah gak sih. Simak terus, ya!

Kuliah hukum susah gak sih

Sumber: unsplash.com

 

Harus Hapal Semua Pasal dan Undang Undang

 

Layaknya mahasiswa Jurusan Fisika yang hapal rumus kecepatan gravitasi, atau mahasiswa Jurusan Komunikasi yang hapal teori komunikasi massa. Sebagai mahasiswa Jurusan Hukum juga harus hapal pasal dong! Tapi tenang, tidak harus menghapalkan semuanya kok.

Asal kamu tahu, terdapat ratusan pasal di dalam Undang Undang. Belum lagi di dalam KUHP, KUHPer, KUHD, dan lainnya. Artinya, sebagai calon mahasiswa hukum, bukanlah kemampuan menghapal yang menjadi kunci utama, melainkan kemampuan analisa, lho! 

Artinya, kita harus mampu menganalisa dan membandingkan dengan undang undang lainnya dalam menangani kasus yang sedang kita hadapi. Apakah kasus tersebut masuk ke dalam hukum perdata, atau hukum pidana, atau bahkan hukum tata negara. Karena jika salah menggunakan pasal sebagai acuan dalam menuntut suatu kasus, bisa jadi kita yang akan dituntut kembali.

Pasti kamu juga bertanya, setiap ujian di kuliah hukum susah gak sih? Mengingat begitu banyak pasal yang harus dipelajari. Tenang saja, biasanya ujian di kuliah hukum memperbolehkan mahasiswanya untuk membuka sejumlah literatur pendukung. Karena biasanya ujian seperti ini tidak menuntut hapalan kita, melainkan lebih menekankan kemampuan analisa.   

 

Lulusan Kuliah Hukum Pasti Jadi Pengacara

 

Kuliah hukum susah gak sih

Sumber: unsplash.com

Memang untuk menjadi seorang pengacara harus berasal dari sarjana hukum. Namun bukan berarti seluruh lulusan jurusan hukum harus dan pasti menjadi pengacara. Nyatanya, ada banyak kesempatan kerja yang bisa kamu pilih ketika lulus dari jurusan hukum nanti.

Jika memang ingin berkarir di dunia hukum, selain menjadi seorang pengacara, kamu bisa memilih menjadi notaris sebagai pilihan profesi setelah lulus dari kuliah hukum. Nantinya, kamu akan bekerja mengurusi administrasi terkait kepemilikan rumah, tanah, atau akta perusahaan. 

Kamu bisa juga memilih menjadi seorang akademisi seperti dosen, atau bahkan membuka jasa konsultasi hukum jika ingin memadukan pengetahuan kamu di bidang hukum dengan kemampuan wirausaha kamu. Nantinya, kamu juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lulusan lainnya.

 

Identik dengan suku tertentu

 

Mungkin terdengar sedikit rasis dan kesukuan, namun nyatanya banyak orang di sekitar kita yang menganggap mayoritas mahasiswa jurusan hukum berasal dari Medan, Sumatera Utara. Mungkin salah satu alasannya karena orang Batak cenderung tegas dan kuat dalam mempertahankan argumennya.

Selain itu, kita juga sering melihat bagaimana cara orang Batak dalam berbicara yang cenderung lugas dan lantang. Sifat-sifat naluriah dan alami tersebut memang sangat cocok dalam menempuh kuliah di jurusan hukum, di mana kita akan sering beradu argumen dengan lawan kita. 

Nyatanya, semua orang bisa kok untuk menjadi ahli hukum. Asalkan mampu menjaga argumen dan selalu yakin dalam memberikan pendapat. Tentunya setelah kita berhasil menganalisa masalahnya dan menentukan toeri dan pasal yang menjadi landasan berpikir kita, ya!

Pandai Berbicara dan Jago Debat

 

Sumber: unsplash.com

 

Jika kita perhatikan dalam suatu forum diskusi, pastilah terdapat mahasiswa hukum yang tampak menonjol dalam menyampaikan argumen. Memang, citra jago debat dan bersilat lidah kerap menempel kepada mahasiswa hukum, nih. Salah satu alasannya, karena para mahasiswa sering mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuannya dalam Praktik Peradilan Semu.

Peradilan Semu sendiri memang menjadi wadah bagi para mahasiswa hukum untuk merasakan suasana peradilan layaknya kondisi sesungguhnya. Di dalam praktik ini, selain kemampuan analisa pasal dan teori hukum, kemampuan public speaking kamu pun akan terasah seiring berjalannya waktu. Namun, tidak hanya berbicara tanpa arah, namun mengutarakan argumen yang mendasar, mengkritisi argumen orang lain, serta menganalisa kasus yang menjadi pokok permasalahan.  

Bahkan, antar universitas seringkali mengadakan lomba Peradilan Semu dengan menguji para mahasiswanya satu sama lain. Mereka yang berhasil menjadi pemenang, tentunya akan mendapatkan kebanggaan tersendiri dong. Serta, nama dan citra universitasnya pun akan terdongkrak, karena dianggap mampu menghasilkan lulusan hukum yang berkualitas.  

 

Bebas dan aman dari tilang

 

Apakah kamu pernah meminta tolong teman yang berkuliah di jurusan hukum ketika sedang terkena tilang? Memang terdengar konyol, namun tidak sedikit yang menganggap jika seorang mahasiswa jurusan hukum bisa membantu negosiasi dengan polisi agar tidak jadi ditilang.

Memang, namanya mahasiswa hukum pasti sering menganalisa pasal dan tata perundang undangan. Namun, tentunya tidak spesifik kepada Undang Undang tentang Lalu Lintas yang mengatur tentang tilang. 

Lagipula, jika memang kamu terkena tilang, pastinya memang ada pelanggaran yang sudah kamu lakukan. Maka, kamu harus mengikuti prosedur tilang yang berlaku, seperti menghadiri sidang dan membayar denda. Bukannya malah minta bantuan teman yang berkuliah hukum agar terhindar dari ditilang, ya!

 

Nah, kita sudah selesai membahas mitos seputar mahasiswa jurusan hukum yang membuat orang bertanya, apakah kuliah hukum susah gak sih. Lalu, apa saja sih skill dan kemampuan dasar yang biasanya dimiliki oleh mahasiswa hukum?

 

Berikut ini, ada 3 kemampuan dasar yang harus kamu miliki  agar bisa menjadi mahasiswa hukum yang baik.

 

Kemampuan Berpikir Kritis dan Logis

 

Seperti yang sudah dijelaskan, sebagai seorang mahasiswa hukum harus mampu berpikir kritis, terutama saat sedang berhadapan dengan suatu kasus. Harus jeli untuk melihat jika ada suatu kejanggalan sekecil apapun. Kamu juga harus mampu berpikir logis dan berpegangan pada azas sebab akibat. Jika selalu menggunakan kedua landasan berpikir seperti ini, dijamin kamu tidak akan merasa kalau kuliah hukum itu gak terasa susah, kan?

 

Kemampuan Bernegosiasi

 

Sumber: unsplash.com

 

Selain jago debat, kamu juga harus pintar bernegosiasi nih. Karena,seperti yang kamu tahu, jenjang karir lulusan hukum itu sangat luas. Nah, jika kamu melanjutkan karir ke dalam bidang hukum bisnis tentunya kemampuan negosiasi kamu harus sangat mumpuni. Selain itu, kemampuan negosiasi juga akan berguna untuk situasi hukum lainnya, terutama jika kamu berada di dalam situasi pengadilan.

 

Kemampuan Memecahkan Masalah

 

Kalo kemampuan yang satu ini sih pasti skill mutlak semua orang ya. Jika berada dalam dunia hukum, kemampuan ini akan sangat membantu dalam memperlancar masalah hukum administrasi, seperti pembuatan akta tanah, memenangkan tersangka yang tidak bersalah di pengadilan, maupun membantu pihak yang merasa bisnisnya dirugikan oleh suatu pihak.

 

Itulah sejumlah mitos dan kemampuan dasar untuk kamu yang bertanya tanya, apakah melanjutkan studi di kuliah hukum susah gak sih. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kamu, ya!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu atau baca SUN E-Guide Book GRATIS!

Comments are closed.