Swedia merupakan negara yang dikenal inovatif termasuk dalam hal pengelolaan sampah. Selama bertahun-tahun Swedia secara konsisten menerapkan kebijakan pengelolaan sampah demi mewujudkan negara yang bebas sampah. Selain dari kebijakan pemerintah dan inovasi teknologi, ternyata peran serta masyarakat juga menjadi faktor utama untuk mendukung terwujudnya negara bebas sampah tersebut. Berikut adalah beberapa fakta terkait pengelolaan sampah di Swedia:
Pemilahan Sampah dan Daur Ulang
Masyarakat Swedia telah terbiasa memilah sampah yang mereka hasilkan di rumah-rumah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan. Hal tersebut tentu saja mempermudah proses pemilahan sampah dalam skala yang lebih besar. Selain itu, ada kebijakan pemerintah yang menetapkan ketersediaan pusat daur ulang sampah setiap 300m dari wilayah pemukiman. Hal ini ditargetkan untuk mendorong perilaku masyarakat untuk membuang dan memperlakukan limbah dengan benar.
Memberdayakan kembali barang bekas
Warga Swedia cenderung menggunakan kembali barang-barang daripada membuang atau mendaur ulang. Ini termasuk kebiasaan mengisi ulang produk-produk, daripada membuang atau mendaur ulang wadahnya. Kebiasaan menggunakan produk yang bisa digunakan ulang, tentu saja membuat mereka terhindar dari membeli produk baru yang berpotensi menghasilkan sampah lainnya.
"Pant System"
Pemerintah menyediakan
reward dalam bentuk uang bagi setiap botol atau kaleng bekas yang ditaruh di fasilitas duar ulang. Sistem ini disebut
pant system yang telah sukses mendaur ulang jutaan sampah setiap tahunnya.
Pant system juga disebut sebagai salah satu faktor yang membentuk perilaku masyarakat dalam menangani sampah sehari-hari.
Peran Produsen
Pemerintah juga menghimbau pihak produsen yang memproduksi barang yang berpotensi menjadi limbah untuk berpartisipasi. Beberapa retail barang seperti perusahaan pakaian H&M akan memberikan diskon bagi pelanggan yang ‘mengembalikan’ pakaian yang sudah tidak dipakai lagi. Di samping itu, mereka juga mencoba inovasi agar limbah pakaian bekas dapat diatasi dengan lebih baik untuk ke depannya.
Penerapan Waste-to-Energy
Hal yang paling signifikan dari pengelolaan sampah di Swedia adalah tersedianya fasilitas
waste-to-energy. Lebih dari lima puluh persen limbah di Swedia dibakar dengan suhu yang sangat tinggi di fasilitas ini untuk mengubahnya menjadi energi listrik atau panas. Selain itu, abu dari proses pembakaran limbah ini juga dapat dijadikan bahan konstruksi jalan. Untuk membuat fasilitas ini selaku bekerja menghasilkan energi, Swedia bahkan mengimpor sampah dari negara-negara tetangga.

Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa masalah sampah adalah persoalan semua pihak dalam suatu negara. Untuk menjadi negara yang bebas sampah, juga diperlukan partisipasi pihak industri serta peran aktif masyarakat untuk mengelola sampah. Dengan penanganan yang tepat dan tunjangan teknologi, Swedia berhasil membuktikan diri sebagai negara terdepan dalam hal pengeloaan sampah.