aplikasi belajar toefl
Aplikasi Belajar TOEFL yang Mudah dan Asik Tanpa Bikin ‘Jungkir Balik’!
9 Juni 2021
persyaratan visa belanda
Visa Schengen: Persyaratan yang Wajib Punya Sebelum ke Belanda
10 Juni 2021

Persiapan IELTS: Pahami Materi dan Tips & Triknya!

Sumber: Freepik

Apakah kamu berniat mengikuti IELTS? Bingung mulai dari mana mempersiapkannya? Sebelum membekali diri dengan materi IELTS, hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah memahami IELTS secara mendalam. 

ielts preparation jakarta

Sumber: Freepik

International English Language Testing System (IELTS) adalah salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang populer di kalangan pencari beasiswa atau kerja ke luar negeri. Ada tiga versi tes IELTS, yakni Academic, General Training, dan UKVI atau Life Skill. Lalu, apa sih bedanya? 

Academic untuk calon mahasiswa yang akan mendaftar di universitas. General Training untuk para profesional yang ingin mendapatkan visa pekerja. Sedangkan UKVI atau Life Skill untuk mereka yang ingin mendapatkan izin tinggal di Inggris. 

Apa pun jenis tes yang kamu ikuti, ada empat materi IELTS yang diujikan yaitu Mendengar (Listening), Membaca (Reading), Menulis (Writing), dan Berbicara (Speaking). Durasi pengerjaannya akan membutuhkan waktu selama 2 jam 45 menit. Berikut pembagian waktunya: 

  • Listening: 30 menit
  • Reading: 60 menit 
  • Writing: 120 menit
  • Speaking: 15 menit 

 

Nah, untuk menguasai setiap materi IELTS dengan baik, yuk, simak pembahasan tips dan trik berikut!

  

Listening

Tes listening terdiri dari 40 soal yang terbagi menjadi empat bagian. Durasi pengerjaannya adalah 30 menit. Di bagian pertama dan kedua adalah situasi percakapan sehari-hari, sedangkan bagian ketiga dan keempat adalah situasi akademis. Tipe soal listening ada 6, di antaranya:

  • Pilihan ganda (multiple choice)
  • Mencocokkan (matching)
  • Memberi label pada bagan (plan/map/diagram labeling)
  • Mengisi formulir/pesan/table/bagan/ringkasan (form/note/table/flow chart/summary completion)
  • Melengkapi kalimat (sentence completion)
  • Menjawab pertanyaan singkat (short-answer question)
toefl sample test

Sumber: Unsplash

Tes listening sering dianggap sebagai uji kompetensi yang tingkat kesulitannya paling tinggi. Karena bukan bahasa yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, bahasa Inggris termasuk asing untuk kuping orang Indonesia. Eits, jangan khawatir! Kamu bisa menyiasatinya dengan menyimak tips dan trik berikut: 

menonton film untuk belajar bahasa inggris

Menonton film berbahasa Inggris

  1. Perbanyak menonton film berbahasa Inggris tanpa subtitle. Ini merupakan salah satu cara paling menyenangkan untuk berlatih, apalagi kalau filmnya adalah yang kamu sukai. Dengan banyak menonton, kamu bisa membiasakan diri mendengar percakapan dalam bahasa Inggris, sekaligus memahami pelafalan dan intonasi suara para aktornya 
  2. Cek daftar pertanyaan sebelum rekaman audio diputar. Bacalah dengan saksama daftar pertanyaan yang ada. Ini akan mempermudah kamu menentukan poin-poin penting yang harus ada di jawaban pertanyaan itu
  3. Catat poin-poin penting saat mendengarkan rekaman audio. Poin-poin inilah yang akan memandu kamu menyelesaikan soal-soal tanpa perlu khawatir terlewat

 

Reading

Tes reading memuat berbagai jenis bacaan dari buku, majalah, koran, ataupun jurnal, dengan panjang sekitar 2000 kata. Peserta wajib menyelesaikan 40 soal dalam 60 menit. 

Reading Test

Sumber: Freepik

Tipe soal yang akan kamu temui di reading section di antaranya memilih pernyataan benar atau salah, mencocokan judul, melengkapi kalimat, hingga menjawab pertanyaan singkat. Setiap jawaban bernilai satu poin, jadi 40 poin secara keseluruhan. 

Dalam mengerjakan soal tes reading, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu:

  1. Jangan berkutat terlalu lama untuk membaca semua teks. Alih-alih membaca kata per kata, bacalah dengan cepat untuk mendapatkan ide pokok dari teks itu. Kamu juga bisa membaca soal terlebih dahulu, baru kemudian menemukan jawabannya pada teks. Cobalah kedua metode saat latihan dan pilih yang mana yang paling sesuai untuk kamu
  2. Prioritaskan soal yang kamu anggap mudah. Jika menemui soal yang sulit, jangan habiskan waktu dengan membaca ulang soal itu. Sebaiknya tandai soal tersebut, kerjakan soal yang lain, lalu kembali lagi ke soal itu setelah kamu selesai mengerjakan soal lainnya
  3. Pastikan ejaan yang kamu tulis sudah tepat, karena kesalahan sedikit saja dalam penulisan ejaan, maka akan dianggap salah seluruhnya
  4. Seringlah membaca teks bahasa Inggris dengan metode skimming dan scanning. Setiap kamu menemukan kata yang tidak kamu pahami, segera cari tahu artinya di kamus, dan catatlah. Dengan demikian, perbendaharaan kosakatamu pun akan semakin kaya
materi IELTS

Sumber: Unsplash

Writing 

Tes menulis IELTS terdiri dari dua bagian, yakni Task 1 dan Task 2. Masing-masing durasi pengerjaannya adalah 60 menit. Topik yang biasanya muncul dalam Task 1 adalah membandingkan data. Peserta IELTS akan menjabarkan data-data yang tersedia, biasanya berupa grafik, bagan, ataupun diagram, ke dalam tulisan. Jadikan data-data tersebut materi pendukung setiap pernyataan dalam tulisanmu. 

Tulislah kalimat pertama atau pembuka yang berfungsi sebagai gambaran umum dari keseluruhan tulisanmu. Kemudian, lanjutkan kalimat-kalimat berikutnya dengan membahas fenomena yang mencolok dan relevan dengan topik. Akhiri tulisan dengan kesimpulan yang berdasar pada informasi yang tersedia.

Perlu kamu catat, kamu hanya diminta mendeskripsikan data, bukan berpendapat. Jadi, pastikan gunakan fakta yang ada sesuai data, bukan opini pribadimu, ya. 

IELTS™ writing test

Writing test

Nah, di bagian Task 2, kamu akan diminta menulis argumen. Di sinilah saatnya kamu memberikan sudut pandangmu. Kamu akan mendapat sebuah pernyataan, yang harus kamu tanggapi dengan setuju atau tidak.  Jangan lupa jabarkan dengan alasan yang jelas, serta beri contoh yang relevan. 

Sebagai tips, kamu bisa membuat mind map berisi hal-hal apa saja yang ingin kamu tulis. Kamu juga bisa membuat poin-poin alasan pro dan kontra berdasarkan pernyataan yang ada. Dengan begitu, kamu akan jadi lebih mudah menentukan alur tulisan. 

Di paragraf pertama, mulailah dengan hook seperti kutipan, pertanyaan, ilustrasi, penggalan lirik, dan sebagainya. Ini akan membuat orang tertarik untuk membaca tulisanmu lebih lanjut. Kemudian, di paragraf-paragraf berikutnya, jabarkan poin-poin yang telah kamu tulis beserta dengan pendapatmu. Akhiri tulisanmu dengan penegasan jawaban, pro atau kontra.

Karena Task 2 nilai bobotnya lebih besar ketimbang Task 1, maka ada baiknya dahulukan mengerjakan Task 2. Usahakan jumlah kata yang kamu tulis sesuai dengan syarat diminta, ya. Jangan sampai kurang atau lebih, karena kualitas tulisan lah yang dinilai, bukan kuantitasnya. 

Bagaimana sih cara menghitungnya? Pertama, hitung jumlah kata pada baris pertama tulisanmu. Jumlah inilah yang akan kamu jadikan patokan rata-rata kata per baris. Setelah itu, hitung jumlah baris tulisan. Lalu, kalikan jumlah baris tersebut dengan jumlah rata-rata kata per baris tadi. 

Tips lainnya, sebaiknya jangan pakai kosakata yang standar, karena ini sangat berpengaruh pada rate nilaimu, lho. Pilihlah kata yang formal dan sesuai konteks. Yang terakhir, hindari pengulangan kalimat. 

 

Speaking

Tes kemahiran berbicara IELTS mencakup perkenalan, presentasi topik, dan diskusi. Khusus tes speaking, kamu akan berhadapan dengan seorang penguji dalam satu ruangan, dan semua jawabanmu akan direkam. Dalam kurun waktu 15 menit, kamu akan mendapat tiga pertanyaan. Di bagian pertama, pertanyaannya adalah seputar diri sendiri, misalnya keluarga, hobi, dan kegiatan sehari-harimu. 

Speaking test IELTS

Sumber: internationalenglishexamstips.blogspot.com

Di bagian kedua, kamu akan diberi sebuah topik, dan waktu satu menit untuk mempersiapkan diri, lalu dua menit untuk bicara. Gunakan waktu satu menit itu untuk merencanakan inti jawaban dengan membuat poin-poin. Dengan begitu, kamu tidak akan kehabisan ide ketika menjawab pertanyaan selama dua menit. 

Di bagian ketiga, penguji akan mengajakmu berdiskusi soal topik di bagian kedua. Dalam tes ini, penguji akan menilai kelancaran dan kesinambungan dalam berbicara, penggunaan kosakata, penggunaan tata bahasa, dan pengucapan. 

Selama tes speaking, fokuskan pandangan dan perhatianmu kepada penguji. Selain itu, saat menjawab yes/no questions, jangan berhenti pada “ya” atau “tidak”, tetapi jelaskan juga alasanmu. 

 

Persiapan IELTS 

Nah, sudah terbayang kan, apa saja materi IELTS? Sebelum melaksanakan tes, cobalah mengikuti mock test (tes prediksi) setidaknya 3-4 minggu sebelumnya. Hasil dari tes prediksi ini bisa kamu jadikan acuan untuk mengetahui apa saja yang masih perlu kamu perbaiki dan pelajari lagi. Kamu bisa berlatih mengerjakan soal-soal IELTS yang mirip dengan soal tes sebenarnya di sejumlah website yang bisa kamu akses secara gratis. 

Kelas Reguler SUN English

Demi persiapan yang maksimal, selain belajar materi IELTS dan perbanyak mock test, kamu juga sangat dianjurkan mengikuti program persiapan di lembaga non-formal seperti SUN English. SUN English adalah tempat yang tepat bagi kamu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya dalam persiapan IELTS. Yuk, hubungi SUN English untuk informasi selengkapnya!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu atau baca SUN E-Guide Book GRATIS!

 

Comments are closed.