TOTAL ONE STOP SOLUTION FOR STUDY IN CANADA
1 Maret 2021
TOTAL ONE STOP SOLUTION FOR STUDY IN CHINA
1 Maret 2021

Perbandingan Sistem Pendidikan di Australia dengan Indonesia

sistem pendidikan australia

Sumber: Freepik

Sistem pendidikan memiliki peranan yang besar dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di suatu negara. Sebagai negara maju, Australia juga merupakan salah satu negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik. Negeri kanguru ini juga termasuk salah satu dari 10 negara terbaik untuk melanjutkan pendidikan berdasarkan US News & World Report 2020. Tidak heran jika banyak sekali pelajar dari Indonesia yang tertarik untuk melanjutkan studi di negara tersebut. 

Nah, kali ini SUN Education akan mengajak kamu untuk membandingkan sistem pendidikan di Australia dengan Indonesia. Hal ini mungkin akan memberikan gambaran bagi kamu yang masih galau dan ragu untuk melanjutkan studi ke Australia. 

pendidikan australia

Pendidikan formal. Sumber: Freepik

Struktur Pendidikan Formal

Pendidikan sekolah di Australia dimulai dari taman kanak-kanak atau preschool yang dilanjutkan dengan sekolah dasar hingga Year 6 atau 7. Setelah itu, pendidikan berlanjut ke sekolah menengah selama 3 sampai 4 tahun, mulai dari Year 7 atau 8 hingga Year 10. Setelah lulus sekolah menengah, pelajar akan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas untuk Year 11 dan Year 12. Perlu diketahui, Australia tidak mengenal sistem akselerasi. 

Hal ini sedikit berbeda dengan struktur pendidikan formal di Indonesia yang memiliki durasi normal yang tetap, kecuali untuk kelas akselerasi. Sekolah dasar di Indonesia adalah 6 tahun, sekolah menengah pertama selama 3 tahun, dan sekolah menengah atas selama 3 tahun. Sehingga orang yang masuk sekolah di tahun yang sama, akan lulus secara bersamaan pula. 

Sementara untuk pendidikan tinggi, Australia tidak begitu berbeda dengan di Indonesia yaitu termasuk universitas serta pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET). Australia memiliki pilihan level di bawah universitas yaitu sekolah vokasi yang berorientasi pada praktik dan college yang kreditnya dapat kamu gunakan untuk menyambung program gelar di universitas. Hal ini lebih kurang sama dengan di Indonesia di mana banyak terdapat akademi-akademi vokasi atau politeknik. 

Pilihan Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi di Australia terdiri dari universitas dan juga sekolah kejuruan, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Negara ini memiliki 42 universitas yang 37 di antaranya adalah universitas negeri, 3 universitas swasta dan 2 universitas swasta internasional. 

Sementara untuk pendidikan vokasional umumnya disediakan oleh institusi pendidikan technical and further education (TAFE) yang dikelola oleh pemerintah. Program yang tersedia umumnya merupakan program berdurasi singkat yang nantinya akan mendapatkan sertifikat gelar seperti Certificate I-IV dan Diploma. Selain TAFE, ada banyak institusi swasta lainnya yang juga menyediakan berbagai program kejuruan. 

Australia memiliki kualifikasi khusus yaitu Australian Qualifications Framework (AQF) yang mengatur pendidikan tinggi di negaranya. Tujuannya adalah untuk mengintegrasi semua tingkat pendidikan dalam kualifikasi tunggal, mulai dari sertifikat, hingga gelar doktor. Meski demikian, AQF saat ini lebih berfokus pada pendidikan vokasional, karena sebagian universitas di negara tersebut dapat mengatur program pendidikan mereka sendiri. 

Australia

Sydney, Australia. Sumber: Freepik

Tahun Akademik

Satu tahun akademik di Indonesia umumnya terbagi menjadi dua semester. Untuk pendidikan di tingkat sekolah, awal tahun akademik umumnya adalah pada pertengahan tahun, yaitu pada bulan Juli. Hal ini berlaku sama, baik untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta. Sementara tahun ajaran baru untuk universitas umumnya juga dimulai sekitar bulan Juli atau Agustus, namun dengan tanggal yang mungkin berbeda di setiap institusinya. 

Australia memiliki sistem yang sedikit berbeda antara pendidikan tingkat sekolah dan pendidikan tinggi. Awal tahun ajaran barunya adalah akhir Januari atau Februari setiap tahun, di mana satu tahun ajaran terbagi menjadi 4 Term untuk pendidikan dasar dan menengah. Sementara untuk universitas biasanya tahun ajaran terbagi menjadi dua semester atau tiga semester yang dimulai pada Februari, Juni, atau November. 

Jika kamu belum berhasil mendaftar di universitas yang kamu inginkan di Indonesia, maka kamu harus menunggu tahun depan untuk mendaftar kembali. Sementara di Australia, kamu hanya harus menunggu masa pendaftaran untuk intake selanjutnya. Jarak antar intake umumnya hanya beberapa bulan saja, sehingga kamu tidak perlu menunggu satu tahun penuh untuk mendaftar kembali. 

Kurikulum

Pendidikan di Indonesia memiliki kurikulum yang cukup padat, di mana kita harus mempelajari banyak mata pelajaran sejak kelas 1 sekolah dasar. Bahkan di tingkat SMA pun, meskipun telah memilih jurusan IPA atau IPS kita tetap memiliki banyak mata pelajaran setiap semesternya. Sebagian besar di antaranya adalah mata pelajaran yang tidak begitu berhubungan dengan karir di masa depan. 

Sementara di Australia, siswa SMA hanya memiliki sekitar 6-7 mata pelajaran setiap semesternya. Pelajar harus mengambil mata pelajaran yang sesuai dengan rencana pendidikan setelah kelulusan. Bahkan setiap mata pelajaran juga memungkin pelajar untuk memilih berdasarkan tingkat kesulitan tertentu, sehingga dapat sesuai dengan syarat masuk universitas atau sekolah vokasional. 

Di tingkat pendidikan tinggi pun, pendidikan Australia memiliki metode yang lebih dekat dan sesuai dengan kebutuhan industri. Banyak program yang sudah sekaligus dalam satu paket dengan pengalaman langsung di industri, sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas teori. Manfaat dari sistem pembelajaran demikian adalah siswa tidak canggung lagi dalam menghadapi transisi dari dunia perkuliahan ke dunia industri. 

Reputasi Gelar Akademis

Kualitas pendidikan di Australia memang sudah diakui secara luas di dunia internasional. Tidak heran jika lulusan Australia memiliki reputasi akademis yang baik di mata industri global. Di Indonesia sendiri, setelah lulus dan melamar pekerjaan, kemungkinan kamu memenuhi kriteria lebih besar daripada lulusan universitas dalam negeri. Apalagi jika kamu berencana untuk meniti karir di perusahaan multinasional yang mengutamakan reputasi universitas. 

Hal ini karena sebagai lulusan universitas Australia, kamu dianggap memiliki kualitas sebagai individu yang sudah terbiasa berada di lingkungan internasional. Apalagi dengan kurikulum yang dekat dengan kebutuhan industri, tentunya akan lebih mudah bagimu untuk beradaptasi dengan dunia kerja. Kualitas inilah yang meningkatkan kesempatanmu untuk dipertimbangkan sebagai kandidat yang tepat untuk mengisi posisi tertentu.  

Perusahaan multinasional tentunya lebih menyukai kandidat yang memiliki reputasi gelar akademik, fasih berbahasa Inggris, serta tidak awam dengan pergaulan internasional. Semua kualitas ini tentunya akan kamu dapatkan jika kamu merupakan lulusan universitas di Australia. Sementara jika kamu lulusan dalam negeri, akan susah menembus perusahaan multinasional karena sering dianggap tidak familiar dengan lingkungan yang beragam. 

kuliah ke australia

Sumber: Freepik

Tertarik untuk Lanjut Studi ke Australia?

Nah, demikianlah beberapa perbedaan sistem pendidikan di Australia dengan Indonesia. Semoga dapat kamu jadikan bahan pertimbangan untuk memantapkan rencana studimu ke Australia, ya! Kamu juga dapat berdiskusi dengan konsultan pendidikan dari SUN Education untuk merencanakan studimu ke negeri kanguru ini, lho!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerjasama dengan lebih dari 300 institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

 

Comments are closed.