kuliah di luar negeri tanpa beasiswa
Cara Wujudkan Kuliah di Luar Negeri Tanpa Beasiswa
20 Juli 2020
studi ke luar negeri
Negara dengan Biaya Sekolah Kedokteran Termurah
22 Juli 2020

Dari student hingga Product Manager, Perjalanan Jocelyn Fransputri di SUN Education Group

SUN Education Group sendiri merupakan konsultan pendidikan internasional terkemuka di Indonesia. Karena SUN Education bekerja lintas negaratentu saja partner perusahaan berada dalam lingkup internasional. Bekerjasama dengan institusi terbaik luar negeri, SUN Education pun membutuhkan para pekerja yang dapat menghandle produk dan penjualan. Product Manager, adalah salah satunya yang memegang peranan penting.

Jocelyn Fransputri, adalah seorang Product Manager Region Asia di SUN Education Group. Joce awalnya tidak mengemban tugas untuk mengisi posisi ini. Dulunya, ia adalah student yang mempercayakan SUN Education dalam proses perencanaan studi keluar negerinya. Setelah memiliki pengalaman berkuliah di luar negeri, Joce jadi ingin mencoba berkarir di industri pendidikan. Ia bahkan sempat berbagi pengalaman kuliah di luar negeri pada adik-adik kelas tempatnya berkuliah.

Memang berniat terjun dalam dunia pendidikan, Joce akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar posisi Assistant Product Manager Asia saat melihat vacancy tersebut. “Berhubung aku anaknya suka ngobrol, aku jadi tertarik juga sama kerjaannya. Di posisi ini, aku bisa ketemu dengan banyak orang yang berbeda,” ungkapnya. 

Melihat pengalaman dan potensi yang dimilikinya, Joce berhasil diterima untuk mengisi posisi tersebut. Bekerja sebagai Assistant Product Manager, benar saja, Joce pun bertemu dengan berbagai orang yang berbeda. Mulai dari client, representatif universitas, dan lainnya. “It was always something new!” tambah Jocelyn.

Namun, ditengah dirinya masih belajar beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan, Product Manager Asia harus meninggalkan kantor tersebut. Joce hanya memiliki waktu empat sampai lima bulan untuk belajar dengannya, dan sisanya, ia harus belajar seorang diri. “Karena hal itu, aku harus bisa dan cepat belajar. Mau tidak mau aku harus bisa beradaptasi biar pekerjaan yang menjadi banyak bisa cepat selesai satu persatu,” jujurnya.

Walaupun sedikit terkendala, Joce tetap berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pekerjaan memang menjadi banyak, tapi yang paling penting dan harus diusahakan adalah time management serta priority. Ia berusaha mengutamakan pekerjaan paling penting yang tentu harus harus diselesaikan terlebih dahulu. Joce juga bercerita bahwa ia banyak belajar langsung dari Chief Marketing Officer serta tim produk lainnya seperti Australia-NZ, US-Canada, dan juga UK-Europe.

Setelah beberapa waktu menjadi Assistant Product Manager, manajemen perusahaan melihat potensinya dan memutuskan bahwa Jocelyn mampu mengemban tanggung jawab baru untuk menjadi Product Manager. Joce pun berhasil mengisi posisi baru tersebut dan mulai bekerja penuh dalam menangani produk SUN Education seperti partner institusisalah satunya. 

Bagi Joce, menduduki posisi Product Manager tentu ada tantangannya. “Tantangan aku adalah trade market yang ga menentu karena sifatnya fluctuate kan. Misalnya tahun ini student yang konsultasi dan akhirnya jadi ke Singapura bisa banyak, trus tahun depan engga. Nah, seperti itu. Jadi aku harus berusaha terus untuk menuhin target,” cerita Joce. Ia juga menambahkan bahwa kasus virus corona juga lumayan berdampak karena ia menghandle market yang ada di Cina dan Singapura. 

Meskipun begitu, Joce melakukan strategi agar penjualannya tetap stabil. Salah satunya adalah dengan terus memberi update kepada siswa dan juga orang tua siswa. Joce juga mencoba untuk berkomunikasi dengan representative yang ada di Cina untuk menanyakan keadaan dan membicarakan solusi yang dapat diambil.

Bagi Joce, bekerja di SUN Education Group adalah hal yang menyenangkan. “Disini kekeluargaanya kentel banget. Bisa nyaman ngobrol dengan siapapun bahkan dengan B.O.D atau manajer lainnya. Bahkan aku bisa belajar langsung dengan Deputy Director. Itu sangat penting. Di SUN Education, chance aku buat berkembang sangat besar. Aku bisa belajar banyak dan bahkan belajar dari problem atau kesalahan aku. Teman kerja juga sangat seru. Lingkungannya emang mendukung banget,”

Joce juga bercerita jika bekerja sebagai Product Manager membuatnya mendapatkan pengalaman baru. Salah satunya adalah berhubungan dengan branch SUN Education lainnya di luar kota. Karena hal tersebutlah ia jadi berkesempatan mengunjungi kota lain di Indonesia, seperti Makassar, Pontianak, hingga Lampung.

Setelah menceritakan kisah dan lika-likunya menjadi Product Manager, Joce tidak menutupi kesan bahwa perjalanan karirnya di SUN Education memang menyenangkan. Selain enjoy dengan pekerjaan yang sedang dijalani, ia tidak lupa dan visi dan misi perusahaan yang harus dijalankan. “Walaupun diluar jam kerja dan lagi sempet, aku masih bisa merespon chat klien mengenai pekerjaan. Selain itu, kalau bikin event, aku harus sebaik mungkin mempersiapkan segalanya biar mateng dan bisa jalan dengan lancar,”

Jocelyn, sebagai Product Manager Asia terus berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam memaksimalkan pekerjaannya. Dengan going extra miles, ia berharap bisa lebih mengembangkan potensinya sembari berstrategi mengedepankan perusahaan.

Comments are closed.