Author:
Updated: 13 June 2025
Untuk menjawab pertanyaan “Sulit IELTS atau TOEFL?” secara objektif, mari kita lihat perbandingan keduanya dalam beberapa aspek utama berikut ini: | Aspek | IELTS | TOEFL |
| Format Tes | Paper-based / Computer-based | Hanya Computer-based |
| Aksen dalam Listening | British, Australian, Canadian, New Zealand | American English |
| Speaking | Wawancara langsung dengan penguji | Rekaman suara di komputer |
| Penilaian | Band Score 1–9 tiap skill | Skor 0–120 (30 per skill) |
| Waktu Total | Sekitar 2 jam 45 menit | Sekitar 3 jam |
| Kosakata dan Topik | Lebih beragam secara budaya | Lebih akademik dan teknikal |
Salah satu elemen penting dalam menjawab “Sulit IELTS atau TOEFL?” adalah soal aksen. IELTS menggunakan variasi aksen British, Australian, hingga Canadian. Ini bisa jadi tantangan kalau kamu hanya terbiasa dengan aksen American English. Sebaliknya, TOEFL secara konsisten menggunakan aksen Amerika. Jadi, bagi yang sering menonton film atau mendengarkan podcast Amerika, bagian listening TOEFL cenderung lebih familiar. Namun, variasi aksen di IELTS bisa juga jadi keuntungan bagi yang ingin belajar beradaptasi dengan lingkungan multinasional. BACA JUGA: Cara Menghitung Skor TOEFL Menentukan Bagus Atau Tidaknya
Inilah bagian yang paling sering menjadi alasan ketika seseorang menyimpulkan lebih sulit IELTS atau TOEFL. Di IELTS, kamu akan berbicara langsung dengan penguji selama 11-14 menit. Ini bisa jadi pengalaman yang menegangkan bagi sebagian orang, tapi juga memberi kesempatan berinteraksi secara lebih manusiawi. Sementara TOEFL meminta kamu berbicara ke mikrofon dan jawabanmu direkam untuk kemudian dinilai. Ini bisa lebih nyaman untuk yang tidak suka interaksi langsung, tapi kurang fleksibel dalam ekspresi. BACA JUGA: Cara Pasti Mendapatkan Sertifikat IELTS
Terkait kosakata dan topik, IELTS biasanya mencakup topik yang lebih bervariasi secara budaya dan sosial. Sementara itu, TOEFL lebih banyak menyajikan topik akademik yang berbau sains atau teknologi. Bagi kamu yang lebih suka teks yang relatable dengan kehidupan sehari-hari, IELTS mungkin terasa lebih mudah. Tapi jika kamu terbiasa dengan teks ilmiah dan esai panjang, TOEFL bukan masalah.
Terlepas dari mana yang lebih sulit, kunci keberhasilan tetap sama: strategi persiapan yang tepat. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan: Related Posts
Connect with SUN Education