Biaya Hidup Di Beberapa Negara Tujuan Kuliah Ke Luar Negeri
Beda Negara Beda Biaya Hidup
12 Agustus 2013
Bidang Studi Spesifik, Unik atau Baru?
Bidang Studi Spesifik, Unik atau Baru?
13 Agustus 2013

Tips For Parents

Tips Bagi Orang Tua Yang Anaknya Kuliah di Luar Negeri

Tips Bagi Orang Tua Yang Anaknya Kuliah di Luar Negeri

Berikut ini adalah tips bagi orang tua yang anaknya kuliah di luar negeri. Sebagai orang tua, tentunya anda memiliki banyak hal yang anda pertimbangkan mengenai rencana anak Anda bersekolah ke luar negeri. Apabila Anda masih sedikit ragu-ragu untuk mengambil keputusan besar ini, dibawah ini beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda

1. Dana pendidikan

Tips Buat Orang Tua Yang Anaknya Kuliah di Luar Negeri

Tips untuk Orang Tua Siswa

Kesiapan dana seringkali menjadi pertimbangan utama menyekolahkan Anak ke luar negeri. Bila di kurskan, terkadang jumlah biaya total bisa mengejutkan kita. Memang, kami akui, sekolah ke luar negeri memerlukan biaya yang besar. Tetapi mungkin Anda sebagai orang tua meyakini bahwa kuliah ke luar negeri merupakan suatu investasi jangka panjang untuk anak Anda. Kami percaya, ilmu dan pengalaman yang anak Anda akan dapatkan dengan bersekolah keluar negeri merupakan sesuatu yang sangat berharga. Mereka akan berbekal banyak nilai tambah yang bisa menghasilkan kesuksesan untuk mereka di masa depan.

2. Pertemanan Global.

Anak anda akan bergaul dan berteman dengan orang-orang dari berbagai mancanegara. Ini akan membuat sebuah network yang sangatlah luas. Dengan pertemanan secara global, anak anda akan mendapatkan wawasan lebih, dan juga mempelajari cara pikir, ilmu dan budaya yang lain dari yang ia kenali. Kami juga percaya, dengan pertemanan yang luas ini, anak anda dapat mendapatkan peluang-peluang lebih di masa depannya.

3. Keamanan dan Kemandirian

Semua orangtua tentunya menginginkan anaknya selalu aman dan terlindungi. Memang, apabila anak anda masih di dalam negeri, Anda bisa lebih menjaga dan mengawasinya. Tetapi jangan khawatir, apabila anak anda bersekolah di luar negeri, masih ada pihak-pihak yang akan membantu menjaga dan mengawasi anak Anda. Pihak sekolah melaksanakan pastoral care, dimana sekolah akan memberi banyak bantuan terhadap anak Anda. Mereka bisa memberi bantuan layanan seperti dukungan bahasa dan pembelajaran, program dukungan, dan nasihat khusus dan informasi, bagi siswa yang membutuhkan

Dengan hidup di luar negeri, anak Anda akan lebih berjaga-jaga dan lebih cepat untuk belajar mandiri karena mereka ‘terpaksa’ melakukan semua hal sendiri, termasuk melakukan pekerjaan domestik (mencuci dan memasak sendiri misalnya!) Sesuatu yang mungkin dulunya mereka terbiasa dilayani di rumah Anda. Tentunya kemandirian tersebut menjadi pengalaman berharga yang membuat anak menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Tanpa orangtua sadari, terkadang proteksi yang berlebihan dapat membuat buah hati kita cenderung menjadi pribadi yang ketergantungan, manja dan ragu-ragu dalam membuat keputusan tertentu. Jadi kenapa tidak lebih cepat membiasakan mereka untuk belajar mandiri demi kebaikan masa depan mereka?

4. Ketersediaan jurusan yang diminati.

Sekolah di luar negeri membuka banyak peluang studi yang mungkin tidak disediakan di dalam negeri. Banyak jurusan – jurusan dan bidang studi yang tidak ada di dalam negeri kita, atau pula masih baru ditawarkan oleh institusi di luar. Perkembangan keilmuan di luar negeri begitu pesatnya sehingga menuntut anak kita untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Dengan keahlian yang didapatkan sekolah – sekolah luar negeri yang sudah membawakan bidang studi secara lebih lama, andapun sebagai orang tua bisa merasa tenang dengan kualitas ilmu yang anak Anda akan dapatkan.

5. Nilai Tambah di Dunia Kerja

Memiliki pengalaman bersekolah di luar negeri akan memberikan nilai tambahan bagi anak Anda di dunia pekerjaan nanti. Perusahaan – perusahaan mengerti bahwa bersekolah di luar negeri akan memberikan ilmu, wawasan dan cara pandang yang berbeda untuk anak Anda. Pengalaman anak Anda berinteraksi dengan berbagai kebudayaan, teman dari negara yang berbeda dan juga tentunya kemampuan bahasa asing yang signifikan, akan menjadi nilai tambah di dunia kerja. Perusahaan – perusahaan akan menilai bahwa anak Anda dapat memberikan suatu hal yang berbeda, dan akan lebih tertarik untuk bekerja sama dengan anak Anda.

6. Perubahan Jaman.

Di masa lalu mungkin banyak sekali orang dengan pendidikan seadanya yang sukses berbisnis. Kebanyakan pebisnis dari kelompok ini berbekal keuletan dan naluri bisnis yang kuat.

Keadaan sekarang sudah banyak berubah, anak-anak sekarang hidup dengan sangat nyaman sehingga keuletan semakin jauh dari kehidupan mereka. Naluri bisnis yang tajam hanya mungkin dipupuk dari kecil dengan berkecimpung langsung di dunia bisnis dan hal ini semakin tipis kemungkinannya untuk generasi sekarang.

Jaman modern sekarang banyak sekali pebisnis sukses yang juga berlatar pendidikan tinggi dan bahkan sebagian dari mereka juga mengenyam pendidikan di luar negeri. Untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat memerlukan bekal yang kuat dan salah satunya bisa ditimba dari pendidikan yang berkualitas tinggi dan berwawasan global.

7. Mutu dan Prasarana Pendidikan.

Dengan dukungan dana dan komitmen penuh pemerintah luar negeri, roda perkuliahan menggelinding dengan mulus. Dosen-dosen disana di gaji dengan layak sehingga bisa berkonsentrasi dan berdedikasi penuh pada profesinya, yang memungkinkan untuk menghasilkan kualitas pengajaran yang lebih terjamin. Tersedianya fasilitas-fasilitas yang lebih memadai serta sinergi yang baik antara dunia kampus dengan dunia usaha sangat menunjang teciptanya lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan dan langsung diserap oleh dunia kerja.

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Belajar Ke Luar Negeri ?

tips buat orangtua

1. Sekolah Dasar & Sekolah Menengah

Pada jenjang pendidikan SD/SMP, penulis menyarankan kepada para orangtua untuk tidak mengirimkan anaknya untuk sekolah ke luar negeri kecuali dengan kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksudkan adalah apabila sang anak mengikuti orangtuanya yang pindah tugas ke luar negeri. Anak-anak dalam kategori usia ini menyesuaikan diri dengan sangat cepat terhadap lingkungannya dan sedang mencari jati diri mereka sehingga memerlukan figur-figur yang akan menjadi idolanya. Saat-saat seperti ini anak perlu tumbuh di dalam keluarga yang utuh (Ayah dan Ibu), berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga seperti kakak adiknya serta kakek neneknya. Disamping itu mereka juga perlu bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya dalam suasana lingkungan yang lebih bersahabat baginya.

Perkembangan kejiwaan yang positif dalam kategori usia ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya kelak nanti. Usia kritis ini memerlukan perhatian dan bimbingan yang penuh dari kedua orangtuanya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kedekatan emosional sang anak dengan anggota keluarga yang lain akan menentukan hubungan keakraban keluarga di masa yang akan datang.

Jika dengan pertimbangan yang matang anda akan tetap menyekolahkan anak anda ke luar negeri, maka biasanya pilihan negara akan jatuh kepada negara-negara yang lokasinya dekat dengan Indonesia, misalnya Singapore, Malaysia ataupun Perth-Australia.

2. Sekolah Menengah Atas

Pada jenjang pendidikan SMA, boleh-boleh saja para orangtua mengirimkan anaknya dengan catatan tertentu. Pada dasarnya anak-anak pada jenjang SMA mulai terbentuk karakternya, dimana orangtua bisa melihat dengan lebih jelas apakah anaknya sudah siap untuk dilepas. Kesiapan yang dimaksud adalah si anak sudah cukup dewasa pembawaannya, sudah memiliki tanggung jawab dan bisa mengatur diri sendiri. O Level dan A Level termasuk ke dalam kriteria SMA ini. Belakangan semakin banyak siswa yang mengambil studi SMA di luar dengan pertimbangan akan lebih mudah adaptasi akademis mereka jika akan melanjutkan jenjang universitas.

3. Jenjang Universitas

Inilah usia yang paling ideal untuk belajar keluar negeri. Murid-murid dalam kelompok usia relative sudah jauh lebih dewasa secara emosional. Setelah melewati masa kecil sampai remaja, karakter mereka sudah terbentuk, tidak gampang untuk dipengaruhi dan sudah memiliki tujuan yang lebih jelas. Dibandingkan dengan jenjang S2 (Pasca Sarjana) yang masa kuliahnya relatif lebih pendek, murid di jenjang S1 yang masa kuliahnya antara 3–4 tahun memiliki waktu yang jauh lebih memadai untuk menguasai bahasa asing, mengenal budaya orang lain, belajar tentang kebiasaan hidup, cara berpikir dan etos kerja yang berbeda untuk dapat diambil segi-segi positifnya. Termasuk di dalamnya program pra-university (foundation/certificate/diploma) yang merupakan pathway menuju program S1.

4. Pasca Sarjana (S2 Dan S3)

Untuk siswa yang belum berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 di luar negeri, maka kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Di jenjang S2, murid sudah mengarahkan studinya ke bidang keahlian yang lebih spesifik, sehingga lebih ideal bagi mereka yang sudah bekerja. Setelah bekerja selama beberapa tahun, pelajar lebih mengetahui keahlian apa yang masih diperlukan untuk kemajuan karirnya. Segi negatif dengan bekerja terlebih dahulu adalah pelajar menjadi malas untuk melanjutkan pendidikan lagi setelah mengenal uang apalagi bagi yang telah mempunyai jabatan yang lumayan baik.

Fakta menunjukkan cukup banyak siswa yang langsung meneruskan ke jenjang S2 setelah menyelesaikan jenjang S1. Keputusan ini boleh–boleh saja asalkan siswa sudah yakin dengan pilihannya dan rencana karir yang akan ditekuni di masa depan.

Semoga renungan singkat ini bisa membantu anda untuk mengambil keputusan. Kami percaya anda dapat menentukan pilihan terbaik untuk anda. Kami juga menyarankan Anda untuk membaca artikel “Dear Students”, “Specific and Unique Field of Studies” dan Testimonial Siswa di setiap country section.

y section.

Comments are closed.

Install SUN Education App
sekarang!
Wajib dimiliki oleh siapapun yang berencana
kuliah keluar negeri!