10 Tips Surviving Your First Days Study Abroad
28 April 2014
WORLD TOP 250 PRESTIGIOUS UNIVERSITY
28 April 2014

Provoking Talk at School: Sex

Pernah Ngobrol Tentang Seks Dengan Bapak atau Ibu Guru?

Kalau belum, wah sayang sekali…. Teman-teman di Sekolah Highscope Indonesia TB. Simatupang, Senin (24/03) lalu, berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol secara terbuka mengenai seks dan bahaya kekerasan pacaran bagi remaja di auditorium sekolah mereka.

Obrolan santai sekaligus menambah wawasan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan remaja dari tim Sun Foundation. Program pemberdayaan bertajuk ‘I’m a Happy Teen’ ini dikemas dalam bentuk workshop dan ditujukan bagi para remaja usia 15-18 tahun.

Shefti Latiefah, Project Officer Sun Foundation, menjelaskan bahwa workshop ini membawa nilai-nilai ‘3E’: Enlightened, Educated, dan Empowered yang dipercaya dapat menambah wawasan dan ketrampilan hidup remaja.

“Sun Foundation merupakan divisi Corporate Social Responsibility dari Sun Education Group, perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan telah didukung oleh banyak institusi pendidikan di Indonesia. Sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan terhadap SUN Education, kami dari SUN Foundation ingin memberikan kontribusi balik terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Melalui workshop series ‘I’m A Happy Teen’ inilah,   kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu saluran pemberdayaan remaja khususnya bagi mereka yang berada di jenjang SMA,” ujar CEO Sun Education Group, Fredy Subrata.

Workshop yang berlangsung sekitar lima jam tersebut terlihat seru dan mengasyikan. Hampir 70 peserta workshop terlihat aktif berinteraksi dengan narasumber ‘pendidikan seks’, Mbak Helga Worotitjan. Beliau merupakan parakonselor kekerasan seksual sekaligus founder Inspirasi Indonesia yang sering mengadvokasi kasus-kasus terkait. Wajah beliau juga sering muncul di televisi baik lokal maupun nasional.  Celetukan awal Mbak Helga tentang seks, sontak, membuat tawa audiens di auditorium tersebut meledak. Ada celetukan “seks enak”, ada juga yang menjelaskan bahwa “seks merupakan proses membuat manusia baru”. Lalu pembicaraan menjadi semakin menarik.

Mbak Helga mewanti-wanti untuk tidak menempatkan seks sebagai hal yang tabu. “Ayo sama-sama bilang, seks tidak tabu,” serunya yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta. Mereka kemudian tergelak karena topik ini tentu hal baru, meski, pada kelas biologi sudah diajarkan sub bab tentang reproduksi.

Obrolan berlangsung sampai puncaknya ada pada topik ‘Kekerasan dalam Pacaran’.

“Hayo…siapa di sini yang sudah punya pacar?” tanya Mbak Helga. Beberapa peserta tampak tunjuk tangan, beberapa malu-malu, beberapa masih sibuk dengan boneka dan menduduki botol plastik yang menjadi bagian dari role-play tentang bagaimana susahnya menjadi ayah atau ibu, serta menderita penyakit menular seksual.

“Kalau ada pacar yang tiap saat minta dikabari, atau minta foto tidak senonoh, atau tiba-tiba merampas handphone kamu ketika sedang digunakan, hati-hati…itu bagian dari kekerasan dalam pacaran, lho..,” jelasnya. Anak-anak mengangguk-angguk. Beberapa juga menanyakan, tak hanya tentang kekerasan dalam pacaran, tapi juga tentang penyimpangan seksual, LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Mbak Helga kemudian menawarkan kepada sekolah untuk melanjutkan ke pelatihan mengenai hak-hak asasi manusia, supaya, anak-anak tak salah kaprah mengenai sikap mereka terhadap isu tersebut.

Workshop ‘I’m a Happy Teen’ tak hanya dibawakan oleh Mbak Helga sebagai narasumber utama, tapi juga Pak Budiman Kusumah, CEO PT. Duta Mitra Gemilang, yang juga bergerak di dunia pelatihan. Pak Budiman mengajak siswa-siswa untuk bersantai, bermain, dan menelaah “pendidikan seks” dengan cara yang menyenangkan sebelum masuk pada materi utama.

Seru ya?

Sekolah kamu juga mau didatangi oleh Tim Sun Foundation?

Kirim nama dan sekolah kamu ke Shefti@sunfoundation.or.id ya.

 

Comments are closed.