Author:
Updated: 12 December 2025
Kamu yang bersiap untuk menempuh pendidikan di Inggris, tentunya perlu memahami bagaimana negara yang akan menjadi tempat tinggalmu selama bertahun-tahun memiliki sejarah yang begitu kaya dan kompleks. Bayangkan, dalam setiap sudut kota yang akan kamu jelajahi, tersimpan ribuan tahun cerita peradaban yang membentuk dunia modern seperti sekarang ini. Mari kita telusuri delapan babak penting dalam perjalanan panjang sejarah Inggris yang akan memberikanmu pemahaman mendalam tentang negeri yang akan segera kamu sebut rumah.
Ketika kamu berjalan di jalanan Inggris nanti, mungkin sulit untuk membayangkan bahwa di bawah kaki yang melangkah terdapat lapisan sejarah yang dimulai dari periode Anglo-Saxon. Setelah bangsa Romawi meninggalkan Britania pada awal abad ke-5, datanglah suku-suku Jermanik yang kita kenal sebagai Anglo-Saxon.
Mereka tidak datang sebagai penakluk tunggal, melainkan sebagai berbagai kelompok yang secara bertahap membentuk tujuh kerajaan utama: Northumbria, Mercia, Anglia Timur, Essex, Kent, Sussex, dan Wessex. Yang menarik adalah bagaimana fragmentasi ini akhirnya berubah menjadi kesatuan.
Namun, pada tahun 927, Raja Æthelstan atau Athelstan berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon yang terpisah menjadi satu Kerajaan Inggris. Periode ini juga menyaksikan Kristenisasi bertahap, yang membawa perubahan budaya mendalam dan memperkenalkan tradisi literasi yang akan menjadi dasar perkembangan peradaban Inggris. Meski demikian, ancaman dari bangsa Viking dan pemukim Denmark terus mengguncang stabilitas politik hingga akhirnya penaklukan Norman mengakhiri era Anglo-Saxon selamanya.
Tahun 1066 menjadi salah satu tanggal paling terkenal dalam sejarah Inggris, dan kamu akan sering mendengarnya disebut selama berada di sana. Ketika William sang Penakluk dari Normandia menyeberangi Selat Channel dengan pasukannya, ia tidak hanya membawa senjata dan tentara, tetapi juga membawa perubahan peradaban yang akan mengubah wajah Inggris selamanya. Pertempuran Hastings pada 14 Oktober 1066 menjadi klimaks dari peristiwa bersejarah ini, di mana Raja Harold Godwinson tewas dan William berhasil merebut tahta Inggris.
Penaklukan Norman bukan sekadar pergantian penguasa, melainkan revolusi sosial yang komprehensif. Namun, perubahan yang paling mencolok adalah pengenalan sistem feodal yang mengubah struktur kepemilikan tanah dan hierarki sosial. Bahasa pun mengalami transformasi dramatis - elite Norman berbicara bahasa Prancis sementara rakyat tetap menggunakan bahasa Inggris, menciptakan dualisme linguistik yang mempengaruhi perkembangan bahasa Inggris hingga saat ini. William juga membangun Menara London sebagai simbol kekuasaan Norman yang akan bertahan selama berabad-abad.
BACA JUGA: Beda Banget! Ini Perbandingan Kuliah di Inggris dan Indonesia yang Wajib Kamu Tahu
Jika kamu berkunjung ke Runnymede suatu hari nanti, kamu akan merasakan aura historis dari tempat yang menyaksikan lahirnya salah satu dokumen paling penting dalam sejarah demokrasi dunia. Pada 15 Juni 1215, Raja John dipaksa untuk menandatangani Magna Carta, sebuah piagam yang untuk pertama kalinya dalam sejarah menyatakan bahwa bahkan seorang raja tidak berada di atas hukum.
Dokumen ini lahir dari ketegangan antara Raja John dengan para baron yang muak dengan kebijakan sewenang-wenang dan pajak yang memberatkan. Magna Carta tidak hanya mengatur hubungan antara raja dan baron, tetapi juga meletakkan prinsip-prinsip fundamental yang akan menjadi dasar sistem hukum modern.
Lebih dari itu, piagam ini memperkenalkan konsep perlindungan dari penangkapan sewenang-wenang, akses terhadap keadilan yang cepat, dan yang paling penting, pembatasan kekuasaan raja dalam hal perpajakan dan pembayaran feodal. Meskipun pada awalnya ditujukan untuk melindungi hak-hak para baron, prinsip-prinsip dalam Magna Carta kemudian berkembang menjadi fondasi hak-hak sipil yang kita kenal saat ini.
BACA JUGA: Biaya Hidup di Inggris: Makan, Akomodasi, Transport dll
Bayangkan konflik yang berlangsung selama lebih dari satu abad, yep itulah Perang Seratus Tahun yang mengadu Inggris melawan Prancis dalam serangkaian pertempuran yang akan membentuk identitas nasional kedua negara. Konflik ini dimulai ketika Edward III mengklaim haknya atas tahta Prancis, memicu serangkaian peperangan yang akan mengubah seni perang dan politik Eropa. Yang menarik adalah bagaimana perang ini tidak berlangsung terus-menerus, tetapi diselingi dengan berbagai perjanjian dan gencatan senjata yang memberikan napas bagi kedua belah pihak.
Perang ini menyaksikan beberapa kemenangan spektakuler Inggris, terutama ketika angkatan laut mereka berhasil menguasai Selat Channel pada 1340. Selain itu, Perjanjian Bretigny pada 1360 memberikan Inggris kontrol atas wilayah-wilayah penting di Prancis seperti Gascogne dan Calais.
Namun, momentum berubah ketika Charles V dari Prancis mengadopsi strategi yang lebih cerdik, menghindari pertempuran terbuka dan fokus pada perang gerilya. Pada akhirnya, Prancis keluar sebagai pemenang, dan kekalahan ini memaksa Inggris untuk mengalihkan fokusnya dari ambisi kontinental ke pengembangan kekuatan maritim yang akan menjadi ciri khas mereka di kemudian hari.
BACA JUGA: Ini Gambaran Sistem Pendidikan di Inggris, Mirip Indonesia?
Ketika Henry Tudor mengalahkan Richard III dalam Pertempuran Bosworth pada 1485, ia tidak hanya mengakhiri Perang Mawar tetapi juga membuka babak baru yang akan membawa Inggris ke puncak kejayaannya. Dinasti Tudor, yang dimulai dengan Henry VII dan mencapai puncaknya pada era Elizabeth I, menghadirkan transformasi yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan.
Henry VII berhasil menyatukan tahta dengan menikahi Elizabeth dari York, menciptakan simbol Tudor Rose yang menggabungkan Mawar Merah Lancaster dan Mawar Putih York. Namun, sosok yang paling mengubah wajah Inggris adalah Henry VIII dengan enam pernikahannya yang terkenal dan keputusannya untuk memisahkan Gereja Inggris dari Roma. Reformasi Inggris yang dipimpinnya tidak hanya mengubah lanskap keagamaan, tetapi juga memperkuat posisi monarki dan menciptakan identitas nasional yang berbeda dari Eropa Katolik
Kemudian, Elizabeth I membawa Inggris ke Zaman Keemasan dengan kemenangan atas Armada Spanyol pada 1588, yang memperkuat posisi Inggris sebagai kekuatan maritim. Era ini juga menyaksikan berkembangnya sastra dan seni, dengan tokoh seperti William Shakespeare yang karyanya masih kamu nikmati hingga saat ini.
Jika kamu pernah mendengar istilah "imperium tempat matahari tak pernah terbenam," itulah gambaran Inggris pada Era Victoria. Ratu Victoria, yang memerintah selama 64 tahun, menyaksikan transformasi Inggris menjadi kekuatan industri dan imperial terbesar di dunia. Periode ini ditandai dengan Revolusi Industri yang dimulai sekitar 1760-1840, menjadikan Inggris sebagai "bengkel dunia" dengan inovasi-inovasi seperti mesin uap James Watt dan sistem produksi massal.
Perubahan sosial pada era ini sungguh dramatis - populasi Inggris meningkat hampir dua kali lipat dari 16,8 juta pada 1851 menjadi 30,5 juta pada 1901, sementara London menjadi kota terbesar di dunia. Namun, kemakmuran ini juga membawa masalah sosial baru, dengan munculnya kelas pekerja industri dan kesenjangan sosial yang tajam.
Kekaisaran Britania pada masa ini mencakup seperempat daratan dunia dan menguasai 23% populasi global, menyebarkan bahasa, hukum, dan budaya Inggris ke seluruh penjuru dunia. Periode ini juga menyaksikan perkembangan sistem parlementer modern dengan tokoh-tokoh seperti Benjamin Disraeli dan William Gladstone yang membentuk politik Inggris modern.
Abad ke-20 menghadirkan ujian terberat bagi Inggris dengan dua perang dunia yang mengubah tatanan global selamanya. Ketika Jerman menginvasi Belgia pada 1914, Inggris merasa memiliki kewajiban moral untuk memenuhi perjanjian yang menjamin netralitas Belgia, sehingga menyeret negara ini ke dalam Perang Dunia I. Perang yang awalnya diperkirakan akan berakhir dengan cepat ternyata berlangsung selama empat tahun dan menelan korban jiwa yang sangat besar, mengubah seluruh struktur sosial Inggris.
Perang Dunia II membawa tantangan yang bahkan lebih besar, terutama selama periode London Blitz ketika Jerman melakukan pengeboman intensif terhadap kota-kota Inggris dari September 1940 hingga Mei 1941. Meskipun hampir 100.000 warga sipil terbunuh atau terluka, semangat rakyat Inggris tidak pernah patah. Kepemimpinan Winston Churchill dan ketahanan rakyat Inggris selama periode ini menjadi legenda yang masih dikenang hingga saat ini. Kedua perang dunia ini tidak hanya mengubah Inggris secara internal, tetapi juga menandai dimulainya kemunduran Kekaisaran Britania dan kebangkitan Amerika Serikat sebagai kekuatan global baru.
Memasuki abad ke-21, Inggris menghadapi tantangan dan peluang yang sangat berbeda dari masa-masa sebelumnya. Setelah bergabung dengan Komunitas Ekonomi Eropa pada 1973, hubungan Inggris dengan Eropa selalu kompleks dan penuh dengan ketegangan. Globalisasi, revolusi digital, dan perubahan demografi menciptakan dinamika baru dalam masyarakat Inggris. Ratu Elizabeth II, yang memerintah selama 70 tahun hingga wafatnya pada 2022, menyaksikan transformasi luar biasa dari Kekaisaran Britania menjadi Kerajaan Inggris modern.
Namun, peristiwa paling signifikan dalam sejarah Inggris kontemporer adalah Brexit - keputusan untuk keluar dari Uni Eropa setelah referendum 2016. Keputusan ini didorong oleh kekhawatiran tentang regulasi ekonomi, kebijakan imigrasi, dan kontribusi keuangan yang dianggap memberatkan. Proses Brexit yang berlangsung dari 2016 hingga resmi pada 2020 menunjukkan bagaimana Inggris terus berjuang untuk menentukan identitas dan posisinya di dunia modern. Saat kamu nanti belajar di Inggris, kamu akan menyaksikan langsung bagaimana negara ini terus beradaptasi dengan tantangan global sambil mempertahankan tradisi dan nilai-nilai yang telah dibentuk selama berabad-abad.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education