Author:
Updated: 26 June 2023
Sebagian program kuliah S1 di luar negeri hanya menerima siswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dengan kurikulum internasional. Hal ini terjadi karena standar kurikulum di Indonesia tidak sama dengan kurikulum global pakai. Oleh karena itu, jika sebelumnya kamu melanjutkan pendidikan di SMA dengan kurikulum nasional, kamu harus mengambil program Foundation terlebih dahulu selama satu tahun. Baca juga: Hal yang Perlu Kamu Ketahui Mengenai Batasan Usia Kuliah S1
Agar dapat melanjutkan kuliah S1 di luar negeri, tentunya kamu harus melakukan persiapan agar menguasai bahasa Inggris. Penguasaan kamu terhadap bahasa internasional ini harus di buktikan dengan pencapaian dalam TOEFL atau IELTS. Umumnya universitas di luar negeri menerima salah satu satu dari kedua dengan batas pencapaian skor berbeda-beda. Untuk kuliah tingkat S1 di luar negeri umumnya syarat minimum nilai IELTS ialah memiliki skor sekitar 6.0 - 6.5. Sedangkan untuk TOEFL iBT ® dengan standar skor 80-100. Pada dasarnya keduanya sama-sama menguji keterampilan bahasa Inggrismu dalam empat aspek dasar penguasaan bahasa yaitu:
Jika kamu lulus dari SMA dengan kurikulum nasional, kamu tidak dapat langsung melanjutkan kuliah strata 1 di luar negeri. Seperti yang di sampaikan sebelumnya, adanya perbedaan kurikulum ini menyebabkan kamu di nilai belum memenuhi kualifikasi untuk mendaftar. Oleh karena itu, kamu di wajibkan untuk mengambil program Foundation atau Pathway terlebih dahulu sebelum mendaftar di universitas untuk program kuliah S1 di luar negeri. Baca juga: Cara Dapat Beasiswa S1 di Luar Negeri Paling Ampuh!
Selain memiliki kurikulum yang berbeda, pendidikan S1 di luar negeri juga memiliki awal semester (intake) yang berbeda dengan di Indonesia. Setiap negara juga memiliki intake yang berbeda, sehingga kamu harus memperhatikan waktu kelulusan sekolah kamu dengan intake universitas tujuan kamu. Selain itu, berbeda dengan Indonesia, institusi pendidikan di luar negeri biasanya memiliki pilihan intake yang bisa kamu ambil. Umumnya dalam satu tahun ada 3 sampai 4 intake sehingga kamu tidak harus menunggu lama untuk mendaftar di intake selanjutnya. Sebelum mendaftar kuliah S1 di luar negeri, kamu tentu harus persiapan mencari tahu terlebih dahulu kapan waktu di bukanya pendaftaran perkuliahan untuk negara dan universitas yang kamu tuju. Idealnya, kamu sebaiknya mendaftar sekitar satu tahun hingga enam bulan sebelum awal semester perkuliahan di mulai. Dengan demikian dirimu akan memiliki cukup waktu untuk proses pendaftaran dan administrasi kuliah yang panjang. Jika semuanya berjalan lancar, kamu juga tidak akan tergesa-gesa dalam mengatur keberangkatan ke negara tujuan kamu nantinya.
Langkah yang satu ini sangat penting kamu lakukan sebelum yakin kuliah S1 di luar negeri. Membuat rencana adalah langkah penting dalam persiapan studi yang baik dan dapat membantu kamu mencapai tujuan akademis dan profesional. Setiap program kuliah S1 di luar negeri memiliki prasyarat dan kebutuhan yang harus di penuhi untuk lulus. Identifikasi prasyarat dan kebutuhan kuliah yang perlu dipenuhi untuk mencapai tujuan akademis Anda dan pastikan Anda mengambil semua mata kuliah yang dibutuhkan. Apa yang ingin kamu pelajari? Apa yang ingin kamu lakukan setelah lulus kuliah? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu kamu menentukan mata kuliah yang perlu diambil, pilihan jurusan, dan program yang sesuai dengan tujuan Anda. Buat jadwal kuliah yang memungkinkan kamu menyelesaikan semua mata kuliah yang dibutuhkan dan mencapai tujuan akademis.
Memilih universitas untuk kuliah S1 di luar negeri adalah keputusan yang sangat penting dan memerlukan penelitian yang matang. Pilih universitas yang menawarkan program studi yang sesuai dengan minat kamu. Kemudian pelajari informasi tentang universitas yang ingin dipilih, seperti biaya kuliah, akreditasi, reputasi, dan fasilitas yang tersedia. Universitas dengan reputasi yang baik akan meningkatkan nilai gelar kamu dan dapat membuka pintu untuk kesempatan karir yang lebih baik di masa depan. Pastikan bahwa universitas yang kamu pilih berada di lokasi yang aman dan nyaman untuk tinggal. Jangan ragu untuk meminta saran dan bantuan dari orang yang berpengalaman, seperti konselor pendidikan atau agen pendidikan yang terpercaya seperti SUN Education.
Sebelum yakin untuk pergi, menghitung biaya kuliah dan hidup untuk kuliah S1 di luar negeri adalah persiapan yang penting. Setiap universitas memiliki biaya kuliah yang berbeda. Carilah informasi tentang biaya kuliah dari situs web universitas atau hubungi departemen pendaftaran universitas tersebut. Sedangkan untuk biaya hidup mencakup akomodasi, transportasi, makanan, bahan bacaan, dan kebutuhan lainnya. Kamu dapat mencari informasi ini dari situs web pemerintah atau organisasi yang terkait dengan pendidikan. Pastikan kamu memperhitungkan kurs mata uang saat menghitung biaya kuliah S1 dan hidup. Nilai mata uang dapat berubah-ubah setiap saat, jadi pastikan kamu memperhatikan perubahan kurs uang tersebut. Baca juga: Berencana S1 di Luar Negeri? Ketahui Kategori Standar Skor TOEFL Saat Ini!
Salah satu tantangan persiapan kuliah S1 ke luar negeri adalah persyaratan dokumen yang lebih banyak dan proses administrasi yang lebih rumit. Apalagi setiap negara dan setiap universitas memiliki sistem pendaftaran dan administrasi yang berbeda. Tentu saja hal ini menjadi salah satu kekhawatiran bagi pelajar dan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Kesalahan atau kekurangan dalam pendaftaran sering terjadi karena baik siswa dan orang tua tidak begitu mengerti dengan penjelasan pengurusan. Di tambah lagi, proses pendaftaran kuliah S1 di luar negeri juga biasanya di iringi kasus tertentu, seperti dokumen yang belum terbit, masalah visa pelajar dan sebagainya. Hal ini seringkali membuat bingung dan panik, apalagi jika terjadi mendekati batas waktu yang di tentukan oleh pihak universitas. Baca juga: Standar Nilai TOEFL untuk S1 Luar Negeri dan Trik Menyelesaikannya! Related Posts
Connect with SUN Education