Persiapan Kuliah di Luar Negeri Saat Pandemi: ‘Possible’ Banget Kok!
25 Januari 2021
‘Through the Pandemic’: Keuntungan Kuliah di Universitas Terkemuka Australia Tanpa Visa Student
27 Januari 2021

Ingin Kuliah S1 di Luar Negeri? Wajib Tahu 5 Hal Berikut!

kuliah s1 di luar negeri

Sumber: Freepik

Kuliah di luar negeri memang merupakan keinginan banyak orang. Selain karena kualitas pendidikan yang lebih baik daripada di Indonesia, kuliah di luar negeri juga menawarkan pengalaman yang berbeda. Perbedaan bahasa dan budaya, serta lokasi yang jauh dari tanah air tentunya akan membuka wawasan kamu terhadap dunia yang lebih luas. Nah, apakah kamu termasuk pelajar SMA yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri? 

Jika iya, kamu wajib mengetahui dan mempersiapkan beberapa hal berikut. Simak penjelasannya ya!

1. Ketahui Tentang Kurikulum Internasional

kuliah di luar negeri kurikulum internasional

Sumber: Freepik

Sebagian program kuliah S1 di luar negeri hanya menerima siswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dengan kurikulum internasional. Hal ini terjadi karena standar kurikulum yang diterapkan di Indonesia tidak sama dengan kurikulum yang berlaku secara global. Oleh karena itu, jika sebelumnya kamu melanjutkan pendidikan di SMA dengan kurikulum nasional, kamu harus mengambil program Foundation terlebih dahulu selama satu tahun. 

Lalu, apa itu kurikulum internasional?

Kurikulum internasional ada kurikulum sekolah yang diterima secara global untuk melanjutkan kuliah S1 di luar negeri. Berbeda dengan kurikulum di Indonesia yang menyertakan banyak sekali mata pelajaran, kurikulum internasional berfokus pada mata pelajaran inti sesuai dengan ketertarikan siswa saja. Selain itu kurikulum internasional didesain khusus agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan berfokus pada pemecahan masalah. 

Di Indonesia sendiri, kurikulum internasional umumnya ditawarkan oleh sekolah-sekolah swasta. Jenis kurikulum yang diajarkan umumnya adalah International Bachelorette (IB) dan International General Certificate of Secondary Education (Cambridge IGCSE)/A Level. Perbedaan keduanya terletak dari jumlah mata pelajaran yang diambil, di mana A level hanya 3 mata pelajaran, sementara IB adalah 6 mata pelajaran. 

2. Persiapan Bahasa Inggris

bahasa inggris untuk kuliah

Sumber: Freepik

Agar dapat melanjutkan kuliah S1 di luar negeri, tentunya kamu harus menguasai bahasa Inggris. Penguasaan kamu terhadap bahasa internasional ini harus dibuktikan dengan pencapaian dalam TOEFL atau IELTS. Umumnya universitas di luar negeri menerima salah satu satu dari kedua dengan batas pencapaian skor yang berbeda-beda. Untuk tingkat S1 umumnya dibutuhkan IELTSTM dengan skor sekitar 6.0 – 6.5, sedangkan untuk TOEFL iBT ® dengan standar skor 80-100. 

Pada dasarnya keduanya sama-sama menguji keterampilan bahasa Inggrismu dalam empat aspek dasar penguasaan bahasa. Mulai dari membaca (reading), menulis (writing), berbicara (speaking), hingga mendengarkan (listening). Hanya saja, TOEFL lebih mengacu pada bahasa Inggris dari Amerika Serikat, sementara IELTS mengacu pada bahasa Inggris dari negara asalnya, Britania Raya. Meski demikian, keduanya tetap dapat secara umum digunakan di berbagai negara. 

Sebenarnya ada beberapa opsi profisiensi bahasa Inggris lainnya yang dapat kamu gunakan, misalnya seperti Duolingo English Test. Meski sudah mulai banyak digunakan, Duolingo English Test masih belum secara merata digunakan di berbagai negara. Oleh karena itu, opsi paling aman adalah IELTS dan TOEFL yang saat ini sudah berbasis internet. Biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti ujian ini adalah 185 USD untuk TOEFL dan 250 USD untuk IELTS. 

3. Program Foundation

foundation di luar negeri

Sumber: Freepik

Jika kamu lulus dari SMA dengan kurikulum nasional, kamu tidak dapat langsung melanjutkan kuliah jenjang S1 di luar negeri. Seperti yang disampaikan sebelumnya, adanya perbedaan kurikulum ini menyebabkan kamu dinilai belum memenuhi kualifikasi untuk mendaftar. Oleh karena itu, kamu diwajibkan untuk mengambil program Foundation atau Pathway terlebih dahulu sebelum mendaftar di universitas untuk program S1. 

Apa itu Foundation/Pathway?

Foundation atau Pathway adalah program pra-kuliah yang ditawarkan kepada pelajar internasional yang belum memenuhi kualifikasi pendaftaran di universitas. Tujuan dari program ini adalah sebagai persiapan bagi pelajar untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum yang dapat diterima di universitas di luar negeri. Durasi program ini umumnya hanya sekitar satu tahun saja, dan terkadang ditawarkan langsung oleh universitas yang bersangkutan. 

Jadi, jika kamu lulus dari SMA kurikulum nasional, total waktu yang kamu tempuh untuk menyelesaikan studi di luar negeri bertambah satu tahun. Misalnya, program Bachelor atau S1 di United Kingdom umumnya berdurasi tiga tahun, di mana setahun lebih cepat daripada di negara lainnya. Meski demikian, kamu harus mengambil program Foundation terlebih dahulu selama satu tahun sebelum memulai program S1. Sehingga, total masa studimu akan tetap sama dengan di dalam negeri atau negara lainnya yaitu empat tahun.

4. Waktu Pendaftaran Kuliah di Luar Negeri

waktu pendaftaran kuliah

Sumber: Freepik

Selain memiliki kurikulum yang berbeda, pendidikan di luar negeri juga memiliki awal semester (intake) yang berbeda dengan di Indonesia. Setiap negara juga memiliki intake yang berbeda, sehingga kamu harus memperhatikan waktu kelulusan kamu dengan intake universitas tujuan kamu. Selain itu, berbeda dengan Indonesia, institusi pendidikan di luar negeri biasanya memiliki pilihan intake yang bisa kamu ambil. Umumnya dalam satu tahun ada 3 sampai 4 intake sehingga kamu tidak harus menunggu lama untuk mendaftar di intake selanjutnya. 

Sebelum mendaftar, kamu tentu harus mencari tahu terlebih dahulu kapan waktu dibukanya pendaftaran untuk negara dan universitas yang kamu tuju. Idealnya, kamu sebaiknya mendaftar sekitar satu tahun hingga enam bulan sebelum semester dimulai. Dengan demikian kamu akan memiliki cukup waktu untuk proses pendaftaran dan administrasi yang panjang. Jika semuanya berjalan lancar, kamu juga tidak akan tergesa-gesa dalam mengatur keberangkatan ke negara tujuan kamu nantinya. 

5. Pengurusan Kuliah di Luar Negeri

konsultan studi luar negeri

Sumber: Freepik

Salah satu tantangan kuliah S1 ke luar negeri adalah persyaratan dokumen yang lebih banyak dan proses administrasi yang lebih rumit. Apalagi setiap negara dan setiap universitas memiliki sistem pendaftaran dan administrasi yang berbeda. Tentu saja hal ini menjadi salah satu kekhawatiran bagi pelajar dan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri. 

Kesalahan atau kekurangan dalam pendaftaran sering terjadi karena baik siswa dan orang tua tidak begitu mengerti dengan penjelasan yang ada. Ditambah lagi, proses pendaftaran juga biasanya diiringi kasus tertentu, seperti dokumen yang belum terbit, masalah visa dan sebagainya. Hal ini seringkali membuat bingung dan panik, apalagi jika terjadi mendekati batas waktu yang ditentukan oleh pihak universitas. 

Oleh karena itu, kamu sangat disarankan untuk menggunakan layanan konsultan pendidikan luar negeri yang dapat membantu segala pengurusan studimu, seperti SUN Education. Selain dapat berkonsultasi mengenai pilihan program dan universitas, SUN Education juga dapat kamu andalkan untuk pendaftaran, pengurusan dokumen, pengajuan visa, hingga asuransi dan akomodasi. 

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerjasama dengan lebih dari 300 institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Dari negara-negara tersebut, banyak universitas yang memiliki staf pengajar super berpengalaman! Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

Comments are closed.