Author: Valerie Dante
Updated: 08 January 2026
Kamu pasti sudah deg-degan kan ngebayangin gimana rasanya kuliah di Negeri Tirai Bambu? Sebelum kamu berangkat, ada satu hal penting yang gak boleh dilewatkan yaitu medical checkup atau pemeriksaan kesehatan.
Tenang, SUN Education bakal kasih kamu panduan lengkap dan terbaru tentang semua yang perlu kamu tau soal medical checkup untuk kuliah di China.
Pemeriksaan medis wajib dilakukan oleh semua mahasiswa internasional yang akan belajar di China lebih dari 180 hari dengan visa X1. Kamu memiliki dua pilihan untuk melakukan pemeriksaan medical check up antara di negara asal atau setelah tiba di China.
Formulir yang diperlukan adalah "Foreigner Physical Examination Form" (外国人体格检查表) yang harus diisi lengkap oleh dokter bersertifikat. Formulir ini harus diperoleh dari Kedutaan Besar China atau dapat diunduh dari website resmi universitas tujuan kamu. Masa berlaku hasil pemeriksaan medis adalah 6 bulan sejak tanggal pelaksanaan.
Oleh karena itu, kamu harus merencanakan waktu pemeriksaan dengan cermat agar tidak kadaluarsa saat mengajukan visa atau residence permit. Hasil pemeriksaan harus dibawa dalam bentuk dokumen asli, bukan fotokopi, dan harus disertai dengan stempel resmi rumah sakit.
China memiliki daftar penyakit yang melarang masuknya pelajar asing, termasuk tuberkulosis aktif, HIV/AIDS tahap lanjut, lepra, dan gangguan jiwa berat. Penyakit menular berbahaya lainnya seperti hepatitis akut, sifilis stadium lanjut, dan malaria berat juga termasuk dalam daftar ini. Selain itu, gangguan kesehatan mental seperti skizofrenia, bipolar disorder dengan gejala berat, dan gangguan psikotik akut dapat menjadi penghambat.
Kondisi medis kronis seperti kanker stadium lanjut, gagal jantung, dan gagal ginjal terminal juga dapat mempengaruhi persetujuan visa. Namun, kasus-kasus tertentu dapat dipertimbangkan secara individual jika kondisi sudah terkontrol dengan baik dan tidak memerlukan perawatan intensif. Kamu perlu menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis yang menangani kondisi tersebut, lengkap dengan riwayat pengobatan dan prognosis.
Buta warna parsial atau total dapat menjadi penghambat untuk jurusan tertentu seperti kedokteran, teknik, dan desain. Universitas biasanya memiliki kebijakan khusus terkait hal ini, sehingga kamu perlu mengkonfirmasi dengan pihak universitas sebelum mendaftar. Gangguan penglihatan atau pendengaran yang parah juga perlu didiskusikan dengan universitas tujuan untuk memastikan tersedianya fasilitas dan dukungan yang memadai.
Proses medical checkup dimulai dengan pendaftaran di rumah sakit atau klinik yang ditunjuk. Kamu perlu membuat janji terlebih dahulu, terutama di kota-kota besar yang memiliki banyak calon mahasiswa internasional. Usahakan melakukan reservasi janji temu minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.
Untuk lama proses keseluruhan medical check up biasanya memakan waktu 2-3 jam, tergantung pada kepadatan pasien dan kompleksitas pemeriksaan. Tahap awal adalah verifikasi dokumen dan pengisian formulir medis.
Formulir ini berisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan kamu, penyakit yang pernah diderita, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan informasi medis lainnya. Petugas akan memeriksa kelengkapan berkas dan memastikan data dalam formulir sesuai dengan identitas di paspor. Selanjutnya kamu akan menjalani serangkaian tes.
Pemeriksaan darah mencakup tes lengkap untuk mendeteksi penyakit menular seperti HIV/AIDS, sifilis (RPR/TP-PA), dan hepatitis B serta hepatitis C. Tes fungsi hati (ALT/SGPT) juga dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan pada organ vital ini. Pemeriksaan darah lengkap akan menganalisis kadar hemoglobin, jumlah sel darah putih, dan trombosit untuk menilai kondisi kesehatan umum.
Foto rontgen dada merupakan pemeriksaan wajib untuk mendeteksi tuberkulosis atau kelainan paru-paru lainnya. China sangat ketat dalam hal pencegahan TB karena tingginya angka kejadian penyakit ini di beberapa negara. Hasil rontgen akan dianalisis oleh radiolog untuk memastikan tidak ada tanda-tanda infeksi atau lesi pada paru-paru. Pemeriksaan EKG dilakukan untuk mengevaluasi fungsi jantung dan mendeteksi kelainan ritme atau struktur jantung.
Tes urin akan menganalisis berbagai parameter seperti protein, glukosa, dan sel darah untuk mendeteksi kemungkinan infeksi saluran kemih atau diabetes. Pemeriksaan tinja mungkin diperlukan untuk mendeteksi parasit atau infeksi gastrointestinal, terutama bagi mahasiswa dari negara dengan prevalensi penyakit tropis yang tinggi. Semua hasil pemeriksaan akan dikompilasi menjadi satu laporan medis yang disahkan oleh dokter penanggung jawab dan diberi stempel resmi rumah sakit.
| Nama Rumah Sakit/Klinik | Lokasi | Perkiraan Biaya (IDR) |
|---|---|---|
| Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) | Jl. Kyai Maja No. 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan | Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000 |
| Klinik EMC Tangerang | Jl. Alam Utama Kav. 25, BSD City, Tangerang (dekat Jakarta) | Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000 |
| Primaya Hospital Cilandak | Jl. TB Simatupang No. 59, Cilandak, Jakarta Selatan | Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000¹ |
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.
Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education