Author: Jonathan Kristinus
Updated: 15 January 2026
Tembok Besar China adalah salah satu keajaiban dunia yang paling terkenal. Kalau kamu berencana menetap disini sebagai mahasiswa internasional. Karenanya kali ini SUN Education akan membahas beberapa informasi penting mengenai sejarah, tinggi, dan harga tiket masuk ke Tembok Besar China. Yuk kita mulai!

Tembok Besar China memiliki sejarah yang sangat panjang dan menarik. Pembangunan dimulai pada abad ke-7 SM, saat Dinasti Qin berkuasa. Namun, proyek besar ini diprakarsai oleh Kaisar Qin Shi Huang pada tahun 221 SM untuk melindungi wilayahnya dari serangan nomaden.
Selama lebih dari 2.000 tahun, berbagai dinasti termasuk Han dan Ming melanjutkan pembangunan dan perbaikan tembok ini. Tembok ini tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan, tetapi juga sebagai jalur komunikasi dan perdagangan.
BACA JUGA: 11 Universitas Terbaik di China 2025 Versi QS Rankings, Minat Masuk?

Tinggi Tembok Besar China bervariasi di setiap bagiannya. Rata-rata, tembok ini memiliki tinggi antara 5 hingga 9,1 meter. Beberapa bagian bahkan mencapai ketinggian 14 meter. Ujung tembok ini membentang sepanjang 21.196 kilometer, menjadikannya bangunan buatan manusia terpanjang di dunia. Tembok ini juga memiliki banyak menara pengawas yang berfungsi untuk mengawasi dan memberikan sinyal kepada pasukan.

Harga tiket masuk ke Tembok Besar China bervariasi tergantung lokasi. Di bagian Badaling, tiket dewasa dikenakan biaya sekitar 40 yuan pada musim panas dan 35 yuan di musim dingin. Sementara itu, untuk bagian Mutianyu, harga tiket adalah 40 yuan untuk satu arah dan 80 yuan untuk pulang pergi. Dengan harga yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati keindahan dan sejarah yang ditawarkan oleh salah satu situs warisan dunia ini.
BACA JUGA: Rekomendasi 20 Oleh-Oleh Khas China dan Harganya, Nomor 8 Wajib Beli!
Jika kamu tiba di Bandara Internasional Beijing Capital, ada beberapa cara untuk mencapai Tembok Besar China. Salah satu opsi yang paling populer adalah menggunakan kereta cepat. Dari bandara, kamu bisa naik kereta ekspres ke Stasiun Dongzhimen, lalu lanjutkan dengan kereta bawah tanah ke Stasiun Jishuitan.
Dari sana, kamu bisa naik bus atau taksi menuju bagian Tembok Besar yang kamu pilih, seperti Badaling atau Mutianyu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan layanan shuttle bus langsung dari bandara ke Tembok Besar, yang lebih nyaman dan praktis.

Tembok Besar China buka setiap hari, tetapi jam operasionalnya bervariasi tergantung lokasi. Di bagian Badaling, misalnya, jam buka adalah dari pukul 6:30 hingga 18:00. Sementara itu, bagian Mutianyu buka dari pukul 7:00 hingga 19:00. Fasilitas yang tersedia di Tembok Besar cukup lengkap, mulai dari toilet, area istirahat, hingga kios makanan. Selain itu, ada juga pusat informasi untuk membantu pengunjung.
BACA JUGA: Syarat Kuliah di China untuk Mahasiswa Internasional

Sebagai bangunan terpanjang sedunia, Tembok besar China pastinya memiliki sejumlah hal menarik untuk ditelusuri. Berikut ini beberapa fakta menarik dari tembok besar China.
Tahukah kamu, Tembok Besar China sudah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1987? Ini bukan sembarang penghargaan, lho! Artinya, tembok ini dianggap sangat penting bagi sejarah dan budaya manusia. Lebih dari itu, tembok ini sudah menjadi simbol ikonik dari negara China.
Dalam bahasa Mandarin, Tembok Besar China disebut "Chang Cheng" yang artinya "Tembok Panjang". Ada juga sebutan lain yang lebih lengkap, yaitu "Wan Li Chang Cheng" (万里长城) yang artinya "Tembok Panjang Sepuluh Ribu Mil". Nama ini menggambarkan betapa panjang dan megahnya bangunan ini.
Nama "Tembok Besar China" begitu terkenal hingga banyak digunakan dalam berbagai hal. Sampai saat ini, ada lebih dari 4.431 merek dagang yang menggunakan nama atau unsur-unsur dari tembok ini, contohnya seperti Great Wall Hotel.
Untuk membangun tembok sepanjang ribuan kilometer, tentu dibutuhkan bahan-bahan yang kuat dan tahan lama. Orang-orang zaman dulu menggunakan bahan-bahan alami seperti tanah yang dipadatkan, batu bata, dan batu alam. Yang unik, mereka juga menggunakan tepung beras ketan sebagai perekatnya! Bayangkan, bahan makanan sehari-hari ternyata bisa jadi bahan bangunan yang kuat.
Meskipun sudah berusia ribuan tahun, upaya untuk memperbaiki dan membangun kembali tembok ini terus dilakukan. Salah satu bagian yang pertama kali diperbaiki adalah bagian Badaling pada tahun 1957.
Kalau kita pikir, tembok besar ini tentu dibangun untuk melindungi wilayah dari serangan musuh. Tapi, fungsinya enggak cuma itu saja. Tembok ini juga digunakan sebagai jalur komunikasi. Dengan adanya menara-menara sinyal, pesan bisa disampaikan dengan cepat dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, tembok ini juga berfungsi sebagai jalur transportasi bagi pasukan.
Kalau kamu bayangkan, tembok besar itu pasti lurus memanjang seperti garis. Ternyata, anggapan itu enggak sepenuhnya benar. Tembok besar China terdiri dari banyak bagian, seperti tembok samping, tembok pembatas, dan bahkan ada bagian yang enggak ada temboknya. Jadi, bentuknya enggak selurus yang kita bayangkan.
Meskipun pembangunan tembok ini dimulai sejak zaman dinasti Qin, sebagian besar tembok yang kita lihat sekarang adalah peninggalan dari Dinasti Ming. Jadi, kalau kamu berkunjung ke sana, kamu sedang menyaksikan sejarah yang berusia ratusan tahun.
Tembok besar China enggak rata tingginya, lho. Ada bagian yang tingginya cuma 5-9 meter, tapi ada juga yang mencapai 14 meter. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis di setiap daerah.
Selain tinggi, tembok ini juga lebarnya beragam. Namun lebar tembok China rata-ratanya sekitar 6,5 meter. Perbedaan ketinggian ini membuat pemandangan di sekitar tembok menjadi sangat beragam.
Tahukah kamu, tembok ini sudah berusia sekitar 2.700 tahun dan 9 Dinasti!
Untuk membangun tembok sebesar itu, dibutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak. Lebih dari 1 juta pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan proyek raksasa ini.
Tembok ini enggak cuma ada di satu tempat, lho. Ia membentang melewati 15 provinsi di utara China, dari Heilongjiang sampai Xinjiang.
Sayangnya, karena usia yang sangat tua, banyak sepertiga bagian dari tembok ini sudah rusak atau hilang. Meski begitu, sisa-sisa tembok yang masih ada tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Setiap tahun, lebih dari 50 juta orang mengunjungi Tembok Besar China. Bahkan, lebih dari 460 pemimpin negara dan tokoh penting dunia pernah datang ke sini.
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.
Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education