Author: Jonathan
Updated: 26 January 2026
Swiss merupakan salah satu negara tujuan favorit untuk kuliah di Eropa. Negara terbersih di dunia ini mempunyai banyak universitas terbaik yang bisa kamu pilih. Contohnya seperti Les Roches dan Glion Institute yang merupakan dua institusi bidang hospitality terbaik di dunia. Bagi kamu yang ingin melanjutkan studi di negara Swiss, wajib mengetahui budaya yang ada. Yuk pelajari budaya Swiss dari sekarang biar nanti nggak culture shock!

Budaya Swiss pertama adalah alphorn yang seringkali dimainkan saat festival atau perayaan negara Swiss. Alphorn berasal dari bahasa Jerman "Alp" yang berarti pegunungan tinggi, dan "Horn" yang berarti terompet. Awalnya Alphorn digunakan gembala pegunungan Alpen untuk berkomunikasi dari jarak jauh. Namun alphorn kini berfungsi untuk memeriahkan upacara budaya dan acara seperti Désalpe.

Poya Painting adalah salah satu bentuk seni tradisional yang berkembang di kawasan pegunungan Swiss, terutama di daerah Fribourg. Kata "Poya" dalam dialek Fribourg bermakna perjalanan ternak sapi dan kambing menuju padang rumput Alpen. Pembuatan Poya Painting biasanya menggunakan panel kayu sebagai media lukis dan cat tempera sebagai alat lukisnya.
Yodeling atau dalam bahasa Swiss "Jodeln" adalah teknik bernyanyi yang menggabungkan nada tinggi kepala dengan nada rendah dada. Budaya Swiss ini dulunya digunakan oleh gembala di Swiss untuk berkomunikasi secara jarak jauh. Saat ini Yodeling berperan dalam pembuatan musik modern untuk memberikan sentuhan eksperimental yang unik pada genre musik pop.
Salah satu budaya Swiss yang akan jarang ditemui yaitu Unspunnenfest. Karena festival yang diadakan di Interlaken ini biasanya hanya diadakan setiap 12 tahun sekali. Festival ini menyoroti budaya tradisional Swiss dengan menampilkan kompetisi seperti Steinstossen (lempar batu), Schwingen (gulat tradisional), dan yodeling. Unspunnenfest pertama kali diadakan pada tahun 1805 yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara penduduk kota dan pedesaan.
Festival Alpabzug juga dikenal sebagai Désalpe adalah budaya tahunan Swiss di mana ternak dibawa turun dari padang rumput pegunungan ke lembah saat musim gugur. Sapi-sapi dihiasi dengan bunga dan lonceng besar, menciptakan pemandangan yang meriah dan penuh warna. Perayaan budaya Swiss ini menandai akhir musim penggembalaan di pegunungan dan sering disertai dengan pasar tradisional, musik, dan tarian.

Budaya Swiss berikutnya yang tidak kalah unik adalah Fasnacht. Perayaan tradisional ini sangat dinantikan di Swiss terutama di wilayah Basel dan Luzern. Kata "Fasnacht" sendiri berasal dari bahasa Jerman Kuno "vaschang" yang berarti "malam sebelum puasa."
"En Guete" adalah ungkapan dalam bahasa Swiss-Jerman yang sering digunakan saat seseorang mendoakan selamat makan kepada orang lain. Budaya orang swiss mengucapkan "En Guete" berfungsi sebagai pemersatu di antara orang-orang yang sedang makan bersama. Mengucapkan "En Guete" juga untuk menunjukkan rasa syukur atas berkah makanan yang mereka miliki.

Zopf adalah jenis roti kepang tradisional Swiss dengan tekstur renyah di bagian luar namun lembut pada bagian dalam. Menyantap Zopf pada hari Minggu adalah simbol penting dari kebersamaan keluarga di Swiss. Bahkan beberapa keluarga di Swiss memiliki resep turun-temurun yang menjadi warisan turun-temurun.
Swiss terkenal mempunyai pemandangan alam yang luar biasa indah dengan pegunungan Alps yang memukau dan danau-danau jernih yang memanjakan mata. Hiking atau mendaki gunung merupakan budaya turun-temurun di Swiss. Masyarakat lokal Swiss sangat mencintai kegiatan ini selama berabad-abad.
Penggunaan Aromat dalam hampir setiap masakan tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas budaya negara Swiss. Aromat adalah bumbu serbaguna dari perusahaan Swiss bernama Knorr yang sudah ada sejak tahun 1953. Ibaratnya aromat ini "Micinnya orang Swiss". Mulai dari masakan rumahan di Swiss hingga restoran bintang lima menggunakan Aromat untuk menyedapkan masakan mereka.
Dalam budaya Swiss, hari Minggu memiliki arti sebagai hari suci dan hari istirahat. Sebagian besar kegiatan bisnis dan komersial wajib tutup, kecuali rumah sakit dan kantor polisi. Membuang sampah terutama botol dan kaleng yang bisa menimbulkan suara, dianggap dapat mengganggu ketenangan tersebut. Bahkan bisa masuk penjara jika melanggar peraturan ini lho.
Budaya Swiss sangat menghargai ketertiban dan keteraturan. Sejak dini anak-anak Swiss diajarkan pentingnya mematuhi aturan. Ketaatan ini terbukti dari survey USNews yang menempatkan Swiss pada urutan ke 7 sebagai negara dengan kerangka hukum paling maju yang ditaati.
Dengan bekal pemahaman budaya di atas, apakah kamu sudah mendapatkan gambaran mengenai Swiss? Kamu bisa meminta tolong SUN Education untuk meminimalisir culture shock. Apalagi konselor di SUN Education bisa membantu kamu untuk memahami lebih jauh mengenai negara Swiss. Tunggu apalagi? konsultasikan perkuliahanmu ke Swiss SEKARANG!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education