Author: Jonathan
Updated: 02 February 2026
Perancis bisa dibilang sebagai salah satu negara yang punya pengaruh besar dalam dunia kuliner. Hal ini dikarenakan faktor sejarah dimana banyak negara yang dijajah oleh Perancis, namun di sisi lain negara ini juga menyebarkan masakannya pada warga lokal. Selain itu, Perancis juga rumah bagi sekolah masak terbesar di dunia yakni Le Cordon Bleu. Dengan adanya sekolah ini, tentunya masakan khas Perancis pun terus terjaga dan tersebar hingga ke seluruh dunia. Jika kamu punya kesempatan berkunjung ke Perancis atau bahkan berkuliah di sana, mencicipi makanan khasnya wajib masuk to do list kamu. Kira-kira makanan khas Perancis mana yang recommended? Ini dia jawabannya!

Makanan khas prancis yang pertama adalah Foie gras. Hidangan mewah ini berbahan utama hati bebek atau jenis angsa lainnya. Bisa dibilang makanan ini termasuk masakan tertua di Eropa, bahkan menjadi makanan favorit keluarga kerajaan Perancis dulu. Foie gras ini dimasak dengan cara digoreng, dipanggang atau dibakar dengan bumbu-bumbu dan saus khas Perancis yang bercita rasa gurih. Makanan ini juga sering dijadikan sebagai main course di restoran-restoran Perancis. Wajib coba, nih!
Masakan dari prancis selanjutnya berasal dari daerah Nice. Mendengar namanya saja kamu pasti sudah familiar, yap ratatouille! Masakan ini menginspirasi Disney untuk membuat film dengan nama yang sama. Ratatouille sendiri merupakan masakan yang terbuat dari bermacam-macam sayuran seperti zucchini, tomat, cabai merah, bawang putih, lemon dan cabai hijau. Semuanya diiris tipis lalu disiram dengan saus yang dibuat dengan bay leave, thyme dan herbs lainnya. Setelah itu, ratatouille dipanggang di dalam oven atau langsung di atas kompor kemudian disajikan. Ada yang memakan masakan ini dengan nasi, roti maupun kentang.

Makanan khas Prancis ini bernama "Coq au Vin" yang wajib masuk ke dalam list kamu! Jika diartikan, "Coq au Vin" berarti "ayam jantan di wine", dan betul saja masakan ini merupakan ayam yang dimasak di dalam wine dengan bumbu-bumbu hingga meresap. Nggak hanya ayam, bahan lain yang turut dimasak adalah lardon, garlic, bawang bombay, dan irisan jamur. Masakan ini menjadi salah satu masakan yang populer untuk santapan malam.
Salah satu makanan khas Perancis yang nggak boleh dilewatkan adalah Beef Burguignon. Masakan dari Prancis ini merupakan masakan berbahan daging sapi yang dimasak dengan bumbu-bumbu khusus yang nikmat bersama wortel, kentang, jamur, dan lain-lain. Seperti Coq Au Vin, Beef Burguignon ini dimasak dengan anggur merah. Dimasak di atas api kecil dalam waktu yang lama, Beef Burguignon memiliki tekstur super lembut dengan rasa yang sangat enak.

Pastry lahir dari negara ini, jadi nggak mungkin datang ke Perancis nggak mencoba aneka French Pastry. Biasanya pastry menjadi menu sarapan di pagi hari. Salah satu contohnya adalah croissant. Di Perancis croissant biasanya dimakan dengan hot chocolate dengan cara dipotek dan dicelup ke dalamnya. Selain itu, kamu harus mencoba jenis pastry lain seperti pai au chocolate, palmier, eclair, madeline dan banyak lagi. Di Perancis sendiri tersebar pastry shop hampir di setiap daerah dan semuanya pasti ENAK!
Selain Foie Gras, ternyata ada masakan khas Perancis yang menggunakan bebek sebagai bahan utamanya. Bernama Confit de canard, masakan ini menggunakan daging bebek yang dimasak dengan api kecil selama hampir 36 jam! Sebelum menipannya selama hampir dua hari, bebek marinasi bebek dengan herbs, bumbu-bumbu dan garam. Setelah itu bebeknya kamu panggangnya dengan api kecil setidaknya sampai 10 jam. Masakan tradisional Perancis ini bisa langsung kamu nikmatijuga bisa disimpan dengan cara disuwir dan terendam di dalam lemaknya kemudian disimpan di dalam jar. Dengan cara ini, Confit de canard bisa tahan sampai 6 bulan di dalam kulkas!

Makanan khas Perancis berikutnya adalah Crepe. Crepe dari Perancis tentunya beda dengan crepe yang kita makan di Indonesia. Biasanya crepe yang berasal dari Brittany ini justru tidak krispi tetapi tetap tipis. Ada dua cara menyajikan crepes dengan topping manis seperti gula tabur bersama potongan buah stroberi atau blueberry atau yang gurih dengan salmon, jamur atau dengan daging olahan lainnya. Crepe juga bisa menjadi cake yakni disusun bersama olesan cream hingga menjadi mille crepes.
Makanan khas Perancis ternyata bukan hanya daging dan ayam saja, tapi juga ada yang berbahan seafood juga, lho. Namanya Bouillabaisse, menggunakan seafood seperti udang, cumi, dan kerang, bahan-bahannya dimasak dengan bumbu yang nikmat dan sedikit berkuah. Makanan khas Perancis ini sendiri berasal dari para nelayan di daerah Goudes.

Siapa yang suka dengan keju? Kamu harus coba masakan yang bernama Soupe A L’oignon ini! Masakan ini sebenarnya sudah ada sejak zaman romawi sehingga menjadi salah satu masakan khas Perancis. Soupe A L’oignon terbuat dari daging ayam yang diolah bersama bawang putih dan parutan keju. Kuahnya sedikit kental dan sangat gurih karena menggunakan krim kental juga. Rasanya super nikmat, cocok banget buat kamu yang suka makan keju yang gurih!
Di tengah musim dingin di Perancis, kamu harus mencoba cassoulet. Makanan ini sekilas mirip sup, tetapi kuahnya lebih kental. Isinya adalah sosis dan kacang putih yang dimasak menjadi satu. Makanan dari Prancis ini cukup mengenyangkan karena memiliki lemak yang tinggi. Biasanya cassoulet ini hadir saat musim dingin di Perancis dalam keadaan panas. Selain di Perancis, makanan ini juga sudah tersohor di negara-negara Eropa lainnya, lho. Masih banyak lagi makanan khas Perancis yang bisa kamu coba. Apalagi kalau kamu kuliah di sana, pastinya bisa deh mencoba cita rasa khas Perancis ini. Buat kamu yang mau kuliah di Perancis, jangan lupa untuk konsultasi GRATIS dengan SUN Education supaya persiapan kuliahmu menjadi lebih matang lagi.
Makanan khas prancis bernama Quiche Lorraine ini terbuat dari pie crust yang diisi dengan custard gurih, bacon yang dimasak, dan keju yang meleleh. Pada awalnya, Quiche Lorraine hanya terdiri dari adonan pai yang diisi dengan custard telur dan daging asap. Seiring berjalannya waktu, resep ini berkembang dan mengalami berbagai variasi. Versi modern Quiche Lorraine biasanya mencakup keju gruyère atau emmental sebagai tambahan yang memperkaya rasa.
Lapin à la Moutarde adalah hidangan kelinci braised dengan saus mustard khas Prancis yang creamy dan gurih. Daging kelincinya empuk, dimasak perlahan hingga bumbu meresap sempurna. Mustard Dijon memberikan rasa tajam yang khas, dipadukan dengan krim yang memperkaya tekstur sausnya. Kamu akan merasakan perpaduan gurih, sedikit asam, dan creamy dalam setiap suapan. Hidangan ini biasanya disajikan dengan kentang rebus atau pasta. Bagi kamu yang terbiasa dengan rasa Indonesia, ini adalah pengalaman baru karena kelinci jarang dijadikan makanan utama di negara kita. Daging kelincinya lebih lembut dari ayam, dengan aroma herba Prancis seperti thyme dan bay leaf yang menggugah selera.
Raclette adalah pengalaman makan keju yang unik dari wilayah pegunungan Prancis. Keju raclette dipanaskan hingga meleleh, lalu disiram di atas kentang rebus, daging asap, dan acar. Rasanya sangat gurih, creamy, dengan aroma keju yang kuat dan sedikit nutty. Tekstur keju yang meleleh ini sangat lembut di lidah, berpadu sempurna dengan kentang yang pulen. Kamu akan merasakan kehangatan yang menyenangkan, sempurna untuk musim dingin di Prancis. Makanan khas ini biasanya dinikmati bersama teman dalam suasana santai menggunakan alat pemanggang khusus. Bahan utamanya sederhana: keju raclette berkualitas, kentang, charcuterie, dan acar. Sensasi keju panas yang gurih ini sangat addictive dan berbeda dari makanan Indonesia yang cenderung pedas.
Crêpes Suzette adalah dessert mewah berupa pancake tipis Prancis yang disiram saus jeruk dengan sentuhan Grand Marnier. Crêpes-nya lembut, hampir tembus cahaya, dengan tekstur yang sangat halus di mulut. Saus jeruknya memberikan rasa manis, asam segar, dan aroma alkohol yang subtle dari liqueur. Kamu akan terpesona saat chef membakar (flambé) crêpes ini di hadapanmu, menciptakan api biru yang dramatis. Bahan pembuatannya meliputi tepung, telur, susu, mentega, jeruk, gula, dan Grand Marnier. Minuman yang cocok untuk menemani dessert ini adalah teh atau kopi ringan. Makanan penutup khas Prancis ini menunjukkan elegance kuliner yang menjadi trademark negara ini. Setiap gigitan memberikan harmoni rasa yang seimbang antara manis dan asam.
Baguette adalah roti ikonik Prancis yang akan kamu temui setiap hari di sana. Roti panjang ini memiliki kulit luar yang renyah berbunyi "crack" saat digigit, sementara bagian dalamnya lembut dan berpori. Aromanya sangat harum, dengan rasa gandum yang autentik dan sedikit asin. Kamu bisa menikmatinya polos, dengan mentega, keju, atau sebagai sandwich. Bahan dasarnya hanya tepung, air, ragi, dan garam—kesederhanaan yang menghasilkan kesempurnaan. Tekstur kontras antara kulit dan isi adalah ciri khas baguette berkualitas. Di Prancis, membeli baguette segar setiap pagi adalah ritual yang sangat kultural. Makanan pokok ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mahasiswa di Prancis, sempurna untuk sarapan atau makan siang cepat di antara kelas.
Chouquettes adalah pastry kecil menggemaskan yang menjadi camilan favorit di Prancis. Terbuat dari adonan choux yang dipanggang hingga mengembang, lalu ditaburi gula mutiara di atasnya. Teksturnya ringan, berongga di dalam, dengan eksterior yang sedikit renyah. Kamu akan merasakan manis dari gula mutiara yang crunchy berpadu dengan rasa mentega dari adonannya. Bahan utamanya adalah tepung, mentega, telur, dan gula mutiara. Sangat cocok dinikmati dengan minuman kopi atau teh di sore hari. Chouquettes sering dijual di boulangerie (toko roti) Prancis dengan harga terjangkau untuk kantong mahasiswa. Makanan ringan khas ini menunjukkan bagaimana Prancis bisa menciptakan kelezatan dari bahan sederhana dengan teknik sempurna.
Magret de Canard adalah daging dada bebek panggang yang menjadi menu premium di restoran-restoran Prancis. Dagingnya tebal, dengan lapisan lemak yang crispy di satu sisi dan daging pink juicy di sisi lain. Rasanya rich, gurih, sedikit gamey, dengan tekstur yang tender namun firm. Kamu akan merasakan kontras menarik antara lemak renyah dan daging lembut. Biasanya disajikan dengan saus berry atau jus daging yang pekat. Bahan utamanya adalah dada bebek berkualitas, dibumbui sederhana dengan garam dan merica. Teknik memasak khas Prancis menghasilkan tingkat kematangan medium-rare yang sempurna. Makanan ini sering ditemani dengan kentang gratin atau sayuran musiman, mencerminkan pendekatan gastronomi Prancis yang menekankan kualitas bahan.
Éclair adalah pastry memanjang yang diisi dengan krim dan dilapisi glasir di atasnya. Kulitnya terbuat dari adonan choux yang ringan dan berongga, memberikan tekstur yang melt in your mouth. Kamu bisa memilih berbagai rasa filling: vanilla, cokelat, kopi, atau pistachio. Rasanya sangat creamy dari custard di dalam, manis dari glasir, dengan slight crunch dari kulitnya. Bahan pembuatannya mirip chouquettes, ditambah custard dan glasir cokelat atau fondant. Makanan penutup khas Prancis ini adalah karya seni patisserie yang menggabungkan teknik dan rasa. Setiap gigitan memberikan pengalaman tekstur yang kompleks dan rasa yang seimbang. Éclair yang baik menunjukkan keahlian pastry chef dalam menguasai adonan choux yang notabene tricky.
Terrine adalah pâté kasar yang dikemas dalam loaf, biasanya berisi daging cincang dengan lemak dan bumbu. Teksturnya chunky, padat, dengan marbling lemak yang memberikan moisture. Rasanya sangat gurih, herby, dengan kompleksitas rasa dari berbagai daging dan bumbu rempah Prancis. Kamu akan merasakan rasa liver yang khas jika terrine menggunakan organ meat. Biasanya disajikan dingin, diiris tipis, dengan cornichons (acar mentimun kecil) dan baguette. Bahan dasarnya bisa bervariasi: daging babi, unggas, buruan, atau campurannya. Minuman wine adalah pasangan sempurna untuk terrine ini. Makanan khas Prancis ini menunjukkan tradisi charcuterie yang sangat dihormati di sana. Terrine adalah contoh bagaimana Prancis mengawetkan daging dengan cara yang menciptakan delicacy.
Moules-frites adalah hidangan kerang dengan kentang goreng yang sangat populer di Prancis dan Belgia. Kerangnya dimasak dalam kaldu white wine, bawang putih, peterseli, dan shallot hingga terbuka sempurna. Rasanya briny dari laut, gurih dari mentega, dengan aroma bawang putih yang menggoda. Kamu akan merasakan tekstur kerang yang kenyal dan lembut, berpadu dengan kuah yang flavorful. Kentang gorengnya crispy di luar, fluffy di dalam—sempurna untuk dicelupkan ke kuah kerang. Bahan utamanya sederhana tapi berkualitas: kerang segar, white wine, aromatics, dan kentang. Minuman bir dingin adalah teman terbaik untuk hidangan ini. Makanan ini sangat satisfying dan mengenyangkan, cocok untuk makan siang atau malam bersama teman.
Macaron adalah kue kering almond khas Prancis dengan tampilan cantik dan warna-warni. Teksturnya unik: kulit luar yang sedikit crispy dengan interior chewy, diisi dengan ganache atau buttercream. Kamu akan merasakan rasa manis yang delicate, dengan berbagai pilihan flavor dari raspberry, pistachio, hingga lavender. Aromanya harum dari ekstrak dan bahan alami yang digunakan. Bahan utamanya adalah almond meal, gula, dan putih telur—menghasilkan kue yang gluten-free. Makanan manis khas Prancis ini adalah simbol patisserie haute couture yang presisi. Setiap gigitan memberikan pengalaman tekstur yang kompleks: crispy-chewy-creamy. Macaron yang sempurna memiliki "feet" (kaki) di bawahnya dan tekstur yang melt away. Meski kecil, setiap piece adalah explosion of flavor.
Diots adalah sosis tradisional dari wilayah Savoie di Prancis yang dimasak dengan white wine. Sosisnya terbuat dari daging babi dengan bumbu rempah-rempah lokal, memberikan rasa yang distinctive. Kamu akan merasakan tekstur yang juicy dan flavorful dengan hint of spices yang warming. Rasanya gurih, sedikit smoky, dengan kompleksitas dari wine yang meresap. Biasanya disajikan dengan kentang atau polenta, menciptakan makanan comfort yang hearty. Bahan utamanya adalah daging babi cincang, lemak, bumbu rahasia, dan casing alami. Minuman wine lokal adalah pasangan yang sempurna untuk diots ini. Hidangan khas Prancis dari pegunungan ini menunjukkan kuliner regional yang rich dengan karakter. Ini adalah comfort food yang menghangatkan, ideal untuk cuaca dingin.
Pâté adalah spread daging halus yang menjadi staple dalam French cuisine. Teksturnya sangat smooth, buttery, melt in your mouth dengan richness yang intense. Kamu akan merasakan rasa gurih yang complex dari liver dan bumbu-bumbu aromatik. Pâté berkualitas memiliki finish yang clean tanpa aftertaste yang terlalu strong. Biasanya disajikan sebagai appetizer dengan baguette, crackers, dan cornichons. Bahan utamanya bervariasi: chicken liver, pork liver, atau foie gras untuk versi premium. Makanan khas ini adalah bentuk halus dari charcuterie Prancis yang refined. Tekstur smooth-nya kontras menarik dengan crunch dari bread atau crackers. Pâté menunjukkan bagaimana Prancis mentransformasi organ meat menjadi delicacy yang elegant dan sophisticated.
Clafoutis adalah dessert tradisional Prancis berupa flan buah yang dipanggang. Versi klasiknya menggunakan cherry hitam utuh dengan bijinya untuk rasa yang lebih complex. Teksturnya seperti custard yang set—creamy, smooth, dengan buah yang juicy di dalamnya. Kamu akan merasakan manis yang gentle dari adonan, berpadu dengan slight tartness dari buah cherry. Aromanya harum vanilla dengan hint of almond dari biji cherry. Bahan dasarnya sederhana: telur, susu, gula, tepung, dan buah. Makanan penutup khas ini bisa dinikmati hangat atau dingin, biasanya ditaburi gula halus. Clafoutis menunjukkan pendekatan Prancis yang membiarkan bahan berkualitas bersinar. Ini adalah country dessert yang rustic namun elegant, mencerminkan French countryside cooking.
Tartiflette adalah gratin kentang dengan keju Reblochon yang meleleh dari Savoie. Kentangnya lembut, dilapisi dengan bacon, onion, dan white wine, lalu ditutup dengan keju yang gooey. Rasanya sangat rich, creamy, dengan smokiness dari bacon dan pungency dari Reblochon. Kamu akan merasakan comfort food yang ultimate, menghangatkan dari dalam. Teksturnya creamy dengan bagian atas yang sedikit crispy dan golden. Bahan utamanya: kentang, Reblochon cheese, lardons (bacon), onion, dan white wine. Minuman white wine atau salad hijau membantu membalance richness-nya. Makanan khas pegunungan Prancis ini adalah definisi comfort food yang decadent. Tartiflette sempurna untuk dibagikan dengan teman setelah seharian beraktivitas di musim dingin yang dingin.
Mont Blanc adalah dessert mewah berbentuk gunung dengan krim kastanye sebagai bintangnya. Teksturnya unique: meringue renyah di dasar, topped dengan chestnut vermicelli yang creamy. Kamu akan merasakan manis yang earthy dari kastanye, berpadu dengan lightness dari whipped cream. Rasanya nutty, rich, dengan hint of vanilla yang subtle. Tampilan dessert ini seperti gunung bersalju—beautiful dan appetizing. Bahan utamanya adalah chestnut purée, meringue, whipped cream, dan gula. Makanan penutup khas Prancis ini dinamai sesuai gunung tertinggi di Alpen. Setiap suapan memberikan tekstur yang bervariasi dan rasa yang sophisticated. Mont Blanc adalah example supreme dari French patisserie yang menggabungkan technique dan artistry.
Fondue Savoyarde adalah hidangan keju meleleh yang dinikmati bersama-sama dengan mencelupkan roti. Keju Comté, Beaufort, dan Emmental dicairkan dengan white wine dan sedikit kirsch. Rasanya extremely cheesy, gurih, dengan slight tanginess dari wine. Kamu akan merasakan tekstur yang smooth dan creamy, coating setiap potongan roti dengan sempurna. Aromanya harum keju yang intoxicating, making your mouth water instantly. Bahan dasarnya simple: mixture of alpine cheeses, wine, garlic, dan cornstarch untuk binding. Minuman white wine atau teh herbal membantu pencernaan setelah makanan yang rich ini. Fondue adalah social dining experience yang fun, sempurna untuk bonding dengan teman. Makanan khas Prancis ini menghangatkan tubuh dan jiwa selama musim dingin.
Pastis adalah minuman beralkohol khas Prancis dengan rasa anise yang distinctive. Berwarna kuning kehijauan, berubah menjadi milky saat dicampur dengan air dingin. Kamu akan merasakan rasa licorice yang strong, herbal, dengan hint of sweetness. Aromanya sangat aromatic—anise, fennel, dan herba Mediterania lainnya. Biasanya diminum sebagai aperitif sebelum makan, merangsang appetite. Bahan utamanya adalah anise, licorice, dan berbagai herba rahasia dari Provence. Minuman ini sangat refreshing saat diminum dingin di sore hari yang panas. Pastis adalah bagian dari culture Prancis selatan yang laid-back. Ini adalah minuman khas yang menunjukkan love affair Prancis dengan aperitifs yang complex dan flavorful.
Tarte Tatin adalah apple tart terbalik yang menjadi dessert klasik Prancis. Apelnya dikaramelisasi dengan butter dan gula hingga golden dan soft. Rasanya manis dengan caramel yang slightly bitter, berpadu dengan tartness dari apel. Kamu akan merasakan tekstur apel yang tender namun masih mempertahankan bentuknya. Pastry di atasnya (yang jadi bawah saat disajikan) flaky dan buttery. Bahan utamanya sederhana: apel, butter, gula, dan puff pastry. Makanan penutup khas ini best served warm dengan scoop of vanilla ice cream atau crème fraîche. Tarte Tatin lahir dari "accident" di kitchen, menjadi salah satu dessert paling beloved di Prancis. Kombinasi warm caramelized apples dengan cold cream adalah heaven.
Profiteroles adalah choux pastry mini yang diisi dengan ice cream dan disiram saus cokelat panas. Tekstur choux-nya ringan dan crispy, kontras sempurna dengan ice cream yang cold and creamy. Kamu akan merasakan sensasi hot and cold yang exciting dalam satu gigitan. Saus cokelatnya rich, glossy, dengan rasa yang intense namun tidak terlalu manis. Bahan pembuatannya: adonan choux, ice cream vanilla, dan dark chocolate sauce. Makanan penutup khas Prancis ini adalah crowd-pleaser yang selalu sukses. Setiap profiterole adalah perfect bite-sized indulgence. Presentasinya yang elegant membuat dessert ini cocok untuk special occasions. Profiteroles menunjukkan versatility dari adonan choux dalam French patisserie, dari savory hingga sweet applications.
Escargot adalah siput yang dimasak dengan garlic butter dan herbs—hidangan ikonik Prancis yang adventurous. Teksturnya kenyal, slightly chewy, mirip dengan kerang namun lebih firm. Kamu akan merasakan rasa gurih yang intense dari garlic butter yang melimpah. Aromanya heavenly—bawang putih, peterseli, butter berkualitas—menggoda dari jauh. Biasanya disajikan dalam shell-nya atau dish khusus dengan indentations. Bahan utamanya: siput, butter, bawang putih, peterseli, dan shallot. Makanan khas ini dimakan dengan menggunakan penjepit khusus dan garpu kecil. Sauce-nya yang tersisa wajib dihabiskan dengan baguette—too good to waste! Escargot adalah test of culinary courage bagi banyak orang, namun rasanya will surprise you dengan kelezatannya. Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education