Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

Malaysia

/

21 Budaya Malaysia Yang Terkenal dan Jarang Diketahui, Ada Yang Mirip Indonesia!

21 Budaya Malaysia Yang Terkenal dan Jarang Diketahui, Ada Yang Mirip Indonesia!

Author: Jonathan Kristinus

Updated: 08 January 2026

Sebagai negara satu rumpun, Malaysia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan salah satunya adalah dari segi budaya. Bahkan secara geografis saja, Malaysia merupakan negara yang dekat dengan Indonesia. Keduanya pun sama-sama tergabung dalam persatuan asosiasi negara-negara di Asia Tenggara atau ASEAN. Dengan letak geografis yang dekat, nggak heran dua negara ini memiliki kemiripan kultur. Jadi, buat kamu yang mau kuliah di Malaysia, tentunya nggak perlu takut culture shock saat menghadapi kebudayaan negeri jiran ini. Yuk, intip apa saja sih budaya Malaysia yang mirip dengan Indonesia!

1.Mak Yong

Budaya malaysia yang cukup terkenal yaitu Mak Yong yang merupakan bentuk teater tradisional Melayu yang menggabungkan tarian, musik, dan drama. Seni pertunjukan ini berasal dari Kelantan dan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

BACA JUGA: Syarat Kuliah di Malaysia untuk Mahasiswa Internasional  

2.Kaamatan

Budaya selanjutnya Malaysia yaitu kaamatan yang merupakan festival panen yang dirayakan oleh masyarakat Kadazan-Dusun di Sabah. Perayaan ini berlangsung sepanjang bulan Mei, dengan puncaknya pada 30 dan 31 Mei. Kaamatan menampilkan berbagai kegiatan budaya termasuk tarian tradisional Sumazau dan kontes kecantikan Unduk Ngadau.

BACA JUGA: 15 Universitas Terbaik di Malaysia 2026 Versi QS Rankings  

3. Makan Tengah

5 Budaya Malaysia yang Mirip dengan Budaya Indonesia Salah satu contoh budaya negara Malaysia yang mirip Indonesia yaitu makan tengah atau makan bersama. Biasanya berbagai hidangan tradisional Malaysia seperti nasi lemak, laksa, dan roti canai sering disajikan. Makan tengah seringkali juga menjadi waktu bagi keluarga dan teman untuk berkumpul dan menikmati hidangan bersama.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Visa Pelajar Malaysia untuk Mahasiswa Internasional  

4.Dikir Barat

Dikir Barat adalah bentuk seni pertunjukan budaya yang populer di Malaysia, khususnya di Kelantan. Pertunjukan ini melibatkan sekelompok penyanyi yang duduk bersila dan dipimpin oleh seorang tokoh utama yang disebut 'Tukang Karut'. Dikir Barat sering digunakan untuk menyampaikan pesan sosial dan budaya melalui nyanyian dan gerakan tangan yang sinkron.

BACA JUGA: Biaya Hidup di Malaysia dalam Rupiah Selama Sebulan  

5. Gawai Dayak

Budaya dari Malaysia selanjutnya adalah gawai dayak yaitu suatu festival panen yang dirayakan oleh suku Dayak di Sarawak. Perayaan Gawai Dayak dimulai pada malam 31 Mei dan berlanjut hingga 1 Juni. Gawai Dayak menampilkan berbagai ritual tradisional, tarian, dan jamuan makanan khas sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah.

BACA JUGA: Sebelum Kuliah di Malaysia, Cek Jurusan Favorit untuk Mahasiswa Internasional  

6. Tarian Sumazau

Tarian Sumazau adalah tarian tradisional khas Malaysia yang berasal dari suku Kadazan-Dusun di Sabah. Gerakan tarian ini meniru gerakan burung elang yang terbang, dengan lengan yang diangkat setinggi bahu dan gerakan kaki yang lembut. Tarian Sumazau biasanya dipentaskan selama perayaan Kaamatan sebagai simbol rasa syukur atas panen yang berhasil.

BACA JUGA: Biaya Kuliah di Malaysia dalam Rupiah untuk Jenjang Pendidikan D3, S1, S2  

7. Masakan Nyonya Melaka

Budaya negara Malaysia berikutnya berhubungan dengan kuliner yaitu Masakan Nyonya Melaka. Hidangan seperti ayam pongteh dan laksa Nyonya menonjolkan penggunaan rempah-rempah aromatik dan santan perpaduan kuliner Tionghoa dan Melayu yang khas. Restoran seperti Nyonya Makko dan Cottage Spices di Melaka menawarkan pengalaman kuliner autentik.

8. Bersalaman Sambil Meletakkan Tangan di Dada

Di Malaysia, terdapat budaya setelah berjabat tangan, seringkali seseorang meletakkan tangan di dada sebagai tanda hormat. Gestur ini melambangkan penghormatan dan ketulusan dalam interaksi sosial. Selama pandemi COVID-19, praktik ini dianjurkan untuk mengurangi kontak fisik.

BACA JUGA: Tingkat Pendidikan Dan Sekolah di Malaysia, Apakah Mirip Dengan Di Indonesia?  

9. Menggunakan Frasa Campuran

Salah satu budaya dari Malaysia yang paling jelas yaitu mencampurkan bahasa saat berbicara. Penggunaan kata-kata dari bahasa Melayu, Inggris, Mandarin, dan Tamil mencerminkan keragaman linguistik negara ini. Fenomena budaya ini memperkaya komunikasi dan memperkuat identitas multikultural Malaysia. BACA JUGA: Panduan Lengkap Visa Pelajar Malaysia untuk Mahasiswa Internasional  

10. Tidak Menunjuk Dengan Jari

Dalam budaya Malaysia, menunjuk dengan jari dianggap tidak sopan. Sebagai gantinya, orang biasanya menggunakan ibu jari atau seluruh tangan untuk menunjukkan arah atau objek. Praktik ini menunjukkan kesopanan dan rasa hormat dalam interaksi sosial.

BACA JUGA: 33 Makanan Khas Malaysia Terenak, Beberapa Mirip Indonesia!  

11. Mudik Saat Hari Besar

5 Budaya Malaysia yang Mirip dengan Budaya Indonesia

Mirip dengan Indonesia, budaya mudik saat hari besar seperti Hari Raya Aidilfitri dan Tahun Baru Imlek sangat penting di Malaysia. Masyarakat kembali ke kampung halaman untuk merayakan bersama keluarga besar. Tradisi ini memperkuat ikatan keluarga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

12. Menyebut ‘lah’ Dalam Percakapan

Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat Malaysia punya kebiasaan sering menambahkan partikel 'lah' di akhir kalimat. Penggunaan 'lah' berfungsi untuk menegaskan pernyataan atau memperhalus permintaan, menciptakan nuansa yang lebih akrab dan santai. Misalnya, ungkapan "Jangan risau lah" menunjukkan upaya menenangkan lawan bicara.

13. Menghormati Waktu Makan Siang

Bagi orang Malaysia menghormati waktu makan siang dianggap penting dan sudah menjadi budaya. Banyak bisnis dan kantor memberikan jeda khusus untuk makan siang, memungkinkan karyawan menikmati hidangan tradisional seperti nasi lemak atau laksa. Budaya menghormati waktu makan siang ini mencerminkan nilai-nilai yang menekankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

14. Mengucapkan ‘Terima Kasih’ Secara Berlebihan

Masyarakat Malaysia dikenal sering mengucapkan 'terima kasih' dalam berbagai situasi. Kebiasaan tersebut mencerminkan budaya kesopanan dan penghargaan yang tinggi terhadap orang lain. Mengucapkan 'terima kasih' berulang kali bahkan untuk hal-hal kecil menunjukkan rasa hormat dan memperkuat hubungan sosial.

15. Joget Pahang

Tarian ini memiliki sejarah yang kaya dan telah menjadi bagian penting dari budaya Melayu. Joget Pahang awalnya adalah sebuah lagu rakyat tradisional yang digubah oleh seniman agung Tan Sri P. Ramlee khusus untuk film "Hang Tuah" (1956).

16. Pua Kumbu

Pua Kumbu adalah kain tenun tradisional suku Iban di Sarawak. Kain ini dikenal dengan motifnya yang rumit dan penuh makna simbolis, sering digunakan dalam upacara adat dan ritual. Proses pembuatannya melibatkan teknik pewarnaan alami dan keterampilan menenun yang diwariskan secara turun-temurun.

17. Gerai Mamak

Gerai "Mamak" (berasal dari kata 'Mama' yang berarti paman dalam bahasa Tamil) awalnya dikelola oleh komunitas Muslim India. Namun, kini istilah ini merujuk pada gaya hidup. Keunikan utamanya bukan hanya pada jam operasional 24 jam atau menu seperti Roti Canai dan Teh Tarik, tetapi fungsinya sebagai ruang netral sosial. Di Malaysia yang multiras, gerai Mamak adalah satu dari sedikit tempat di mana batas etnis (Melayu, Cina, India) melebur tanpa sekat kelas sosial. Pengunjung bisa melihat CEO duduk di meja sebelah pengemudi truk, sama-sama menonton pertandingan Premier League atau bulu tangkis (Lee Chong Wei) di layar proyektor besar.

18. Mengadakan Open House

Konsep Open House di Malaysia lebih dari sekadar tamu berkunjung; ini adalah agenda nasional. Pemerintah Malaysia sering menyelenggarakan Rumah Terbuka Nasional di mana Perdana Menteri dan raja (Yang di-Pertuan Agong) menjamu ribuan rakyat jelata. Secara budaya, ini adalah simbol Muhibbah (semangat persahabatan antaretnis). Uniknya, tamu tidak perlu membawa hadiah dan tidak perlu undangan resmi. Makanan yang disajikan pun disesuaikan agar bisa dinikmati semua ras (misalnya, di Open House Imlek, makanan yang disajikan pasti pork-free atau halal agar tamu Melayu bisa makan).

19. Festival Thaipusam

Thaipusam di Malaysia (khususnya Batu Caves) adalah salah satu perayaan Hindu terbesar di dunia di luar India. Poin pentingnya adalah kavadi bukan sekadar hiasan, tetapi beban fisik dan spiritual yang dipikul sebagai bentuk pembayaran nazar kepada Dewa Murugan atas doa yang terkabul. Ritual menusuk pipi atau lidah dengan vel (tombak kecil) dilakukan dalam keadaan trance (tidak sadar sepenuhnya) dan secara ajaib sering kali tidak mengeluarkan darah atau meninggalkan rasa sakit berlebih, yang dianggap sebagai berkah dewa.

20. Tradisi Yee Sang (Lou Sang)

Banyak yang mengira tradisi ini berasal dari Tiongkok daratan, padahal Yee Sang adalah kreasi peranakan Asia Tenggara (Malaysia/Singapura). Tradisi ini sarat simbolisme homofon (kata yang bunyinya sama). Misalnya, ikan (yu) berbunyi sama dengan "kelimpahan", dan kerupuk emas melambangkan kekayaan. Tindakan mengangkat sumpit tinggi-tinggi (Lo Hei) dipercaya: semakin tinggi angkatannya, semakin tinggi keberuntungan yang akan diraih tahun itu.

21. Permainan Wau Bulan

Wau Bulan bukan sekadar layang-layang, melainkan simbol kebanggaan budaya Kelantan. Namanya "Bulan" karena bagian bawahnya berbentuk sabit menyerupai bulan. Keunikannya terletak pada busur dengung yang dipasang di kepala wau. Saat diterbangkan, busur ini akan mengeluarkan bunyi mendengung yang khas karena tiupan angin. Ukiran sobekan kertas pada Wau adalah seni tingkat tinggi yang motifnya sering kali berupa flora (tumbuh-tumbuhan menjalar) yang melambangkan kelembutan jiwa masyarakat Melayu

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.   Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!  

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone