Author: Jonathan Kristinus
Updated: 09 February 2026
Sebelum kamu sibuk mengurus visa pelajar atau mencari tempat tinggal di Kuala Lumpur, ada baiknya kamu memahami dulu bagaimana negara tetangga kita ini dijalankan. Memahami sistem pemerintahan Malaysia bukan hanya soal wawasan umum, tapi juga bekal penting agar kamu bisa beradaptasi dengan budaya, hukum, dan dinamika sosial di sana. Tenang aja! SUN Education sudah merangkumkan lengkap mengenai tata kelola negara Malaysia yang perlu kamu ketahui.
Berbeda dengan Indonesia yang berbentuk Republik, Malaysia mempertahankan tradisi kerajaan yang unik. Di sini, posisi raja bukanlah penguasa mutlak, melainkan simbol kedaulatan yang diatur oleh undang-undang. Agar lebih mudah memahaminya, coba perhatikan tabel profil dasar berikut ini:
| Komponen | Keterangan Singkat |
|---|---|
| Bentuk Negara | Monarki Konstitusional Federal |
| Kepala Negara | Yang di-Pertuan Agong (Raja yang dipilih bergiliran setiap 5 tahun) |
| Ideologi Negara | Rukun Negara (5 prinsip dasar mirip Pancasila) |
| Sifat Konstitusi | Tertulis dan menjadi hukum tertinggi |
Kamu akan merasakan kehadiran ideologi Rukun Negara ini dalam kehidupan kampus dan masyarakat sehari-hari. Lima prinsip ini menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Malaysia yang sangat multikultural.
Siapa yang sebenarnya menjalankan pemerintahan sehari-hari? Di sinilah peran Perdana Menteri menjadi sangat vital. Malaysia menganut sistem Demokrasi Parlementer model Westminster warisan Inggris. Berikut adalah poin-poin penting tentang bagaimana kekuasaan bekerja di Malaysia.
Malaysia dipimpin oleh Perdana Menteri dan Kabinet. Uniknya, Perdana Menteri haruslah seorang anggota parlemen. Jika ia kehilangan dukungan mayoritas di parlemen, pemerintahannya bisa jatuh.
Untuk urusan legisliatf, Malaysia terdiri dari dua entitas, yaitu Dewan Rakyat (dipilih rakyat) dan Dewan Negara (senat yang ditunjuk).
Badan kehakiman yang independen dan terpisah dari campur tangan politik eksekutif maupun legislatif.
Di Negara Malaysia Raja bertindak atas nasihat Perdana Menteri dalam banyak hal, namun memiliki wewenang khusus dalam menunjuk Perdana Menteri dan menjaga hak istimewa orang Melayu.
Kalau kamu melihat bendera partai bertebaran di pinggir jalan, itu tandanya demam politik sedang naik. Sistem pemilu di Malaysia cukup berbeda dengan Indonesia dan menciptakan persaingan yang sangat ketat di tingkat lokal. Kamu perlu tahu fakta berikut tentang pemilu Malaysia:
Pemenang di suatu daerah pemilihan ditentukan oleh suara terbanyak. Pihak yang menang mengambil kursi tersebut sepenuhnya tanpa membagi dengan peringkat kedua.
Partai politik di Malaysia jarang bergerak sendirian. Mereka bergabung dalam blok besar seperti Pakatan Harapan atau Perikatan Nasional untuk membentuk pemerintahan.
Usia memilih Malaysia sudah diturunkan menjadi 18 tahun (Undi18). Ini membuat suara anak muda seumuran kamu menjadi rebutan para politisi.
Karena sistemnya parlementer, koalisi bisa berubah di tengah jalan yang menyebabkan pergantian pemerintahan tanpa harus menunggu pemilu raya.
BACA JUGA: Agen Pendidikan Kuliah ke Malaysia Terbaik di Indonesia
Jangan kaget kalau aturan di satu tempat bisa berbeda dengan tempat lain. Malaysia adalah negara federasi yang memberikan kekuasaan cukup besar kepada setiap negara bagian. Perbedaan wewenang otonomi di Malaysia ini bisa dilihat di bawah ini.
| Jenis Wilayah | Contoh | Karakteristik Khusus |
|---|---|---|
| Negeri (Negara Bagian) | Selangor, Johor, Penang | Memiliki Sultan atau Gubernur sendiri serta mengurus hal-hal seperti tanah dan agama Islam. |
| Wilayah Persekutuan | Kuala Lumpur, Putrajaya | Diperintah langsung oleh pemerintah pusat melalui kementerian khusus. |
| Negeri Borneo | Sabah, Sarawak | Memiliki otonomi lebih luas termasuk hak mengontrol imigrasi sendiri. |
BACA JUGA: Biaya Kuliah di Malaysia: S1, S2, S3 per tahun dalam Rupiah
Meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah dan budaya yang hampir sama, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan dalam sistem pemerintahan mereka. Berikut adalah beberapa perbedaan antara sistem pemerintahan Indonesia dan Malaysia:
Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari 34 provinsi dan satu wilayah khusus, sedangkan bentuk negara Malaysia adalah federal yang terdiri dari 13 negara bagian dan tiga wilayah persekutuan.
Indonesia menganut bentuk pemerintahan presidensial, yakni presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan pusat memiliki kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, Malaysia menganut sistem pemerintahan konstitusional monarki parlementer, yang mana raja sebagai kepala negara dan parlemen sebagai badan legislatif memiliki kekuasaan yang signifikan dalam pengambilan keputusan.
Indonesia memiliki konstitusi yang berdiri sejak 1945, sementara Malaysia memiliki konstitusi yang berdiri sejak 1957 dan pada tahun 1963 ketika Sabah dan Sarawak bergabung dengan Federasi Malaysia.
Indonesia memiliki presiden sebagai kepala negara dan juga sebagai kepala pemerintahan, sedangkan Malaysia memiliki raja sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
Indonesia memiliki Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai badan legislatif, sementara sistem pemerintahan Malaysia memiliki Dewan Rakyat dan Dewan Negara sebagai badan legislatif.
Daerah Indonesia memberikan kewenangan yang cukup luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur urusan lokal, sedangkan Malaysia memberikan kewenangan yang lebih terbatas kepada negara bagian dalam hal ini.
Indonesia menganut sistem pemilihan umum langsung untuk memilih presiden, anggota DPR, dan DPD, sedangkan Malaysia menganut sistem pemilihan umum dengan sistem undi terpilih, di mana pemilih memilih calon dan bukan partai politik secara langsung.
Kuliah di Malaysia dengan Mudah
Gimana? setelah mengetahui bagaimana negara malaysia menjalankan sistem pemerintahannya, apakah kamu berminat untuk melanjutkan pendidikan di Negeri Jiran? Kuliah di Malaysia dapat menjadi pilihan menarik bagi banyak orang karena kualitas pendidikan yang baik. Selain itu, biaya kuliah di sana pun cukup terjangkau, serta lingkungan yang ramah bagi mahasiswa internasional. Sebelum memilih universitas, pastikan untuk memeriksa reputasi dan akreditasi universitas tersebut, serta program studi yang tersedia. Kamu bisa meminta bantuan konsultan pendidikan seperti SUN Education untuk membantu kamu dalam urusan perkuliahan ke Malaysia. Salah satunya kamu bisa terbantu banyak dalam pengurusan dokumen seperti visa pelajar dan paspor yang kamu butuhkan untuk pendaftaran kuliah di Malaysia. Kamu juga bisa konsultasi secara GRATIS dengan konselor berpengalaman!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education