Author: Jonathan Kristinus
Updated: 30 March 2026
Siapa yang mau kuliah di Malaysia? Meskipun sama-sama negara Asia Tenggara dan berjarak dekat dengan Indonesia, sebagai mahasiswa internasional kamu tetap harus memenuhi syarat yang universitas berikan tujuanmu di Malaysia. Persyaratannya nggak hanya tentang nilai akhirmu saja, tetapi juga dokumen-dokumen penting bahkan persyaratan bahasa Inggris juga.
Nggak perlu takut bingung, lewat artikel kali ini SUN Education akan share berbagai syarat kuliah di Malaysia untuk mahasiswa internasional. Mulai dari persyaratan akademik sampai persyaratan bahasa Inggris yang wajib kamu penuhi. Baca selengkapnya, ya!
Tahu kah kamu kenapa banyak orang Indonesia yang memilih kuliah di Malaysia? Hal ini karena negara ini memberikan pendidikan dan ijazah yang sudah diakui secara internasional namun biayanya kompetitif. Istilahnya, biaya yang kamu habiskan untuk kuliah di Indonesia nggak jauh berbeda dengan Malaysia.
Budaya yang ada di negara ini pun nggak jauh beda dari Indonesia karena sama-sama negara satu rumpun. Jadi, nggak perlu takut homesick karena berasa rumah sendiri! Eits, tapi ada beberapa syarat umum untuk kuliah di Malaysia, lho. Sebagai pelajar dari Indonesia, yuk, baca selengkapnya persyaratan apa saja sih yang perlu kamu penuhi!
Apakah mahasiswa Indonesia bisa kuliah di Malaysia dengan ijazah nasional? Bisa. Kamu bisa menyerahkan ijazah nasional kelas 12 sebagai persyaratan akademik. Kamu harus memperhatikan dulu universitas yang kamu tuju dan jurusan yang kamu inginkan. Karena, beda jurusan dan universitas tentu persyaratan nilai minimalnya juga berbeda. Kamu bisa tanyakan ini pada SUN Education lho!
Beberapa universitas di Malaysia masih ada yang meminta ijazah dengan nilai kurikulum internasional baik A-Level maupun International Baccalaureate. Nah, jika diminta nilai dari kurikulum internasional artinya kamu harus menjalankan program Foundation yang ada di kampus tersebut. Biasanya yang mensyaratkan nilai dari kurikulum internasional ini adalah program transfer ke universitas luar negeri untuk menyelesaikan programnya.
Untuk beberapa jurusan khusus seperti teknik, kedokteran, atau hukum, universitas sering meminta nilai yang lebih tinggi di mata pelajaran terkait. Misalnya untuk teknik kamu harus punya nilai bagus di matematika dan fisika, untuk kedokteran di biologi dan kimia. Jangan lupa juga bahwa beberapa program kedokteran, kedokteran gigi, atau farmasi meminta kamu untuk lulus tes khusus seperti UKCAT atau BMAT atau ujian internal dari universitas itu sendiri.
| Jurusan | Kurikulum Nasional | A-Level atau IB |
|---|---|---|
| Business dan Economics | Minimal 75-80 dari 100 (setara Grade B atau CGPA 2.67-3.0) | A-Level Minimum 8 poin dari 3 subjek dengan Grade D di minimal 2 subjek |
| Engineering (Teknik Sipil, Mesin, Elektro) | Minimal 80-85 dari 100 (setara Grade B+ atau CGPA 3.0) | A-Level Minimum 8 poin dengan kredit di Matematika dan Fisika Grade C atau lebih baik |
| Computer Science dan Information Technology | Minimal 75-80 dari 100 (setara Grade B atau CGPA 2.67-3.0) | A-Level Minimum 8 poin dengan kredit Matematika di SPM Grade C atau lebih baik |
| Medicine dan Kedokteran | Minimal 85-90 dari 100 (setara Grade A- atau CGPA 3.3-3.7) | BBB ABC atau AAC dalam Biology Chemistry dan Physics atau Matematika minimal B di Chemistry untuk A-Levelmmc+2 |
| Nursing dan Kesehatan | Minimal 75-80 dari 100 (setara Grade B atau CGPA 2.67-3.0) | CCD dengan minimal C dalam Chemistry |
Persyaratan Akademik Pascasarjana (S2)
Kalau lanjut ke S2, kamu perlu memiliki ijazah S1 dari universitas yang terakreditasi dengan IPK minimal 3.0 hingga 4.0 tergantung universitas dan jurusan yang kamu tuju. Untuk program S3, persyaratannya lebih tinggi lagi. Kamu harus punya ijazah S2 dengan hasil yang sangat baik atau IPK 3.0 dan dalam bidang yang relevan dengan program doktoral yang kamu akan ambil. Plus kamu juga perlu siapkan proposal riset yang panjangnya minimal 1000 kata.
BACA JUGA: Agen Pendidikan Kuliah ke Malaysia Terbaik di Indonesia
Berikutnya kita akan membahas tentang dokumen apa saja sih yang perlu kamu persiapkan jika ingin kuliah di Malaysia. Nggak kalah penting dari persyaratan akademik, untuk masuk dan kuliah di universitas Malaysia, sebagai mahasiswa internasional kamu harus memenuhi beberapa dokumen penting ini. Ini dia dokumen-dokumen yang wajib kamu siapkan!
Dokumen yang disyaratkan ini bisa berubah-ubah tergantung peraturan yang berlaku juga keputusan dari kampus. Jadi, kamu wajib banget konsultasi bareng SUN Education biar lebih mudah mendapatkan informasi terkini!
BACA JUGA: 15 Universitas Terbaik di Malaysia 2026 Versi QS Rankings
Meskipun bahasa Melayu menjadi bahasa utama di negara ini, tapi bahasa Inggris menjadi bahasa utama untuk kelas internasional. Itulah kenapa siswa internasional diwajibkan menunjukan sertifikat bahasa Inggris sebagai syarat masuk ke jurusan atau universitas tujuan mereka. Untuk persyaratan bahasa Inggris, universitas di Malaysia meminta nilai dari hasil tes IELTS, iBT TOEFL, Duolingo dan PTE Academics. Nggak harus semuanya, kamu hanya memilih salah satu dari tes tersebut untuk menjadi persyaratan bahasa Inggrisnya. Perhatikan juga hasil tes mana yang menjadi persyaratan jurusan atau universitas yang kamu tuju, ya!
| Tes Bahasa Inggris | Program S1 | Program S2 dan S3 |
|---|---|---|
| IELTS | 5.5 hingga 6.0 | 6.0 hingga 6.5 |
| TOEFL iBT | 60 hingga 80 | 80 hingga 90 |
| PTE Academic | 46 hingga 50 | 50 hingga 58 |
| Cambridge English | B1 Preliminary hingga B2 First | B2 First hingga C1 Advanced |
| Duolingo English Test | Minimal 105 | Minimal 115 |
Perlu diingat, score di atas adalah score umum dan minimum yang diberikan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, beda jurusan dan universitas tentu berbeda nilai yang diminta. Biasanya jurusan-jurusan tertentu seperti Medical, Law, dan Science meminta score yang lebih tinggi dibandingkan jurusan lain. That’s why, penting banget untuk kamu tahu informasi ter-update mengenai persyaratan bahasa Inggris. Kalau kurang, sayang sekali bukan kamu jadi gagal kuliah di universitas impianmu?
Visa pelajar menjadi salah satu dokumen wajib yang dimiliki mahasiswa internasional. Fungsi visa pelajar ini adalah izin tinggal di Malaysia saat kamu berkuliah di negara ini. Sebelum membuat student visa, kamu wajib punya Asuransi kesehatan bisa apply. Kamu punya beberapa pilihan paket dari penyedia yang bekerja sama dengan EMGS. Harganya berkisar antara RM 456 hingga RM 958 per tahun atau sekitar Rp 1.4 juta hingga Rp 3 juta tergantung paket yang kamu pilih dan jenis coverage yang kamu inginkan.
Foto passport size white background ukuran 35 mm × 45 mm.
Medical screening wajib dilakukan dalam 7 hari kerja setelah tiba di Malaysia di klinik panel EMGS.
Single Entry Visa (SEV) tidak diperlukan untuk WNI.
Setelah punya asuransi kesehatan, maka kamu sudah siap membuat student visa! Berikut beberapa tahapan membuat visa pelajar di Malaysia:
Mulai dengan research minimal 3 hingga 5 universitas atau program yang sesuai dengan minat dan kemampuan akademik kamu. Periksa entry requirements, biaya kuliah, intake dates, dan reputasi program tersebut. Banyak universitas di Malaysia yang buka intake di September dan Februari tapi ada juga yang lain.
Mulai siapkan semua dokumen yang diperlukan. Jika ijazah dan transkrip kamu dalam bahasa Indonesia, terjemahkan ke bahasa Inggris oleh translator tersertifikasi atau institusi resmi. Ambil tes bahasa Inggris jika kamu belum punya atau jika hasil yang lama sudah expired. Jangan lupa untuk mendapatkan surat rekomendasi dari dosen atau atasan jika diperlukan.
Daftar ke portal aplikasi universitas target kamu, biasanya lewat website resmi universitas. Isi formulir aplikasi secara lengkap dan upload semua dokumen yang diminta dalam format yang ditentukan. Perhatikan baik baik deadline untuk setiap intake karena biasanya intake September deadline nya di Juni dan intake Februari deadline nya di November tahun sebelumnya.
Setelah kamu submit aplikasi, universitas akan mereview dokumen kamu dan memberitahu keputusan via email. Jika diterima, kamu akan dapat Offer Letter atau e-Offer dalam format digital atau fisik. Simpan surat ini baik baik karena kamu butuh ini untuk proses visa.
Setelah dapat Offer Letter, kamu biasanya diminta untuk bayar acceptance fee atau enrollment fee ke universitas. Jumlahnya bervariasi tapi biasanya berkisar dari Rp 2 hingga 5 juta. Bayar sesuai instruksi dan keep receipt nya. Setelah ini kamu baru bisa lanjut ke proses visa.
Universitas akan mendaftarkan kamu ke EMGS dan mulai proses Visa Approval Letter atau VAL. Alternatif lain, kamu bisa mengajukan sendiri ke portal EMGS jika universitas memberi izin. Kamu akan diminta upload dokumen yang sama seperti akademik, kesehatan, dan keuangan tadi ke portal EMGS.
Saat upload dokumen ke EMGS, pastikan benar benar konsisten penulisan nama kamu di semua dokumen dengan nama di paspor. Foto harus white background dan ukuran tepat 35 cm x 45 cm. Jangan ada halaman paspor yang terlewat.
Saat proses VAL, kamu akan diminta untuk pilih dan bayar paket asuransi kesehatan. Bayar sesuai paket yang kamu pilih ke portal EMGS. Biaya EMGS sendiri biasanya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000 tergantung jenis proses.
Setelah semua dokumen verified dan pembayaran dikonfirmasi, EMGS akan terbitkan Visa Approval Letter atau VAL. Ini adalah persetujuan awal dari Departemen Imigrasi Malaysia bahwa kamu boleh belajar di Malaysia. VAL ini bukan visa fisik tapi surat persetujuan yang penting untuk langkah berikutnya.
Jika kamu dari negara yang wajib SEV atau Single Entry Visa, kamu harus apply di kedutaan besar Malaysia atau portal visa Malaysia setelah dapat VAL. SEV ini hanya berlaku untuk satu kali kedatangan.
Setelah dapat VAL atau SEV sesuai kebutuhan, kamu bisa terbang ke Malaysia. Penting banget untuk segera daftar medical screening di klinik panel EMGS dalam 7 hari kerja pertama kamu tiba di Malaysia karena ini wajib untuk endorsement Student Pass akhir.
Setelah medical screening lulus dan berkas kamu lengkap, universitas akan submit untuk endorsement Student Pass final ke Departemen Imigrasi Malaysia. Ini adalah tahap akhir dimana kamu dapat Student Pass fisik yang resmi untuk tinggal dan kuliah di Malaysia.
BACA JUGA: Biaya Hidup di Malaysia dalam Rupiah Selama Sebulan
Setelah mempersiapkan semuanya, apakah kamu siap mendaftar ke universitas Malaysia? Inilah beberapa tahapan mendaftar ke universitas Malaysia yang harus kamu ikuti!
| Universitas | Intake 1 | Intake 2 | Intake 3 | Intake Lainnya |
|---|---|---|---|---|
| Taylor's University | Februari 2026 | April 2026 | September 2026 | - |
| UCSI University | Januari 2026 | Mei 2026 | September 2026 | - |
| Sunway University | Januari 2026 | April 2026 | Juli 2026 | Oktober 2026 |
| INTI University | Januari 2026 | Mei 2026 | September 2026 | - |
| Asia Pacific University (APU) | Januari 2026 | Mei 2026 | Juli 2026 | September 2026 |
| Curtin University Malaysia | Februari 2026 | Juli 2026 | - | November 2026 (Summer) |
| Le Cordon Bleu Malaysia | April 2026 | Juli 2026 | September 2026 | - |
| Monash University Malaysia | Februari 2026 | Juli 2026 | Oktober 2026 | - |
| Swinburne University Sarawak | Januari 2026 | Maret 2026 | April 2026 | Juni & September 2026 |
| University of Nottingham Malaysia | Februari 2026 | April 2026 | Juni 2026 | September 2026 |
| University of Reading Malaysia | April 2026 | Juli 2026 | September 2026 | - |
| Sunway College | Januari 2026 | April 2026 | Juli 2026 | September 2026 |
Ada beberapa jalur studi yang bisa kamu pilih kalau ingin kuliah di Malaysia, tergantung nilai SMA dan target kamu. Penjelasan singkatnya dibawah ini ya
Jalur yang paling umum dan paling banyak dipilih mahasiswa Indonesia adalah Foundation Programme. Program ini berlangsung selama 1 tahun dan berfungsi sebagai persiapan masuk ke Tahun 1 Sarjana (S1).
Jalur ini sangat cocok untuk lulusan SMA dengan nilai sedang hingga cukup baik. Setelah menyelesaikan Foundation, kamu biasanya langsung dijamin masuk ke program S1 yang diinginkan di universitas yang sama tanpa perlu tes tambahan.
Salah satu jalur paling hemat biaya dan waktu adalah Diploma Programme yang berlangsung selama 2 hingga 2,5 tahun. Setelah lulus Diploma, kamu bisa melakukan credit transfer langsung ke Tahun 2 atau Tahun 3 program Sarjana.
Jalur ini sangat direkomendasikan jika nilai SMA kamu tidak terlalu tinggi, karena biayanya jauh lebih murah dibandingkan langsung masuk S1, namun total waktu kuliah tetap sama dengan jalur reguler.
Jika nilai SMA kamu cukup bagus, kamu bisa memilih International Year One. Program ini berlangsung selama 1 tahun dan memungkinkan kamu langsung loncat ke Tahun 2 S1. Jalur ini cocok untuk yang ingin lebih cepat menyelesaikan studi tanpa mengulang materi dasar yang sudah dipelajari di SMA.
Untuk mahasiswa dengan nilai SMA yang sangat tinggi, ada kemungkinan masuk langsung ke Tahun 1 S1 tanpa melewati foundation atau diploma. Jalur Direct Entry ini hanya tersedia di beberapa universitas dan jurusan tertentu, sehingga persyaratan nilainya biasanya lebih ketat dibandingkan jalur lainnya.
Banyak universitas di Malaysia juga menawarkan Twinning Programme atau jalur artikulasi. Contohnya pola 1+2 atau 2+1, di mana kamu kuliah sebagian di Malaysia dan sebagian lagi di universitas partner di UK, Australia, atau negara lain. Jalur ini memungkinkan kamu mendapatkan dua gelar sekaligus dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan kuliah full di luar negeri.
Bagaimana, tertarik kuliah di Malaysia? Jika iya, masih ada lagi persiapan yang harus kamu penuhi. Misalnya akomodasi selama kuliah di Malaysia, persiapan bahasa Inggris, dan lain-lain. Jangan sampai persiapanmu yang nggak 100% menghalangi mimpi di universitas yang jadi incaranmu. Pastikan persiapanmu 100% dengan bantuan SUN Education! Kami siap membantumu dalam memenuhi segala persiapan dan menjadi persyaratan. Mulai dari konsultasi jurusan yang kamu inginkan, persiapan bahasa Inggris, akomodasi selama kuliah di luar negeri, permohonan visa, pokoknya lengkap, deh!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education