Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Apa itu IELTS dan Kenapa Penting untuk Studi ke Luar Negeri?

Apa itu IELTS dan Kenapa Penting untuk Studi ke Luar Negeri?

Author: Jonathan Kristinus

Updated: 03 February 2026

Kamu punya mimpi untuk kuliah di luar negeri? Pasti sudah sering dengar istilah IELTS kan? Tenang, kali ini kita akan bedah tuntas apa itu IELTS dengan bahasa yang gampang dipahami. Siap-siap catat ya!

Apa Itu IELTS?

IELTS atau International English Language Testing System adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang paling populer di dunia untuk keperluan pendidikan tinggi dan migrasi global.

Bayangkan IELTS sebagai "paspor bahasa" yang akan membuka pintu universitas impianmu di luar negeri. Tes ini dikembangkan oleh tiga organisasi ternama yaitu British Council, IDP IELTS Australia, dan Cambridge Assessment English. Jadi bukan sembarang tes ya!

Kenapa Harus Mengambil IELTS?

Yang bikin IELTS istimewa adalah pengakuan globalnya yang luar biasa. Lebih dari 12.500 institusi di 140 negara menerima skor IELTS, termasuk 100% universitas di Inggris dan Australia, serta ribuan institusi top di Amerika Serikat dan Kanada. Setiap tahunnya, lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia mengambil tes ini. Angka yang fantastis kan?

IELTS bukan sekadar tes bahasa Inggris biasa seperti ujian di sekolah. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuanmu menggunakan bahasa Inggris dalam situasi dunia nyata, seperti mengikuti kuliah, memahami jurnal ilmiah yang kompleks, berdiskusi dengan dosen dan teman internasional, serta menulis tugas akademik.

Jadi, skor IELTS yang bagus bukan cuma bukti kalau kamu jago bahasa Inggris, tapi juga menunjukkan kamu siap bertahan di lingkungan kampus internasional tanpa kendala bahasa yang berarti.

BACA JUGA: 10 Manfaat IELTS untuk Pekerja dan Mahasiswa

Jenis-Jenis Tes IELTS

Hati-hati jangan sampai salah pilih! IELTS punya dua jenis utama dengan tujuan berbeda. Kesalahan memilih jenis tes bisa fatal lho! Ketahui jenisnya dibawah ini yuk!

IELTS Academic

Pertama ada IELTS Academic yang khusus dirancang untuk kamu yang mau melanjutkan studi ke jenjang sarjana, master, atau doktoral.

Tes ini fokus menguji kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademis dan ilmiah. Teks bacaan yang akan kamu temui diambil dari buku, jurnal, majalah, dan koran dengan topik akademik yang sesuai untuk calon mahasiswa.

IELTS General Training

Kedua adalah IELTS General Training yang lebih fokus pada kemampuan bertahan hidup dalam konteks sosial dan tempat kerja. Biasanya digunakan untuk migrasi ke Australia, Kanada, atau Selandia Baru, serta untuk pelatihan non-gelar atau keperluan kerja. Jadi kalau tujuanmu kuliah, wajib pilih yang Academic ya!

IELTS UKVI

Ada juga varian khusus bernama IELTS for UKVI (UK Visas and Immigration) yang ditujukan spesifik untuk kamu yang ingin kuliah atau bekerja di Inggris Raya. Meskipun konten, tingkat kesulitan, dan format tesnya sama persis dengan IELTS Academic standar, IELTS for UKVI memenuhi persyaratan keamanan khusus yang diminta oleh pemerintah Inggris untuk proses visa.

BACA JUGA: Antara IELTS atau TOEFL Lebih Sulit Mana? Ini Jawabannya

Struktur Tes IELTS dan Waktunya

IELTS menguji empat keterampilan bahasa Inggris utama yaitu Listening (Mendengarkan), Reading (Membaca), Writing (Menulis), dan Speaking (Berbicara). Total waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan tes ini adalah sekitar 2 jam 45 menit. Yuk kita bedah satu per satu!

Listening (Mendengar)

Bagian Listening berlangsung selama 30 menit dengan 40 pertanyaan. Kamu akan mendengarkan empat rekaman percakapan dan monolog dengan tingkat kesulitan yang bertingkat.

Tantangannya adalah rekaman hanya diputar satu kali, jadi konsentrasi penuh sangat penting! Data terbaru menunjukkan rata-rata skor global untuk Listening mencapai 6.6, yang merupakan skor tertinggi di antara keempat komponen.

Reading (Membaca)

Reading memberikan waktu 60 menit untuk menjawab 40 pertanyaan dari tiga teks panjang. Untuk modul Academic, teks ini bersifat deskriptif, faktual, hingga diskursif dan analitis.

Kamu tidak hanya diuji tentang kosakata, tetapi juga kemampuan membaca cepat (skimming dan scanning) serta memahami argumen logis penulis. Manajemen waktu adalah kunci di sini karena banyak peserta gagal menyelesaikan seluruh soal. Rata-rata skor global Reading adalah 6.4.

Writing (Menulis)

Writing berdurasi 60 menit dengan dua tugas. Task 1 memintamu mendeskripsikan data visual (grafik, diagram, atau peta) dalam minimal 150 kata. Task 2 adalah menulis esai akademis minimal 250 kata.

Bobot nilai Task 2 dua kali lipat dari Task 1, jadi atur strategimu dengan baik! Writing konsisten menjadi komponen dengan skor terendah secara global yaitu 6.0.

Speaking (Berbicara)

Speaking adalah tes wawancara langsung dengan penguji bersertifikat selama 11-14 menit. Bisa dilakukan tatap muka atau via video call. Tes ini terbagi tiga bagian yaitu perkenalan diri, penyampaian topik pendek, dan diskusi mendalam.

Penguji menilai kefasihan, kekayaan kosakata, ketepatan tata bahasa, dan pelafalanmu. Rata-rata skor global Speaking adalah 6.3.

BACA JUGA: Cara Retake IELTS dan Memaksimalkan Nilainya

Mengenal Sistem Skor Pada IELTS (Band)

IELTS tidak mengenal istilah lulus atau gagal. Hasil tesmu akan disajikan dalam bentuk skor Band dengan skala 0 (tidak hadir) hingga 9 (pengguna ahli). Kamu akan mendapatkan skor untuk setiap sub-tes dan juga skor keseluruhan (Overall Band Score) yang merupakan rata-rata dari keempatnya.

Sistem pembulatan IELTS cukup unik. Jika rata-ratamu berakhir di .25, akan dibulatkan ke atas menjadi .5. Jika .75 akan dibulatkan menjadi band utuh berikutnya. Contohnya, kalau kamu dapat Listening 7.0, Reading 6.5, Writing 6.0, dan Speaking 7.0, total adalah 26.5 dibagi 4 sama dengan 6.625. Angka ini akan dibulatkan menjadi 6.5 sebagai skor akhirmu.

Mari kita lihat arti setiap level skor.

  • Band 9 (Expert User): menunjukkan penguasaan bahasa penuh, akurat, dan lancar.
  • Band 8 (Very Good User): kamu hampir setara penutur asli dengan kesalahan minimal.
  • Band 7 (Good User):menunjukkan kemampuan baik meskipun ada beberapa ketidakakuratan.
  • Band 6 (Competent User): berarti kamu cukup efektif berkomunikasi meski dengan beberapa kesalahan.
  • Band 5 (Modest User) menunjukkan penguasaan dasar.

Untuk kuliah di luar negeri, standar minimal IELTS biasanya berkisar antara 6.0 hingga 7.5 tergantung jurusan dan peringkat universitas. Data terbaru menunjukkan rata-rata skor yang dibutuhkan untuk program studi profesional di enam negara berbahasa Inggris adalah sekitar 6.6.

Namun untuk universitas top seperti Oxford, Cambridge, Harvard, atau MIT, kamu biasanya memerlukan skor keseluruhan 7.0-8.0 dengan tidak ada band di bawah 6.5. Perhatikan juga syarat sub-band karena seringkali universitas meminta tidak ada sub-tes di bawah 6.5 meskipun rata-ratamu tinggi.

Biaya Les IELTS

Biaya tes IELTS di Indonesia sekitar Rp 3.100.000 hingga Rp 3.300.000, jadi persiapkan dirimu ke SUN English agar persiapan matang dan tidak perlu mengulang! 

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

 

Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone