Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Biaya Hidup di Jepang Sebulan: Makan, Tempat Tinggal dll.

Biaya Hidup di Jepang Sebulan: Makan, Tempat Tinggal dll.

Author: Jonathan Kristinus

Updated: 14 April 2026

Jepang sudah lama jadi impian banyak mahasiswa Indonesia buat kuliah. Akan tetapi selalu satu pertanyaan besar selalu menghantui sebelum berangkat, "Kira-kira cukup nggak ya uangku buat hidup di sana?"

Untungnya mahasiswa internasional boleh kerja part-time di Jepang asal dapat izin “Shikakugai Katsudo” (permission to engage in activity other than that permitted) dari imigrasi.
Selama kuliah berjalan, kamu boleh kerja maksimal 28 jam per minggu (sekitar 4 jam sehari), dan selama libur panjang (summer/winter/spring break) boleh sampai 40 jam per minggu atau 8 jam per hari. Gaji UMR (minimum wage) di Jepang tahun 2026 rata-rata nasional ¥1.121 per jam (sekitar Rp.120.700 per jam), tertinggi di Tokyo ¥1.226 (Rp.132.000/jam) dan terendah di sekitar ¥1.023 (Rp.110.100/jam).

Tapi walaupun nantinya di jepang kamu bakalan kuliah sambil kerja dan dapat gaji UMR, ini aja ga cukup buat menjawab berapa biaya untuk hidup selama sebulan. Tenang, semua jawaban biaya hidup sebulan di Jepang yang kamu butuhkan sudah SUN Education rangkum lengkap di sini khusus buat kamu!

Biaya Tempat Tinggal di Jepang

Salah satu biaya yang perlu dihitung sebelum kuliah di Jepang udah pasti soal tempat tinggal atau akomodasi. Karena selama kuliah kamu bukan cuma bakal belajar keras, tapi nyaman selama istirahat. Untungnya jepang punya banyak pilihan akomodasi yang tersedia, cek dibawah jenis dan estimasi harga sewa per bulannya.

Asrama Universitas (Ryō)

Kalau kamu baru pertama kali datang ke Jepang, asrama universitas atau ryō adalah pilihan paling aman dan hemat. Lokasinya biasanya berada di dalam atau sangat dekat kampus sehingga kamu hemat waktu dan tenaga.

Estimasi biaya sewanya Rp.2,15 juta sampai Rp.5,38 juta (¥20.000-¥50.000) per bulan. Fasilitas yang didapatkan biasanya kamar sederhana, dapur bersama, laundry, dan WiFi. Aturan khususnya cukup ketat seperti ada jam malam, jadwal kebersihan bergilir, serta pembatasan tamu lawan jenis. Pengalaman ini sangat membantu kamu cepat beradaptasi dengan budaya dan kehidupan kampus Jepang.

Share House

Bagi kamu yang suka suasana ramah dan ingin berteman dengan orang dari berbagai negara, share house adalah pilihan yang sangat seru. Kamu punya kamar pribadi tapi berbagi area umum seperti dapur dan ruang tamu.

Biaya sewanya berkisar Rp.3,23 juta hingga Rp.7,53 juta (¥30.000-¥70.000) per bulan. Fasilitas umumnya sudah termasuk WiFi, perabot dasar, dan utilitas. Aturannya lebih santai tapi tetap ada jadwal bersih-bersih bersama serta larangan berisik setelah jam malam. Kamu bisa dapat banyak teman sekaligus menghemat pengeluaran sehari-hari.

Apāto (Apartemen Sederhana)

Ingin lebih mandiri dan punya privasi penuh? Apāto atau apartemen sederhana bergaya Jepang tradisional bisa jadi jawabannya. Cocok untukmu yang suka hidup tenang tanpa terlalu banyak interaksi. Estimasi biayanya Rp.4,31 juta sampai Rp.8,61 juta (¥40.000-¥80.000) per bulan.

Fasilitasnya mencakup dapur kecil, kamar mandi dalam, serta tempat cuci pakaian. Aturan khususnya mengharuskan pembayaran uang jaminan dan reikin di muka yang jumlahnya lumayan besar. Kontrak biasanya satu atau dua tahun dengan syarat perawatan unit yang ketat.

Manshon (Apartemen Modern)

Kalau budget kamu lebih longgar dan menginginkan kualitas hidup yang lebih tinggi, manshon adalah pilihan premium. Bangunannya lebih kokoh dengan insulasi suara dan keamanan yang baik. Sangat pas buat kamu yang butuh kenyamanan ekstra setelah seharian kuliah.

Biaya sewanya mulai Rp.6,46 juta hingga Rp.12,92 juta (¥60.000-¥120.000) per bulan. Fasilitasnya lengkap mulai dari AC, dapur luas, hingga sistem keamanan 24 jam. Aturannya mirip apartemen biasa dengan larangan memelihara hewan dan kewajiban mengembalikan kondisi unit saat pindah.

Guest House (Gaijin House)

Guest house atau gaijin house dirancang khusus untuk warga asing seperti kamu sehingga lingkungannya sangat ramah. Cocok jika kamu belum terlalu lancar bahasa Jepang tapi ingin tetap nyaman. Biaya sewanya Rp.3,01 juta sampai Rp.7,00 juta (¥28.000-¥65.000) per bulan.

Fasilitas biasanya sudah termasuk furnitur lengkap, WiFi cepat, bahkan kadang utilitas. Aturannya lebih fleksibel dibanding apartemen reguler, kontraknya pendek, dan pengelola biasanya fasih berbahasa Inggris. Ini jadi pilihan ideal di awal kedatanganmu ke Jepang.

Biaya Makan di Jepang

Selama kamu kuliah di Jepang, makan tetap jadi bagian seru sehari-hari yang bisa disesuaikan dengan budget kamu yang masih mahasiswa. Sebagai negara yang terkenal kulinernya enak, pastinya Jepang punya pilihan restoran yang beragam banget, mulai dari yang super hemat sampai yang bikin dompet agak tipis. 

Kamu bisa makan kenyang dan enak di konbini, fast food chain, atau warung ramen kecil hanya dengan Rp.64.600 hingga Rp.129.200 (¥600-¥1.200) sekali makan. Makanan yang bisa kamu cicipi seperti beef bowl besar di Yoshinoya atau Sukiya yang porsinya pas.

Kalau mau yang agak mahal dikit, restoran lokal biasa atau family restaurant kasih pilihan lebih lengkap dengan harga Rp.161.400 hingga Rp.322.900 (¥1.500-¥3.000) per porsi. Beberapa menu paling enak resto lokal mulai dari set teishoku lengkap dengan nasi, lauk, sayur, dan miso soup di tempat makan keluarga. Mau coba makan mewah atau fine dining? Siap-siap budget seengaknya Rp.538.200 (¥5.000) ke atas per orang buat nikmatin makanan kayak sesi kaiseki tradisional atau omakase sushi. Kalau mau hemat, ya jelas masak dong!

Harga Bahan Makanan di Jepang

Untuk menghemat biaya makan di Jepang, cara satu-satunya yaitu dengan memasak! Menurut japanlivinglive rata-rata belanja makanan selama sebulan di Jepang yaitu sekitar Rp.2,1 juta-Rp.3,7 juta (¥20.000–¥35.000). Biar lebih jelas, berikut estimasi harga bahan makanan di supermarket jepang seperti OK Corporation dan Gyomu Super:

  • Apel: Rp.32.300-Rp.75.300 per kilogram (¥300-¥700)
  • Ayam: Rp.75.300-Rp.129.200 per kilogram (¥700-¥1.200)
  • Bawang Merah/Putih: Rp.32.300-Rp.64.600 per kilogram (¥300-¥600)
  • Bayam: Rp.21.500-Rp.43.100 per kilogram (¥200-¥400)
  • Cabai: Rp.53.800-Rp.107.600 per kilogram (¥500-¥1.000)
  • Cumi-cumi: Rp.107.600-Rp.215.300 per kilogram (¥1.000-¥2.000)
  • Daging Sapi: Rp.161.400-Rp.322.900 per kilogram (¥1.500-¥3.000)
  • Garam: Rp.10.800-Rp.21.500 per kilogram (¥100-¥200)
  • Gula: Rp.21.500-Rp.43.100 per kilogram (¥200-¥400)
  • Ikan Salmon: Rp.215.300-Rp.430.500 per kilogram (¥2.000-¥4.000)
  • Ikan Tuna: Rp.161.400-Rp.322.900 per kilogram (¥1.500-¥3.000)
  • Jeruk: Rp.32.300-Rp.64.600 per kilogram (¥300-¥600)
  • Keju: Rp.107.600-Rp.215.300 per kilogram (¥1.000-¥2.000)
  • Kentang: Rp.21.500-Rp.43.100 per kilogram (¥200-¥400)
  • Kopi Bubuk: Rp.107.600-Rp.215.300 per kemasan (¥1.000-¥2.000)
  • Lada: Rp.32.300-Rp.64.600 per kemasan (¥300-¥600)
  • Mayonnaise: Rp.32.300-Rp.64.600 per botol (¥300-¥600)
  • Minyak Sayur: Rp.32.300-Rp.53.800 per liter (¥300-¥500)
  • Nasi: Rp.32.300-Rp.64.600 per kilogram (¥300-¥600)
  • Pisang: Rp.21.500-Rp.43.100 per kilogram (¥200-¥400)
  • Roti: Rp.21.500-Rp.53.800 per kilogram (¥200-¥500)
  • Selada: Rp.16.100-Rp.32.300 per kepala (¥150-¥300)
  • Sosis: Rp.64.600-Rp.129.200 per kilogram (¥600-¥1.200)
  • Susu: Rp.21.500-Rp.32.300 per liter (¥200-¥300)
  • Telur: Rp.21.500-Rp.43.100 per lusin (¥200-¥400)
  • Timun: Rp.21.500-Rp.43.100 per kilogram (¥200-¥400)
  • Tomat: Rp.32.300-Rp.53.800 per kilogram (¥300-¥500)
  • Udang: Rp.107.600-Rp.215.300 per kilogram (¥1.000-¥2.000)

Biaya Transportasi di Jepang

Kalau misalkan jarak antara akomodasi kamu dengan kampus jauh, pastinya perlu siapin uang buat transportasi setiap bulannya. Ada banyak moda transportasi bisa kamu pilih dan dijamin semuanya bakalan bikin kamu takjub. Nggak ada cerita telat gegara macet atau nunggu transportasi yang datengnya nggak pasti, karena semua bergerak tepat waktu seperti mesin jam. Cek aja tarif dan harga transportasi di Jepang dibawah ya, biar bisa kamu itung sendiri biayanya.

1. Kereta Bawah Tanah (Metro)

Metro adalah andalan utama mahasiswa di kota besar seperti Tokyo dan Osaka, sangat ideal untuk perjalanan cepat tanpa hambatan kemacetan. Ongkosnya dimulai dari Rp.21.500-Rp.35.500 (¥200-¥330) per perjalanan tergantung jarak. Cukup tap kartu IC seperti Suica atau Pasmo di gerbang, dan kamu langsung meluncur!

2. Bus Kota

Moda yang satu ini cocok banget kalau rute tujuanmu tidak dilayani jalur kereta. Sambil menikmati pemandangan jalanan khas Jepang, kamu bisa sampai ke tujuan dengan tarif flat Rp.22.600 (¥210) di kebanyakan kota. Bayarnya gampang, bisa pakai kartu IC, uang pas, maupun aplikasi resmi bus setempat.

3. Shared Bike

Nggak mau jalan kaki tapi jarak stasiun ke asrama tanggung? Layanan bike-sharing seperti Docomo Bike atau Hello Cycling adalah jawabannya! Tarif 30 menit pertama hanya Rp.17.800 (¥165), lalu Rp.10.800 (¥100) per 30 menit berikutnya. Daftar, pesan, dan bayar semua lewat aplikasi dengan dompet digital.

4. Taksi dan Ride-Hailing

Hujan tiba-tiba atau pulang malam bawa bawaan banyak? Aplikasi GO atau DiDi siap menyelamatkan harimu. Ongkos perjalanan pendek berkisar Rp.53.800-Rp.215.300 (¥500-¥2.000) dan estimasi harga langsung terlihat sebelum kamu konfirmasi pesanan di layar ponsel.

5. Kereta JR Lokal

Pilihan strategis buat kamu yang tinggal agak jauh dari pusat kota tapi tetap ingin menekan pengeluaran transportasi. Tarifnya mulai Rp.17.200-Rp.32.300 (¥160-¥300) per perjalanan. Tinggal tap kartu IC atau beli tiket mandiri di mesin otomatis yang tersedia di setiap stasiun.

6. Shinkansen

Kereta peluru ini adalah teman terbaik saat kamu ingin menjelajahi kota lain di akhir pekan. Rute Tokyo-Kyoto misalnya, hanya membutuhkan biaya sekitar Rp.1.490.700 (¥13.850) per perjalanan. Beli tiket dari aplikasi SmartEX atau mesin tiket stasiun menggunakan kartu kredit, praktis dan anti antre panjang!

7. Bus Antar Kota

Opsi paling hemat untuk perjalanan jarak jauh, terutama rute malam hari yang memungkinkan kamu tidur di perjalanan. Harga tiket mulai Rp.344.400-Rp.968.700 (¥3.200-¥9.000) tergantung rute dan waktu keberangkatan. Reservasi bisa dilakukan online lewat platform Willer atau aplikasi bus dengan pembayaran kartu kredit.

Biaya Pakaian di Jepang (Sandang)

Salah satu keseruan kuliah di Jepang adalah bisa mix and match outfit yang clean, nyaman, dan langsung kece tanpa harus boros. Brand lokalnya punya desain simpel tapi selalu on point, cocok banget buat gaya anak kampus sehari-hari.

Walaupun ga bakal bikin kantong kering, tetep kamu perlu budgetin kan? Cukup siapin aja sekitar Rp430.500-Rp.753.400 (¥4.000-¥7.000) sebulan buat beli outfit baru. Ga percaya? SUN Education udah sediain estimasi harga baju, celana sampai sweater dari yang paling ramah kantong sampai yang agak premium tuh dibawah!

Brand Baju / Atasan Celana Sweater
GU Rp.106.600-Rp.321.800 (¥990-¥2.990) Rp.214.200-Rp.429.400 (¥1.990-¥3.990) Rp.214.200-Rp.429.400 (¥1.990-¥3.990)
UNIQLO Rp.160.400-Rp.537.100 (¥1.490-¥4.990) Rp.321.800-Rp.644.700 (¥2.990-¥5.990) Rp.321.800-Rp.752.400 (¥2.990-¥6.990)
BEAMS Rp.537.000-Rp.1.539.100 (¥5.000-¥14.300) Rp.861.000-Rp.2.152.600 (¥8.000-¥20.000) Rp.645.800-Rp.1.937.300 (¥6.000-¥18.000)

Biaya Energi di Jepang (Air, Listrik, Gas)

Ini dia info yang paling sering bikin mahasiswa baru panik sebelum berangkat ke Jepang, yaitu soal biaya utilitas bulanan! Biar ga panik, yuk mulai kalkulasi budget buat air, listrik dan gas dengan lebih tenang dan akurat.

Listrik

Biaya listrik menjadi pos pengeluaran energi terbesar yang perlu kamu antisipasi. Mahasiswa yang tinggal di apartemen 1K atau share house rata-rata menghabiskan 180 hingga 250 kWh per bulan, apalagi kalau musim panas tiba dan AC nyala terus. Dengan tarif residential TEPCO(Tokyo Electric Power Company) sekitar ¥35,4 per kWh, tagihan listrik bulananmu diperkirakan menyentuh angka Rp.610.000-Rp.850.000 (¥5.700-¥7.900).

Air

Untuk air, biayanya ga bakalan segede listrik, jadi kamu bisa tenang sedikit. Sistem tarif air di Jepang angkanya berjenjang dihitung dari basic fee pemakaian air sebesar ¥860 ditambah biaya pemakaian per m³. Dilansir dari japanlivingguide, pemakaian Air satu orang rata-rata sekitar 6 hingga 8 m³ per bulan, jadinya total tagihan air bulanan kamu berkisar antara Rp.215.000-Rp.430.000 (¥2.000-¥4.000), tergantung seberapa rajin kamu mandi panjang.

Gas Masak

Kalau selama kuliah kamu memasak sendiri, pasti akan membutuhkan gas masak. Menurut tokyointernationalmeetup biasanya seseorang memakai gas sekitar 2,5 hingga 5 m³ city gas per bulan. Dengan tarif Tokyo Gas mulai ¥145 per m³, tagihan gas bulananmu rata-rata ada di kisaran Rp.300.000-Rp.540.000 (¥2.800-¥5.000).

Biaya Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan atau namanya Japan National Health Insurance (NHI) merupakan hal wajib yang perlu kamu buat kalau kuliah di Jepang lebih dari 3 bulan dengan student visa. Pemerintah Jepang mewajibkan kamu memiliki National Health Insurance (NHI) selama maksimal 14 hari setelah registrasi alamat di kantor kota.

Kabar baiknya, biaya premi asuransi kesehatan di Jepang sangat ramah di kantong, karena dihitung berdasarkan penghasilan tahun sebelumnya. Estimasi biaya asuransi kesehatan di Jepang hanya sekitar Rp.107.600-Rp.269.100 per bulan (¥1.000-¥2.500) bagi kamu yang belum punya pemasukan.

Dengan NHI, sebesar 70% biaya pengobatanmu ditanggung pemerintah, mencakup konsultasi dokter, rawat inap, operasi, obat resep, hingga perawatan gigi dasar di hampir seluruh klinik dan rumah sakit di Jepang. Selain NHI, hampir semua universitas juga mewajibkan Gakkensai, yaitu asuransi kecelakaan khusus mahasiswa yang harganya sangat terjangkau, hanya Rp.107.600-Rp.322.900 per tahun (¥1.000-¥3.000).

Gakkensai berfungsi melengkapi NHI terutama untuk cedera saat aktivitas kampus maupun commuting. Kombinasi NHI dan Gakkensai ini menjadikan perlindungan kesehatanmu sangat solid tanpa harus khawatir tagihan medis membengkak di tengah masa studi. Jadi, begitu kamu mendarat di Jepang, langsung siapkan paspor, residence card, dan student ID-mu untuk segera mendaftar agar tenang dari hari pertama!

Biaya Paket Internet

Selama kuliah di Jepang pastinya kamu tidak akan hanya diam di satu tempat dan mengandalkan Wi-Fi aja, makanya kamu butuh paket data. Amit-amit kalau Wi-Fi akomodasi kamu tiba-tiba ngadat dan sinyalnya lemot, gawat banget pastinya kan? Di Jepang, internet mobile itu nyawa kedua buat mahasiswa, mulai dari absen online sampai video call keluarga.

Makanya kamu perlu hitung biaya paket internet dalam anggaranmu juga! Tenang aja, SUN Education udah sedikit riset harga paket internet di jepang dibawah ini buat kasih kamu gambaran sebelum berangkat.

Provider & Jenis Paket Kuota & Speed Harga per Bulan
Rakuten Mobile - Entry Level 3 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.116.000 (¥1.078)
Rakuten Mobile - Standard 20 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.234.400 (¥2.178)
Rakuten Mobile - Premium Unlimited (5G penuh) Rp.352.800 (¥3.278)
ahamo (NTT Docomo) - Entry Level 30 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.319.800 (¥2.970)
ahamo (NTT Docomo) - Standard 110 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.532.800 (¥4.950)
ahamo (NTT Docomo) - Premium Unlimited (5G dengan fair use policy) Rp.787.000 (¥7.315)
LINEMO (SoftBank) - Entry Level 3 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.106.600 (¥990)
LINEMO (SoftBank) - Standard 10 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.225.000 (¥2.090)
LINEMO (SoftBank) - Premium 30 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.319.800 (¥2.970)
Y!mobile - Entry Level 5 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.329.100 (¥3.058)
Y!mobile - Standard 30 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.447.500 (¥4.158)
Y!mobile - Premium 35 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.565.900 (¥5.258)
au (KDDI) - Entry Level 3 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.372.900 (¥3.465)
au (KDDI) - Standard 20 GB (5G penuh hingga kuota habis) Rp.322.900 (¥3.000)
au (KDDI) - Premium Unlimited (5G dengan fair use policy) Rp.778.900 (¥7.238)

Biaya Lainnya

Selain semua biaya barusan, ada juga biaya tambahan lainnya yang perlu kamu hitung dan anggarkan. Mulai dari Student visa, hiburan sampai dana darurat. Simak angkanya dibawah ya.

Student Visa

Mulai 1 April 2026, biaya student visa Jepang untuk WNI resmi naik menjadi Rp.330.000 (¥3.060) untuk single entry dan Rp.660.000 (¥6.120) untuk multiple entry, ditambah service fee di Japan Visa Application Center (JVAC/VFS) sebesar Rp.250.000 per orang. Satu kabar baik, Certificate of Eligibility (COE) yang diurus langsung oleh pihak universitas ke imigrasi Jepang tidak dikenakan biaya sama sekali.

Dari sisi dokumen, kamu perlu menyiapkan bukti keuangan minimal sekitar Rp.215 juta (¥2.000.000) sebagai jaminan biaya hidup dan kuliah selama tahun pertama, lengkap dengan paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan, foto resmi, serta dokumen akademik. Setelah semua berkas lengkap, proses pengajuan visa di Kedutaan atau VFS umumnya hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari kerja. Begitu visa ditangan, kamu sudah bisa langsung tinggal di Jepang sesuai durasi masa studimu tanpa perlu proses tambahan.

Hiburan Selama Liburan

Kebanyakan belajar mulu selama kuliah bisa kamu bikin stress dan nilai kamu jadi bisa berkurang. Nah, Hiburan ini penting banget buat balance hidup, bertemu teman baru, dan bikin pengalaman kuliahmu di Jepang nggak cuma soal kelas tapi juga kenangan seru yang nggak terlupakan.

Setiap bulan siapin budget hiburan yang realistis sekitar Rp.861.000-Rp.1,6 juta (¥8.000-¥15.000), intinya itung sesuai seberapa sering kamu pengen jalan-jalan. Biar lebih jelas perhitungannya, cek aja estimasi harga tiket buat hiburan selama kuliah di Jepang dibawah ya!

  • Tokyo Disneyland / DisneySea (1 hari): Rp.850.300–Rp.1.173.200 (¥7.900–¥10.900)
  • Universal Studios Japan (1 hari): Rp.957.900 ke atas (¥8.900 ke atas)
  • Tokyo Skytree (observasi deck): Rp.193.700–Rp.322.900 (¥1.800–¥3.000)
  • Fushimi Inari Shrine (Kyoto): Gratis (¥0)
  • Kinkaku-ji (Golden Pavilion, Kyoto): Rp.53.800 (¥500)
  • Himeji Castle (non-resident): Rp.269.100 (¥2.500)
  • Hiroshima Peace Memorial Museum: Rp.21.500 (¥200)
  • Tiket bioskop: Rp.204.500–Rp.236.800 (¥1.900–¥2.200) jangan lupa tanya promo khusus mahasiswa
  • Pertandingan NPB Baseball: Rp.161.400–Rp.645.800 (¥1.500–¥6.000) tergantung kursi dan tim
  • Turnamen Sumo (kursi biasa): Rp.376.700–Rp.591.000 (¥3.500–¥5.500)
  • J-League Soccer: Rp.161.400–Rp.538.200 (¥1.500–¥5.000) tergantung pertandingan dan stadion

Dana Darurat

Walaupun Jepang termasuk negara yang aman dari kejahatan, tapi kamu perlu jaga-jaga, karena pastinya kemungkinan besar kamu tidak punya kerabat disana. Tabung 10% dari lebihan pengeluaran bulanan kamu dan simpan sampai bisa menghidupi kamu selama seengaknya 6 bulan!

Perhitungan Biaya Hidup di Jepang Sebulan

estimasi biaya hidup sebulan di beberapa kota jepang

Sumber gambar: AI Generated Image (Gemini)
Nama Biaya Pengeluaran Sebulan
Sewa Akomodasi (Share House) Rp 5.380.000 (¥ 50.000)
Biaya Makan Rp 2.900.000 (¥ 26.950)
Biaya Transportasi Rp 1.076.300 (¥ 10.000)
Biaya Listrik Rp 730.000 (¥ 6.780)
Biaya Air Rp 322.500 (¥ 3.000)
Biaya Gas Masak Rp 420.000 (¥ 3.900)
Biaya Paket Internet Rp 234.400 (¥ 2.178)
Biaya Asuransi Kesehatan Rp 188.350 (¥ 1.750)
Biaya Pakaian Rp 592.000 (¥ 5.500)
Biaya Hiburan Rp 1.076.300 (¥ 10.000)
TOTAL PER BULAN Rp 12,9 juta (¥ 120.058)

Nah, biaya untuk bisa hidup di Jepang selama sebulan membutuhkan Rp.12,9 juta (¥ 120.058). Angka ini bisa lebih kecil kalau kamu frugal living dan berhemat.

Kuliah ke Luar Negeri Lebih Mudah Bersama SUN Education

Nah, sekarang kamu sudah punya gambaran nyata soal berapa yang perlu disiapkan untuk bisa hidup dan kuliah di Jepang dengan nyaman! Tapi jangan berhenti di sini, karena menghitung biaya hidup hanya satu dari sekian banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum berangkat. Untungnya, ada SUN Education yang siap menemani perjalananmu dari nol sampai kamu benar-benar duduk di kelas kampus impianmu di luar negeri!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.

 

Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone