Author: Jonathan Kristinus
Updated: 26 January 2026
Pernahkah kamu mendengar tentang doctoral degree? Yap, tingkat pendidikan ini merupakan tingkat tertinggi di dunia pendidikan. Di Indonesia sendiri, doctoral degree sepadan dengan tingkat S3. Lulusan ini nantinya akan mendapatkan gelar doktor jika telah merampungkan studi S3. Nantinya siapapun akan mendapatkan gelar doktor di depan nama mereka, hal ini menjadi perbedaan besar dengan gelar S1 dan S2 yang berada di belakangnya.
Apapun bidang studi yang diambil,gelar doktor biasanya didapat setelah menempuh perkuliahan kurang lebih 6 sampai 14 semester. Tetapi, jangka waktu perkuliahan ditentukan oleh kebijakan setiap universitas. Cepat lambatnya juga tergantung kedisiplinan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan. Doctoral degree ini juga bisa ditempuh baik di universitas di Indonesia dan luar negeri.
Doctoral degree, atau gelar doktor, adalah gelar akademik tertinggi yang diberikan oleh universitas setelah menyelesaikan program S3. Program pendidikan tinggi ini prosesnya mencakup studi, penelitian mandiri, dan kontribusi baru pada pengetahuan (bukan sekadar ringkasan literatur). Lama waktu doctoral degree yaitu antara 4-6 tahun untuk full time, sedangkan untuk part-time bisa mencapai 7-10 tahun.
Kamu mungkin penasaran ngapain aja kalau kuliah doctoral ini bukan? Buat gambaran, nih dibawah ini sedikit penjelasannya.
Kamu bakal mulai dengan ikut kursus lanjutan buat bangun fondasi yang kuat. Ini termasuk skill riset kunci, seperti analisis data pakai tools kayak Python atau R, dan review literatur. Selanjutnya, kamu susun proposal riset dan pertahanin di ujian kualifikasi yang kadang disebut "Go/No Go".
Di situ kamu mulai eksplorasi topik orisinal. Sepanjang jalan, kamu kolaborasi erat sama supervisor, adaptasi sama budaya baru, dan bangun koneksi lewat seminar dan konferensi. Semuanya tentang settle in dan networking!
Di sini independensi beneran dimulai. Kamu bakal lakuin riset mandiri seperti kumpulin data, jalani eksperimen, atau analisis, sering di lab atau arsip khusus dengan fasilitas top. Kamu targetin nulis dan publikasiin paper di jurnal atau konferensi minimal 2 atau 3 buat lulus. Plus, mungkin ambil peran asisten pengajar buat pengalaman. Jangan lupa workshop skill transferable, seperti komunikasi, nulis grant, dan belajar bahasa lokal. Ini fase sibuk tapi bermanfaat!
Di sini kamu sempurnain disertasi, lakuin directed reading, dan hadapi defense oral yang dikenal sebagai viva voce di depan komite. Kamu presentasi di konferensi internasional, kolaborasi global, dan siapin karir selanjutnya, entah postdoc, akademik, atau industri.
Tambahan lagi, mungkin traveling buat riset, gabung komunitas internasional, dan kelola stipend (khususnya di Eropa, di mana PhD sering dianggap status karyawan). Campuran kerja keras dan petualangan!
BACA JUGA: Daftar Gelar dalam Bahasa Inggris S1, S2, S3

Setelah memahami pengertian doctoral degree, ternyata masih banyak lho yang masih bingung apakah degree ini sama dengan PhD?
PhD adalah singkatan dari Doctor of Philosophy yang merupakan jenjang tertinggi di bidang filsafat dan bidang lainnya. Bedanya, gelar PhD dengan doctoral degree secara praktis hanya bisa dilakukan di negara yang memang memberikan gelar untuk lulusan S3.
Hal ini karena nggak semua negara menerapkan kebijakan seperti ini. Gelar PhD ini diterapkan oleh sistem pendidikan di negara Amerika Serikat dan Inggris. Jadi kalau kamu lulus dari kedua negara ini, maka akan mendapatkan gelar PhD di belakang namamu.
Di sisi lain, gelar doktor ini lebih diberikan di luar negara Amerika Serikat dan Inggris termasuk di Indonesia. Biar ga bingung, berikut ini penjelasan singkat perbedaan keduanya.
| Aspek | Doctoral Degree | PhD |
|---|---|---|
| Definisi | Gelar S3 umum (akademik/profesional) | Doctor of Philosophy (penelitian teoritis) |
| Tempat | Indonesia & banyak negara | AS, UK, negara Barat |
| Fokus | Praktis/aplikatif | Teoritis/penelitian baru |
| Karier | Profesional/lapangan | Akademik/peneliti |
| Disertasi | Implementasi masalah nyata | Analisis data & teori baru |
| Penulisan | Dr. (depan nama) | Ph.D. (setelah nama) |
| Jenis | Termasuk prof. doctorate (Ed.D) | Khusus riset akademik |
BACA JUGA: Apa Itu Post Secondary Education? Ini Jenis dan Manfaatnya

Masih banyak yang ragu untuk mengambil doctoral degree? Padahal banyak banget lho alasan mengambil doctoral degree buatmu! Simak selengkapnya berikut ini.
Salah satu alasan kuliah S3 adalah ingin bekerja pada bidang tertentu bahkan menjadi ahli di bidang tersebut. Para mahasiswa di jenjang ini masih memiliki passion untuk meneliti. Mereka ingin mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih dan menyusun penelitian untuk membuktikan ilmu yang mereka pelajari di dunia nyata.
Beberapa orang juga merasa bahwa seorang PhD artinya punya wawasan yang lebih matang dan luas dibandingkan orang lain. Hal ini karena mahasiswa doctoral degree secara natural dibentuk untuk memiliki wawasan yang jauh lebih dalam dan spesifik pada satu bidang. Nah, jika kamu haus akan ilmu baru atau ingin mendalaminya lagi, pilihan yang tepat untuk mengambil doctoral degree.
Dengan memiliki gelar doctoral degree, kamu nggak perlu khawatir tentang masa depan karirmu. Perusahaan pastinya melihat kalau kamu sudah menguasai ilmu yang lebih dibandingkan kandidat lainnya. Selain itu, dengan gelar ini kamu juga akan lebih mudah menapak tangga karir masa depan.
Selain ingin berkarir di bidang yang mereka dalami lewat gelar S3, terkadang banyak orang yang mengambil S3 karena cinta ilmunya. Nggak hanya untuk mereka sendiri, dengan ilmu yang didapat di jenjang ini, mereka juga ingin membagikannya ke generasi berikutnya. Apalagi salah satu persyaratan menjadi dosen adalah memiliki gelar pendidikan yang tinggi, tentunya memiliki gelar S3 sangat akan membantu.
BACA JUGA: Contoh dan Cara Penulisan Benar Gelar S3 Luar Negeri

Menempuh doctoral degree merupakan langkah yang perlu kamu pikirkan dengan serius. Jadi, kamu harus serius banget untuk memilih kampus untuk doctoral degree ini. No worries, berikut tips memilih kampus untuk melanjutkan ke jenjang ini!
Saat kamu ingin meraih doctoral degree di luar negeri, kamu harus sudah tahu ingin melakukan penelitian apa. Setelahnya kamu harus mencari dosen pembimbing yang menguasai bidang yang kamu teliti. Setelahnya baru deh kamu membuat proposal penelitian dan mengirimnya ke dosen-dosen di beberapa universitas untuk mereka periksa, entah maukah mereka menjadi pembimbing risetmu atau tidak. Di sisi lain, peran dosen pembimbing di jenjang ini juga lebih krusial dibandingkan jenjang sebelumnya. Nggak hanya memberi bantuan dan arahan saja, mereka juga bertugas untuk mengambil keputusan tertentu yang berkaitan dengan kamu sebagai mahasiswa di bawah bimbingannya. Jadi, cek lagi reputasi dosen pembimbing yang memiliki prestasi dan reputasi yang bagus, ya!
Tips berikutnya adalah mempertimbangkan bidang keilmuan yang kamu akan ambil. Maksudnya adalah, kamu harus mempertimbangkan reputasi yang lebih spesifik, jadi kamu nggak hanya berpatok dengan ranking universitas saja. Di luar negeri, kamu bisa melihat ranking by subject yang artinya kampus ini memiliki bidang unggulan yang kualitasnya nggak perlu kamu ragukan lagi. Kenapa harus melihat ranking by subject? Nantinya akan memberikan kamu manfaat, salah satunya memberikan tempat yang terhormat di dunia pendidikan. Selain melihat dari ranking, kamu juga bisa melihat kualitas publikasi riset dari para dosen atau lulusan universitas tersebut.
Hal berikutnya yang penting kamu pertimbangkan adalah fasilitas yang ada di kampus. Fasilitas ini akan sangat membantumu dalam melakukan riset untuk tesismu. Jadi, jangan sampai minim fasilitas membuat tesismu terbengkalai. Apalagi buat kamu yang mengambil doctoral degree untuk bidang sains yang membutuhkan penelitian di lab. Kalau fasilitas labnya kurang, tentu akan menghambat tesismu. Makanya, nggak ada salahnya mengecek fasilitas kampus untuk jadi pertimbanganmu!
Memandang lingkungan akademik dan non akademik dari kampus tujuan juga nggak kalah penting. Dari sisi lingkungan akademik meliputi interaksi para dosen dengan mahasiswanya juga hubungan antar mahasiswa. Lingkungan akademik harus kondusif sehingga memberikanmu dukungan maksimal dalam menyelesaikan studi S3. Di sisi lain, lingkungan non akademik yang perlu kamu pertimbangkan antara lain lokasi kampusnya, fasilitas yang diberikan kampus, bahasa yang digunakan, akomodasi bila disediakan, dan banyak lagi. Apalagi kalau kamu kuliah di luar negeri, lingkungan non akademik ini nggak boleh luput dari perhitunganmu, ya!
BACA JUGA: Perbedaan Diploma, Sarjana, Pascasarjana, dan Doktor

Biaya pendidikan program Doctoral degree untuk mahasiswa internasional tahun 2026 menunjukkan perbedaan yang signifikan antar negara dan institusi. Kamu perlu pertimbangkan tidak hanya tuition fees tetapi juga living costs, visa expenses, health insurance, dan opportunity costs. Negara dengan biaya hidup lebih renda seperti Malaysia, China, dan beberapa kota di Korea dapat menawarkan keuntungan yang lebih baik. Nah, berikut perkiraan biaya kuliah doctoral degree di beberapa negara tujuan favorit mahasiswa internasional.
| Negara | Biaya Kuliah |
| Korea Selatan | USD 4,500-12,000 (Rp75 juta-Rp201 juta) |
| Kanada | USD 4,600-12,000 (Rp77 juta-Rp201 juta) |
| China | USD 6,250-18,000 (Rp105 juta-Rp302 juta) |
| Malaysia | USD 8,800-20,500 (Rp148 juta-Rp344 juta) |
| Singapura | USD 11,200-30,000 (Rp188 juta-Rp503 juta) |
| Inggris | USD 32,900-52,500 (Rp552 juta-Rp881 juta) |
| Australia | USD 34,000-138,000 (Rp571 juta-Rp2,31 miliar) |
| Amerika Serikat | USD 62,500-80,390 (Rp1,05 miliar-Rp1,35 miliar) |
Kamu mau kuliah doctoral degree di luar negeri? Berikut list universitas untuk kuliah program ini!
Sudah tahu kan beragam pilihan universitasnya? Jangan lupa siapkan perkuliahan doctoral degree kamu dengan SUN Education. Mulai dari konsultasi kampus tujuan, permohonan visa, persiapan bahasa Inggris sampai akomodasi selama kuliah di luar negeri bisa kami bantu!
Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!
Related Posts
Connect with SUN Education