Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Apa Guna GRE dan GMAT untuk Kuliah Pascasarjana di Luar Negeri? Ini Alasannya!

Apa Guna GRE dan GMAT untuk Kuliah Pascasarjana di Luar Negeri? Ini Alasannya!

Author: Valerie

Updated: 13 February 2026

Ketika kamu berencana melanjutkan pendidikan pascasarjana di luar negeri, salah satu persyaratan penting yang harus kamu penuhi adalah tes standar. Namun demikian, banyak calon mahasiswa yang masih bingung memilih antara GRE (Graduate Record Examination) dan GMAT (Graduate Management Admission Test). Kedua tes ini memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat memengaruhi peluang kamu untuk diterima di universitas impian. Oleh karena itu, memahami perbedaan mendasar antara keduanya akan membantu kamu membuat keputusan yang tepat untuk masa depan akademik.

Apa Itu GMAT?

GMAT merupakan tes yang lebih spesifik yang didirikan pada tahun 1954 oleh Graduate Management Admission Council (GMAC). Menariknya, tes ini awalnya bernama Admission Test for Graduate Study in Business (ATGSB) atau Tes Penerimaan untuk Studi Pascasarjana dalam Bisnis. Tes GMAT dikembangkan khusus untuk mengukur kemampuan yang diperlukan dalam dunia bisnis, termasuk keterampilan pemecahan masalah, penulisan analitis, pemrosesan data, logika, dan penalaran kritis. Tes ini memiliki masa berlaku yang sama, yaitu 5 tahun setelah kamu mengikuti ujian. Dengan demikian, kamu memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan hasil tes tersebut dalam berbagai aplikasi program pascasarjana. Biaya tes GMAT berkisar antara $250 hingga $275, dengan kemungkinan biaya tambahan untuk layanan seperti laporan skor atau penjadwalan ulang.

Isi Tes GMAT

Menurut badan yang menyelenggarakan tes GMAT, Graduate Management Admission Council (GMAC), dua pertiga peserta tes GMAT menerima skor total antara 400 dan 600. Skor rata-rata di antara semua peserta tes dalam tiga tahun terakhir adalah sekitar 568. Jumlah soal GMAT adalah 80 soal dengan total waktu pengerjaan 3 Jam 30 menit. Lebih lanjut, GMAT berisi empat bagian tes yang diberi skor, masing-masing secara terpisah. Dua bagian pertama, Quantitative dan Veral, akan digabungkan untuk menghitung skor totalmu nantinya. Ini dia empat bagian tes GMAT.

  • Analytical Writing Assessment (AWA): Bagian ini hanya memiliki satu tugas esai yang memintamu menganalisis dan mengkritik sebuah argumen. Tujuannya adalah untuk menilai kemampuanmu dalam berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif.
  • Integrated Reasoning (IR): Sesi ini menguji kemampuanmu dalam menganalisis data dari berbagai format, seperti tabel, grafik, dan teks. Bagian ini sangat penting karena mencerminkan cara kerja yang sering dihadapi dalam lingkungan bisnis.
  • Quantitative Reasoning: Fokus utama bagian ini adalah pemecahan masalah (Problem Solving) dan kecukupan data (Data Sufficiency). Pertanyaan-pertanyaannya menuntut pemahaman aljabar dan aritmatika yang kuat, namun tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator.
  • Verbal Reasoning: Bagian ini menguji pemahaman bacaan, penalaran kritis, dan koreksi kalimat. Pertanyaan yang diberikan berfokus pada logika dan struktur kalimat, bukan sekadar kosakata.

Sebagai peserta tes, kamu bisa memilih urutan mengerjakan bagian tes ini. Kamu akan melakukannya saat di test centre, sebelum memulai tes. Ada tiga urutan yang bisa kamu pilih:

  • Analytical Writing Assessment, Integrated Reasoning, Quantitative, Verbal
  • Verbal, Quantitative, Integrated Reasoning, Analytical Writing Assessment
  • Quantitative, Verbal, Integrated Reasoning, Analytical Writing Assessment

Kegunaan GMAT untuk Daftar Kuliah S2 dan S3

GMAT (Graduate Management Admission Test) secara spesifik diciptakan untuk digunakan dalam pendaftaran program pascasarjana bisnis, seperti MBA (Master of Business Administration). Tes ini diterima oleh lebih dari 7.000 program dan lebih dari 2.000 sekolah pascasarjana bisnis internasional. GMAT juga sering diminta oleh beberapa perusahaan, terutama di bidang konsultasi dan investasi, sebagai bagian dari proses lamaran kerja. Oleh karena itu, jika kamu berencana untuk mengejar karier di dunia bisnis setelah lulus, memiliki skor GMAT dapat menjadi keuntungan tambahan.

Apa Itu GRE?

GRE merupakan tes standar yang diselenggarakan oleh Educational Testing Service (ETS) sejak tahun 1936. Pada awalnya, tes ini didirikan oleh Yayasan Carnegie untuk Kemajuan Pengajaran (CFAT) dan pertama kali digunakan oleh universitas prestisius seperti Harvard, Yale, Princeton, dan Columbia. Lebih lanjut, GRE dirancang untuk mengukur penalaran kuantitatif, penalaran verbal, serta keterampilan berpikir analitis dan kritis yang diperlukan dalam studi pascasarjana. Secara umum biaya tes GRE adalah sekitar $205, meskipun ada beberapa negara yang menetapkan biaya lebih tinggi.

Isi Tes GRE

Pada dasarnya GRE mengukur kemampuanmu dalam aritmatika dasar, aljabar, geometri, dan analisis data, serta kosakata tingkat perguruan tinggi. Secara total kamu akan mengerjakan 55 soal dengan total waktu 3 jam 45 menit. Lebih penting lagi, GRE mengukur kemampuanmu dalam menganalisis dan mengevaluasi materi tertulis, berpikir kritis, dan memecahkan masalah. Kamu akan menerima tiga penilaian dalam tes GRE:

  • Analytical Writing: Bagian ini terdiri dari dua tugas menulis: menganalisis suatu isu dan menganalisis suatu argumen. Ini menguji kemampuanmu untuk menyusun argumen yang logis dan jelas.
  • Verbal Reasoning: Bagian ini lebih berfokus pada kosakata yang luas. Kamu akan menemukan pertanyaan seputar pemahaman bacaan, penyelesaian teks, dan kesetaraan kalimat. Banyak peserta tes, terutama non-penutur asli bahasa Inggris, merasa bagian ini lebih menantang karena banyaknya kosakata yang harus dikuasai.
  • Quantitative Reasoning: Soal-soal di bagian ini cenderung lebih bervariasi dan mencakup aritmatika, aljabar, geometri, serta analisis data. Berbeda dengan GMAT, kamu diizinkan menggunakan kalkulator saat mengerjakan soal di bagian ini. Ini membuat pengerjaan soal matematika menjadi sedikit lebih sederhana, meskipun cakupan topiknya lebih luas.

Bagian Quantitative Reasoning dan Verbal Reasoning masing-masing diberi skor pada skala 130 hingga 170. Skor rata-rata untuk Verbal Reasoning adalah 152, dan skor rata-rata untuk Quantitative Reasoning adalah 156. Penilaian Analytical Writing diberi skor dari 0 hingga 6, serta skor rata-rata adalah 4,0. Keunggulan dari GRE adalah fitur ScoreSelect® yang memungkinkan kamu memilih skor mana yang akan kamu kirimkan ke universitas, terutama jika kamu mengambil tes lebih dari sekali.

Kegunaan GRE untuk Daftar Kuliah S2 dan S3

GRE (Graduate Record Examination) memiliki kegunaan yang lebih luas dari GMAT. Meskipun awalnya digunakan untuk mendaftar di sekolah pascasarjana secara umum, GRE juga diterima oleh banyak sekolah bisnis, termasuk untuk program MBA. Faktanya, sekitar 90% sekolah bisnis di AS saat ini menerima skor GRE. Ini berarti GRE memberikan fleksibilitas lebih bagi kamu yang mungkin masih ragu antara mendaftar ke program bisnis atau program pascasarjana lainnya. Dengan satu tes, kamu dapat melamar ke berbagai disiplin ilmu, termasuk program bisnis, hukum, atau gelar doktor. GRE diterima oleh ribuan sekolah pascasarjana di seluruh dunia, termasuk universitas-universitas terkemuka seperti Georgetown, Oxford, dan Cambridge.

Perbedaan GRE dan GMAT

Fitur GRE (Graduate Record Examination) GMAT (Graduate Management Admission Test)
Kegunaan Utama Diterima di sebagian besar program pascasarjana, termasuk sekolah bisnis dan hukum. Biasanya digunakan untuk masuk ke sekolah bisnis dan program MBA.
Penyelenggara Educational Testing Service (ETS) Graduate Management Admission Council (GMAC)
Biaya Sekitar $205 (dapat bervariasi) Sekitar $250 - $275 (dapat bervariasi)
Durasi Sekitar 3 jam 45 menit Kurang dari 3 jam 30 menit
Masa Berlaku Skor 5 tahun 5 tahun
Struktur Tes Penulisan Analitis (2 tugas), Penalaran Verbal, Penalaran Kuantitatif. Penulisan Analitis (1 tugas), Penalaran Terintegrasi, Penalaran Kuantitatif, Penalaran Verbal.
Sistem Penilaian Adaptif per bagian. Skor Verbal & Kuantitatif 130–170; Penulisan 0–6. Adaptif per item. Total skor 200–800.
Penggunaan Kalkulator Diperbolehkan pada bagian Kuantitatif. Tidak diperbolehkan pada bagian Kuantitatif.
Fokus Verbal Lebih banyak berfokus pada kosakata yang sulit. Lebih fokus pada tata bahasa dan penalaran kritis.
Fokus Kuantitatif Cenderung lebih mudah, cakupan topik lebih luas. Cenderung lebih menantang, fokus pada penalaran logis.
Laporan Skor Dapat memilih skor mana yang akan dikirim (opsi ScoreSelect®). Sekolah menerima semua skor, meskipun banyak yang hanya mempertimbangkan yang tertinggi.

Tidak cukup hanya sebatas mengetahui definisi, struktur tes, hingga jumlah soal GRE dan GMAT. Untuk memperoleh nilai tinggi, kamu memerlukan bantuan profesional seperti SUN English. Join kelas persiapan GMAT dan GRE di SUN English demi meraih mimpimu studi pascasarjana di luar negeri!

Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu. Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!  

 

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone