Destinasi Studi
watermark
SUN Education Group

/

News Id

/

Materi Level Intermediate Bahasa Inggris dan Tips Belajarnya

Materi Level Intermediate Bahasa Inggris dan Tips Belajarnya

Author:

Updated: 18 August 2025

Apakah kamu merasa sudah tidak pemula lagi dalam bahasa Inggris, tetapi masih kesulitan mengobrol dengan native speaker atau menonton film tanpa terjemahan? Selamat, maka kamu berada di level intermediate, sebuah jembatan penting menuju kefasihan bahasa Inggris. Pada level kamu sudah memiliki kosakata dan pemahaman tata bahasa yang cukup untuk berbicara dan membaca berbagai topik. Kamu sudah menguasai semua tense utama dan mulai akrab dengan struktur yang lebih kompleks seperti phrasal verbs dan modal verbs.

Apa Itu Level Intermediate dalam Bahasa Inggris?

Level “intermediate” dalam bahasa Inggris mengacu pada kemampuan berbicara dan memahami bahasa Inggris yang sudah cukup baik, namun belum mencapai tingkat mahir. Pada level ini, kamu sudah bisa ngobrol tentang berbagai topik dengan kosakata yang tepat dan paham grammar dasar dengan baik. Secara internasional, level intermediate mengacu pada standar CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) yang terbagi jadi dua
Level CEFR IELTS Band Score TOEFL iBT Score EF SET Score
B1 (Intermediate) 4.0 – 5.0 42 – 71 41 – 50
B2 (Upper Intermediate) 5.5 – 6.0 72 – 94 51 – 60
Sumber: Data skor merupakan perkiraan yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk ETS, IELTS, dan EF SET.

Minimal Skor Dalam Mencapai Level Intermediate

Tes Skor Setara dengan Level B1-B2
EF SET Quick Check 61% – 85%
EF SET 50-min 41 – 60
IELTS 4.0 – 6.0
TOEIC (R&L) Total 550 – 940
Cambridge English Scale 140 – 179
TOEFL iBT 42 – 94
Global Scale of English (Pearson) 43 – 75

Macam-Macam Level Intermediate Bahasa Inggris

Banyak lembaga bahasa membagi level intermediate ini menjadi beberapa sub-level yang lebih kecil untuk menandai kemajuan yang lebih terperinci. Meski kerangka resmi CEFR menggunakan label B1 dan B2, dalam praktiknya kita sering mendengar istilah Lower Intermediate, Mid-Intermediate, dan Upper Intermediate. Pembagian ini membantu kamu mengukur kemajuan dengan lebih presisi dan menetapkan target belajar yang realistis. Level B1 adalah fondasi kemandirian berbahasa Inggris kamu. Di tahap ini, kamu bergerak dari sekadar mengerti menjadi mampu berinteraksi.

B1 Rendah (Lower Intermediate)

Di tahap ini, kamu sudah melewati level dasar dan mulai bisa merangkai kalimat untuk tujuan praktis. Kamu bisa menangani situasi saat bepergian ke negara berbahasa Inggris, seperti memesan makanan atau bertanya arah. Kamu juga mampu menulis email sederhana dan menceritakan peristiwa secara singkat. Namun, kamu mungkin masih sering berhenti untuk mencari kosakata yang tepat. Kosakata berkisar 2.500 kata dan sudah familiar dengan tenses dasar.

B1+ (Mid-Intermediate)

Tingkat keahlian ini adalah jembatan antara B1 dan B2. Pada level intermediate ini kamu tidak hanya bisa bercerita tentang pengalaman pribadi, tetapi juga mulai bisa memberikan alasan dan penjelasan singkat untuk pendapatmu. Kamu dapat mengikuti alur utama acara TV atau film dengan bantuan visual. Kemampuan memahami surat atau artikel tentang topik familiar juga meningkat tanpa bergantung kamus untuk setiap kalimat.

B2 (Upper Intermediate)

Level B2 adalah titik di mana kamu benar-benar menjadi pengguna bahasa yang mandiri dan percaya diri. Di sini, kamu tidak lagi hanya fokus pada "apa yang ingin dikatakan," tetapi juga "bagaimana cara mengatakannya dengan baik." Skill yang sudah dikuasai level ini yaitu
  • Berinteraksi secara spontan dan lancar dengan penutur asli
  • Berpartisipasi aktif dalam diskusi teknis sesuai bidangmu
  • Memahami ide utama dari teks kompleks tentang topik konkret maupun abstrak
  • Menguasai kosakata 4.000+ kata dan ungkapan idiomatik
  • Menulis esai atau laporan detail dengan sudut pandang yang jelas
Level B1 dan B2 inilah yang secara umum disebut sebagai bagian dari level intermediate dalam bahasa Inggris. Pemahaman terhadap masing-masing deskripsinya akan sangat membantu dalam menentukan tujuan pembelajaran atau karir berikutnya.

Materi Yang Dipelajari Level Intermediate

Setelah kamu mengetahui posisimu di peta perjalanan bahasa Inggris, kini saatnya mengintip "bekal" apa saja yang perlu kamu siapkan. Level intermediate bukan lagi sekadar menghafal kosakata atau aturan dasar. Secara umum, untuk mencapai level B1 ini, dibutuhkan sekitar 400 jam pembelajaran bahasa Inggris secara kumulatif. Selama belajar di level intermediate, kamu akan belajar tentang cara berkomunikasi, belajar kosakata, dan penggunaan tata bahasa yang tepat. Berikut adalah apa saja materi bahasa Inggris intermediate yang akan kamu pelajari.

Communication Practice

Kamu harus mempelajari keterampilan komunikasi sehari-hari maupun profesional pada level intermediate. Level ini merupakan titik tengah penting yang menjembatani antara dasar-dasar bahasa yang sudah kamu kuasai dengan kemampuan berbahasa yang lebih kompleks. Berikut adalah kemampuan penting yang kamu pelajari pada level B1 CEFR
  • Describing experiences and events: Menceritakan pengalaman pribadi dan berbagai peristiwa untuk membangun koneksi dengan orang lain
  • Expressing hopes and ambitions: Menyatakan harapan dan cita-cita tentang masa depan secara bermakna
  • Describing feelings: Menyampaikan emosi lebih akurat agar tidak terjadi kesalahpahaman
  • Giving reasons: Menjelaskan pendapat atau keputusan dalam diskusi dan percakapan
  • Expressing preferences: Menunjukkan pilihan atau keinginan dengan cara yang mudah dipahami
  • Stating obligations: Menyampaikan kewajiban dalam situasi kerja, pendidikan, dan kehidupan sosial
  • Expressing certainty: Menyampaikan tingkat keyakinan terhadap suatu hal
  • Describing events in the past & future: Berbagi pengalaman masa lalu dan merencanakan kegiatan masa depan

Vocabulary Practice

Dalam level B1 CEFR, penguasaan kosakata menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Di tahap ini, kamu mulai memperluas pemahaman tentang berbagai topik sehari-hari dan mampu menggunakan kata-kata yang lebih tepat sesuai konteks.
  • Feelings and emotions: Mengenali dan mengekspresikan berbagai perasaan untuk komunikasi yang lebih personal
  • Travel and transport: Membicarakan rencana perjalanan, memesan tiket, dan menggunakan transportasi umum
  • Entertainment: Berbicara tentang film, musik, acara TV, dan memberikan opini
  • Leisure activities: Kegiatan waktu luang seperti hobi, olahraga ringan, dan aktivitas santai
  • Sport, health and fitness: Berbicara tentang jenis olahraga, menjaga kesehatan, dan kebugaran
  • Education: Sistem pendidikan, pelajaran, dan pengalaman belajar
  • News and media: Kosakata seputar berita, informasi aktual, dan media komunikasi
  • Technology: Istilah teknologi dasar, gadget, dan pengaruhnya pada kehidupan sehari-hari
  • Time expressions: Mengungkapkan waktu dalam konteks masa lalu dan masa depan

Grammar Practice

Pembelajaran grammar memainkan peran penting dalam meningkatkan ketepatan dan kejelasan saat berkomunikasi. Menguasai berbagai struktur kalimat di level ini akan membuat kamu lebih percaya diri dalam berbicara maupun menulis.

Menjelajahi Waktu dengan Perfect Tenses

Di level intermediate, kamu akan menyelam lebih dalam ke konsep waktu dengan Perfect Tenses. Tenses ini berfungsi untuk menghubungkan dua titik waktu yang berbeda. Contoh Penerapan
  • Simple Past: "I visited Bali in 2023" (Fakta sederhana tentang masa lalu)
  • Present Perfect: "I have visited Bali, so I know some good places to eat" (Pengalaman masa lalu yang relevan dengan sekarang)
  • Past Perfect: "By the time I arrived, my friends had already eaten all the pizza" (Makan pizza terjadi sebelum kamu tiba)

Berandai-andai dengan Conditional Sentences

Salah satu ciri khas level intermediate adalah kemampuan berbicara tentang hal-hal yang tidak nyata, seperti kemungkinan atau situasi hipotesis. Contoh Penerapan
  • Type 1: "If it rains tomorrow, I will stay home" (Kemungkinan nyata)
  • Type 2: "If I had a million dollars, I would travel the world" (Imajinasi di masa sekarang)
  • Type 3: "If I had studied harder, I would have passed the exam" (Penyesalan tentang masa lalu)

Memberi Nuansa dengan Modal Verbs

Kamu akan belajar menggunakan modal verbs dengan lebih canggih untuk spekulasi, deduksi, kewajiban, dan saran dengan tingkat kepastian yang berbeda. Contoh Penerapan
  • Kewajiban Kuat: "You must wear a helmet"
  • Saran: "You should try the new cafe downtown"
  • Spekulasi: "She must be in a meeting" (kepastian tinggi) vs "He might come to the party" (kemungkinan)

Merangkai Ide Kompleks dengan Relative Clauses

Relative Clauses memungkinkanmu memberikan informasi tambahan tentang kata benda tanpa harus memulai kalimat baru, membuat komunikasi lebih elegan dan efisien. Contoh Penerapan
  • "I really enjoyed the book that you recommended"
  • "My sister, who is an architect, designed this house"
  • "That's the park where we first met"

Menghidupkan Percakapan dengan Idioms dan Phrasal Verbs

Untuk benar-benar terdengar seperti penutur asli, kamu harus mulai akrab dengan idioms dan phrasal verbs yang membuat bahasa Inggrismu terdengar hidup dan berwarna! Contoh Penerapan
  • Idiom: "Don't worry about the presentation, it's a piece of cake" (artinya: sangat mudah)
  • Phrasal Verb: "I need to look up this word in the dictionary" (mencari informasi)
  • Phrasal Verb: "She had to call off the meeting because she was sick" (membatalkan)
Grammar Points Lainnya yang Penting
  • Present perfect simple & continuous
  • Past continuous & past perfect simple
  • Conditionals (first and second)
  • Modals: should have, might have, etc.
  • Adverbs for time, degree, manner
  • Past habits (used to)
  • Future tenses (will, going to, continuous)
  • Passive voice

Tips Belajar Bahasa Inggris Level Intermediate

Pada level intermediate, kamu mungkin ngerasa udah stuck. Sebenarnya kuncinya bukan lagi "belajar lebih banyak," tapi "belajar dengan lebih cerdas." kita jelajahi strategi efektif untuk level up dari intermediate.

Ubah Cara Konsumsi Bahasa Inggris

Strategi pertama dan paling fundamental mencapai level intermediate adalah ubah cara kamu mengonsumsi bahasa Inggris! Kalau selama ini kamu terlalu bergantung sama buku teks, sekarang saatnya terjun bebas ke konten autentik—materi yang dibuat penutur asli buat penutur asli. Contoh praktis yang bisa kamu coba
  • Nonton serial TV favoritmu di Netflix (awalnya pakai subtitle Inggris, lalu coba tanpa subtitle)
  • Dengerin podcast tentang topik yang kamu suka saat di perjalanan
  • Baca artikel berita dari situs internasional
Kenapa ini penting? Karena konten autentik gak akan nunggu pemahamanmu. Dia penuh sama bahasa gaul, kecepatan bicara natural, aksen beragam, dan ungkapan yang gak akan kamu temuin di buku. Awalnya mungkin overwhelming, tapi ini cara terbaik buat melatih telinga dan otakmu!

Gunakan Strategi Contextual Learning

Contextual learning adalah membenamkan diri dalam penggunaan bahasa Inggris seperti yang digunakan di dunia nyata. Pembelajaran ini mencakup baca novel, nonton film, ikutin blog, dan baca surat kabar dalam bahasa Inggris. Luangkan waktu buat mempelajari pilihan kata, gaya bahasa, dan nuansa yang digunakan penutur asli. Setelah itu, coba tulis refleksi pribadi atau diskusi sama teman buat menerapkan apa yang udah kamu pelajari. Latihan berbicara spontan juga bisa menggantikan sebagian latihan struktur dari buku teks!

Fokus pada "Potongan Bahasa" (Chunks), Bukan Kata Tunggal

Saat masih pemula, kita terbiasa hafal daftar kosakata: book, eat, beautiful. Tapi di level intermediate, pendekatan ini kurang efektif! Buat terdengar lebih natural dan lancar, mulai fokus pada language chunks atau potongan bahasa. Chunks adalah kelompok kata yang sering muncul bersamaan:
  • Phrasal verbs: "look forward to"
  • Kolokasi: "heavy rain"
  • Frasa umum: "by the way", "in my opinion"
Dengan mempelajari bahasa dalam bentuk potongan-potongan ini, kamu gak perlu susah-susah merakit kalimat dari nol setiap kali ngomong. Otakmu akan otomatis ingat "paket" kata tersebut! Saat ketemu kata baru, jangan cuma catat artinya. Perhatikan kata-kata lain yang sering nemaninya dan catatlah sebagai satu kesatuan frasa.

Jadilah Pembelajar Aktif

Dengerin dan baca (input) memang penting, tapi itu cuma setengah dari perjalanan. Kamu gak akan pernah bisa ngomong dan nulis lancar kalau gak pernah praktik secara aktif (output)! Banyak pembelajar intermediate terjebak dalam "mode pasif"—mereka ngerti banyak hal, tapi gagap saat harus respons. Makanya, kamu harus sadar menciptakan kesempatan buat berproduksi. Kamu bisa mulai dari tulis jurnal harian singkat dalam bahasa Inggris. Terus kamu juga bisa cari teman tandem bahasa online buat latihan percakapan. Kalau semua opsi ga memungkinkan, kamu bisa ngomong sama diri sendiri sambil deskripsi apa yang kamu lihat.

Gunakan Strategi Active Immersion

Active immersion membawa contextual learning ke level berikutnya. Di sini, kamu bukan cuma mengonsumsi bahasa, tapi juga turut serta aktif dalam penggunaannya. Ada beberapa cara efektif yang bisa kamu gunakan
  • Gabung platform pertukaran bahasa buat interaksi langsung sama penutur asli
  • Ikutan forum online atau grup medsos sesuai minat
  • Bikin konten dalam bahasa Inggris: blog, video, atau jurnal
  • Ubah pengaturan bahasa di gadgetmu jadi bahasa Inggris

Cari Umpan Balik yang Spesifik dan Konstruktif

Pada level intermediate bahasa Inggris, kamu perlu umpan balik yang lebih bernuansa. Pertanyaanmu harus bergeser dari "Apakah kalimat ini benar?" jadi "Bagaimana cara mengatakan ini dengan lebih baik?" atau "Apakah ada cara yang lebih natural buat ungkapkan ide ini?" Umpan balik semacam ini adalah emas bagi kemajuanmu! Kamu bisa dapat dari guru, tutor, atau teman penutur asli yang lebih mahir. Saat minta koreksi, jangan cuma terima jawaban yang bener. Tanya kenapa pilihan kata atau struktur kalimat tertentu lebih baik. Memahami logikanya akan bantu kamu hindari kesalahan yang sama! Mendapat feedback rutin adalah kunci buat tingkatkan keakuratan dan kefasihan. Tutor bisa bantu kenali kesalahan yang mungkin gak kamu sadari, baik dalam ucapan maupun tulisan. Dengan arahan yang personal, kamu bisa lebih mudah perbaiki kekurangan spesifik.

Tetapkan Tujuan Mikro yang Terukur

Tujuan kayak "Saya mau fasih bahasa Inggris" memang bagus buat motivasi, tapi terlalu besar dan abstrak buat jadi panduan harian. Akibatnya, kamu bisa ngerasa gak pernah capai kemajuan apa pun. Strategi yang jauh lebih efektif yaitu pecah tujuan besar jadi tujuan-tujuan mikro yang spesifik, terukur, dan punya batas waktu. Untuk informasi mengenai studi di luar negeri dan juga berbagai jurusan, kamu bisa temukan informasi aktualnya di sini. SUN Education bekerja sama dengan berbagai institusi top dunia di luar negeri seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Eropa, Jerman, dan juga Asia. Jika membutuhkan informasi terkini, follow media sosial SUN Education di Instagram, TikTok dan YouTube. Kamu juga bisa melakukan konsultasi GRATIS melalui Hotline di 0821 33 34 35 36 atau datang langsung ke kantor SUN Education yang terdekat di kotamu.   Download SUN Education Mobile App atau baca SUN E-Guidebook untuk akses informasi lebih mudah dan GRATIS!

Related Posts


Connect with SUN Education


Enter your details and get a free counselling session with our experts so they can connect you to the right course, country, and university.

Select...

Select...
Select Study Destination...
Select Major...

Select...

By checking this box, you agree to be contacted by SUN Education and its partner universities/collages via email/text message/phone